CINTA CINTYA

CINTA CINTYA
part 9


__ADS_3

"Cin.. Cintya bangun.." Daniel mencoba membangunkan Cintya dengan menepuk bahu Cintya


Cintya menggeliat, namun bukan untuk segera bangun. Cintya malah memeluk erat tangan Daniel dan meletakkan kepalanya dibahu Daniel


"Aduh gimana ini !" Daniel ingin melepaskan pelukan erat yang dilakukan oleh Cintya di tangannya. Namun saat ia ingin melepasnya, Cintya malah semakin mengeratkan pelukannya.


"kamu udah bangun belum sih? " Daniel menatap wajah Cintya dengan intens. Daniel takut kalau Cintya hanya ingin menggodanya seperti kebanyakan wanita yang sering mencoba dekat dengannya. Namun karna tidak ada pergerakan dari Cintya, membuat Daniel yakin kalau Cintya benar benar masih tertidur


Daniel masi berharap kalau Cintya akan segera bangun. Daniel menatap jam yang melingkar ditangannya, "hufhhh..." Daniel menghela nafasnya sambil menatap kepada wanita yang masih setia memeluk erat tangannya." Udah setenga 5 subuh, apa gak papa kalau aku parkir disini terus ?" Daniel mencoba melihat ke sekelilingnya, masi sepi .


Hoaaaammmm... rasa kantuk sudah mulai mendera. Tanpa sadar Daniel pun sudah ikut tertidur. Bahkan ia menjatuhkan kepalanya di atas kepala Cintya yang sedang bersandar dibahunya


tok.. tok.. tok.. ada yang mengetuk kaca jendela mobil


Mendengar suara ketukan, membuat Daniel terbangun. Dia mengedarkan pandangannya ke sumber suara. Daniel terkejut saat melihat ada 2 orang laki laki sedang berdiri di depan pintu mobilnya.


tok.. tok.. tok.. ketokan kembali di lakukan oleh seorang lelaki paruh baya berkopiah putih yang masih berdiri di depan pintu mobilnya. Daniel melihat jam ditanganya,sudah jam 5 subuh. Bahkan azan pun sudah berkumandang. Daniel menurunkan kaca jendela nya, namun hanya sedikit. Agar tidak terlalu terlihat saat Cintya masih memeluk erat tanganny. Daniel tidak mau terjadi salah faham


"Ada apa ya pak? " tanya Daniel dengan sopan


"Jangan parkir disini dek, mobil saya susah keluar." ucap lelaki paruh baya itu sambil menunjuk kearah rumahnya.


Daniel memalingkan pandangannya kearah yang ditunjuk. Rumah bapak itu bersampingan dengan kosan Cintya. Sementara mobil Daniel berada diantara 2 gerbang antara gerbang kosan Cintya dan gerbang rumah bapak itu, sehingga membuat mobil sang bapak tidak bisa keluar dari sangkarnya. Mungkin bapak itu sedang ingin pergi ke masjid, terlihat dari pakaian yang dikenakannya.


"Ohh iya pak, maaf yah. saya akan pergi" jawabnya tersenyum dan bapak itu hanya membalas dengan anggukan, namun dengan wajah yang sedikit curiga


Sebenarnya Daniel hanya ingin memajukan mobilnya sedikit saja agar mobil bapak tadi bisa keluar. Namun setelah melihat Cintya yang tak kunjung bangun, membuatnya berfikir. Mau sampai kapan dia disini terus. Akhirnya Daniel terpaksa membawa Cintya pulang kerumahnya


Daniel mengangkat Cintya yang sedang tidur dari dalam mobil setelah mereka sampai dirumah Daniel. Dengan susah payah Daniel membopong Cintya dan membawanya masuk kekamarnya. Sebenarnya Daniel tidak suka kalau kamarnya dimasuki oleh orang lain. Namun karna dilantai 1 rumah daniel hanya ada 2 kamar, 1 kamar miliknya, dan 1 lagi kamar untuk pembantu. Dengan terpaksa ia harus melanggar privasinya sendiri dengan memasukkan Cintya kekamarnya. Gak mungkin kan Daniel tega menempatkan Cintya dikamar pembantu. Sementara kamar tamu ada dilantai 2. Daniel sudah tidak punya tenaga kalau harus mengangkat Cintya ke lantai atas

__ADS_1


Daniel menidurkan Cintya diatas ranjangnya, lalu menyelimutinya hingga sampai bagian dada. Cintya yang merasakan kenyamanan saat sudah berada diranjang milik Daniel, berbalik badan dan memeluk guling. Sudah seperti dirumahnya sendiri saja


Melihat kelakuan Cintya membuat Daniel tidak bisa menahan untuk tidak tersenyum. Daniel duduk di pinggir ranjang sambil terus menatap punggung Cintya yang sedang tertidur membelakanginya


Ini kali kedua bagi Daniel membopong Cintya. Namun Daniel merasakan ada yang aneh pada dirinya. Saat pertama kali Daniel menggendong Cintya untuk dibawa ke clinik, yang dia rasakan hanya kasihan dan rasa harus bertanggung jawab karna sudah hampir menabraknya. Mestipun dia tidak menampik, kalau Cintya mestipun dalam keadaan pingsan masih terlihat cantik. Namun tidak untuk kali kedua ini, dia merasakan ada sesuatu yang membuat dadanya berdebar.


Daniel memegang dadanya yang saat ini sedang sesak karna berdebar sangat kencang.


Kenapa dada gue berdebar begini..


Daniel beranjak pergi keluar dari kamarnya meninggalkan Cintya yang tertidur pulas. Ia tidak mau kalau sampai terjadi sesuatu yang pasti akan disesalinya.


Daniel beranjak ke lantai atas. Ia berniat akan tidur dikamar tamu. Daniel membuka pintu kamar, dan menatap kepenjuru kamar. Kamar yang selalu ditempati oleh mamanya kalau sedang datang mengunjunginya ini memang selalu dijaga kebersihannya. Daniel mengeluarkan ponsel beserta dompetnya dari saku celananya dan meletakkannya diatas nakas yang berada disamping tempat tidur, lalu kemudian membuka kemejanya dan diletakkannya begitu saja dilantai. Dan ia pun mulai merebahkan tubuhnya di atas ranjang dengan posisi terlungkup. Karna memang sudah cukup lelah dan mengantuk, membuat Daniel tidak membutuhkan waktu lama untuk membawanya ke alam mimpi.


Hari ini adalah jadwal bi Mina untuk membersihkan lantai atas, termasuk juga kamar tamu yang ditempati oleh Daniel sekarang. Bi Mina adalah satu satunya pelayan dirumah Daniel, dan sudah hampir separuh hidupnya ia dedikasikan untuk rumah itu. Dulu bi Mina bekerja untuk neneknya Daniel, karna rumah yang ditempati Daniel saat ini adalah rumah peninggalan dari nenek Daniel. Sebenarnya setelah nenek Daniel meninggal, bi Mina berniat untuk berhenti bekerja. Namun karna kasihan kepada Daniel yang kesulitan untuk mencari orang yang bisa dipercaya dalam mengurus rumah, akhirnya bi Mina mau tidak mau tidak jadi berhenti bekerja.


Bi Mina hanya datang 3x dalam seminggu. Pekerjaan bi Mina tidak banyak, hanya mencuci, menyetrika, juga beberes rumah. Sementara untuk memasak, bi Mina tidak melakukannya. Daniel lebih banyak menghabiskan waktunya di cafe, sehingga ia jarang untuk makan dirumah. Bahkan bi Mina pun sangat jarang berjumpa dengan Daniel.


"Astagfirullah.. siapa itu " bi Mina masi memegang hendel pintu dengan wajah terkejut. Pasalnya Daniel tidak pernah masuk ke kamar itu, kecuali kalau mamanya sedang berkunjung kerumahnya. Bi Mina mendekat ingin memastikan siapa orang yang ada di tempat tidur. Sambil memegang kemoceng di dekapannya, ia berjalan pelan menghampiri Daniel.


" Oalah gusti Allah, rupanya den Daniel. Kenapa den Daniel tidur disini ?" gumam bi Mina. Setelah mengetahui bahwa Daniel lah yang sedang tertidur dikamar itu, bi Mina pun segera pergi dan menutup pintu dengan pelan.


"Tumben den Daniel tidur dikamar ini. Apa kamarnya kotor yah !, coba cek kebawah ajalah " bi Mina berniat untuk membersihkan kamar Daniel saja. Dengan membawa semua peralatan tempurnya yang biasa digunakan untuk bersih bersih rumah, ia pun berjalan menuju tangga. Baru 2 langkah ia berjalan meninggalkan kamar, terdengar suara pintu terbuka. Daniel sudah bangun


" Loh, bibi udah disini ?" tanya Daniel yang masih berada didepan pintu dengan bertelanjang dada


" Eeh.. iya den. Apa bibi berisik ya, sampek den Daniel terganggu tidurnya? " bi Mina terlihat sungkan menanyakan perihal Daniel berada dikamar tamu


" Oh enggak lah bi, emang udah waktunya bangun. " Jawabnya santai tanpa melihat expresi bi Mina yang terlihat bingung " bibi, mau beberes kan?, yaudah saya turun dulu yah. " lanjutnya sambil berjalan menuruni tangga

__ADS_1


Bi Mina sudah selelai beberes di lantai atas. Ia pun menurini anak tangga dengan membawa alat alat tempurnya dan meletakkannya ditempatnya. Dari tempatnya berdiri ia melihat Daniel yang terlihat sudah rapi, berada di dapur sedang membuat sarapan untuk dirinya sendiri. Dan bi Mina pun menghampirinya


" Mau saya buatkan sesuatu den untuk sarapan?" tanya bi Mina kepada Daniel yang saat itu sedang mengoleskan selai ke rotinya.


"Gak perlu bi, saya sarapan di cafe aja nanti. ini untuk ngeganjel doang. " jawabnya cepat sambil memasukkan roti yang sudah diolesi selai kemulutnya.


" Oh yauda den, saya permisi dulu " Balas bi Mina sambil ingin beranjak pergi.


" Oya bi, saya bisa minta tolong ?" ucap Daniel saat melihat bi Mina sudah ingin pergi


Bi Mina menghentikan langkahnya saat Daniel berkata ingin meminta tolong darinya. Dan berbalik lagi menghampiri Daniel " Mau minta tolong apa ya den ?"


" Mmmm.." Daniel tampak ragu untuk mengatakan sesuatu." Itu bi, mmm.. temen saya lagi tidur di kamar. Nanti kalau dia sudah bangun, tolong siapkan makanan untuk dia."


" Hah.. " bi Mina tampak terkejut." Oh iya den, nanti saya buatkan " ucapnya gugup


" Makasih ya bi. Saya masi ada kerjaan di cafe, nanti kalo da kelar saya langsung kembali. Tolong bilang juga ke dia, agar tidak langsung pulang." Daniel langsung beranjak pergi setelah mengatakan maksudnya. Daniel merasa lucu melihat wajah bi Mina yang terkejut. Membuatnya berjalan sambil sedikit tersenyum.


Aku masih bilang ada teman di kamar q saja dia sudah terkejut. Bagaimana kalau dia melihat yang dikamar itu adalah wanita. Ntah bagaimana lagi expresinya. Daniel jadi terkekeh


Kata kata Daniel benar benar membuat bi Mina terkejut sekaligus heran. Daniel tidak pernah membawa teman kerumahnya, apa lagi sampai menginap. Sangking terkejutnya bi Mina sampai tidak menjawab Daniel, dia hanya melihat punggung Daniel yang terus berjalan menuju ke garasi sambil terus menyerna kata kata majikannya.


Siapa yang ada di kamar


*Temannya yang mana


Den Daniel kan gak pernah bawa teman kesini*


Pria atah wanita.....

__ADS_1


Bi Mina kepo... 😂


__ADS_2