Cinta Monyetku

Cinta Monyetku
Resign


__ADS_3

Happy Reading....


🍁🍁🍁🍁


Mario pun semakin mempererat pelukannya kepada sang istri. Dia pun tersenyum karena bangga dengan ucapan sang istri. Ia tidak menyangka anak kecil yang dulu cengeng dan manja, akhirnya bisa berada di sampingnya untuk mendaki kehidupan baru mereka untuk mengarungi sebuah rumah tangga. Dan pastinya tak akan mudah mempersatukan dua watak yang berbeda, tapi dia yakin bisa menuntun sang istri untuk meraih Ridho nya Allah.


"Pinternya nyonya Mario. Semakin sayang ni..... ". Ucap Mario dengan menoel hidung mancung Aira.


**


Usia pernikahan Aira dan Mario sudah memasuki 1 minggu. Sudah saatnya Aira untuk kembali ke rumah sakit untuk ia bekerja. Sedangkan Mario, doa juga sudah mulai bertugas kembali di satuannya.


Sedangkan budhe dan Raisha sudah kembali ke kota K dengan di antar Alex. Alex sangat bersemangat mengantar keluarga Mario karena sekalian pendekatan katanya.


Mario pun hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Alex. Sudah lama Mario mengenal Alex, dia pun tahu bagaimana sahabatnya itu. Sehingga Mario pun memberikan lampu hijau kepada Alex untuk mendekati adiknya. Tapi Mario pun memberikan pesan agar Alex tak mempermainkan adiknya. Pastinya Mario orang yang pertama yang akan memukul Alex.


Aira dan Mario terpaksa untuk LDR terlebih dahulu. Sesuai keinginan Aira, dia akan resign setelah menyelesaikan pekerjaannya. Sebelum hari H pernikahannya pun dia sudah mengajukan resign ke direktur rumah sakit tapi belum di acc.


Sedangkan ayah dan bundanya sudah mengetahui keinginan Aira. Mereka pun mendukung apa pilihan sang putri karena ini juga untuk kebaikan rumah tangga yang baru di jalani anaknya. Terutama bunda Salma, dulu selepas nikah beliau pun sama harus melepas karirnya yang sudah ia rintis untuk mengikuti kemanapun suaminya bertugas. Dan sekarang terbukti, rumah tangga mereka selalu harmonis hingga 21 tahun pernikahan mereka tak pernah ada badai yang menghadang. Aira pun belajar dari sana. Apalagi suaminya yang akan tampak gagah dengan seragamnya, di luaran sana pasti banyak wanita yang haus akan jabatan. Tanpa lihat apakah sudah menikah atau belum, mereka menghilangkan urat malunya.


"Assalamu'alaikum mas, Aira berangkat dulu ya. Ini sudah ada di dalam mobil. " Pamit Aira kepada suaminya untuk bekerja melalui telepon seluler nya. Mereka berdua melakukan panggilan video call agar bisa mengobati rasa kangen mereka yang baru sehari tak bertemu.


"Waalaikum salam dek. Iya dek hati-hati. Ini mas juga habis apel pagi lagi mau mencari sarapan dulu. " Jawab Mario dari seberang. Tampak Mario yang sedang mengelap keringat di dahinya.


"Maafin Aira ya mas, harusnya aduk yang melayani mas. Tapi mas malah harus mencari makanan sendiri " Sesal Aira.


"Nggak Pa-pa dek. Kan ini juga sementara saja. Nanti setelah adik resign pasti bisa masakin mas. " Jawab Mario menenangkan.


"Ya udah, gi sana berangkat dulu. Jangan lupa berdoa adik semoga di lancarkan hari ini. " Tambah Mario.

__ADS_1


"Baik mas, mas jaga kesehatan ya selama Aira di sini. InsyaAllah minggu depan Aira sudah resign. " Pesan Aira.


"Siap nyonya Mario. Laksanakan. " Jawab Mario dengan suara tegasnya seperti menjawab kepada atasannya.


Aira pun hanya tertawa mendengar jawaban suaminya.


"Adik juga jangan lupa makan biar nggak sakit lagi. Dan InsyaAllah nanti jika mas libur, mas akan tengok adik kesana. "


"Okey suami ku. Pasti istrimu ini akan menunggu kedatanganmu " Jawab Aira dengan centilnya.


"Ya udah Assalamu'alaikum adik. I love you. muach..... muach..... " Pamit Mario dengan keuwuannya. Tidak lupa Mario mencium layar handphonenya yang melihatkan wajah sangat istri. (Maklum ya pengantin baru baru anget-angetnya 🀣🀣🀣)


"Waalaikum salam suamiku. I love you too. Muach. " Balas Aira dengan malu-malu dan mengikuti sang suami mencium layar handphonenya.


Aira pun mematikan layar handphonenya dengan tersenyum. Tidak lupa ia memasukkan hpnya ke dalam tasnya yang berada di sampingnya. Ia mulai mengemudikan mobilnya keluar dari kosnya menuju ke rumah sakit.


**


"Wajar dong Sus, kan bau-bau pengantin baru masih tercium. Tapi untuk sementara mereka harus berjauhan dulu ni. Pasti ke uwuan mereka bertambah berkali-kali lipat nanti waktu bertemu. " Ucap Nayla yang ikut menimpali dengan menggoda Aira.


"Apaan sih Nay. " Aira pun menjawab dengan wajah yang merona karena malu. Apalagi mengingat sang suami yang berubah menjadi romantis sejak mereka menikah. Berbeda dengan kesehariannya yang akan menampakkan wajah garangnya.


"Itu dia malu-malu itu suster Jenni. Lihat itu deh wajah nya jadi merona. " Nayla pun semakin menjahili Aira.


"Hahha... bener dok. Itu wajah dokter Ai tambah merona. " Jenni pun ikut menggodanya.


"Lah ini kok malah aku yang jadi korban kejahilan kalian. " Aira pun menjawab dengan pura-pura cemberut.


Dokter Nayla dan suster Jenni pun menghentikan kejahilannya.

__ADS_1


"Oh ya Ai, kamu jadi resign? " Tanya dokter Nayla yang memang sudah tahu rencana Aira.


"InsyaAllah jadi Nay, kemarin suratnya juga udah terbit. " Jawab Aira dengan memakan snack di atas mejanya.


"Yah, besok kita jadi sepi dong jika dokter Ai resign. " Ucap Jenni sedikit sedih.


"Ya gimana ya Sus, besok jika kalian sudah menikah pasti akan tahu deh rasanya berjauhan. Aku saja yang baru sehari nggak bersama udah kangen. Apalagi jika LDR an lama banget, takutnya ada orang ketiga yang masuk. " Jelas Aira.


"Benar banget itu Ai, apalagi suamimu itu tampannya berkali-kali lipat jika berada di luaran dengan seragamnya. Beh.... pasti ti cewek-cewek cabe-cabean klepek-klepek tu lihatnya." Nayla pun ikut menimpali.


"Wong aku aja yang pacaran dengan orang yang satu rumah sakit aja, kadang insecure sendiri melihat banyak dokter yang cantik-cantik pada caper gitu sama pacarku. " Adu Jenni.


"Itu tuh resiko punya pacar dokter yang ganteng idola rumah sakit ini. Jangankan dokter, para suster dan pasien pun sering caper tu sama dokter Anton. " Ucap Nayla.


"Yang penting cintanya dokter Anton hanya untuk Jenni seorang. " Balas Jenni dengan mata berkedip.


"Perez..... " Jawab Nayla disertai gelak tawa antara Aira dan Nita.


"Wah nanti kalau aku mo curhat nggak bisa no Ai, kalau kamu udah pindah ke asrama. " Tambah Nayla yang sudah ikut nimbrung untuk menyicipi snack Aira.


"Kan masih ada telpon Nay. Kamu juga bisa gitu maen ke asrama mas Rio. Nanti sekalian tuh cepe-cepe sama abang-abang loreng disana. " Jawab Aira dengan santai.


"Benar juga ya, syukur-syukur dapat yang satu asrama tu ma dirimu. jadi kita masih bisa tu ngrumpi bareng lagi. " Nayla pun berkhayal.


"Tapi udah move on belum ni dokter Nayla? " Tanya Jenni.


"Bohong dong Sus, kalau aku bilang udah bisa move on. Tapi aku sedang berusaha untuk menata hatiku lagi kok. Jadi, biar bisa menerima kedatangan pangeran baru dengan hati yang bersih tanpa ada lagi nama seseorang di hatiku. " Balas Nayla dengan menerawang isi dari lubuk hatinya.


🌿🌿🌿🌿

__ADS_1


__ADS_2