Cinta Monyetku

Cinta Monyetku
Entahlah


__ADS_3

Happy Reading....


🌿🌿🌿🌿


"Terima kasih Nay, Terima kasih udah mau memberikan kesempatan untuk diriku. " Kevin pun berucap dengan tersenyum karena dia tidak menyangka hari ini adalah hati bahagia untuk dirinya. Meskipun butuh waktu beberapa bulan untuk meyakinkan Nayla kembali, tapi hari ini pengorbanannya sudah terbayar dengan kebahagiaan.


Naylapun mengangguk kan kepalanya dengan malu-malu. Naylapun sama, dia sangat bahagia karena akhirnya orang yang sangat ia cintai bisa menerima dirinya lagi.


"Ya udah aku berangkat dulu ya, nanti kalau udah sampai sana aku hubungi kamu Nay. " Pamit Kevin yang melepaskan pelukannya dari Nayla. Dia akan segera masuk ke boarding room. Sebentar lagi dia akan masuk pesawat.


"Iya dokter. " Jawab Nayla dengan menganggukkan kepalanya.


"Kok dokter sih, panggil yang lain dong. " Kevin pun pura-pura cemberut.


'Terus aku harus panggil apa dong. "Nayla bingung untuk memanggil Kevin apa.


" Ya apa gitu, yang romantis. "


"Mas aja ya, kan mas lebih tua dari aku. " Akhirnya Nayla pun memutuskan panggilan yang pas dan nggak lebay.


"Ya lebih bagus lah dari pada manggil dokter. " Jawab Kevin.


"Ya udah kamu hati-hati pulangnya yang, jangan ngebut loh. Nanti kalau sampai rumah jangan lupa hubungi mas. " Kevin juga memberikan nasehat ke Nayla.


Blush.... wajah Nayla berubah merona ketika mendengar kata "Yang " yang terucap dari bibir Kevin.


Kevin pun tersenyum melihat Nayla yang malu-malu mendengar dia memanggil Nayla.


"Iya mas. Pasti Nay akan hati-hati. Mas juga harus jaga diri di sana, jangan tengok-tengok lagi cewek cantik. " Nayla pun ikut memberikan nasehat untuk Kevin.


"Pastinya Nay, mana mungkin aku lirik-lirik cewek lain wong di sini aja udah ada yang cantik dan setia nungguin aku. " Kevin sedikit mengeluarkan gombalannya.

__ADS_1


"Mulai gombal deh. "


Kevin dan Nayla pun tertawa bersama. Mereka nggak menyangka jika akhirnya mereka bisa menjalin sebuah hubungan. Dan harapannya hubungan ini akan berakhir di pelaminan seperti Aira.


"Jaga diri baik-baik. Tungguin aku, InsyaAllah jika ada kesempatan atau libur, aku akan nemuin mama dan papamu. Aku udah yakin sama kami dan aku ingin hubungan kita lebih serius " Ucap Kevin dengan mengelus lembut kepala Nayla yang tertutup hijab.


"Makasih ya mas. Pasti aku akan menunggu waktu itu tiba dengan kesetiaanku kepadamu. "


Kevin pun berjalan kembali menuju ke boarding room dengan tidak hentinya melambaikan tangannya ke arah sang pujaan hati. Nayla pun ikut membalas melambaikan tangannya. Pandangannya tak lepas ke arah Kevin sampai sang kekasih sudah tak terlihat. Setelah memastikan pesawat yang di tumpangi Kevin sudah take off, Nayla segera menuju ke parkiran untuk mengambil mobilnya dan bergegas pulas karena bajunya sudah kotorbayak noda darah. Dengan wajah tersenyum bahagia yang menghiasi wajahnya, Nayla menjalankan mobilnya agar segera sampai rumah.


**


Hari berganti hari dan bulan juga sudah berganti, kehamilan Aira sudah memasuki bulan ke 7. Dia sempat mengalami morning sickness dan juga mengidam. Tapi, sebagai suami Mario tak mempermasalahkannya. Dia malah senang ketika mendengar sang istri merengek meminta untuk di belikan sesuatu. Seperti ketika kehamilannya 4 bulan, Aira terbangun di pukul 12 malam karena lapar dan ingin makan nasi goreng seafood.


Flashback


"*Mas, bangun dong. Aku ingin makan nasi goreng seafood. " Ucap Aira dengan mengguncangkan tubuh sang suami yang sedang tertidur pulas di samping Aira.


Aira pun tak pantang menyerah. Diapun mencoba kembali membangunkan sang suami.


"Mas, bangun dong ini anak kita pingin makan nasi goreng seafood, tapi mas malah nggak mau bangun. " Ucap Aira kembali yang sudah mulai berkaca-kaca. Masa kehamilannya saat ini membuat dirinya lebih sensitif.


Mario yang mendengar suara sang istri yang mulai parau, mencoba membuka matanya. Dia juga terganggu tidurnya karena badannya yang di guncang oleh sang istri.


"Huah.... kenapa Yang. " Ucap Mario dengan wajah seraknya karena bangun tidur.


"Mas adik pingin maem nasi goreng seafood, mas beliin ya. " Pinta Aira dengan menunjukkan pupe eyesnya.


Mario pun melihat jam di atas dinding depan ranjangnya.


"Ini kan sudah malam dek, kalau kita beli besok bagaiman? " Tawar Mario. Ini juga sudah tengah malam pasti para penjual makanan banyak yang sudah tutup.

__ADS_1


. "Adik maunya sekarang mas. Kenapa mas malah bilang seperti itu. Kalau memang mas nggak mau beliin, biar Aira beli sendiri. " Jawab Aira dengan mata berkaca-kaca. Dia pun bangkit dari tempat tidur karena kesal dengan penolakan sang suami.


"Bukan gitu dek, ya udah mas beliin tapi adik di rumah saja. Ini sudah malam, angin malam nggak bagus buat ibu hamil seperti adik. " Akhirnya Mario pun menyetujuinya. Dia nggak mau membuat sang istri kecewa.


"Benarkah mas? " wajah Aira pun berubah berbinar mendengar ucapan sang suami.


"Iya dek, mas akan beliin pesanan adik. " Jawab Mario dengan membelai lembut pipi sang istri.


Aira pun mengangguk bahagia. Sedangkan Mario, sudah mengganti celana boxer nya dengan celana training panjang dan melapisi kaos tipis di tubuhnya dengan jaket. Diapun segera menjalankan mobilnya untuk mencari pesanan sang istri, meskipun dia tidak yakin masih ada penjual yang buka, tapi dia tetap mengikuti keinginan sang istri agar Aira tidak kecewa. Dengan wajah capeknya, dia berkeliling mencari warung kaki lima yang buka. Untung di alun-alun masih ada beberapa stand makanan yang buka di area kuliner. Mario pun memarkirkan mobilnya dan lebih memilih jalan kaki untuk mencari penjual nasi goreng seafood di sana. Dan akhirnya masih ada yang jual dengan porsi satu.


Setelah membelinya, Mario segera pulang ke rumah. Rasa lelahnya sudah tidak ia rasakan kembali setelah bisa mendapatkan pesanan sang istri yang mengidam. Aira pun tak kalah bahagia karena sang suami mendapatkan pesanannya. Dengan setia dia menunggu di ruang tamu dan melihat sang suami membawa pesanannya membuat wajahnya berbinar.


"Pelan-pelan dek makannya. Mas nggak akan minta kok. " Ucap Mario memperingatkan sang istri.


"Iya mas. Makasih ya mas udah ngabulin permintaan adik. " Jawab Aira dengan masih memakan makanannya.


"Sudah kewajiban mas dik, mas pasti akan lakukan apapun untuk membahagiakan adik dan calon anak kita. " Balas Mario dengan mengelus lembut perut sang istri yang sudah sedikit menonjol.


Aira pun tersenyum dan segera menghabiskan nasi gorengnya.


Flash End*..


"Suda siap dek? " Ucap Mario yang sudah rapi dengan Kemeja Batik yang sarimbit dengan Aira.


"Sudah mas. " Jawab Aira dengan tersenyum. Sore ini, mereka akan menghadiri acara lamaran Kevin kepada Nayla. Sejak kemarin malam, mereka di kota S dan tinggal di hotel dekat kediaman Nayla. Sebenarnya, Nayla sudah menawarkan rumahnya untuk tempat istirahat Aira dan Mario, tapi kedua orang ini merasa sungkan. Akhirnya mereka pun memilih menginap di hotel.


Aira pun tampak cantik dan anggun dengan Dress gamis yang sama dengan sang suami. Di kehamilannya yg 7 bulan, tak membuat dia berubah. Meskipun dia tanpak berisi, tapi itu malah menambah kecantikan Aira.


"Ya udah ayo kita berangkat ke rumah dokter Nayla. " Ajak dan suami dengan mengulurkan tangannya.


Aira pun menyambut uluran tangan Mario dan kemudian bangkit dari sofa untuk bergegas menuju ke rumah Nayla.

__ADS_1


🌿🌿🌿🌿


__ADS_2