Cinta Monyetku

Cinta Monyetku
Truth


__ADS_3

Happy Reading....


*************


"Dokter Aira, saya ingin berkata jujur dengan dokter. Sebenarnya saya adalah Mario Rosfan Adhitama. Putra dari almarhum papa Irfan Adhitama dan almarhumah mama Rosa Amelia." Ucap Mario dengan menarik napas panjangnya. Inilah akhir dari dirinya menutup kebenaran akan jati dirinya sebenarnya.


Deg..........


Jantung Aira berhenti berdetak mendengar pernyataan dari orang di depannya.


"Maksud anda apa Letnan? " Ucap Aira sedikit dengan nada meninggi.


"Kemarin anda menyangkal bahwa anda putra almarhum om Irfan dan sekarang anda berbicara berbeda lagi. Anda mau mempermainkan saya? " Tambah Aira. Meskipun ada rasa lega dihatinya. Tapi ada rasa sedikit kecewa.


"Maafin aku Aira, aku tidak bermaksud berbohong dengan mu. Selama ini aku berusaha menghindari mu karena aku sadar siapakah aku sekarang. Bukan Rio yang dulu. Aku adalah Rio si tulang punggung keluarga. Dan apalah aku saat ini Aira. " Jawab Mario dengan nada murung.


"Haha...., menghindari ku?? Berapa lama kamu mengenal aku? berapa lama? "


"Harusnya kamu tahu bagaimana sikapku. Apakah aku pernah memandang seseorang dari kekayaan orang tuanya?


"Kamu tahu Mario, bagaimana diriku selama ini. Aku berusaha mencarimu di manapun berada, sampai setiap daerah aku sambangi hanya mengetahui kabar mu dan adikmu. Tapi apa yang aku dapat, ketika aku yakin jika Mario adalah Rio ku, kamu malah menolak mengakuinya. Apa salahku Mario... apa salahku? " Ucap Aira berapi-api menuangkan uneg-unegnya yang sudah lama dia pendam dalam hatinya.


"Maafin aku Aira, aku nggak bermaksud seperti itu. Aku hanya merasa tak pantas lagi dengan mu karena aku sadar siapakah diriku saat ini. Aku hanya anak yatim piatu yang tak pantas mendekati seorang putri jendral sepertimu." Mario menjelaskan maksud Mario dengan meneteskan air mata. Selama ini dia berusaha tegar dengan cobaan apapun yang dia dapatkan karena dia tak ingin melihat adik dan tantenya sedih. Biarlah dia menanggung semua bebannya sendiri. Ingin rasanya Mario menggenggam kedua tangan Aira, tapi dia tak berani.


"Maafin aku Aira.... maafin aku yang pengecut ini. Awalnya aku berfikir aku akan ikhlas jika melihatmu bahagia dengan orang yang sepadan dengan dirimu. Tapi ternyata hatiku menolaknya. Aku sanggup melihat laki-laki lain mendekatimu. " Jelas Mario kembali. Sudah tidak ada panggilan formal lagi disini.


"Kamu lihat, aku sudah buktikan ke kamu. Aku sudah meraih mimpiku sesuai dengan keinginanmu. Apa kamu tak lihat ketulusan dari ku, apa kamu masih meragukan diriku Mario? "


"Ayah dan bunda selalu mengajarkanku tentang hidup saling berbagi. Saling menghormati. Kamu pun tahu itu. "


"Entah lah Mario, aku nggak ngerti lagi dengan dirimu. Kamu udah berubah. Jika memang keinginan mu agar aku menjauh darimu baik mulai hari ini aku akan menjauh darimu seperti apa yang kamu inginkan. Aku akan menganggap jika kamu adalah Letnan Mario bukan Rio teman kecilku. " Gertak Aira. Aira pun meninggalkan sisa makanan yang masih tersisa separo di piringnya. Nafsu makannya pun menghilang setelah Mario mengatakan sebuah kebenaran.

__ADS_1


Aira berdiri untuk meninggalkan Mario. Rasanya dadanya sesak setelah mendengar semuanya.


"Tolong Aira jangan berbicara seperti itu. Aku mohon jangan hindari akun lagi. Aku ngaku, aku memang salah tapi to.. long jangan jauhin aku. " Mario pun menahan Aira agar tetap tinggal di sana dengan sedikit terbata-bata menahan tangisannya.


Aira berhenti sejenak tanpa melihat ke arah Mario. Rasa kecewanya membuat saat ini ia enggan melihat Mario.


"Jika memang kita berjodoh, Allah akan memudahkan kita untuk bersama. Tapi jika tidak, sesuai keinginanmu aku akan menjauh darimu." Ucap Aira kembali yang menusuk hati Mario.


Aira pun berjalan menjauh dari Mario dengan air mata yang sudah tak bisa di bendung lagi. Rasa sesak di dadanya membuat ia rasanya ingin pulang dan menumpahkan rasa kecewanya dengan curhat kepada bundanya.


"Ya Allah sakit banget dadaku, bunda kakak nggak kuat... Hu... Hu...... ". Ucap Aira dalam hatinya sambil memukul dadanya yang terasa sesak ketika ia sudah berada sedikit jauh dari tempat Mario.


"Maafin aku Aira.... maafin. Aku tidak akan mengulangi kesalahanku yang kedua lagi. Aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengembalikan kepercayaan mu lagi kepadaku. " Ucap Mario ketika melihat Aira menjauh dari pandangannya. Dia mengelap air mata yang menetes dari mata elangnya.


Mario berjalan menuju ke tempat untuk membantu anak buahnya kembali. Untung hari ini tak ada orang di dapur umum yang dekat dengan Aira dan Mario sehingga mereka bisa menyelesaikan masalah mereka meskipun hasilnya tak sesuai keinginan Mario. Tapi dia sudah merasa plong karena bisa jujur kepada Aira.


*************


"Dokter Aira dari mana? " Tanya Jenni setelah melihat Aira masuk.


"Habis makan siang Sus. " Jawab Aira pendek.


"Dokter apa ada masalah? " Tanya Jenni yang melihat Aira sedang sedih dari raut wajahnya.


"Tidak, saya tidak ada apa-apa mungkin karena saya telat makan sehingga kelihatan sedikit pucat. " Elak Aira.


Kevin yang mendengar penuturan Aira pun maju untuk bertanya kepada Aira.


"Dokter Aira sakit kah? " Tanya Kevin yang khawatir dengan keadaan Aira.


"Tidak dok, saya tidak apa-apa. "

__ADS_1


"Kalau sakit, dokter istirahat dulu biar saya dan dokter Nayla yang melanjutkan memeriksa pasien. " Tawar Kevin.


"Iya tuh, nanti pingsan lagi malah ngrepotin orang lain. " Tambah Nayla dengan ketus.


"Jaga bicara anda dokter Nayla. " Ucap Kevin dengan menatap tajam Nayla.


Nayla pun hanya membuang pandangannya karena rasa kesal di hatinya.


"Tidak usah, InsyaAllah saya masih bisa melanjutkan pemeriksaan. " Tolak Aira.


"Baik kalau begitu keinginan dokter. Saya kembali kesana lagi. " Pamit Kevin dan diikuti Nayla di belakangnya.


"Dokter kalau ada masalah cerita sana saya. " Tawar Jenni.


"Iya Sus. Makasih atas perhatian nya. " Balas Aura dengar tersenyum tipis.


Biarlah saat ini Aira memendam rasa kecewanya kepada Mario seorang diri. Tugasnya saat ini adalah menjadi relawan untuk para korban. Biarkan sejenak dia menyampingkan masalah pribadinya untuk mementingkan kepentingan umum. Aura tak membenci Mario, Rio sahabat kecilnya tapi Aira kecewa dengan sikap Mario yang tak tahu perjuangannya selama ini untuk mencarinya.


Sedangkan Mario, setelah ungkapan kejujurannya kepada Aira dia merasa sakit ketika melihat Aira teman kecilnya menitikkan air matanya karena kecewa dengan sikapnya. Dia melamun dan tak fokus dengan apa yang sedang ia kerjakan saat ini. Ada rasa takut ketika mendengar Aira akan menjauhinya.


"Akun harus mencari cara agar dia tak menjauhiku........ "


*****************


**Alhamdulillah up lagi. Terimakasih atas dukungannya. Sekarang udah ya si abang Mario berkata jujur kepada Aira. Namanya cerita pasti ada konfliknya. hehehhe


kalau tidak ada ceritanya jadi datar aja nanti. 😁


Tapi saya usahakan tidak akan ada pelakor ya, karena aku paling nggak suka dengan pelakor. (Pengalaman pribadi.) 😂😂😂


Jangan lupa ya votenya sebanyak-banyaknya biar author semakin semangat ngelanjutin ceritanya dan Mohon do'anya agar cerita Aira dan Mario bisa masuk kontrak. 😇😇😇**

__ADS_1


__ADS_2