
Happy Reading....
🌿🌿🌿🌿
Brmmmmm....
Suara sepeda motor lewat di dekat Aira.
"Ya Allah itu di siapa yang jatuh di depan. " Ucap salah satu petugas. diapun segera menstandart sepeda motornya dan segera berlari ke arah wanita yang sedang duduk di jalan dengan memegang perutnya.
"Bu Aira.... " Teriak om ?
Agung salah satu anak buah dari Mario.
"Ya Allah bu. Kenapa seperti ini. " Ucap dia kembali dengan mendekati Aira yang masih terduduk lemas di baku jalan.
"O..... om tolong saya dan anak saya om. " Pinta Aira dengan wajah yang sudah lemah.
"Ibu kok berdarah di kakinya. Ya Allah. " Ucap om Agung kembali dengan paniknya.
"Tolong.... tolong.... tolong. " Om Agung pun berteriak sekencang-kencangnya untuk meminta pertolongan.
"Sam, loe dengar suara minta tolong nggak." Ucap salah satu prajurit disana.
"Ia ni, gue dengar juga. Kayaknya arahnya dari sana. " Jawab temannya.
Mereka bertiga pun segera meletakkan alat kebersihan mereka untuk menuju ke sumber suara yang meminta tolong.
"Ada apa bang. " Ucap beberapa junior om Agung yang mendengar teriakannya. Mereka yang sedang membersihkan asrama berlari meninggalkan pekerjaan mereka.
"Samsul, Rian dan Dodi tolong bantu saya. Ini bu Aira istri Dan Mario mengalami pendarahan. " Jawab bang Agung dengan wajah khawatir
"Ya Allah. Bang ayo segera bawa ke rumah sakit bang. Kasihan ibu. " Ucap Rian.
"Ya udah bentar saya cari mobil dulu bang. " Samsul pun berlari untuk mencari mobil.
"Bentar ya bu, sabar dulu. Sebentar lagi kami bawa ibu ke rumah sakit. " Ucap bang Agung menenangkan.
. "Tolong bang, perut saya sakit. Hiks..... " Airapun merintih kesakitan.
5 menit kemudian, Samsul sudah membawa mobil. Rian, Bang Agung dan Dodipun segera membopong tubuh Aira ke dalam mobil.
"Tolong kalian kabarin Dan Mario tentang istrinya. Saya dan Samsul akan membawa ibu ke klinik terdekat. " Ucap Bang Agung sebelum mobil berjalan.
"Baik bang, sekarang abang bawa dulu ibu. Kasihan beliau. " Jawab Rian.
Samsulpun segera menghidupkan mesin mobilnya untuk segera membawa Aira ke klinik. Dia pun panik dan mengendarai mobil dengan kecepatan penuh.
__ADS_1
. "Sabar ya bu, sebentar lagi sampai rumah sakit. " Ucap bang Agung menenangkan. Dia pun terpaksa duduk di samping Aira untuk memberikan semangat kepada Aira. Airapun hanya mengangguk karena ia merasakan sakit di perutnya.
Setelah 10 menit, akhirnya mobil sudah berhenti di depan pintu masuk klinik.
"Tolong.... tolong ada ibu yang mau melahirkan. " Om Agung pun berteriak untuk meminta bantuan ke bagian medis setelah turun dari mobil.
Dua perawat yang mendengarpun segera mengambil brankar dorong untuk membawa pasien.
Setelah brankar ada di depan pintu penumpang, Om Agung mengangkat Aira dengan pelan untuk di tidurkan di atas brankar.
"Dok.... dokter Aira. " Ucap salah satu perawat yang kaget ternyata pasien itu adalah Aira.
Mereka pun segera mendorong bankar dengan di bantu om Agung. sedangkan Samsul memarkirkan mobilnya terlebih dahulu.
"Dokter Rahma, tolong dokter Aira mengalami pendarahan. " Panggil salah satu perawat yang melihat dokter Rahma melintas di sana.
"Ya Allah dokter Aira. " Teriak dokter Rahma yang kaget dengan keadaan Aira.
"Tol.... long saya dokter dan anak saya. Perut saya sa...... kit. " Aira semakin merintih dengan suara yang serak karena menangis. Rasanya tubuh dan perutnya yang amat sakit hingga diapun menangis.
"Pasti dokter Aira, kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk anda dan bayi anda. " Dokter Rahma pun menjawab memberikan semangat untuk Aira.
"Tolong Sus, kita bawa ke ruang persalinan. " Pintar dokter Rahma.
"Baik dokter. " Jawab kedua perawat tersebut. Merekapun mendorong banker menuju ke ruang persalinan. Sedangkan Om Agung membantunya. Setelah sampai di depan pintu bersalin, om Agung berdiri di depan pintu.
"Selamat pagi Dan. Maaf saya ingin mengabari Dan Mario jika istri Dan mengalami pendarahan dan sekarang di bawa bang Agung dan Samsul ke klinik. " Ucap Rian yang sedang menghubungi Mario.
"Apa????? " Mariopun berteriak karena kaget mendengar kabar buruk ini. Tadi pagi istrinya masih sehat saja sebelum dia tinggal, tapi belum ada sejam ia tinggal ada kabar buruk yang harus ia Terima.
"Kamu jangan bohong. " Mario masih belum percaya.
"Siap Dan, benar Dan istri anda sedang di bawa ke klinik ******. Silahkan Dan Mario bisa me ngecek di sana.
" Baik Terima kasih. "
"Kenapa Suh? " Tanya bang Lukman satu angkatan dengan Mario.
"Istriku Suh mengalami pendarahan. Tolong saya berhenti di sini saja. Saya ingin segera menemui dia. " Pinta Mario kepada temannya. Saat ini mereka sedang berada di mobil menuju tempat latihan. untung dia masih berada di dekat Asrama belum terlalu jauh perjalanannya.
"Tolong berhenti dulu. " Pinta bang Lukman.
Mobil pun terhenti. setelah mengambil tasnya, Mario segera turun dari mobil.
"Semoga istrimu baik-baik saja Suh. Nanti biar aku yang bang dengan Dan Rahmat. " Ucap Lukman.
"Terimakasih Suh. " Balas Mario dengan wajah lesunya.
__ADS_1
Mariopun segera mencari ojek untuk mengantarkan dia menuju ke klinik dimana istrinya di bawa.
Nasib masih berpihak dengannya. Tak berselang lama, ada tukang ojek yang melintas di depannya. Dia pun segera mencegat dan meminta untuk mengantarkan dirinya sesegera mungkin.
Tak butuh waktu terlalu lama, perjalanan menuju klinik hanya membutuhkan waktu 15 menit karena si bapak ojek berjalan dengan kecepatan tinggi.
"Terimakasih pak. " Ucap Mario dengan menyerahkan 2 lembar uang berwarna merah.
"Loh pak kebanyakan ini. " Jawab si tukang ojek.
"Nggak papa pak. Bapak sudah menolong saya. " Balas Mario.
"Alhamdulillah pak. semoga istri dan anak bapak selamat pak. " Do'a si bapak ojek dengan tulus. Di dalam perjalanan, Mario sempat bercerita tentang keadaan istrinya sehingga si bapak mengebut untuk mempersingkat waktu.
Mariopun berlari ketika masuk kedalam klinik. Dia tidak melihat orang yang berjalan di depannya. Dia hanya meminta maaf dan langsung melanjutkan jalannya untuk segera sampai di depan ruang bersalin. Hati dan pikirannya sangat kalut. Dia ingin segera mendengar dan melihat keadaan sang istri tercinta.
"Bang Agung. " Panggil Mario dengan nafas yang ngos-ngosan.
"Dan, akhrinya dan Rio datang. Istri anda sedang di tangani di dalam. " Jawab om Agung yang sedikit tenang dengan kedatangan Mario.
"Saya coba masuk keda..... " Ucapan Mariopun terpotong ketika pintu ruang bersalin terbuka.
"Keluarga dokter Aira. " Panggil dokter Rahma yang keluar dengan wajah paniknya.
"Ya dokter, bagaimana dengan istri saya. " Jawab Mario dengan gusar.
"Maaf bapak, istri anda harus segera di operasi karena dokter Aira mengalami pendarahan. Kemungkinan tadi terjadi benturan hingga membuat dokter Aira pendarahan. " Jelas dokter Rahma.
Deg.....
Mario seperti di hantam batu karang besar ketika mendengar keadaan sang istri. Mengapa Aira bisa mengalami benturan, apa yang terjadi sebenarnya dengan dirinya. Mariopun semakin kalut dengan keadaan sang istri.
"Tolong lakukan segera dokter. Tolong selamatkan istri dan anak saya. " Mariopun menjawab dengan badan yang lemas Rasanya sudah tidak ada tenaga lagi di tubuhnya. Hingga kedua kalinya pun tak dapat menopang badan Mario. Dia bersandar di dinding ruangan dengan tubuh merosot ke bawah.
"Baik kami akan segera membawa dokter Aira ke ruang operasi. Tolong anda segera melengkapi persyaratan administrasi. " Pinta dokter Rahma.
"Baik dokter. "
Dokter Rahmapun segera memerintahkan beberapa perawat untuk menyiapkan ruang operasi. Karena klinik ini besar dan peralatannya yang memadai sehingga ada ruang operasi juga.
"Sabar Dan, pasti ibu dan anak Dan Mario kuat. " Om Agung pun menepuk bahu atasannya untuk memberikan semangat. Dia tahu bagaimana perasaan Mario karena dulu adiknya meninggal ketika berjuang untuk melahirkan keponakannya. sampai adik iparnya pun harus mengalami depresi.
"Terima kasih bang. Saya harap istri dan anak kami selamat " Ucap Mario dengan penuh harap.
Tak berselang lama, bankar yang berisi Aira di dorong beberapa perawat untuk di bawa ke ruang operasi. Aira sudah tampak memejamkan matanya. Mario dan om Agung pun mengikutinya setelah Mario menyelesaikan administrasi.
"*Ya Allah tolong selamatkan istri dan anak saya. Jangan biarkan saya kehilangan mereka berdua. ".... .
__ADS_1
🌿🌿🌿🌿*