
Happy Reading.....
πΏπΏπΏπΏ
"Ini udah berapa bulan dek, maaf ya kemarin waktu kamu nikah mbak dan mas Ali nggak bisa datang karena kamu tahu sendiri mbak dan mas tinggal jauh dari sini. "
"Nggak papa kok mbak, ini Aira sudah sennah bisa bertemu dengan mbak di sini. " Balas Aira dengan lembut.
"Ya udah kamu masuk ya, udah ada dek Novi yang menemani Nayla. " Ucap mbak Dian meminta Aira masuk kedalam kamar Nayla.
"Ya mbak. sekali lagi Terima kasih mbak. "Jawab Aira dengan tersenyum. Mbak Dianpun tersenyum. Setelah mengantar Aira sampai depan kamar Nayla, diapun turun kembali untuk membantu menyiapkan makanan untuk jamuan.
" Assalamu'alaikum. " Ucap Aira setelah membuka pintu kamar Nayla. Disana tampak Nayla yang cantik dengan kebaya modern berwarna gold dan rok batik di bawahnya. Dan juga hijab berwarna senada dengan bajunya dengan hiasan payet di atasnya. Polesan make up yang natural menambah kecantikan Nayla.
"Walaikum salam. " Jawab Nayla dan mbak Novi istri dari kakak kedua Nayla.
"Ya Allah, bumil. Akhirnya kesini juga. " Ucap Nayla yang kegirangan melihat sahabatnya yang tampak gempil dan perutnya yang sudah membuncit karena kehamilannya. Nayla berdiri dan segera menghampiri Aira.
"Wah udah besar banget ni perut Ai. Udah nggak sabar mo lihat dia Ai. " Ucap Nayla kembali dengan memeluk Aira dengan pelan dan mengelus lembut perut Aira.
"Iya dong onty, kan adik mo cepat lihat onty ma om Kevin. " Jawab Aira dengan menirukan suara mirip anak kecil.
"By the way ini cewek atau cowok Ai? " Tanya Nayla yang penasaran dengan jenis kelamin anak Aira dan Mario. Dia mencoba mengurangi kegugupannya dengan mengobrol bersama Aira.
"InsyaAllah cewek Nay, do'ain yang semoga aku dan dedek di berikan kesehatan dan keselamatan ya di waktu persalinan. " Pinta Aira.
"Selalu dong Ai, pasti aku akan do'ain kamu dan dedek bayi sehat dan selamat sampai hari persalinan. " Jawab Nayla dengan tersenyum.
__ADS_1
"Akhirnya ya Nay, kamu dan dokter Kevin sebentar lagi bersatu. Aku ikut bahagia Nay buat kalian. Meskipun dulu kita sempat salah paham tapi akhirnya kamu yang bisa memenangkan hati dokter Kevin Nay. Semoga ke depannya kita akan selalu rukun ya Nay. " Harapan Aira.
"Iya Ai, kemarin udah buat pelajaran buat aku Ai untuk menjadi lebih baik lagi. Dan akhirnya aku bisa jadi orang yang lebih baik dari kemarin. " Balas Nayla dengan tersenyum.
Ceklek....
"Nay, ayo kita ke bawah acara sudah mau mulai. " Panggil mbak Dian yang menghentikan obrolan Aira dan Nayla.
"Iya mbak. " Jawab Nayla.
Naylapun di apit oleh mbak Novi dan Aira untuk menuju lantai bawah di ruang tamu dimana acara akan berlangsung. Dengan pelan-pelan, mereka berjalan menuruni tangga. Dan ada sepasang mata yang tak berkedip ketika melihat Nayla turun dari lantai atas. Siapa lagi jika bukan Kevin. Kevin sangat terkesima melihat penampilan Nayla yang tampak cantik malem ini. Rasanya dia ingin segera menghalalkannya.
"Nah ini anaknya sudah turun. " Ucap pak Imam melihat putrinya turun ke bawah.
Nayla menunduk malu-malu di arahkan mbak Novi untuk duduk di tengah papa dan mamanya. Sedangkan Aira, dia ikut bergabung di kursi samping suaminya.
"Waalaikum salam. " Balas semua orang disana.
"Maksud kedatangan kami sekeluarga ke rumah bapak malam ini yang pertama adalah ingin bersilaturahmi dan kedua kalinya kami ingin melamar putri bapak yaitu nak Nayla Cintya Sari untuk putra Kami Kevin Dwingga Darma. Semoga bapak dan keluarga berkenan menerima maksud baik dari kami." Ucap om Darma kembali.
"Assalamu'alaikum, terimakasih untuk kedatangan pak Darma beserta rombongan keluarga ke gubuk kami yang sederhana. Dan saya menyambut niat baik putra bapak untuk melamar putri saya, tapi keputusan akhir tetap saya serahkan ke putri saya karena kelak dialah yang akan menjalani hidup rumah tangga bersama nak Kevin. " Jawab om Imam.
"Nayla putri kecil papa, apakah kamu bersia menerima lamaran nak Kevin malam ini? " Pak Imam beralih bertanya kepada Nayla.
"Bismillahirrahmanirrahim, iya pah, Nayla Terima lamaran mas Kevin beserta keluarga malam ini. " Jawab Nayla dengan tegas dan mantap. meskipun malam ini dia merasa sangat gugup, tapi akhirnya dia bisa merasa sedikit plong ketika menjawab lamaran Kevin.
"Alhamdulillah." Jawab Kevin dengan rasa syukur. Dan semua orang yang ada di sana pun ikut mengucap rasa syukur karena lamaran Kevin akhirnya di Terima.
__ADS_1
Setelah lamaran di Terima, tante Amira maju ke depan untuk memasangakn cincin di jari manis calon menantu nya. Dan tante Sari, mama dari Nayla juga ikut memasangkan cincin di jari manis Kevin karena Kevin juga ikut berdiri di samping Nayla.
Mereka berdua pun sudah masuk ke hubungan yang lebih serius lagi dari sebelumnya. Setelah acara tukar cincin, semua keluarga akhirnya ikut mengabadikan momen bahagia ini dengan mengambil foto Nayla dan Kevin tak terkecuali bumil satu ini. Aira sangat antusias hingga sang suami yang gemas sampai menegurnya.
"Adik, pelan-pelan dong ambil fotonya. Kasih dedek bayinya. " Ucap Mario menasehati sang istri.
"Maaf mas, Aira seneng banget mas sampai nggak nyadar jika Aira sedang hamil. " Jawab Aira dengan terkekeh.
"Aira bahagia banget mas melihat mereka tertawa bahagia malam ini di sana. " Ucap Aira dengan merebahkan kepalanya di pundak sang suami dengan pandangan lurus di depan di mana Nayla dan Kevin yang sedang berdiri di depan dekorasi dengan tulisan nama mereka berdua.
"Alhamdulillah dek, akhirnya mereka berdua bisa menjemput kebahagian mereka. Pengorbanan mereka yang kemarin mungkin sebagai cara Allah menguji cinta mereka sama halnya dengan kita dulu dek, banyak rintangan yang kita lalui hingga kita sampai di mahligai pernikahan. " Jawab Mario dengan mengingat apa yang sudah mereka alami.
Mendengar rintangan yang dikatakan Mario, Aira berubah sendu karena ia mengingat masalah dengan Jasmine belum usai. Meskipun sang suami tak pernah tergoda, tapi kehidupan rumah tangganya bersama sang suami belum bisa di katakan aman karena masih ada gangguan dari Jasmine.
Mario yang paham perubahan wajah sang istri yang sendu, mencoba menggenggam tangan sang istri.
"Adik percaya sama mas ya, InsyaAllah kita bisa menggahdapi ini semua dek. Sampai kapanpun mas tidak akan berpaling sama adik dengan apa yang sudah kita hadapi. Jadi, adik jangan sedih lagi ya. " Ucap Mario memberikan semangat kepada sang istri.
Airapun hanya mengangguk pasrah tanpa bersuara.
"*Aira harap juga seperti itu mas, tapi kita tidak tahu apa yang di rencanakan lagi untuk kita. Tapi Aira berjanji akan selalu mempertahankan rumah tangga kita meskipun nyawa Aira tatuhannya. "
. πΏπΏπΏπΏ
Masuk* konflik akhir ya sebelum episode Aira berakhir. π π π
.
__ADS_1