CINTA CINTYA

CINTA CINTYA
Hangover


__ADS_3

Malam sudah semakin larut, namun tidak juga membuat dua anak manusia itu beranjak dari duduknya. Posisinya juga masih sama dengan kepala Cintya yang masih bersandar di pundak Daniel. Keheningan malam juga semakin terasa karna sedari tadi mereka hanya diam membisu dengan pemikiran mereka masing-masing.


Drrttt.. Drrrttt..


Daniel merogo saku celananya saat ponselnya bergetar. Terlihat beberapa kali ia menghela nafasnya saat melihat pesan singkat yang dikirimkan Reza kepadanya.


Cintya menegakkan duduknya saat merasakan tarikan nafas Daniel. "Ada apa?" tanya Cintya saat melihat expresi wajah Daniel yang berubah


"Hubungan Reza dan Bella berakhir." jawabnya lemah.


"Loh kenapa?" Cintya tampak terkejut.


"Reza ketahuan menghamili perempuan lain." jelasnya sambil kembali menghela nafas


Mata Cintya membulat sempurna "A apa? bukannya bang Reza sama kak Bella terlihat sangat serasih? lagian mereka sudah lama bukan? kenapa bisa sampai seperti ini?" begitu banyak tanya yang Cintya lontarkan.


Daniel mengangguk membenarkan apa yang Cintya ungkapkan. "Tapi ini lah kenyataannya." jawabnya sambil menatap mata Cintya


"Terus bang Rezanya sekarang ada dimana?"


"Masih diapartemennya merenungi nasip."


"Ya ampun,kasian banget kak Bella." ucap Cintya prihatin. "jangan-jangan batalnya kencan kita kemaren gara-gara ini?" Daniel mengangguk


"Hufh.." Cintya menghela nafas "Aku minta maaf yah bang, mikirnya udah kejauhan."


"Emang kamu mikir apaan?" tanya Daniel tertawa sambil mengacak rambut Cintya


"Mmm.. enggak, aku gak mikir apa-apa kok." jawabnya gelagapan


"Jadi kamu gak mikirin aku hem?"


"Ya mikirin.. cuma kan.."


"Cuma apa?" potong Daniel

__ADS_1


"Iiihhh... abang ngeselin ah." Cintya pura-pura merajuk dengan melipat tangannya di dada sambil manyun, dan itu membuat wajahnya semakin menggemaskan.


Daniel tidak tahan untuk tidak tertawa.. " Jangan ngambek.. nanti bintangnya pulang noh." rayunya sambil menunjuk kearah langit yang ternyata semakin memperlihatkan pesonanya.


"Biarin aja bintang yang disana pulang, asal yang disamping aku jangan." ucapnya malu-malu sambil memalingkan wajah. Daniel semakin tertawa.


"Apa kamu gak mau tau siapa perempuan yang di hamili Reza?" Cintya kontan berbalik dengan wajah yang penasaran.


"Huuu.. dasar cewe, paling demen sama gibah." cerca Daniel tertawa.


Cintya tidak perduli dikatain suka gibah. Yang penting rasa penasarannya terbayarkan. "Siapa?"


"Kasih tau gak ya.."


Mata Cintya mendelik "Kasih tau gak..!" ancamnya


"Haha oke oke aku kasih tau." ucapnya " Maya.." Sebutnya


"Mm.. Maya? ulang Cintya, namun wajahnya tampak bingung. Maya siapa yang dimaksud bang Daniel


"Eeeee..." bola mata Cintya semakin membesar saja.


~


Kejadian kemarin


Daniel sudah berjam-jam mencari keberadaan sahabatnya yang menghilang entah kemana. Bahkan nomor ponselnya juga tidak dapat dihubungi. Ia juga sudah ke apartement Reza, namun nihil ia tidak ada ditempat.


"Dimana lu Za..." gumam Daniel sambil menyusuri jalanan dengan mobilnya.


Otaknya buntu, ia tidak tahu harus mencari Reza kemana lagi. Reza bukanlah orang yang memiliki banyak teman. Kesehariannya hanya dihabiskan bersama Bella sang pacar. Jadi disaat ia menghilang seperti ini, Daniel sudah seperti mencari jarum dalam tumpukan jerami. Susah nemunya. "Berfikir... berfikirr.." Daniel memaksa otaknya untuk berfikir. Seketika otaknya menerka pada satu tempat, Club SAMANTA. Sebuah club malam yang sangat terkenal dikota Medan. Daniel langsung melajukan mobilnya ke tempat yang ia maksud.


Sesampainya disana, ia langsung masuk sambil celingak celinguk mencari keberadaan orang yang dicarinya. Lampu yang remang-remang membuatnya kesulitan mengenali wajah ramai orang yang lalu lalang. Ia mendekati satu demi satu table yang ada disana, namun tak kunjung menemukan Reza. Harapannya hampir pupus, sampai akhirnya ia menoleh saat seseorang menepuk pundaknya.


"Daniel.." ucap orang tersebut dengan setengah berteriak. Karena bisingnya dentuman suara music, memaksanya harus bersuara dengan lebih keras.

__ADS_1


"Samanta.." ucap Daniel juga. Samanta adalah teman Daniel sekali gus pemilik Dari club yang ia datangi.


"Gilak, dah lama banget lu gak kemari. Ngilang kemana lu bro." ucapnya sambil berkacak pinggang


"Masih disini aja gue.." jawabnya terkekeh "Makin sukses aja lu bro" lanjutnya lagi sambil menepuk pundak Samanta.


"Aahh.. biasa lah, bisnis haram memang lebih mudah berkembangnya." jawabnya bercanda sambil tertawa. "Eh ngomong-ngomong gue tau maksud kedatangan lo kemari. Lo nyari temen lo kan?" tebaknya. Daniel langsung tersenyum miring, ternyata feelingnya benar.


Di sebuah ruangan VIP, Reza sudah tergeletak dengan posisi terlungkup dimeja dengan tangan yang masih memegang botol minuman yang sudah tidak ada isinya lagi.


"Sepertinya masalah temen lo berat banget Dan." Samanta memandang priharin kearah Reza yang tepar dikelilingin oleh botol-botol minuman yang sudah kosong


"Biasa lah, masalah percintaan." saut Daniel "Lo bisa bantu gue bawa dia ke mobil gue?" pintanya


"Udah, biar anggota gue yang bawa dia." sambil melakukan panggilan telfon


Gak berselang lama, dua orang berbadan tinggi besar datang menghampiri


"Kalian bawa dia ke parkiran." seru Samanta kepada dua orang suruhannya tadi. dua orang berbadan tegap tadi pun langsung sigap melaksanakan perintah bosnya. Mereka memapah tubuh Reza yang sesekali mongoceh sesukanya.


"Makasih bro, gue balik dulu." pamit Daniel "Mampir lo ke cafe gue. lo juga udah lama gak mampir." ucapnya


"Ya ya.. nanti gue mampir sama binik gue." sautnya. Dan mereka pun berpisah


Daniel membawa Reza pulang ke apartementnya. Dengan bantuan dari satpam apartement, mereka memapah Reza hingga sampai ke kamar Reza.


"Terima kasih atas bantuannya pak." ucap Daniel saat mengantar satpam sampai didepan pintu sambil memberikan beberapa lembar uang tip.


Daniel kembali lagi kedalam kamar dan menemukan Reza sudah tertidur sambil sesekali mengigau entah apa. Daniel memandang prihatin kepada sahabat yang selalu ada disaat dirinya senang ataupun susah. Namun ada rasa kesal yang menyelimuti hatinya karna ia tidak ada disaat sahabatnya membutuhkannya.


Walaupun kesalahan tidak ada didirinya karena Reza memang tidak ada cerita apapun kepada dirinya, tetap saja ia merasa sudah gagal menjadi seorang sahabat.


"Liat aja besok lo bangun Za, bakal gue hajar lu habis-habisan. Bisa-bisanya lo gak cerita apa pun ke gue. Lo anggap gue apa huh?" Daniel mengomeli Reza yang pastinya tidak dapat mendengarkan omelannya.


Pagi pun tiba, namun Daniel masih tetap terjaga. Ingin sekali ia memejamkan matanya, namun entah mengapa matanya kembali terjaga. Otaknya menolak untuk istirahat. Semalaman ia hanya memikirkan Cintya. Ia yakin Cintya pasti sudah menunggunya semalam dengan menggunakan pakaian terbaiknya yang pasti akan terlihat sangat cantik untuknya. Janji kencan mereka pun akhirnya batal dikarenakan ia memilih untuk mencari sahabatnya. Entah apa yang harus ia katakan kepada Cintya saat mereka berjumpa nanti. Sudah bisa dipastikan Cintya pasti akan marah kepadanya karna sudah membatalkan kencan, bahkan sama sekali tidak memberi kabar kepadanya karna ponselnya tertinggal di ruangannya saat ia terburu-buru ingin mencari Reza.

__ADS_1


Hueekkk... hueeekkk.. terdengar Reza sedang muntah-muntah dikamarnya. Sudah bisa dipastikan kalau Reza sudah sadar dari Hangover nya semalam. Dan ia harus bersiap-siap untuk menerima kemarahan dari Daniel dan menjawab semua pertanyaan yang akan dilemparkan oleh Daniel kepadanya.


__ADS_2