
Happy Reading...
🌹🌹🌹🌹
Mario pun tersenyum dan menunduk untuk melihat wajah sang istri yang mendongak ke atas. Entah karena suasana yang mendukung dan rasa kangen yang sudah mengebu, Mario mulai mendaratkan bibirnya menuju ke bibir mungil sang istri. Aira pun membuka mulutnya untuk memberikan ruang ke pada sang suami untuk mengeksplore rongga mulutnya.
C***** itu pun semakin panas dan menjadi sebuah l*****. Mereka berhenti sejenak untuk mengambil napas. Mario memulai kembali dan ia tidak hanya mencium bibir sang istri, dia mulai menjelajahi setiap inchi yang ada pada sang istri. Mereka berdua pun saling menikmati setiap sentuhan yang mereka lakukan. Malam ini adalah malam yang sangat romantis dan mereka tunggu setelah lebih dari 1 minggu mereka tak bertemu. Dan terjadilah apa yang harus terjadi.
Aira dan Mariopun tidur terlelap setelah aktifitas yang sangat menguras tenaga yang mereka lakukan tadi. Kerinduan yang mereka alami telah terbayar di malam ini. Badan lelah dengan pekerjaan Aira yang menumpuk tak menghalangi kedua orang yang sedang di mabuk cinta dalam ikatan yang halal. Memang benar, pacaran ketika sudah menikah lebih enak tanpa was-was. Mau dimana pun melakukan nya tidak akan takut di grebek dan di perolok orang.
Kring.... kring.
Bunyi alarm tanda subuh datang pun berbunyi di HP Mario. Mario terbangun dan melihat wajah sang istri di sampingnya yang masih meringkuk seperti bayi di dalam selimut tebal hotel. Mariopun tersenyum mengingat aktifitas kemarin malam yang mereka lakukan. Hampir pukul 2 malam mereka selesai dan tidur, dan jam 4 lebih dia sudah bangun. Tapi tak ada rasa lelah bagi Mario. Dia pun takjub dengan sang istri yang terkenal polos tapi sekarang dia bisa menjadi seberani dari sebelumnya.
"Dek, ayo bangun dulu kita sholat subuh dulu. " Panggil Mario dengan menepuk lembut pipi Aira.
"Huh..... " Aira pun melenguh karena merasa tidurnya terganggu.
"Ayo dek, nanti habis loh waktu sholatnya. " Ucap Mario kembali untuk membangunkan Aira.
Karena merasa terganggu, Aira pun mulai membuka kedua matanya dan langsung melihat wajah sang suami di hadapannya. Dia pun tersenyum malu mengingat malam panas yang mereka lakukan kemarin dan menutupi wajahnya dengan selimut.
"Loh, kenapa dek kok malah di tutupi. " Ucap Mario dengan tersenyum melihat istrinya yang malu-malu.
"Malu mas. " Jawab Aira pelan.
Mario pun terkekeh mendengar ucapan Aira.
"Nggak usah malu sayang, kan kita suami istri. Beda kalau kita bukan suami istri. " Mario pun berucap.
"Iya mas. " Jawab Aira dengan membuka selimut yang menutupi wajah mereka.
"Ya udah ayo kita mandi bareng dek, biar menyingkat waktu. " Ajak Mario.
"Tapi... " Jawab Aira yang masih ragu-ragu.
Mario yang tahu maksud istrinya pun tersenyum dan menjawab.
__ADS_1
"Santai dek, kita hanya mandi saja kok mas tidak akan macam-macam. " Balas Mario dengan lembut.
Aira pun mengangguk. Kemudian mereka pun turun dari ranjang dan bergegas menuju ke kamar mandi. Benar apa kata Mario, mereka hanya mandi dan Mario membantu sang istri untuk membersihkan badannya Hanya mandi besar saja tanpa ada plus-plusnya.
Setelah selesai, mereka pun segera bergegas untuk melaksanakan sholat subuh berjamaah.
Aira tampak kagum melihat sang suami yang terlihat tampan memakai baju koko dan sarung yang melekat di tubuhnya.
"*Assalamu'alaikum warahmatullah. "
"Assalamu'alaikum warahmatullah*. "
Mario setelah mengucapkan salam segera menengok ke belakang melihat sang istri yang menjadi makmumnya sambil menyodorkan tangannya. Aira pun menerima tangan sang suami dan menciumnya sebagai tanda bakti dia sebagai istri.
"Ya Allah, Dzat Maha Merajai alam semesta ini, Yang Maha Melindungi. Bimbinglah hamba untuk menjadi seorang Imam yang baik untuk istri hamba. Yang dapat mengayomi istri hamba untuk selalu dengat dengan Engkau. Membangun rumah tangga yang selalu mementingkan agama-Mu.Lindungi pernikahan kami dari godaan-godaan yang merusak hubungan pernikahan kami. Berikanlah kami keturunan-keturunan yang sholeh dan sholehah sebagai pelengkap rumah tangga kami. Amin... amin Ya Rabbal A'lamin. " Doa Mario yang juga di ikuti Aira dengan mengangkat kedua tangan mereka di kabulkan oleh Sang Penguasa Alam semesta.
Pagi harinya, Aira sudah bersiap dengan baju dinas di hari terakhirnya untuk pergi kerumah sakit. Dengan di antar sang suami, jantungnya semakin berdetak dengan kencang ketika mendekati area Rumah sakit.
"Bismillah ya dek. Pasti kamu bisa. " Mario pun memberikan semangat kepada sang istri karena melihat kegugupan di wajah Aira.
Aira pun turun setelah berpamitan kepada suaminya. Mario pun memastikan sang istri untuk masuk terlebih dahulu sebelum kembali ke hotel untuk berkemas-kemas. Karena rencana, mereka akan segera kembali ke kota Y setelah acara perpisahan Aira.
Aira pun melihat sekeliling bangunan rumah sakit dimana selama ini yang memberikan kesempatan untuk dirinya mengembangkan keahliannya.
Keramahan dan sopan dalam menangani pasien, membuat dia selalu di sanjung oleh para pasien. Bahkan banyak pasien yang mempunyai anak laki-laki ingin menjodohkan dengan Aira.
Perlahan-lahan dia berjalan tanpa henti mengamati sekitar. Ruang UGD yang menjadi awal kisah Aira masuk disini. Dimana dia menjadi koas dan harus berjaga 2 hari 2 malam untuk berjaga.
Disini, tidak hanya pengalaman yang ia dapat, Tapi juga teman-teman yang sudah seperti keluarga. Canda dan tawa selalu terpatri di hati Aira.
"Pagi Dok. " Sapa suster dengan ramah ke pada Aira.
"Pagi Sus. " Jawab Aira dengan memaksakan senyuman di bibirnya.
Aira pun segera berjalan menuju segera ke ruangannya untuk terakhir kalinya. Tanpa curiga, dia membuka pintu ruangannya.
Dan...
__ADS_1
Ceklek...
"Surprise....... " Teriak semua orang yaitu, Jennie, Nayla, dokter Anton dan beberapa perawat yang dekat dengan Aira dengan membawa bunga dan bingkisan.
Aira pun kaget dan menitikkan air matanya karena melhat para sahabat-sahabatnya memberikan surprise untuk dirinya.
Nayla dan Jenni yang melihat Aira menitikkan air matanya pun segera menghampirinya.
"Chup... chup... chup... kok malah sedih sih. " Ucap Nayla dengan memeluk Aira.
"Iya dokter kok malah sedih sih. " Jennie pun ikut menimpali.
"Aku nggak sedih kok, tapi kaget aja melihat ada surprise seperti ini. " Elakkan Aira yang menyembunyikan kesedihannya.
"Sudah-sudah. Ayo kesini dokter kita foto bareng dulu sebelum besok dokter sudah tak bertugas lagi. " Ucap dokter Anton untuk memecahkan kesedihan mereka.
Aira pun dengan di apit Jennie dan Nayla segera menuju ke yang lainnya.
"Ayo pegang ini dok. " Ucap suster Maria dengan menyerahkan sebuket bunga mawar merah ke Aira.
"Terimakasih Sus. " Jawab Aira dengan menerima bunga tersebut.
Mereka pun segera merapat dan berpose untuk pengambilan gambar untuk kenang-kenangan terakhir.
"Chess....... " Ucap Mereka bersama-sama.
Cekrek...
Bunyi handphone yang sudah mereka setting di depan.
Mereka pun berganti gaya sampai beberapa kali untuk membuat foto yang bagus dan bisa mereka gunakan sebagai status berpisah dengan dokter kesayangan mereka.
"*Terima kasih Ya Allah Engkau pertemukan hamba dengan sahabat-sahabat yang baik selama ini. "...
🌹🌹🌹🌹🌹*
Mohon maaf niatnya mo upload kemarin malam, tapi ternyata mata nggak bisa bekerja sama. 🙏🙏🙏
__ADS_1