Cinta Monyetku

Cinta Monyetku
Maira Alma Syahira


__ADS_3

Happy Reading....


🌿🌿🌿🌿


"Pak, tolong maafin aku. Aku nggak sengaja mendorong putri anda. " Jasmine pun memelas kepada ayah Irsyad. Sedangkan kedua temannya sudah berlari meninggalkan kafe karena mereka takut jika akan di tahan juga bersama Jasmine.


"Hemm... Enak sekali anda untuk meminta maaf, padahal tadi anda sudah senang dan mendoakan putri saya meninggal. "Jawab ayah Irsyad dengan santai. Baginya, tak ada kata maaf untuk orang yang menyakiti keluarganya. Mungkin dia bisa memaafkan Jasmine, tapi untuk tidak melaporkan dan memproses tindakan kejahatan yang Jasmine lakukan akan membuat Jasmine lebih bertindak seenaknya kembali. Apalagi jika itu akan mengganggu keamanan dan kenyamanan sang putri serta keluarga kecilnya. Jadi, hukuman akan membuat efek jera bagi Jasmine.


"Pak... tolong pak... tolong jangan bawa saya. " Pinta Jasmine dengan berteriak sehingga membuat kegaduhan suasana kafe.


Banyak orang yang melihat polisi membawa perempuan cantik dengan kedua tangannya di borgol. Ada yang sampai memotret nya dan meng upload ke social media mereka.


Sedangkan ayah Irsyad segera berjalan keluar untuk kembali lagi ke klinik dimana sang cucu di lahirkan.


"Ban, kembali lagi ke klinik. Saya ingin segera melihat cucuku. " Pinta ayah Irsyad kepada bawahannya.


"Siap Dan. "


Mobil ayah Irsyad pun segera meluncur ke klinik. Bahwasanya tidak akan ada seorang ayah yang mau melihat putrinya menderita. Aira, putri sulungnya tak pernah mengeluh dengan apa yang ia rasakan. Bahkan rumah tangga nya yang di ganggu oleh pihak ketiga, dia juga tidak ingin menceritakan kepada kedua orang tuanya. Mungkin sang putri tidak ingin ayahnya menyalahkan suaminya. Dan dia sejak dulu tak pernah memperlihatkan siapa orang tuanya sebenarnya. Bukan karena apa, tapi Aira ingin mempunyai teman yang benar-benar menerima nya bukan sebagai seorang anak Pati.


**


"Assalamu'alaikum Maira putri papa dan mama. Terimakasih sudah mau bertahan untuk kami sayang. Kamu akan menjadi putri kami yang kuat dan selalu menyinari kehidupan papa dan mama. " Ucap Mario kepada putri kecilnya setelah ia selesai mengadzaninya.


Mata Mariopun berkaca-kaca ketika melihat wajah sang putri yang mirip sekali dengan dirinya. Untung kulit dan matanya mengikuti sanga mama.


Maira Alma Syahira,Keindahan anak perempuan yang baik hati, penuh kasih sayang dan namanya dikenal oleh banyak orang. Semoga nama itu akan membentuk karakter Maira menjadi seorang anak perempuan yang selalu menyayangi sesama dan berbudi baik dan berbakti kepada kedua orang tuanya.


"Pak, saya bawa putri bapak ke ruangan inkubasi terlebih dahulu ya. Nanti setelah istri bapak sadar kami akan membawakannya ke ruang perawatan dokter Aira. "Ucap seorang perawat kepada Mario.


" Silahkan suster. "Jawab Mario yang sebenarnya tak rela menyerahkan sang putri kepada suster. Tapi dia juga tidak boleh egois, karena ini juga untuk kebaikan sang putri.

__ADS_1


Untuk Aira, dia masih di bersihkan dan akan segera di bawa ke ruang perawatan. Untung pendarahannya tak terlalu banyak, sehingga pasca persalinan tidak mengalami kendala.


" Bagaimana Aira bun? " Tanya Adyan kepada bunda Salma yang setia menemani Aira.


"Masih di dalam Rio. Sebentar lagi pasti akan di bawa ke ruang perawatan. "Jawab bunda Salma dengan lembut.


" Oh ya bagaimana cucu cantik kami? apa kamu sudah mengadzaninya dan kapan bunda sama ayah bisa bertemu? "Tanya bunda Salma yang sudah tidak sabar bertemu dengan cucu pertamanya.


" Alhamdulillah bun, putri kami sehat bun. Meskipun beratnya hanya 2,7 kg, tapi dia sangat sehat. Wajahnya mirip sama saya tapi untuk bun kulitnya ngikut mamanya. "Jawab Mario yang antusias menceritakan putrinya.


" Wah bunda sudah nggak sabar melihat dia. "Bunda Salmapun berbinar membayangkan bisa menggendong cucunya.


" Terus sudah punya nama nggak untuk cucu bunda? "


"Alhamdulillah sudah bun. Kami sudah menyiapkan nama Maira Alma Syahira. Nama itu sudah kami siapkan ketika tahu anak yang di kandung dek Aira berjenis kelamin perempuan. "


"Nama yang bagus nak. Bunda suka nama itu. "


Tak berselang lama, brankar Aira di dorong beberapa suster untuk menuju ke ruang perawatan. Disana, Aira masih tertidur pulas karena obat biusnya belum hilang.


"Ayah ngagetin aja. " Ucap bunda Salma yang kaget akan kehadiran sang suami tiba-tiba.


"Mau di bawa ke ruang perawatan yah, semoga sebentar lagi putri kita siuman biar dia bisa segera bertemu Maira. " Balas bunda Salma kembali menjelaskan.


"Maira? " Ayah Irsyad mengerutkan dahinya.


"Maira cucu cantik kita yah. Nak Rio dan kakak udah nyiapin nama Maira. " Jelas bunda Salma.


"Nama yang cantik. Ayah ingin segera menggendong nya. " Ucap ayah Irsyad dengan tersenyum.


. "Ya udah kita lihat cucu kita dulu ya yah, biar kakak di antar nak Rio dulu. " Ajak bunda Salma.

__ADS_1


. "Iya yah bun, biar Rio yang menemani adik dahulu. Ayah dan bunda bisa melihat Maira dulu. " Mariopun ikut menimpali.


"Ya udah ayah dan bunda ke sana dulu. Nanti jika kakak sudah siuman, tolong kabari kami. " Akhirnya ayah Irsyad pun menyetujui usulan sang istri dan menantu. Beliau juga sudah tak sabar ingin bertemu cucunya.


Mariopun segera mengikuti di mana sang istri akan di pindahkan. Mario memilih ruang VVIP agar sang istri bisa beristirahat tenang.


30 menit kemudian, Aira mulai membuka kedua matanya. Dia melihat sekeliling ruangan dan melihat seorang yang duduk di samping bed rumah sakit. Dengan perlahan, dia bisa melihat jelas wajah Mario suaminya.


"A... aaaair..... " Ucap Aira setelah kedua matanya terbuka.


"Dek, alhamdulillah kamu sudah bangun. " Ucap syukur Mario ketika melihat sang istri terbangun.


"Mau minum ya. " Ucap Mario kembali dengan mengambil air minum di atas nakas.


Aira pun menganggukkan kepalanya. Tubuhnya yang masih lemah membuat dia hanya merespon singkat


Mariopun mengarahkan gelas yang sudah ada sedotannya ke arah Aira. Aira pun segera meminumnya.


"Ma.... s bagaimana anak kita? " Tanya Aira yang sudah panik melihat perutnya sudah mengecil.


"Au..... " Teriak Aira yang merasakan nyeri di perutnya.


"Tenang dek, alhamdulillah putri kita sehat dek. Sekarang dia sedang ada di ruangan inkubasi.. Nanti mas akan minta suster untuk membawa kesini. Jadi sekarang adik istirahat dulu ya. "


"Hiks... hiks.... "


"Loh kok adik malah menangis, apa ada yg sakit dek. apa perlu mas panggil dokter? " Mariopun panik ketika melihat istrinya menangis.


"Ma... maafin Aira mas yang tidak mau mendengarkan mas. Jika Aira tidak memaksakan diri Aira untuk pergi ke warung, pasti putri kita akan lahir normal. "Sesal Aira yang mengingat kejadian sebelumnya sehingga membuat dia harus melahirkan secara tiba-tiba.


" Shut... "Mario menempelkan jari telunjuknya ke bibir Aira.

__ADS_1


" Dengerin mas, ini bukan salah adik. Tapi ini sudah takdir, mungkin putri kita Maira sudah tak sabar untuk melihat dunia. Maka ia memaksakan untuk lahir cepat. "


. 🌿🌿🌿🌿


__ADS_2