Cinta Monyetku

Cinta Monyetku
Liburan


__ADS_3

Semakin hari tumbuh kembang Maira semakin pesat. Dia tumbuh menjadi balita yang cantik dan lincah. Di usianya yang ke 16 bulan balita tersebut sudah bisa berjalan dan berbicara dengan banyak kosa kata.


"Ma... main... " Ucap Maira dengan menggendong tas kecil berisi botol minumnya.


"Baik sayang, tunggu papa dulu ya sedang siap-siap". Ucap Aira dengan lembut.


Bayi itupun duduk anteng di sofa dengan di dampingi ibunya sambil menunggu sang papa yang baru bersiap-siap.


Hari ini mereka akan berlibur ke pantai untuk mengenalkan dunia luar kepada Maira. Menurut penelitian, mengajar anak traveling atau bepergian dapat merangsang otak anak karena dengan bepergian ke lingkungan yang menawarkan beragam pengalaman baru yang kuat dalam kombinasi sosial, fisik, kognitif, dan sensorik bermanfaat bagi perkembangan otak bayi. Selain itu dengan mengajak anak traveling dapat mendorong keterampilan eksploratifnya yang sangat penting bagi kehidupannya di masa depan dan kemampuannya untuk bermain di masa anak-anak. Oleh karena itu Aira akan selalu mengajak Maira traveling setiap Mario ada waktu luang di sela-sela kesibukannya.


"Papa lama.. " ucap Maira sambil memonyongkan bibirnya yang lucu.


"Sabar ya sayang, papa kan baru pulang kerja, jadi anak sholehah harus sabar ya tidak boleh marah.. marah. " Ucap Aira lembut menasehati putri kecilnya.


"Maafin Rara papa. " Jawab Maira lirih dengan menundukkan kepalanya.


"Anak papa nggak salah kok, papa yang lama ganti bajunya. Jangan sedih ya sayang, hari ini kita akan liburan jadi anak papa harus bahagia okey. " Mario mengangkat putri kecilnya kedalam gendongannya.


Mairapun kembali ceria setelah di gendong papanya. Maira tertawa bahagia di gendongan papanya. Aira pun ikut bahagia melihat anak dan suaminya tersenyum.


"Ya Allah, terimakasih sudah menciptakan jodoh yang sangat sayang terhadap keluarga. " Aira pun berucap syukur atas segala kebahagiaan yang sudah Allah berikan kepada kehidupannya. Mario, Laki-laki yang telah berjuang untuk mendapatkan hatinya, ternyata sudah menepati janjinya untuk membuat dia bahagia. Di sela kesibukannya sebagai pengabdi negara, dia tak pernah melupakan kewajibannya sebagai seorang suami dan ayah. karena baginya, keluarga adalah segalanya, meskipun dia salah satu menantu seorang jenderal, tetapi ia tak pernah menyombongkan pangkat ayah mertuanya. Sehingga banyak rekan serta anak buahnya yang suka dengan dirinya.


"Mah, bekal untuk ke pantai udah siap? " Mariopun berhenti tertawa sejenak untuk memastikan bekal dan lainnya kepada sang istri.


" Udah pah, itu ada di ruang tamu di dalam tas traveling. " Jawab Aira lembut. Mereka membiasakan memanggil papa mama untuk mengajarkan Maira. Berbeda ketika hanya mereka berdua, mereka akan memanggil dengan sapaan sayang.


"Kalau sudah semuanya, kita Lets go..... " Ucap Mario kembali dengan berlari menggendong Maira. Sehingga membuat batita tersebut tertawa. Sedangkan Aira hanya menggelengkan kepalanya melihat kedua orang kesayangannya sedang bercanda di depan. Dia mengekori suami dan anaknya. Tidak lupa ia juga mengambil ras traveling berisi bekal piknik serta tidak lupa mengunci pintu rumahnya.


"Tuan putri duduk dulu ya, papa mau menaruh bekal dulu di bagasi. " Pamit Mario setelah menaruh putri kecilnya di carseat di kursi depan samping pengemudi. Maira paling suka duduk di depan samping papanya, sehingga mamanya akan mengalah untuk duduk di belakang tanpa mengurangi pengawasannya untuk sang putri.


" Okey papa. " Jawab Maira dengan lembut.


Mariopun menata barang bawaannya di bagasi. Sedangkan Aira sudah duduk di belakang kursi pengemudi untuk mengawasi putrinya. Setelah selesai menaruh barang bawaannya, ia pun kembali masuk kedalam mobil.


"Kakak sebelum berangkat, ayo kita berdoa dulu. " Pesan Mario setelah duduk di kursi pengemudi.


"Bismillahirrahmanirrahim, Bismillaahi tawakkaltu 'alallaah, laa haula wa laa quwwata illaa billaah


Artinya: "Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada Allah, tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah."


Aira dan Mario selalu mengajarkan do'a apapun kepada Maira dan batita tersebut cepat untuk menghafalkan nya.

__ADS_1


Mobilpun berjalan membelah jalan kota Y dengan kecepatan sedang. Sedangkan Maira sudah beraksi untuk menyumbangkan suaranya.


"The wheels on the bus go round and round,


round and round,


round and round.


The wheels on the bus go round and round,


all through the town.


The wipers on the bus go swish, swish, swish;


Swish, swish, swish;


Swish, swish, swish.


The wipers on the bus go Swish, swish, swish,


all through the town.


Beep, beep, beep;


Beep, beep, beep.


The horn on the bus goes beep, beep, beep,


all through the town…


The money on the bus goes, clink, clink, clink;


Clink, clink, clink;


Clink, clink, clink.


The money on the bus goes, clink, clink, clink,


all through the town.


The Driver on the bus says “Move on back,

__ADS_1


move on back, move on back;”


The Driver on the bus says “Move on back,”


all through the town.


The baby on the bus says “Wah, wah, wah;


Wah, wah, wah;


Wah, wah, wah”.


The baby on the bus says “Wah, wah, wah,”


all through the town.


The mommy on the bus says “Shush, shush, shush;


Shush, shush, shush;


Shush, shush, shush.”


The mommy on the bus says “Shush, shush, shush,”


all through the town.


Maira pun bernyanyi menirukan lagu yang sering ia lihat di aplikasi Y dengan penuh semangat. Meskipun dengan logat cedelnya, ia begitu lancar menirukan lagi tersebut.


"Wah anak mama udah hafal lagunya ya, bentar lagi udah siap sekolah ini. " Airapun berucap dengan memeluk putrinya dari belakang.


"Lala pintel ya ma, ecok bisa cekolah sama kakak nana. " Mairapun menjawab pujian dari sang mama.


"Boleh dong, besok kakak Rara bisa sekolah bareng kak Nana. Tapi kakak nggak boleh apa hayo? "


"Natal mama. " Ucap Maira dengan lantang. untuk batita seusianya dirinya, ia termasuk anak yang berIQ tinggi. Kesadaran Mario dan Aira terhadap kecerdasan anaknya, membuat mereka saling bekerjasama untuk melatih kemampuan Maira dengan baik. Seperti mengajaknya traveling dan mengajarkan hafalan berdoa.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 2 jam, akhirnya keluarga Mario telah sampai di pantai. Karena hari ini bukanlah weekdays, suasana pantai terlihat lenggang. Hanya ada beberapa wisatawan yang ada disana. Birunya air pantai dan putihnya pasir menampakkan suasana pantai yang sangat indah. Apalagi didukungnya kesadaran wisatawan dalam menjaga kebersihan pantai, sehingga membuat pantai tak hanya indah tetapi juga tampak asri.


"Hole... hole.... kakak udh sampai pantai. " Mairapun melompat kegirangan setelah melihat air pantai di depan matanya.


"Kakak pelan-pelan nanti jatuh. " Airapun berlari segera menyusul putrinyamenasehati putrinya agar tidak berlari kearah pantai. Sedangkan Mario, ia segera mengambil barang bawaannya di bagasi.

__ADS_1


__ADS_2