CINTA CINTYA

CINTA CINTYA
Part 28 + Visual


__ADS_3

"Kita mau nonton sinetron apa bang?" Tanya Melky penasaran sambil terus berada dibelakang Daniel mengikuti langkah Daniel.


"Sinetron bucin" jawabnya cepat


"Ha... ada-ada aja" Melky merasa tak percaya. Dirumahnya saja dia malas nonton tv, lah disini dia malah diajak nonton sinetron. Sinetron bucin lagi..


Daniel menghentikan langkahnya setelah masuk ke area cafe, diikuti dengan langkah Melky yang ikut terhenti. Daniel tampak tersenyum lebar sambil memandang ke arah kasir. Disana ada Tama yang tampak sedang mengoceh tak jelas kepada Erna. Sedangkan Erna hanya diam saja mendengarkan ocehan Tama dengan wajah yang seperti kebingungan.


"Kok berhenti disini sih bang?" Melky bingung


"Noh sinetronnya.." Daniel menunjuk kearah kasir dengan dagunya.


Melky memicingkan matanya. Yang tertangkap oleh manik matanya hanya ada Tama yang terlihat sedang mengoceh tak jelas kepada perempuan yang setau dia bernama Erna. Sekarang dia baru faham, kalau sinetron bucin yang dimaksud Daniel adalah ini.


"Yaelah bang.. kirain beneran mau nonton sinetron di tv, eh malah disuru liatin si Tama lagi ngomel... da sering tau bang aku liat dia kekgitu." Melky tampak kesal


"Kamu gak tau sih ceritanya.." Daniel masih setia melihat pertunjukan yang menurutnya seru itu.


"Cerita apa?"


"Jadi kemaren si Tama minta no hape si Erna itu. Mau diajak kencan katanya. Eh pas di mobil, bukannya kesimpan, no yang diketik si Erna di ponsel si Tama malah kehapus. Dia cuma ingat angka bagian depannya doang, bagian buntutnya dia lupa. Jadi aku kasih aja angka asal-asal, eh ternyata nyambung. And dia fikir itu memang nomornya si Erna, sampek mereka udah janjian ketemuan di mol tadi. Makanya dia bingung kenapa si Erna bisa disini. Dia kira si Erna cuma PHP in dia doang, bilang kalau udah ada di mol lagi nungguin dia padahal kenyataannya si Erna malah kerja." jelasnya panjang lebar sambil terkekeh.


"Padahal si Ernanya juga udah ngarep banget ditelfon and diajak kencan sama si Tama. Semalaman katanya dia nungguin telfon dari si Tama. Eh yang ditunggu-tunggu gak nelfon-nelfon. Ck kasihan.."


"Oohh..." Melky hanya ber oh ria. " Pantes aja si Ernanya cuma bengong doang ya bang." Melky terkekeh


"Terus cewe yang ditelfon si Tama siapa dong?" Daniel hanya mengangkat kedua bahunya tanda tidak tau.


"Kasiannya kau nak, hidupmu penuh dengan kesalah pahaman.." ucap Melky merasa prihatin dengan nasip temannya itu. Sementara Daniel malah tertawa mendengar ucapan Melky. Dirinya merasa sangat terhibur.


***


Dilain tempat.


Dini yang masih berada di kos Cintya, mimilih untuk menginap. Cintya sudah menelfon orang tua Dini untuk meminta izin agar Dini bisa menginap dikosnya. Orang tua Dini sudah kenal baik dengan Cintya, sehingga tidak terlalu sulit untuk Cintya mendapatkan izin dari orang tua Dini.


"Kak, cari makan yok.. laper aku." ucap Dini yang tengah tergolek diranjang Cintya.


"Ayok.. " jawab Cintya cepat.


Jam sudah menunjukkan ke angka sembilan, karna mereka asik mengobrol mereka sampai lupa kalau belum makan malam.


Mereka pun bergegas untuk pergi mencari makan. Dengan mengendarai sepeda motor, mereka menuju kesalah satu tempat makan yang sering mereka datangi, yaitu warung mie aceh kepiting.


Sesampainya disana, mereka memilih kepiting yang akan menjadi santapan mereka bersama dengan mie aceh. Itu lah yang menyebabkan mereka lebih suka makan ditempat ini, selain masakannya enak pembeli bisa memilih kepitingnya sendiri.


"Ihhh aku mau yang itu kaaakk" Dini kegirangan sambil menunjuk kearah kepiting yang paling besar di steling kaca.


"Bang, kami mau yang ini sama yang ini.." ucap Cintya kepada abang pelayan yang sudah stay di hadapan mereka sedari tadi.


Setelah selesai memesan, mereka pun bergegas mencari tempat duduk.


Warung mie aceh kepiting ini hanyalah warung tenda pinggir jalan yang hanya buka malam hari. Namun jangan ditanya existensinya, ramenya melebihi cafe milik Daniel. Daebaaakkk...


"Telfon Melky yok, suru kemari" ucap Cintya sambil menyomot sebungkusan kecil kerupuk kulit yang memang tersedia diatas meja bersama dengan rempeyek dan minuman gelas.


"Aih kak, kejauhan rumah dia. Bisa-bisa, pas dia sampek disini kita udah bobok dirumah" jawabnya

__ADS_1


"Hahaha... iya juga.." ucapnya membenarkan. "Yaudah telfon Tama aja, boleh kan?" lanjutnya lagi sambil menatap Dini meminta persetujuan.


Dini mengangguk setuju. Dia juga ingin meluruskan masalahnya dengan Tama. Mumpung Cintya sudah tau ceritanya, jadi bakal ada yang ngebantu dia menjelaskan kesalah fahamannya kan?


Cintyapun melakukan panggilan ke nomor ponsel Tama, nyambung namun tidak ada jawaban. Dan Cintya berinisiatif untuk menelfon Daniel. Sukur saja kemarin Tama mengirimkan nomor ponsel Daniel kepadanya tanpa Cintya memintanya.


Telfon langsung masuk dan diangkat.


"Halo.." terdengar suara tegas Daniel dari sebrang telfon


Bukannya menjawab, Cintya malah memegang dadanya. Ntah kenapa, hanya mendengar suara Daniel saja jantungnya seperti sedang berdisco ria.


"Haloo Cintya.. kok malah diam?"


Cintya menautkan alisnya merasa bingung kenapa Daniel bisa tau nomor ponselnya. Seingatnya ia tidak pernah memberikan nomornya kepada Daniel.


"I..iya.. bang.." jawabnya gugup.


"Haha.. kok gugup gitu jawabnya."


Cintya kehilangan kata-kata. Mendengar Daniel tertawa, ruhnya seperti menari-nari diudara. Sungguh pesona Daniel benar-benar sudah menghipnotisnya. Bahkan hanya mendengar suaranya saja Cintya jadi salah tingkah.


"Maaf ganggu bang, tadi aku nelfon Tama tapi gak diangkat." Citya menggigiti plastik kerupuk kulit yang memang belum dibukanya


"Owh,mau ngomong apa. Nanti biar disampein."


"Emangnya Tama lagi ngapain bang?"


"Lagi sibuk dia."


"Hmm.. yauda deh bang gak jadi." Cintya memutus sambungan telfonnya


"Kenapa senyum-senyum gitu?" ucap Cintya


"Mukak kakak merah gitu. Kayak orang baru nelfon pacar."


Cintya sontak menangkup wajahnya. Terasa hangat..


Tiba-tiba ponselnya berdering dengan nama bang Daniel tertera sebagai pelakunya. Cintya dengan segera mengangkatnya.


"Iya.."


"Kok telfonnya dimatiin?"


"Oh, itu, soalnya kan udah selesai ngomongnya." Cintya bingung harus jawab apa.


"Ini Tamanya udah gak sibuk. Mau ngomong?"


"Mm.. iya."


"Hmmm.. apa?" terdengar suara Tama seperti tidak bersemangat.


"Kenapa kau dek?"


"Gak apa-apa.. kenapa kak?"


"Kakak lagi makan sama si Dini di warung mie aceh kepiting, gak mau gabung?"

__ADS_1


"Seriusan? yauda aku meluncur kesana.." suaranya berubah jadi ceria.


"Yaelah, semangat bener.." Cintya merasa heran.


"Udah pigi dia." suara Daniel kembali terdengar.


"Heeee.. kok main pigi gitu aja."


"Kayak gak kenal Tama aja. Aku gak diajak ni?"


Ternyata Daniel mendengar percakapannya.a


"Mmm boleh kalau mau.." Cintya sudah senang bukan kepalang.


"Hehe.. enggak deh, lain kali aja. Masih sibuk."


Hmmm geje banget.. batinnya


"Yauda deh.. selamat bersibuk ria.. malaaam" ucap Cintya ketus, lalu mematikan sambungan telfon. Wajahnya tampak kecewa


🌸


🌸


🌸


🌸


Maafkan daku yang jarang update yah.


Kali ini aku mau kasih visual para pemeran. Semoga kalian suka. Dan bila menurut kalian gak cocok, bisa diganti dengan yang menurut kalian cocok aja. oke...


Ini dia visual untuk babang Daniel Putra Wijaya



Cintya Permata



Tama Aditya Permana



Dini Aprilya



Melky Bertoldi Adam



Reza Abel Alterio



Oya, jangan lupa dukung terus yah cerita Cinta Cintya dengan memberi like disetiap episodenya, biar aku cemungutt untuk nulisnya. Mestipun kelihatannya sepele, tapi like kalian bisa membuat penulis akan tambah semangat loh. Atau klik vaforite ❤ juga boleh, biar ada notifikasinya kalau aku udah up.

__ADS_1


Tanks all


Reyyan


__ADS_2