Cinta Monyetku

Cinta Monyetku
The power of Sahabat


__ADS_3

Happy Reading......


************


"Dokter Aira...... " Panggil Alex dan Doni bersamaan...


"Ya." Balas Aira dengan menengok kedepan mencari sumber suara yang memanggil namanya.


Aira bisa melihat ada 2 laki-laki yang sedang berjalan kerahnya. Ya, di adalah Alex dan Doni.


"Dokter Aira, kami berdua ingin berbicara dengan dokter. " Ucap Alex memulai pembicaraan.


"Ya silahkan bicara saja. " Jawab Aira datar.


"Tapi mohon maaf dokter kalau bisa kita bicara jangan disini. " Doni pun menambahi. Dia melihat banyak orang di sana jadi merasa sungkan untuk menyampaikan maksud kedatangan mereka menemui Aira.


Aira menaikkan kedua alisnya tanda tak setuju.


"Santai dokter, kami tidak akan macam-macam dokter hanya 1 macam saja. " Canda Alex dengan sedikit tertawa untuk mencairkan suasana.


"Baik, saya akan ikut kalian. "


"Suster Jenni, saya pergi sebentar ada sedikit kepentingan dengan bang Alex dan Doni. " Pamit Aira yang melihat Jenni baru keluar dari tenda.


"Silahkan dokter, kalau ada apa-apa hubungi saya. " Jawab Jenni dengan tersenyum.


Aira hanya menunjukkan tanda O di kedua jarinya sebagai tanda Okey.


Aira pun berjalan ke depan yang di ikuti kedua laki-laki berbeda seragam di belakangnya. Sudah seperti bodyguard yang menjaga tuannya. 🤣🤣


"Disini saja dokter. " Pintar Alex yang melihat sekitarnya yang sedikit sepi.


"Baik, silahkan sekarang kalian mau bicara apa? " Jawab Aira to the point. Karena dia juga merasa tidak nyaman.


"Emmmm, gini sebelumnya dokter. Pertama saya ingin minta maaf jika kami lancang telah ikut campur urusan dokter dengan Letnan Mario. " Alex mulai membuka pembicaraan.


"Jadi anda- anda kesini di suruh oleh komandan anda? " Jawab Aira sinis.


"Bukan begitu dokter, kami berdua kesini pure karena keinginan kami sendiri bukan karena letnan, malah sebenarnya dia tidak tahu jika kami ingin menemui dokter. " Balas Doni menjelaskan.


"Jadi? "..... Tambah Aira dengan memasukkan kedua tangannya di saku sweater yang dia pakai dan di padu padan kan dengan rok plisket.

__ADS_1


" Ehm, entah kami tidak tahu ada hubungan apa dokter dengan Dan Mario. Selama saya kenal dengan dia saya tidak pernah melihat dia sekacau sekarang ini. Apalagi setelah bertemu dokter. Dulu awal saya kenal Dan Mario, dia sosok yang datar, dingin dan tak tersentuh. Awalnya kami di Yon sangat membenci sikap dia karena kami menganggap dia adalah pimpinan yang otoriter dan garang. Tapi perlahan-lahan saya bisa dekat dengan dia meskipun sulit, tapi saya berusaha terus hingga akhirnya saya bisa menjadi sahabatnya di Yon. Apalagi ketika saya tahu apa yang menyebabkan dia seperti itu. " Ucap Alex menjelaskan awak kenal dengan Mario.


"Maksud bang Alex? " Tanya Aira yang masih belum paham.


"Dulu saya pernah sekali ikut Dan Mario mudik ke rumahnya karena budenya sakit. Ketika di sana saya mendengar cerita dari budenya bagaimana kehidupan dan Mario dan adiknya ketika mereka di tinggal kedua orang tuanya meninggal. Awal hidup yang bahagia tanpa kekurangan apapun, hingga roda berputar membuat mereka berada di bawah. Dan Mario setelah meninggalnya kedua orang tuanya, dia di usir oleh keluarga ayahnya yang serakah akan harta benda. Rumah peninggalan dan sisa tabungan dari orang tuanya di ambil paksa oleh sang paman. Sedangkan keluarga ibunya sudah tidak ada semu nya. Hanya ada budhe angkat yang mau menampung mereka . Padahal saat itu adik Dan Mario masih kecil. " Jelas Alex dengan wajah sedih ketika mengingat cerita Budhe Reni yang menangis ketika mengingat kembali keponakan mending adiknya terbuang.


Deg...... Aira mengingat kembali cerita yang pernah dia dengar dari tetangga Mario sebelumnya.


"Anda tahu dokter apa yang terjadi dengan Mario dan adiknya setelah itu? "


Aira pun menggeleng.


"Dan Mario harus bekerja keras untuk membantu budhe Reni yang juga seorang janda tanpa anak. Terkadang dia menjadi kuli bangunan yang sejak kecil tak pernah dia lakukan atau memungut sampah dan loper koran di tengah jalan yang panas tanpa mengeluh hanya untuk membantu budhe Reni memenuhi kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolah. Apalagi adiknya yang sering sakit-sakitan membuat dia harus bekerja keras. " Tambah Alex.


"Dan Allah Maha Adil dokter, perjuangannya tak sia-sia, dia selalu mengingat kata-kata papanya sebelum meninggal untuk menjadi seorang Tentara seperti papanya agar bisa meneruskan perjuangan almarhum. Akhirnya dengan perjuangan yang keras dia bisa masuk ke akademi militer dengan merubah namanya. Dia menghilangkan nama tengahnya bukan tak suka, tapi dia ingin menghindar dari keluarga yang membuang dia dan sang adik. "


"Maksud anda apa Bang? "


"Setelah mereka di bawa budhe Reni keluar dari rumah peninggalan orang tuanya, kehidupan mereka tak tenang karena mereka masih di usik oleh tante dan omnya yang belum puas menguasai harta orang tua komandan.Itulah yang membuat budhe Reni selalu berpindah tempat untuk menghindarinya. " Jelas Alex.


Tes.... Aira pun tak bisa membendung Aira mata yang turun dari mata indahnya.


"Pantas aku mencari di manapun tak pernah ketemu, inikah alasannya. " Ucap Aira dalam hatinya.


"Saya tidak tahu hubungan apa anda dengan Dan Mario. Mungkin anda adalah salah satu orang yang ada di masa lalunya atau entahlah. Tapi yang saya tahu, selama ini Dan Mario tak pernah bersikap seperti ini. Banyak wanita yang mendekatinya ketika dia sukses dengan seragam dan prestasinya. Banyak anak Pati yang mendekatinya, tapi tak satu pun yang ia lihat."


"Pernah saya melihat foto gadis kecil di dompetnya, yang awalnya aku kira adiknya tapi ternyata bukan. Mungkin itu adalah gadis di masa lalunya. " Tambah Alex.


Deg......


Alex sedikit berfikir karena ada yang janggal.


"Apa jangan.... jangan gadis itu.....? " Ucap Alex dengan mengingat kembali wajah si gadis kecil di foto yang selalu di bawa Mario.


"Ya Tuhan, apakah foto itu foto dokter Aira? " Tanya Alex kembali dengan melihat ke arah Aira yang meneteskan air mata.


Aira pun menganggukkan kepalanya sambil terisak.


"Jadi dokter Aira adakah sahabat kecil dan Mario? " Tanya Doni memastikan.


Aira pun mengangguk kan kepalanya kembali.

__ADS_1


"Sejak kapan dokter Aira tahu jika Dan Mario adalah sahabat kecil dokter? " Tanya Alex.


"Hik.... hik..., aku udah tahu dari awal ketemu. aku sudah merasa dia adalah Rio ku. Tapi dia terus mengelak dan menghindar. Berkata pedas kepadaku hingga membuatku sedikit ragu. " Balas Aira dengan terisak.


"Dan puncaknya kemarin dia bicara jujur padaku tentang siapa dirinya sebenarnya hingga membuatku kecewa dengan nya. " Tambah Aira."


"Anda mo tahu dokter, Dan Mario tak pernah mengeluh sedikitpun akan beban yang dia hadapi. Setelah meraih cita-cita nya,yang menjadi prioritas utamanya adalah sang Budhe dan adiknya. Hingga membuat dia tak memikirkan masa depannya. Melihat budhe dan adiknya makan enak dan bisa tidur di rumah yang layak adalah cita-cita nya awal menjadi abdi negara. "Ucap Alex.


" Dan menurutku, mengapa dia tidak mau jujur dengan dokter pasti dia merasa bahwa dia tak pantas dengan dokter putra seorang Pati dan dokter muda yang banyak prestasi. Sehingga dia menciut dan merasa rendah berdekatan dengan dokter kembali. "Tambah Doni.


" Awalnya aku kecewa sekali dengan sikapnya, tapi sekarang aku tahu mengapa dia menjauhiku. Hiks.... hiks.... "


"Sekarang dia ada dimana bang, aku ingin menemuinya. " Tambah Aira yang ingin segera bertemu dengan Mario. Dia benar-benar hancur mendengar kehidupan Mario sebenarnya.


"Dia ada di tempat biasa dokter, tempat untuk mengistirahatkan sejenak pikiran dan tubuhnya di sela-sela tugas kami." Jawab Doni.


"Apalagi ditambah sekarang dia sedang patah hati karena di jauhi gadis kecilnya yang saat ini ternyata juga sedang menangis. " Goda Alex dengan tersenyum simpul kepada Aira.


"Bang Alex malah godain aku sih. " Ucap Aira dengan menghapus air matanya.


"Hahah, kami jadi tahu bagaimana wajah dokter ketika menangis sekarang. yes... nanti kita ceritain sama komandan." Tambah Alex yang masih setia menggoda Aira.


"Sudah Lex jangan godain dokter Aira lagi, kasihan tu udah merah aja wajahnya karena nangis. Itu wajah atau kepiting rebus ya dok? " Doni pun ikut menimpali.


"Hahahaha... aku kira dirimu mo membela dokter Aira ternyata sama saja. " Alex pun ketawa cekikian.


"Udah deh nggak usah godain terus, sekarang anterin aku ke tempat dimana komandan datarmu itu berada. " Pintar Aira dengan menaruh kedua tangannya ke pinggang rampingnya.


"Waduh, jiwa ibu komandan sudah mulai oi. " Ledek Alex.


Aira hanya melotot kearah dua laki-laki sahabat dari Rio, sahabat kecilnya yang dulu selalu posesif dengan nya ketika ada bocah laki-laki lain mendekatinya.


Apalagi mengingat Rio yang juga cemburu ketika Aira bermain dengan Aina dan abang Adam anak dari tante Arin kakak dari bunda Salma. Mengingat itu membuat Aira tersenyum.


Rasanya, ia ingin kembali masa di masa kecil dimana dia bebas bermain, bercanda dan tertawa bebas dengan Rio.


Ketiga orang tersebut berjalan menuju tempat dimana Mario berada. Bukan Alex dan Doni si biang rusuh jika tidak ada sikap gestreknya untuk menggoda Aira. Entah ada rasa syukur yang Aira panjatkan kepada Sang Pencipta karena telah menemukan Mario dengan kedua sahabat yang peduli akan sahabatnya yang sedang sedih. Jika menghiburnya jika menambah nilai plus untuk mereka.


"Dokter lihatlah di depan itu dia Dan Mario. "..........


**************************

__ADS_1


Hari ini aku up sedikit panjang. hehe...


Jangan lupa vote dan likenya ya untuk mendukung cerita Aira. InsyaAllah mulai hari ini akan up setiap hari tapi mohon maaf masih bisa up 1 episode saja per hari. 😇😇😇


__ADS_2