
Happy Reading
πΏπΏπΏπΏ
"Kamu juga harus segera menyusul kami, by the way gimana hubungan kamu sama anak jendral itu? " Tanya Alex yang tahu hubungan Doni dengan salah satu anak atasan Doni.
Doni pun menjadi sendu.
"Aku sama dia.... "
"Sayang ayo kesini, papa punya bonekah baru ni. " Panggil Mario kepada putri kecilnya Maira yang saat ini sudah berusia 7 bulan. Bayi imut dan tembem itupun memohon turun dari gendongan mamanya untuk menghampiri papa Mario yang sedang memamerkan boneka beruang. Dengan gerakan merangkak yang aktif Maira menghampiri Mario. Tidak lupa dengan gumanan khas anak bayi gembul itu.
"Hap." Ucap Mario setelah bisa menangkap sang putri. Tidak lupa Maira meraih boneka Teddy dari tangan sang papa dengan senyum sumpringah. Tidak lupa Maira juga berguman dengan bahasa bayinya.
"Anak papa udah wangi. " Tambah Mario kembali dengan mencium kedua pipi Maira secara bergantian.
"Iya dong Pa, Maira kan udah mandi. " Aira menirukan suara anak kecil untuk menjawab perkataan Mario.
"Mama masak apa hari ini? " Tanya Mario yang menghampiri Aira yang sedang sibuk dengan masakannya. Tidak lupa Maira berada di gendongan tangan kirinya.
"Masak udang asam manis sama cak kangkung kesukaan papa. " Jawab Aira tersenyum dengan mengaduk udang yg ia masak.
"Wah pasti papa makan banyak nanti. " Ucap Mario kembali dengan wajah berbinar. Mario dan Aira sudah bersepakat untuk saling memanggil papa mama jika sedang bersama Maira.
"Lihat lah ma, ini perut papa jadi mengembang karena mama selalu memanjakan lidah papa dengan masakan lezat mama. " Tunjuk Mario ke perutnya yang sedikit membuncit.
"Makanya pa, di imbangin olahraga. Jangan salahin mama dong yang selalu masak enak. " Airapun terkekeh geli melihat suaminya yang agak berisi dari sebelumnya. Tapi ia juga bahagia karena bisa membuat suaminya betah untuk makan di rumah. Untuk kerjaan Aira, dia memilih resign karena ia sepenuhnya ingin menjadi ibu rumah tangga. Meskipun terkadang ia masih suka ikut membantu jika ada acara bakti sosial yang diadakan kesatuan suaminya.
Ayah Irsyad dan bunda Salma tak mempermasalahkannya karena bagi beliau kebahagian sang putri serta keluarganya itu yg lebih utama. Apalagi bunda Salma, beliau sangat mendukung keputusan Aira. Dulu beliau juga ada di posisi seperti Aira yang melepaskan pekerjaannya untuk mengikuti kemanapun sang suami bertugas.
"Oh ya ma,besok jadikah acara makan-makan di rumah ayah? " Tanya Mario.
__ADS_1
"InsyaAllah jadi pah, bunda tadi juga udah hubungi mama. Beliau meminta kita datang lebih awal."
"Nanti lihat besok ya ma, semoga papa bisa pulang lebih awal. Jadi kita bisa ke rumah ayah lebih awal. " Harapan Mario.
"Klik." Aira mematikan kompor setelah memastikan masakannya matang.
"Papa mandi dulu gih, habis itu kita makan bareng." Pinta Aira.
"Rara sama mama dulu yuk, papa biar bersih-bersih dulu. " Ajak Aira dengan mengulurkan kedua tangannya kepada sang putri.
Maira yang pahampun segera mengukurkan kedua tangannya ke sang mama. Tidak lupa dia merengek dengan gumanannya.
"Ma... mam.. mama.. ma.... " Ucap Maira.
"Anak papa lucu banget sih. " Mario masih aja menggoda Maira. Mario yang gemas pun menggelitik perut Maira.
Maira pun malah tertawa karena merasa kegelian.
"Ih papa ini loh malah goda Maira. " Aira yang gemas pun mencubit lengan sang suami.
"Maira sama mama dulu ya, papa mandi dulu. " Pamit Mario akhirnya setelah menyerahkan Maira ke Aira.
Airapun segera menggendong Maira dengan selendang yang ia taruh tadi di kursi. Setelah itu ia melanjutkan kembali untuk menata masakannya tadi di meja makan.
Itulah keseharian Aira setelah melepas profesinya. Totalitas merawat sang suami dan sang putri cantik yang telah melengkapi kehidupan rumah tangganya.
Bahagia, satu kata yang membuat kehidupannya saat ini sangat bermakna. Tak apa banyak orang yang mencemooh nya karena menganggap Aira yang bodoh karena berhenti dari pekerjaannya. Sekolah kedokteran yang mahal dan tinggi, serta prestasi yang sudah ia gapai harus ia lepas begitu saja untuk menjadi ibu rumah tangga. Tapi, Aira tak ambil pusing dengan cemooh orang-orang. Mereka tidak tahu saja jika ia malah aktif di dunia online untuk selalu berbagi ilmu yang sudah ia dapat di bangku kuliah kepada khalayak banyak. Kata-kata motivasi serta artikel yang membahas tentang kesehatan membuat ia di kenal di dunia online. Jadi, meskipun ia tak berada di rumah sakit ia masih mendapat penghasilan lainnya serta selalu bisa melihat perkembangan sang putri setiap detiknya.
"Selesai." Ucap Aira dengan senyum merekah di bibirnya setelah selesai menata semua makanan yang ia masak untuk sang suami.
"Anak mama pinter ya, nggak usil ketika mama menata makanan untuk papa. " Puji Aira kepada Maira setelah memindahkan gendongan Maira ke depan.
__ADS_1
"Maem.... maem... maem.... " Jawab Maira dengan menunjuk makanan di depannya.
"Oh Rara mo maem juga ya. " Jawab Aira yang paham maksud sang putri.
"Udah semuanya dek? " Tanya Mario yang sudah mengganti baju dinasnya dengan kaos rumahan serta celana selutut. Tampak juga rambutnya yang masih basah karena keramas menambah ketampanannya. Pantas jika ia sedang di luar, banyak anak-anak ABG labil atau perempuan yang terpana dengan ketampanan Mario. Meskipun seperti itu, Mario tak pernah menanggapinya. Baginya, Aira adalah segalanya bagi hidupnya. Pengorbanannya yang begitu banyak untuk keluarga kecil mereka menjadi nilai plus buat dirinya. Maka, tak ada pikirin buat Mario untuk mencari wanita lain di luaran sana.
"Udah papa, ayo kita makan malam. Rara juga lapar loh. " Jawab Aira dengan menggerakkan kedua tangan Maira.
"Anak papa juga lapar ya, ayo maem sama papa. " Mario pun ingin mengambil Maira dari gendongan sang istri.
"Papa malam dulu aja, biar Maira sama mama. " Tolak Aira.
"Tapi pasti kamu juga capek dek. "
"InsyaAllah nggak kok mas. Mas makan dulu biar adek yang nyuapin Maira dulu. " Jawab Aira. Dia tahu jika sang suami juga capek karena tadi pagi ada latihan. Tapi Mario tak pernah mengeluh. Dia selalu ingin membantu sang istri untuk bergantian menjaga Maira. Dia paham betul jika menjadi ibu rumah tangga sama capeknya. Malah lebih capek ibu rumah tangga yang harus mengerjakan semuanya.
Aira pun segera mengambilkan nasi untuk Mario serta sayur dan lauknya. Tidak lupa ia juga sudah menyiapkan makanan untuk Maira. Nasi tim dengan sayur brokoli dan wortel. Ia juga menambahkan ikan salmon di dalamnya.
"Mama juga harus makan loh. " Pinta Mario setelah melihat makanan yang sudah tertata di piringnya.
"Siap papa, mama nanti pasti makan setelah selesai nyuapin Rara dulu. Mas makan dulu aja ya. " Jawab Aira.
"Ayo baca do'a dulu sayang. " Ucap Aira kepada sang putri. Dia pun mengangkat kedua tangan Maira untuk membimbing berdoa.
"Allahumma baarik lanaa fiimaa rozaqtanaa wa qinaa 'adzaa bannaar."
Artinya: "Ya Allah, berkahilah kami dalam rezeki yang telah Engkau berikan kepada kami dan peliharalah kami dari siksa api neraka."
Mariopun ikut tersenyum melihat senyuman di wajah kedua wanita berbeda usia di hadapannya. Kedua wanita yang sudah melengkapi hidupnya.
"*Terimakasih Ya Allah Engkau sudah menciptakan kedua wanita ini di dalam hidupku."...
__ADS_1
*****
Assalamu'alaikum, selamat siang teman2. Mohon maaf udah lama banget author nggak up karena kmrn sempat sakit dan kemudian ada trouble dengan aplikasi noverltoon di hpku. Dan akhirnya nggak bisa nyari ide buat lanjutin ceritanya. Sekali lagi maafin author yaπππ’π’*