Cinta Monyetku

Cinta Monyetku
Harapan Kevin...


__ADS_3

Happy Reading....


🌹🌹🌹🌹


"Apa dokter yakin ingin menetap disana? " Nayla pun mencoba mengkonfirmasi.


"Jika memang ada seseorang yang membuat saya bertahan, maka saya akan bertahan disini. Tapi jika apa yang saya pertahankan ternyata tak bisa saya gapai, saya akan mencoba melepaskan dan lebih baik saya membuka lembaran baru di hidup saya. " Jawab Kevin dengan yakin.


Naylapun merasakan tamparan yang cukup keras dari ucapan Kevin. Dia tidak mengira jika Kevin bisa berbicara seperti itu.


"Kalau begitu saya pamit dulu dokter Nayla, saya harus bersiap-siap untuk besok. Karena jam 9 saya harus sudah sampai bandara. " Pamit Kevin setelah mengutarakan isi hatinya. Dia berharap Nayla bisa membuka kembali hatinya dan mau menerima dirinya.


"Semoga kamu mau merubah keputusanmu Nay. " Harapan Kevin dalam hatinya. Dia pun berjalan meninggalkan Nayla tanpa menoleh kembali ke arah Nayla. Dia berharap Nayla akan menahannya. Tapi, ternyata Nayla tak menahannya. Dia pun pergi dengan perasaan kecewa.


"Mungkin memang dia sudah membenciku. " Ucap Kevin kembali. Dia pun segera memacukan mobilnya untuk meninggalkan rumah sakit dengan perasaan kecewa.


Sedangkan Nayla, dia masih berdiri mematung di tempat yang sama ketika Kevin pamit dengannya. Dia tidak bisa berbicara apa-apa saat ini.


"Apa yang harus aku lakukan, apa aku sanggup jika harus berpisah darinya? " Batin Nayla. Dia saat ini merasa bimbang dengan hatinya. Tapi dia juga tidak ingin kehilangan Kevin.


"Aku butuh Aira untuk bercerita. " Ucap Nayla yang mengingat Aira. Aira adalah sahabat yang sangat mengerti dirinya. Di akan selalu memberikan masukan yang baik untuk dirinya dalam mengambil keputusan. Sebenarnya, kemarin Aira sudah memberikan saran kepadanya agar mau membuka hatinya kembali untuk Kevin. Tapi egonya masih tinggi dimana dia tidak ingin merasakan kecewa lagi.


Nayla pun segera berjalan ke parkiran untuk mengambil mobilnya. Dia ingin segera pulang dan menghubungi Aira. Di tengah perjalanan, ucapan Kevin masih terngiang di dalam pikirannya.


"Apa benar dia akan meninggalkan ku di sini. " Nayla berbicara sendiri meskipun matanya masih fokus dengan kemudinya.


Karena fokus dengan pikirannya, Nayla tak sadar jika mobilnya sudah sampai di depan gerbang rumahnya. Nayla turun dari mobilnya dan mendorong pintu gerbang agar mobilnya bisa masuk.


Setelah gerbang terbuka, Nayla masuk kembali ke dalam mobil dan mulai menghidupkan mobilnya ke dalam rumah.


Nayla adalah anak bungsu dari 3 bersaudara di Keluarganya. Kakak pertama laki-laki sudah menikah dan bekerja di luar Jawa di perusahaan pertambangan. Biasanya kakaknya akan pulang ketika lebaran. Sedangkan kakak keduanya juga laki-laki juga sudah menikah dan tinggal di luar kota. Dia mempunyai usaha cafe dan minimarket dekat dengan kampusnya dahulu. Sedangkan papa Nayla adalah hanya seorang guru serta mamanya hanya seorang ibu rumah tangga. Saat ini papa Nayla sudah pensiun.Dulu, untuk biaya kuliah Nayla yang masuk ke fakultas kedokteran di bantu oleh abang-abangnya. Untung kakak-kakak Nayla sangat lah sayang terhadap adiknya. Jadi mereka tidak keberatan membiayai kuliah adiknya. Apalagi mereka juga sudah sangat bersyukur karena papa dan mamanya sudah menyekolahkan mereka di sekolah yang bagus sehingga mereka bisa bekerja dengan baik. Jadi, sekarang waktu mereka meringankan beban kedua orang tuanya.


Masih di ingat kak Ali, yang selalu bercerita kepada Nayla. Jika dulu dia masih ingat dimana papa, mama dan Nayla harus makan hanya dengan tahu dan tempe setiap hari agar bisa membiayai sekolah kakak-kakaknya yang saat itu berada di bangku kuliah dan hanya berjarak 2 tahun. Meskipun berbeda kampus, tapi kedua kampus tersebut sangat favorite sehingga wajar jika biayanya juga sedikit mahal.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum." Ucap Nayla setelah masuk kedalam rumah. Di ruang tamu tampak sepi. Tapi Nayla tahu jika pastinya kedua orang tuanya sedang berada di ruang keluarga


"Waalaikum salam nak. " Jawab papa dan mama Nayla yang menoleh ke arah Nayla setelah mendengar suara sang putri.


"Sudah pulang nak," Sapa mama Nayla setelah sang putri menyalaminya.


. "Iya mah. " Jawab Nayla dengan lesu. Dia pun ikut duduk di samping kedua orang tuanya.


"Capek nak? " Papa Naylapun ikut bertanya kepada sang putri.


"Sedikit pah, tadi ada beberapa pasien yang masuk ke ruang operasi, ya jadi aku bantu disana. " Jelas Nayla yang sedikit berbohong Dia capek bukan karena pekerjaannya, tapi dia lelah karena memikirkan apa yang harus ia lakukan kepada Kevin.


"Ya udah gi sana mandi dulu biar segar . Nanti mama angetin makanan buat kamu. " Mama Naylapun dengan penuh kelembutan memberikan saran kepada sang putri.


"Nggak usah ma, tadi Nayla sudah makan malam sebelum pulang. " Nayla pun menolaknya. Dia sedang tidak nafsu untuk makan.


"Ya udah nanti mama buatin sedang jahe nak. "


Nayla segera melepaskan hijab dan bajunya. Dia pun masuk ke dalam kamar mandi. Tidak lupa ia membawa piyama dan handuk. Dia pun mandi dengan air hangat agar tubuhnya yang lebih bisa segera pulih. 30 menit kemudian, dia keluar dari kamar mandi sudah memakai piyama tidurnya yang bermotif hello kitty.


Di atas Nakas, sudah ada secangkir wedang jahe. Pastinya sang mama yang sudah menaruhnya disana.


Nayla pun menyeduh nya dengan perlahan-lahan. Memang betul kata mamanya, setelah menyeduh wedang jahe membuat tubuhnya sedikit relax.


"Huh enaknya. " Ucap Nayla setelah meminum minumannya.


"Mending aku hubungi Aira saja, semoga dia sedang nggak sibuk. " Ucap Nayla kembali setelah dia naik ke atas ranjang dan membawa hpnya.


Naylapun segera mencari nama sahabatnya di kontak telepon. Setelah menemukannya, dia pun mendial untuk menghubungkan.


"Assalamu'alaikum Nay. " Ucap Aira di seberang.


. "Waalaikum salam Ai. Kamu lagi sibuk nggak atau capek? " Jawab Nayla yang langsung berbalik bertanya.

__ADS_1


"Alhamdulillah nggak kok Nay. Ini aku juga di rumah sendiri soalnya mas Rio sedang ada breafing dengan anak buahnya. " Jelas Aira yang memang saat ini dia sedang duduk santai di depan televisi ditemani segelas teh hangat dan cheese cake yang di belikan suaminya tadi. Sejak hamil, Aira menjadi banyak makan dan suka mengemil. Sehingga berat badan Aira naik meskipun tak banyak.


"Alhamdulillah kalau ngga Ai. Oh ya gimana kabar keponakanku Ai, apa dia rewel hingga membuat kamu morning sickness? " Tanya Nayla.


"Ya masih sih Nay kalau pagi aja. Tapi kalau malam seperti saat ini malah aku banyak makan Nay. Sampai ini pipiku chubby banget sekarang. " Aira pun mengeluh dengan perubahan pipinya.


. "Nggak papa Ai. yang penting sekarang dirimu dan keponakanku sehat. Masalah tubuh, nanti habis lahiran pasti kembali lagi kok jika kita mau berusaha. " Naylapun memberikan semangat kepada sahabatnya.


"Iya Nay. Aku pikir juga gitu. "


"Oh ya, tumben ni kamu telpon aku malam-malam gini, pasti lagi ada problem ya? " Airapun menembaknya. Karena biasanya Nayla tidak pernah menghubunginya ketika malam hari karena Nayla takut mengganggu Aira dan Mario.


"Kok tau sih Ai. " Naylapun menjawabnya.


"Ya tahu dong. "


"Ya udah sekarang cerita apa yang terjadi sama kamu? " Aira pun mendesak Nayla untuk bercerita masalah yang ia hadapi. Meskipun saat ini Aira juga masih menghadapi problem juga dengan Jasmine, tapi Aira masih berusaha baik-baik saja dan ia berusaha menjadi pendengar yang baik buat sahabatnya.


"Masalah dokter Kevin Ai. " Naylapun memulai ceritanya.


"Kenapa dengan dokter Kevin Nay, katanya besok dia berangkat ya ke Singapura? "


"Makanya sekarang akau hubungi kamu Ai, dia tadi bilang sama aku jika dia ingin merubah keinginannya yang hanya tinggal disana 6 bulan menjadi dia akan pindah tugas disana. Kata dia, ada rumah sakit di sana yang menawari dia kerja disana. " Jelas Nayla.


"What, masak sih Nay. Terus kamu gimana dong kalau dokter Kevin pindah di sana? "


"Tadi dia sempat bilang, dia tidak akan menetap jika ada seseorang yang menahannya untuk tinggal Ai. "


"*Dan aku yakin maksud seseorang itu yang bisa menahan dirinya adalah kamu Nay, dan menurut ku coba deh buka hati kamu lagi. jangan sampai karena egomu kamu akan kehilangan dia Nay. Aku yakin dokter Kevin sudah berubah. Jadi tahanlah dia sebelum kamu menyesal. "


🌹🌹🌹🌹


Assalamu'alaikum mohon maaf* ya lagi slow update banget soalnya banyak banget kerjaan maupun tugas kampus yang harus di selesaikan. Kalau malam mo nulis, kadang mata udah nggak bisa di ajap kompromi. Baru dapat setengah udah teler aja ni mata. 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2