
Happy Reading...
πΏπΏπΏπΏ
Mariopun ikut tersenyum melihat senyuman di wajah kedua wanita berbeda usia di hadapannya. Kedua wanita yang sudah melengkapi hidupnya.
"Terimakasih Ya Allah Engkau sudah menciptakan kedua wanita ini di dalam hidupku." Batin Mario dengan memperhatikan interaksi antara 2 perempuan tersebut.
Mario segera menghabiskan makanan yang sudah di siapkan istrinya dengan lahap. Ia ingin segera menghabiskannya agar bisa segera menggantikan sang istri menyuapi Maira. Dia tahu jika sang istri sangatlah lelah mengurus Maira yang sedang aktif-aktifnya. Meskipun dia juga lelah, tapi sebisa mungkin dia akan menggantikan sang istri untuk menjaga Maira. Biarlah Aira juga beristirahat sejenak.
"Mah, sini biar Maira papa yang lanjut nyuapin. " Pinta Mario setelah menyelesaikan makanannya. Jangan tanya ya, sebagai seorang prajurit, ketika masa pendidikan dia di haruskan makan cepat. Jika tidak, maka akan ada hukuman yang ia terima. Kadang para siswa akan mendorong makanan yang masuk ke perut mereka dengan air minum. Tapi terkadang juga ada yang menyimpan makanan di bawah tempat minum mereka agar tidak ketahuan oleh pendidiknya. π
"Loh mas udah selesai pa? " Tanya Aira dengan memperhatikan sang suami.
"Sudah dek, makanya mas minta Maira. " Jawab Mario lembut.
Aira pun menyerahkan sang putri cantik ke tangan papanya. Dia juga harus mengisi energi yang sudah terkuras hari ini dengan makanan. Apalagi ia juga masih menyusui Maira, jadi diapun selalu merasa lapar.
"Maira maem sama papa ya, biar mama makan dulu. " Ucap Mario mengajak sang putri berbicara.
"Maem... maem... maem. " Celoteh Maira menjawab perkataan papanya. Mario segera menyuapi Maira makanan kembali.
"Pinternya anak papa mama. " Puji Mario setelah Maira menelan makanannya.
"Iya dong papa, Maira kan mau cepat besar biar bisa berlarian sama papa. " Jawab Aira menirukan suara anak kecil.
"Pah, kemarin Nayla telpon mama. Katanya minggu depan ada acara 3 bulanan dia. " Ucap Aira memberikan informasi kepada suaminya.
Oh ya Nayla dan Kevin akhirnya sudah menikah ketika usia Maira 2 bulan. Dokter Anton dan suster Jenni pun juga sudah menikah. Jennie saat ini juga memutuskan untuk resign dari pekerjaannya karena dokter Anton meminta ia untuk di rumah saja. Apalagi dia juga mengalami morning sickness yang parah sehingga dokter Anton memintanya untuk resign.
"Semoga papa nggak ada tugas luar dek, InsyaAllah nanti kita kesana. " Balas Mario.
"Makasih ya pah. " Ucap Aira yang merasakan bahagia mempunyai suami yang mampu membuatnya menjadi wanita yang bahagia. Meskipun perpisahan yang sangat lama dan cobaan yang bertubi-tubi menghantam rumah tangganya sampai dia hampir kehilangan Maira, akhirnya Allah memberikan kebahagiaan juga. Untuk Jasmine, dia di jatuhi hukuman 10 tahun penjara karena perbuatannya. Sedangkan Jordan, sang kakak tak bisa membantu dirinya karena masalah ini masa lalu diapun akhirnya terbongkar. Istrinya meminta cerai dan diapun di pindah tugaskan di daerah perbatasan.
Nasi sudah menjadi bubur, semua sikapnya yang sombong dan semena-mena, membuat dia kehilangan segalanya. Jasmine pun tak seperti dulu lagi, wajahnya yang cantik karena perawatan harus berubah kusam tak terurus.
__ADS_1
**
Hari Sabtu pun telah tiba. Sesuai rencana, Aira serta keluarga kecilnya pergi mengunjungi rumah ayah Irsyad. Di sana, akan diadakan makan malam antara keluarga besar ayah Irsyad dengan sahabat ayah Irsyad yaitu om Randy. Om Randy telah di pindah tugaskan di sini, sehingga ayah mengadakan acara untuk mempererat tali silaturahmi. Apalagi om Randy adalah sahabat terbaik papa setelah mendiang almarhum papa Irfan ayah mertuanya.
"Assalamu'alaikum ayah bunda. " Ucap Aira dan Mario bersamaan ketika sudah masuk kedalam rumah.
"Waalaikum salam. " Jawab bunda Salma dengan suara sedikit keras.
"Bi, tolong terusin masakannya dulu ya. Saya mau lihat dulu siapa yang datang. " Pamit Bunda Salma kepada bi Siti.
"Baik ibu. " Jawab wanita paruh baya itu yang sudah 15 tahun mengabdi di rumah ayah Irsyad. Dimanapun ayah Irsyad bertugas, pasti bi Siti mengikutinya juga
Bunda Salmapun segera menghampiri ruang depan untuk melihat siapa yang datang. Suara kompor dan beradu dengan suara minyak goreng panas membuat beliau tidak paham siapa yang datang.
"Eh Maira sayang, cucu oma udah datang ya. " Ucap Bunda Salma tersenyum bahagia melihat cucunya sudah datang.
"Assalamu'alaikum oma. " Aira pun menggendong Maira menuju ke arah bundanya. Tidak lupa ia menjulurkan tangan kanannya untuk menyalami bundanya. Tidak ketinggalan, Aira juga menuntun Maira untuk bersalaman dengan omanya.
"Waalaikum salam. " Cucu oma tambah cantik aja. "Puji Bunda Salma dan meraih Maira.
" Bunda dan ayah sehat? " Mario pun juga ikut mengalami Bunda Salma.
"Alhamdulillah kami sehat nak." Jawab Bunda Salma.
"Ayah ada di belakang bersama Adyan. Dia dapat cuti buat pulang. "
"Saya kebelakang dulu ya bun. Ini Maira biar saya bawa dulu pasti Bunda sedang menyiapkan makanan di dapur. " Pamit Mario.
"Iya nak. "
"Maira sama papa dan eyang kakung dulu ya, nanti mainnya sama oma kalau oma selesai masaknya. " Bunda Salma pun meyerahkan kembali Maira ke Mario. Sebelumnya, beliau mencium pipi gembul Maira bergantian.
"Ma... ma... ma.. ma.. ma. " Maira pun berguman karena merasa geli sehingga membuat orang dewasa di sampingnya tertawa.
"Mas ke belakang nemui ayah dulu ya dek. "
__ADS_1
"Iya mas. "
Mariopun segera menggendong Maira menuju taman belakang. Sedangkan Aira dan bunda Salma berjalan menuju dapur.
"Oh ya bunda, tadi kakak mampir ke toko langganan bunda jadi sekalian beli kue lapis sama brownies. " Ucap Aira dengan menyerahkan paper bag berisi kue yang ia beli.
"Iya kak. Makasih. Kakak taruh di meja dulu ya. Habis itu bantu bunda buat masak di dapur. " Jawab bunda.
"Siap bunda. "
"Sore bi Siti, gimana kabarnya? " Aira pun menyapa bi Siti yang sedang mengaduk sayur di wajan.
"Eh mbak Aira. Alhamdulillah baik mbak. Mas Mario dan Maira dimana mbak kok ndak kelihatan? "
"Baru di taman belakang bi. " Jawab Aira dengan lembut.
"Wah masak cap cay ya bi. "
"Iya ni non, tadi ibu yang masak. Saya cuma nerusin saja. " Jawab bi Siti
"Ini kakak bisa bantu apa bun? "
"Coba itu kakak goreng lumpia yang ada di lemari es aja. Kemarin ayah dari kota S dan bawa oleh-oleh lumpia. "
"Baik bun. " Jawab Aira. Aira pun mengambil lumpia di dalam freezer. Setelah di keluarkan, Aira segera menghidupkan kompor dan menaruh wajan di atasnya untuk memanaskan minyak goreng. Sedangkan Bunda Salma, beliau sedang membersihkan membuat bumbu untuk gurami bakar.
"Adyan berapa hari di rumah bun? "
"Katanya sampai hari senin kak. Kemarin dia di jemput bang Danu. "
"Kalau Illa dimana bun, kok nggak kelihatan? "
"Ya kayak kamu nggak kenal Illa aja. Pasti dia sekarang ada dikamar. Paling juga sedang tidur ya. " Balas Bunda Salma. Beliau tidak heran dengan kebiasaan putri bungsunya yang suka tidur. Mungkin itu juga karena kegiatan di sekolahnya yang padat, sehingga membuat dia tidur setelah pulang sekolah.
"Paling dia kecapean bun. "
__ADS_1
πΏπΏπΏπΏ