Cinta Monyetku

Cinta Monyetku
dia..


__ADS_3

Happy Reading.....


 


 


***************


 


 


Pagi ini dengan naik taksi online, Aira menuju rumah sakit. Dia akan berangkat menuju ke lokasi bencana bersama-sama dengan rekan lainnya dengan kendaraan yang sudah disediakan oleh rumah sakit. Karena jalan terjal dan tidak memungkinkan untuk di lalui oleh kendaraan pribadi, membuat para relawan menggunakan kendaran umum yang bisa mencapai tempat bencana.


 


 


"Huh......" Aira menghela napas setelah turun dari taksi online yang dia tumpangi. Dengan menenteng koper sedang yang sudah di turunkan dari bagasi taksi oleh driver, Aira menariknya menuju parkiran rumah sakit. Disana sudah ada beberapa petugas yang sudah siap.


 


 


"Pagi dokter Aira,...' Sapa Anton salah satu rekan dokter yang akan petugas menjadi relawan juga.


 


 


"Pagi juga dokter Anton,." Jawab Aira dengan ramah.


 


 


"Sudah siap dokter untuk bertugas di daerah bencan?" Tambah Anton.


 


 


"Insyaallah siap,Dok." Jawab Aira. Anton salah satu dokter senior yang tidak di ragukan lagi jam terbangnya. Meskipun sudah senior, beliau tidak pernah memandang rendah juniornya. Dokter Anton saat ini sedang dekat dengan suster Jenni, sehingga wajar jika saat ini mereka sedang berdiri berdekatan.


 


 


"Wah,asyik ni dokter Anton dan suster Jenni. Dalam tugas kemanusiaan saja di sandingkan berdua, kapan ni kalian bersanding di indahnya pelaminan?" Goda Aira kepada sepasang manusia yang sedang di mabuk cinta.


 


 


"Wah dokter Aira bisa saja bercandanya." Jawab Jenni dengan wajah merona karena di goda Aira.


 


 


"Do'akan yang terbaik dok buat kami berdua." Tambah Anton dengan tersenyum. Pantas saja mereka menjalin hubungan, kedua orang yang sangat baik dan rendah hati tanpa memandang derajat. Dokter Anton yang tampan dan cerdas dan suster Jenni yang ramah dan cantik. Pasangan yang sangat pas. Sehingga banyak sekali karyawan rumah sakit yang iri dengan pasangan ini.


 


 


"Amin dok, semoga di beri kelancaran sampai ke jenjang yang serius." Balas Aira.


 


 


Mereka bertigapun saling bertukar cerita untuk menunggu relawan yang lain datang. Dari arah berlawanan, Kevin beserta Nayla berjalan bersamaan, entah mereka datang berdua ataupun bertemu di depan.


 


 


Ketika asyik bercengkrama, Kevin menyapa Aira.


 


 


"Pagi dokter Aira." Sapa Kevin kepada Aira. Yang di tatap sinis oleh Nayla.

__ADS_1


 


 


"Pagi dokter Kevin dan dokter Nayla." Jawab Aira singkat sambil melirik ke arah Nayla yang tampak tak bersahabat.


 


 


"Pagi." Jawab Nayla singkat.


 


 


Kevinpun berusaha mendekati Aira dengan di ikuti Nayla di sampingnya. Tampak Nayla yang tidak ingin Kevin mendekati Aira. Jenni yang melihatnyapun merasa kasihan dengan Aira. Gara-gara laki-laki, persahabatan mereka harus hancur. Padahal semua orang tahu jika Aira tidak pernah menanggapinya. Tapi karena cemburu menutupi semuanya. Airapun hanya pasrah, dia yakin suatu saat mereka akan kembali bersama.


 


 


Aira sadar dengan situasi, dia sedikit menghindar ketika Kevin mengajaknya berbicara. Dia berusaha mengalihkan untuk mengobrol dengan Anton dan Jenni.


 


 


Setelah semua relawan berkumpul dan kendaraan yang akan membawa mereka datang, semua relawanpun masuk kedalam truck dan duduk saling berhadapan di dalam. Aira memilih duduk di pojokan yang di sampingnya ada Jenni dan Anton untuk menghindarin Kevin. Kevinpun hanya pasrah ketika tidak bisa duduk berdampingan dengan Aira. Diapun duduk di samping Nayla bersebrangan dengan Aira.


 


 


Butuh waktu 2 jam menuju ke penampungan korban bencana. Perjalanan yang panjang dan jalur tyang susah di lewati, membuat para relawan tertidur di dalam truck. Kecuali Kevin yang masih setia memperhatikan gadis pujaan hatinya.


 


 


Akhirnya mereka sampai di daerah pengungsian. Banyak tenda yang didirikan disana yaitu di tanah lapang yang bebas dari bencana longsor susulan. Daerah datar yang bisa di gunakan untuk tempat tinggal para korban. Tidak ada kemewahan disana. Hanya tenda berjejer yang dihuni banyak kepala keluarga yang selamat dari bencana. Tidak ada makanan mewah, tidak ada pakaian bermerk. Bisa makan seadanya setiap hari dan memakai pakaian yang melindungi diri dari panas maupun dinginnya malam sudah sangat bagus buat mereka.


 


 


 


 


"Selamat siang dokter Anton dan rekan-rekan yang lain, selamat datang di tempat pengungsian ini." Sapa salah satu Anggota TNI yang bernick name Rahmat dan berpangkat Melati satu di bahunya.


 


 


"Selamat siang Mayor Rahmat, senang sekali kami bisa bergabung dengan anda dan rekan yang lain." Jawab dokter Anton dengan menerima jabatan tangan dari Mayor Rahmat.


 


 


"Siap dokter,mari kita saling bekerjasama untuk membantu para korban." Tambah Pak Rahmat.


 


 


"Siap Mayor, kami akan senang membantu para korban. Sebelumnya akan memperkenalkan rekan saya yang lain. Kami terdiri dari 10 relawan, 4 dokter termasuk saya dan 6 perawat. Ini dokter Aira salah satu dokter muda terbaik kami, dan ini dokter Kevin dan Nayla yang sama terbaiknya. Dan tidak lupa para suster dan perawat yang akan membantu kami ada Suster Jenni,Intan,Laila,Rian,Doni dan Andi" Ucap Filter Anton memperkenalkan rekannya.


 


 


"Selamat datang semua, semoga kalian semua betah disini dan bekerja dengan baik."


 


 


"Terimakasih komandan." Jawab semua .


 


 

__ADS_1


"Setelah ini, ada bawahan saya yang akan mengantar dokter dan yang lainnya untuk beristirahat terlebih dahulu sebelum besok mulai bertugas." Ucap Mayor Rahmat.


 


 


"Siap komandan."


 


 


"Letda Gabriel, tolong panggilkan Lettu Mario kesini."Pinta Mayor Rahmat ke bawahannya.


 


 


"Siap,Dan."Jawab sang bawahan.


 


 


Deg..........


 


 


Detak jantung Aira berhenti mendengar nama yang tak asing di telinganya.


 


 


"Ah....mungkin hanya sama namanya saja." Ucap Aira dalam hatinya.


 


 


Tak berselang lama, ada seorang laki-laki berseragam loreng yang tampak masih muda dan berwajah kharismatik menghampiri Aira dan teman-temannya.


 


 


"Selamat sore,Dan. Apakah komandan memanggil saya?" Ucap Laki-laki tersebut dengan suara tegas dan berwajah datar.


 


 


"Sore Lettu Mario, tolong bantu dokter Anton dan rekan- rekannya ke posko petugas untuk beristirahat." Jelas Mayor Rahmat.


 


 


Deg......


 


 


Mata Aira saling bertatapan dengan mata Mario. Mereka saling menatap beberapa saat, dan Mario sadar dengan menghadap ke arah dokter Anton menghindari tatapan mata Aira.


 


 


"Sore dokter Anton, silahkan anda dan rekan anda mengikuti saya ke posko." Ajak Mario.


 


 


"Sore Letnan. Terimakasih." Jawab Donter Anton.


 


 


"Mengapa matanya mengingatkanku terhadap Rio, apakah dia adalah Rio?"........

__ADS_1


 


************************


__ADS_2