
Happy Reading..
****
"Kebiasaan kamu itu dek, gangguin kakak aja. Udah sana keluar aja sama kak Aina dari pada di sini godain kakakmu terus. " Bunda Salma pun memperingatkan putri bungsunya yang memang paling jahil di antara kakak-kakaknya.
"Ih bunda nggak asyik. " Shakila pun keluar dari kamar sang kakak dengan wajah cemberut.
Bunda Salma dan Aira pun tersenyum melihat Shakila yang memanyunkan bibirnya.
"Kak, gimana perasaan kamu? " Tanya bunda Salma yang mendekati putrinya di ranjang. Aira sedang di Manicure oleh mbak Salon.
"Sedikit deg-degan bun. " Jawab Aira yang sedang menikmati perawatan untuk memanjakan tubuhnya.
"Wajar kak, ini adalah moment yang sangat di tunggu setiap wanita dalam hidupnya. Bunda cuma mau ngasih nasehat buat kakak, besok adalah hari dimana kakak bukan lagi menjadi tanggung jawab ayah tapi sudah beralih ke tangan suami kakak. Jadi, sebagai seorang istri kakak harus berbakti terhadap Rio jangan membantah apalagi besok kakak juga akan tinggal di asrama jauh dari ayah dan bunda." Bunda Salmapun memberikan nasehat.
"Iya bun, kakak akan belajar dari bunda. Bagaimana bunda bersikap terhadap ayah dan bagaimana juga bunda merawat anak-anak. Bunda adalah yang terbaik buat kita. Tak hanya itu bunda adalah guru bagi kakak. " Jawab Aira dengan mata berkaca-kaca. Dia sangat bersyukur mempunyai ibu sambung seperti bunda Salma. Karena beliau tak pernah berpilih kasih.
"Jangan nangis dong kak, bunda jadi ikut sedih kalau kakak sedih. Besok adalah hari bahagia kakak, jadi berbahagialah dengan orang yang kakak cintai. " Ucap bunda Salma kembali dengan menggenggam tangan Aira yang tak di manicure. Mbak Salon pun terharu dengan kedekatan antara ibu dan anak ini.
Dengan di temani bundanya, Aira pun menyelesaikan perawatan dirinya untuk membuat Rio calon suaminya senang. Dia pun belum bertukar kabar karena kesibukan yang ia lakukan di rumah. Banyak kegiatan dari pengajian dan kumpul keluarga merayakan masa lajang Aira yang tinggal sebentar lagi. Meskipun Aira harus sedih karena adik lelakinya tak bisa pulang, tapi kehadiran keluarga besar serta sahabatnya mengurangi rasa sedih Aira.
**
. Pagi pun tiba, hari yang di nanti oleh Aira dan Rio. Dimana proses ijab kabul akan berlangsung. Aira sudah di rias oleh penata rias profesional sama dengan penata rias di waktu Aira lamaran.
Aira menggunakan kebaya brukat putih yang di padu padankan dengan roj batik. Tak lupa hijab yang senada dengan warna brukatnya sudah di hias dengan bunga melati khas pengantin adat Jawa.
"Wah cantik banget kamu Ai. " Puji Nayla yang ikut menjadi bridesmaid mendampingi Aira bersama Jenni dan juga Shakila. Tidak mau ketinggalan, Aina pun ikut mendampingi Aira.
"Iya dokter Nay, benar banget ini dokter Aira kok mangklingi ya. Aura pengantinnya keluar. " Jennie pun ikut memuji Aira.
__ADS_1
"Makasih pujiannya. " Balas Aira dengan wajah bersemu merah.
"Ya harus cantik dong, kakaknya siapa dulu. " Ucap Shakila yang ikut nimbrung dengan pembicaraan antara kakak dan sahabatnya.
"Elah ni bocah ngikut-ngikut aja. " Ucap Aina kepada Shakila. Sepupunua yang paling jahil dan suka membuat orang lain ketawa dengan sikap konyolnya.
"Biarin dong kak, mumpung kak Aira belum nikah kan harus di buat senang dulu dah. bentar lagi pasti kakak akan di boyong kak Rio. Jadi Illa nggak bisa jahili kakak lagi. " Jawab Shakila yang merasa sedih karena tak bisa mengganggu kakaknya kembali. Tinggal ada abangnya yang masih dalam pendidikan.
"Berarti adik sedih karena nggak ada orang yang bisa di jahili adik? " Tanya Aira yang pura-pura cemberut.
Shakila pun hanya ketawa melihat kakaknya yang tampak lucu ketika mulutnya cemberut.
"Sudah deh berdebat ini. Awas bentar lagi ijabnya mau di mulai loh. " Nayla pun menengahi.
"Kakak nggak boleh tegang ya. Baca bismillah dulu. " Saran bunda Salma yang ikut menemani sang putri di kamar Aira.
"Ya udah aku ke bawah dulu, nanti habis ijab selesai aku kesini buat manggil kamu. " Pamit Aina yang ingin melihat prosesi ijab qobul. Aina pun turun ke bawah untuk menemui suami dan anaknya serta untuk melihat prosesi ijab qobul yang akan di lantunkan oleh Mario.
Mario dengan di dampingi budhe Retno, Raisha serta sahabatnya Alex dan Doni sudah di giring ke tempat dimana acara ijab Qobul di laksanakan. Tidak lupa ada Om Randy dan pak Rahmat yang akan menjadi saksi pernikahan Aira dan Mario.
Dengan baju beskap warna putih senada dengan warna brukat Aira, Mario tampak gagah dan tampan. Di apit oleh Bu Ronah dan Alex, Mario berjalan menuju tempat yang di sediakan. Sedangkan Raisha dan Doni berada di belakang Mario.
Ruang tamu rumah ayah Irsyad sudah di sulap menjadi tempat yang indah sebagai tempat dilaksanakan ijab, perpaduan warna gold dan peach menambah keeleganan ruangan tersebut. q
Disana, terbentang karpet dimana ada meja kecil sebagai pembatas antara Mario dengan ayah Irsyad sebagai wali Aira.
"Sudah siap nak?" Tanya pak Naif kepada Mario.
"Insyaallah siap pak." Jawab Mario dengan sedikit nervous. Ini adalah kali pertama dia menghadapi acara yang sangat bermakna dalam hidupnya.
"Papa, mama do'ain Rio agar di lancarkan untuk meminang Aira putri om Irsyad sahabat papa. " Batin Mario berdoa kepada kedua orang tuanya yang sudah meninggal. Mungkin jika papa dan mamanya masih ada, pasti mereka akan sangat bahagia.
__ADS_1
Pak penghulupun membimbing Mario untuk mengikrarkan ijab qobul.
"Bismillahirrahmanirrahim, Saudara Mario Rosfan Adhitama bin Almarhum Irfan Adhitama saya nikah kan dan kawinkan saudara dengan putri saya Aira Khumaira Az- Zahra dengan seperangkat sholat dan uang tunai tiga juta seratus ribu dua puluh satu rupiah." Ucap ayah Irsyad dengan menjabat tangan Mario.
"Bismillahirrahmanirrahim, Saya terima nikah dan kawinnya Aira Khumaira Az-Zahra binti Irsyah Syahputra dengan mas kawin tersebut di bayar tunai." Jawab Mario dengan lantang dalam sekali ucap.
Suara "Syah" pun dari para tamu undangan, kerabat dan sanak saudara yang datang telah menggema di ruang dilaksanakan akad. Wajah bahagia terpancar dari para tamu yang datang disana.
Mario pun merasa sudah lega dan plong setelah pengucapan akad. Tak berselang lama, Aira yang di dampingi Bunda Salma, Jenni, Nayla, Shakila beserta Aina menghantarkan Aira menuju ke bawah tempat berlangsungnya ijab. Semua mata tertuju ke arah Aira yang menebar senyum ke para tamu undangan. Banyak tamu yang memuji kecantikan yang terpancar dari wajah ayu pengantin wanita tersebut.
Aira di giring menuju tempat dimana Mario berada. Aira menundukkan kepalanya ketika akan sampai ke arah Mario.
"Kak, sekarang coba angkat kepala kakak. Lihatlah lelaki di depan kakak sudah syah menjadi suami kakak." Bisik bunda Salma.
Aira pun mengangkat kepalanya untuk melihat ke arah depan. Dan wajah lelaki yang sudah syah menjadi suaminya tampak tersenyum kearah Aira. Mario pun tersenyum dan mendekat kearah Aira. Dia mulai membacakan do'a untuk keberkahan pernikahan mereka dengan mengelus rambut Aira yang tertutup hijab.
"Alhamdulillah dek, akhirnya kita resmi menjadi suami istri." Bisik Mario setelah melafalkan do'a untuk istrinya.
"Alhamdulillah mas, akhirnya kita syah menjadi suami istri." Balas Aira dengan senyum malu-malu.
Aira di bimbing oleh bunda Salma mengarahkan agar Aura mencium tangan Mario sebagai tanda baktinya sebagai seorang istri. Mario pun menyambut uluran tangan Aira dengan senyum bahagia. Diapun mencium kening Aira sebagai tanda sayang. Budhe Retno dan Raisha yang melihatnya pun ikut menitukkan air matanya. Rasa harus mereka rasakan karena melihat perjuangan kedua mempelai yang tanpa menyerah meskipun bertahun-tahun telah terpisah dan akhirnya bisa bersama.
Ayah Irsyadpun ikut meneteskan air matanya melihat putri sulungnya telah menjadi istri dari lelaki anak dari sahabatnya.
"Lihatlah dek Aisyah, putri kita baru mengarungi mahligai rumah tangga. Semoga kamu bahagia melihat kebahagiaan putri kita. " Batin ayah Irsyad dengan menghapus lelehan air matanya
Kedua mempelai itu pun saling memasang kan cincin pada jari manis mereka. Banyak tamu yang bahagia melihat pasangan pengantin baru tersebut. Meskipun ada lelehan air mata yang turun, air mata tersebut bukanlah air mata kesedihan tapi air mata kebahagian untuk pasangan tersebut.
****
Hore Akhirnya Aira dan Mario nikah juga ya. 😇😇😇
__ADS_1