CINTA CINTYA

CINTA CINTYA
Kebahagiaan yang hanya bertahan sebentar


__ADS_3

Sepanjang perjalanan pulang bibir Cintya tak berhenti tersenyum. Hatinya sangat bahagia. Akhirnya setelah melalui banyak hal yang menyakitkan, ia mendapatkan kebahagiaannya sekarang.


Mobil berdecit saat Daniel menghentikan mobilnya tepat di depan gerbang kos Cintya.


"sudah sampai.. Aku masuk dulu." sebenarnya Cintya masih ingin bersaama dengan Daniel lebih lama lagi.


"Mm.. Apa kau tidak mau memberi ucapan selamat malam?" Daniel menunjuk pipinya.


Cintya tersipu malu karena mengerti maksud dari kode Daniel. "Sini mendekat." ucapnya


Daniel mendekatkan wajahnya kehadapan Cintya. Dag dig dug.. Dag dig dug.. Jantung Cintya serasa sedang berirama. Padahal ia sendiri yang menyuru Daniel mendekat, tapi ia sendiri yang merasa seperti terkena serangan jantung. Cintya mulai mendekatkan bibirnya kearah pipi Daniel yang sedari tadi menunggu. Namun bukan pipi Daniel yang ia cium, melainkan berpindah kebibir Daniel.


Daniel sempat tersentak. Memberi pipi, dapat bibir. Fikirnya.


"Waah kau sudah pandai sekarang ya.. " menarik Cintya kedalam pelukannya. "Hufh... Rasanya aku belum rela kita berpisah." kenapa waktu begitu cepat. Fikirnya


"Kita masih bisa bertemu besok. " mengelus punggung Daniel.


Daniel pun melepas pelukannya. " besok pagi aku akan mengantarmu pergi kerja." mengusap pipi Cintya


"Tapi besok aku masuk siang bang." Cintya terkekeh


"Oya? " ikut terkekeh "Tapi aku akan tetap datang pagi. Aku akan mengantarkan sarapan untukmu."


Aaa beruntungnya kau Cintya... "Baiklah kalau gitu." senang bukan main.


"Hufh... Aku menyesal sekarang." ucap Daniel tiba-tiba


"Menyesal? Kenapa?" Cintya bingung. Bahkan mimik wajahnya berubah


"Menyesal karena terlalu lama menyadari perasaanku. Dan membuatmu menunggu." mengelus rambut Cintya.


"Huh.. Abang membuatku takut." kesal Cintya memukul pundak Daniel. Daniel tertawa melihat expresi wajah Cintya


"Memangnya kau berfikir aku menyesal kenapa?" menyenderkan tubuhnya kesandaran kursi. Cintya hanya menggelengkan kepalanya "masuk lah, ini sudah terlalu larut.. Besok pagi kita akan bertemu lagi." lanjutnya


"Mmm sebelum aku masuk, aku boleh bertanya sesuatu?" tanya Cintya. Daniel mengangguk. " Apa aku boleh menyimpan gaun ini?" Daniel mengerutkan dahinya "Karena ini pemberian Melky, aku takut abang merasa gak nyaman kalau aku menyimpannya."


"Aaa.. Aku kira kenapa.." Daniel tersenyum. " apa kau menyukainya?" Cintya mengangguk. "Kalau kau memang menyukainnya, kau boleh menyimpannya. Aku akan mengganti uang Melky. Bilang kepadanya kalau aku akan membayarnya dua kali lipat."


"Waahh.. Apa harus seperti itu?" Cintya merasa tak enak hati kalau benar Daniel akan mengeluarkan uang banyak hanya untuk sebuah gaun.


"Tentu.. Aku gak mau calon istriku punya hutang budi dengan laki-laki lain."

__ADS_1


Blusss.. Seketika wajah Cintya merona kembali saat mendengat kata calon istri . "Baiklah, aku akan menyampaikannya kepada Melky.. Kalau begitu aku masuk sekarang." pamitnya. Cintya pun turun dari mobil


"Pergilah.." kata Cintya dari luar


"Kau masuk lebih dulu.. setelah itu aku akan pergi." kata Daniel dari jelndela mobil yang terbuka.


Cintya menggelengkan kepalanya " aku tidak mau. Aku ingin melihatmu pergi, setelah itu aku akan masuk." tidak mau mengalah.


Dasar pasangan baru.. komentar Netizen 😁


Daniel tertawa melihat tingkah kekasinya. "Baiklah-baiklah, aku akan pergi. Langsung masuk setelah aku pergi, oke..?" Cintya mengangguk sambil melambaikan tangannya.


Mobil Daniel perlahan menjauh. Rasa tak rela meliputi hati Cintya Aahhh aku masih ingin bersamanya.. Dia sungguh menggemaskan. Tapi tak apa, besok pagi kita akan berjumpa lagi. Berbicara sendiri didalam hati sambil mesem-mesem kesenangan karena akan bertemu lagi dengan pujaan hati besok pagi. Sepertinya dia akan tidur nyenyak malam ini.


Cintya meraih pintu gerbang ingin masuk sambil bersenandung ria. Namun langkahnya terhenti saat seseorang memanggilnya.


"Cintya.." panggil David yang baru turun dari mobil.


"David?" Cintya mengerutkan Dahinya sedang apa dia disini malam-malam. "Kau disini? Ada apa?"


"Aku hanya mampir sebentar." jawabnya dengan senyuman. "Besok aku akan kembali kenegaraku.. Aku hanya ingin berpamitan." lanjutnya


"Apa pekerjaanmu sudah selesai disini?"


"Waah kau hebat sekali, malam-malam masih semangat bekerja." puji Cintya. David hanya bisa tersenyum getir mendengar pujian Cintya untuknya


"Kau dari mana?" menatap Cintya dari atas hingga bawah.


"Oh ini.. Aku baru pulang dari pernikahan teman." merasa tak rela menyebut Wahyu adalah temannya. Tapi dia tidak tahu harus bilang apa lagi.


"Kau terlihat sangat cantik dengan gaun itu Cintya." giliran David yang memuji.


"Aah udah terlalu banyak yang memujiku hari ini." pamernya sambil tertawa.


"Tapi kau memang terlalu cantik hari ini. Apa pengantinnya tidak merasa tersaingi tadi?"


"Aku rasa saat ini dia sangat menyesal karena sudah mengundangku." ucapnya tertawa.


"Pastinya.." saut David setuju


"Apa kau akan terbang besok pagi?" David mengangguk. " Kau mau aku ikut mengantarmu?" tawar Cintya


"Tidak perlu, aku bisa pergi sendiri."

__ADS_1


"Baiklah.. Apa kau akan kembali lagi keindonesia?"


David tampak terdiam sesaat "Ntah lah Cintya, setelah pekerjaanku selesai aku tidak yakin aku bisa kembali lagi kenegara ini."


"Kenapa tidak? Negera kami negara santuy. Jadi kau harus kembali. Oke.." Cintya menepuk bahu David . David hanya manggut-manggut "Disaat kau kembali, aku akan mentraktirmu makanan enak."


Aku tidak yakin kau akan melakukannya Cintya walaupun takdir benar akan mempertemukan kita kembali setelah hari ini. Ku harap aku masih bisa melihatmu dalam keadaan baik walau hanya dari jauh.


"Aku masih ingin mengobrol denganmu, apa aku boleh masuk kedalam?"


"Maafkan aku David, ini sudah terlalu malam. Nanti kalau ketahuan, pemilik kos bisa marah." ungkapnya dengan perasaan menyesal.


"Hufh... Baiklah." tampak kecewa


"Mmm... kita bisa duduk disini kalau kau mau. Aku akan mengambil kursi dari dalam." tawar Cintya. David akan pulang besok, jadi tidak ada salahnya ia meluangkan sedikit waktunya untuk mengobrol dengannya. Fikirnya.


"Apa tidak masalah?" merasa tak enak


Cintya menggelengkan kepalanya " jangan khawatir.. Kalau disini tidak apa.. Aku akan mengambil kursi sebentar." bergerak masuk untuk mengambil kursi.


David memandang punggung Cintya dengan tatapan bersalah. Apa aku harus tetap melakukannya? Ya tuhan.. Maafkan lah aku setelah ini.


Cintya kembali dengan membawa dua kursi dan beberapa cemilan serta minuman. Mereka pun duduk bersampingan didepan gerbang kos dengan menghadap kejalanan yang sudah sepi.


"Terima kasih." ucap David setelah menerima minuman kaleng dari Cintya.


"Berapa jam perjalanan kenegaramu?"


"Sekitar 18 jam." meneguk minumannya


"Waah lama juga ya.. Apa gak bosan selama itu didalam pesawat?" merasa kepo


"Bosan sih. Apa lagi kalau perginya sendiri. Karena tidak ada yang bisa diajak ngobrol.. Tapi aku akan memilih untuk tidur saat dipesawat." jelasnya "Atau.. kau saja ikut denganku, agar aku tidak bosan dipesawat karena punya teman ngobrol?" ucapnya bercanda


Cintya tertawa menanggapi candaan David "Ada-ada saja."


"Bagaimana hubunganmu dengan pria yang di cafe?" mengalihkan pembicaraan.


Wajah Cintya tiba-tiba bersemu merah mendengar pertanyaan David. Apa sebaiknya aku memberitahunya kalau aku sudah dilamar? Ahh tidak ada salahnya berbagi kebahagiaan bukan. Cintya berniat ingin memberi tahu David tentang hubungannya dengan Daniel. Namun belum sempat ia memulainya, ponselnya berdering


"Ponselku berdering, aku akan mengangkatnya sebentar." ujarnya sambil merogoh ponsel yang ada didalam tas. David mengangguk


"Halo..." jawab Cintya dengan semangat karena ternyata yang menelfonnya adalah Daniel. Namun dalam hitungan detik, wajah yang bersemangat itu berubah menjadi dingin dan pucat "Apa..?" suaranya bergetar mendengar sautan dari sebrang telfon.

__ADS_1


David tampak memejamkam matanya dengan kepala yang tertunduk. Maafkan aku Cintya... Maafkan aku..


__ADS_2