
Happy Reading...
*****
Hap.......
"Itu orangnya. " Tunjuk Joni setelah melihat orang yang cari.
Mario dan Doni pun menengok ke arah orang yang di tunjuk Joni.
Deg....
"Dia.....? " Mario sontak kaget ketika Joni menunjuk seseorang yang sangat ia kenal. Bahkan orang itu selalu rambut terhadapnya.
"Iya Dan, dia orangnya. " Balas Joni kembali.
"Kamu punya masalah dengan dia Dan? " Tanya Doni dengan memperhatikan orang tersebut secara seksama.
"Dia Sertu Reymond. Dia satu kompi dengan ku. Dan selama ini aku tak pernah punya masalah dengan dia. " Balas Mario dengan menghela napas. Dia tak menyangka jika orang yang selalu ramah dengannya tapi saat ini yang ingin menghancurkan hubungannya dengan Aira.
"Mungkin Kamu memang merasa tidak ada masalah, tapi kita tidak tahu apa yang membuat dia melakukan semua itu. " Ucap Doni dengan menepuk pundak Doni untuk menenangkan.
"Huh.... " Mario menghela napas dalam-dalam
"Entahlah." Balas Mario dengan wajah sendu
"Kalau begitu saya permisi dulu Dan, semoga permasalahan komandan segera selesai. " Ucap Joni sebelum pamit untuk melanjutkan tugasnya.
"Iya bang Joni, Terima kasih informasinya. " Balas Doni dan Mario bersamaan.
Joni pun menganggukkan tangannya dengan tersenyum tipis sebelum pergi. Sedangkan Mario dan Doni masih berdiri di tempat semula.
"Kita tunggu Alex dulu, coba minta pendapat kepadanya. " Saran Doni dengan mendudukkan dirinya di atas batu.
"Yah, kamu benar. Aku akan coba cari info terlebih dahulu apa yang menyebabkan dia seperti itu. " Bapas Mario dan kemudian ikut mendudukkan tubuhnya di samping Doni.
Tak berselang lama, Alex pun menghampiri Doni Mario.
"Dan, aku belum dapat info. " Ucap Alex setelah tiba.
"Kalau datang itu ucap salam dulu yang bener, nggak langsung nylonong bicara. Ngagetin saja. " Sindir Doni.
Alex pun hanya nyenyir kuda tanpa rasa bersalah.
"Gue dan Dan Mario udah tahu siapa pelakunya. " Celetuk Doni kemudian.
"Beneran? " Tanya Alex. "Siapa Don pelakunya? " Alex pun bertanya kembali.
__ADS_1
"Gue pingin ijek-ijek tu orang. " Tambah Alex kembali.
"Kalau nanya satu-satu kali. "
"Ya maaf, kan gue kaget bos. " Ucap Alex dengan cengiran.
Mario hanya menggelengkan kepalanya melihat kekonyolan dari dua sahabatnya. Tapi matanya tak lepas dari seseorang yang di laporkan oleh Joni salah satu rekan Doni.
"Tu coba kamu lihat di depan. " Pinta Doni kepada Alex.
"Yang mana? " Tanya Alex dengan menurutu kemauan Doni melihat ke depan.
"Lihat aja di depanmu pas. " Pintar Doni kembali.
"Mana, itu adanya Sertu Reymond sama rekan-rekanmu. " Balas Alex dengan terus memperhatikan arah depan. Dia masih belum ngeh dengan apa yang di maksud Doni.
"Jangan bilang jika orangnya dia? " Tunjuk Alex yang juga kaget.
Doni menganggukkan kepalanya.
"Bushed dah, tu anak masih dendam aja. " Jawab Alex dengan spontan.
"Dendam? " Tanya Mario dan Doni bersamaan.
"Dendam bagaimana maksudmu? " Tanya Mario memastikan.
"Gue belum pernah cerita ya. " Ucap Alex dengan menggaruk kepalanya.
"Okey gue cerita. "
"Ya cepet cerita kali. " Desak Doni nggak sabaran.
"Sabar kali, gue juga butuh oksigen dulu. " Sangkal Alex.
Doni pun hanya mendengus melihat Alex..
"Gimana masih mo dengerin aku cerita nggak? " Tanya Alex.
"Udah deh nggak usah lebay. Ni gue udah siap dengerin." Sanggah Doni dengan gemas.
"Wkwkwkwk..... Marah... marah. " Ucap Alex menggoda Doni. sedangkan Mario masih setia menanti Alex cerita.
"Kejadian itu sudah lama, sepertinya 1 tahun yang lalu. " Alex pun mulai bercerita.
Mario pun mengerutkan dahinya.
"Dulu aku sempat dengan si Reymond ini suka sama Wadanyon di Batalyon. "
__ADS_1
"Maksudnya Dan Arif? " Tanya Mario memastikan. Sedangkan Doni hanya menyimak karena dia tidak mengenal.
"Iya beliau Dan Arif. Dan adiknya Sella yang bekerja di salah satu bank swasta." Jelas Alex.
"Terus hubungannya dengan ku apa? " Mario pun masih belum paham.
"Aku juga nggak tahu pasti Tapi aku pernah dengar jika si Reymond itu suka sama Sella. Sampai-sampai dia melakukan segala cara agar bisa dekat dengan dia. Sella itu wanita yang cantik dan bodynya tu sweet kayak gitar Spanyol yang aduhai. " Jelas Alex kembali dengan memperagakan bentuk gitar yang ia maksud.
"Sontoloyo, otak Omes. " Ucap Doni dengan menonyor dahi Alex.
"Halah, dirimu pasti juga suka kalau di suguhin pemandangan kayak gitu. " Balas Alex dengan mengelus dahinya yang ternyata lumayan sakit akibat tonyoran dari Doni
"Wes nggak usah bahas itu, sekarang lanjut ceritanya. " Ucap Mario dingin memisahkan temannya. Dia ingin segera tahu permasalahan yang sebenarnya.
"Okey.... okey gue lanjut. " Balas Alex kembali dengan mengambil napas dalam sebelum melanjutkan cerita.
"Dia kan cantik banyak tu yang naksir. Tapi yang paling ketara itunya si Reymond. Dan yang mungkin buta si Reymond benci dan iri sama kamu Dan, gue pernah denger bisa benar atau salah. Ada yang bilang jika si Reymond patah hati karena dia di tolak mentah-mentah sama Sella. Dan yang paling menyakitkan kata-katanya yang menghina dia. Dan yang paling parah lagi katanya dia di bandingkan dengan dirimu Dan. Baik dari segi fisik maupun jabatan. " Jelas Alex kembali.
"Kamu nggak pernah dengar masalah ini Dan? " Tanyan Doni kepada Mario.
. "Aku nggak pernah dengar masalah ini. Dan menurutku hal ini nggak penting buat di urusin. " Jawab Mario dengan datar.
"Ya mana mungkin dia ngurusin hal ini, dia tu kalau di kompi paling anti dengan masalah percintaan. Yang ia lakukan cuma bekerja dan bekerja. Mana ada dia dengerin kabar kayak gini. " Sindir Alex. Dia tidak kaget dengan karakter temannya.
"Cckk.... pasti ni komandan loe di sana kayak es batu dah. " Sindiran Doni juga.
Dan Alex pun mengacungkan 2 jempolnya ke arah Doni.
"Dan Menurut gue ya, mungkin dia masih punya rasa sakit hati sama kamu Dan. " Celetuk Alex.
"Sakit hati karena si Sel..... " Ucap Mario yang sulit menyebut nama.
"Sella." Alex membenarkan.
"Yah itu lah, mo Sella on seven, Sella siapa itu. Akun kan nggak ada hubungan ma dia. Kenapa dia sakit hati ma diriku? "
"Ya mungkin, Reymond merasa kalau karena dirimu yang wajah lebih okey kamu, karir juga bagusan kamu dan masalah wanita yang dia sukai malah menyukaimu. Makanya dia dendam karena iri dengan mu. " Jelas Doni.
"Betul itu Dan perkataan Doni. Menurutku juga seperti itu. " Tambah Alex.
"Huh..... " Mario pun menghela napasnya yang terasa berat. Dia sudah bersikap dingin pun tak pernah mencari masalah, masih ada aja orang yang memusuhinya.
"Coba nanti aku tanya dia baik-baik dan minta ia jujur kenapa dia membenciku, padahal setiap ketemu juga fine-fine saja. " Putus Mario.
"Nanti kami ikut mendampingi. Takutnya malah ada bangku hantam lagi. Malu sama tempat. " Celetuk Doni.
"Yah, itulah cinta bisa membutakan segalanya.......
__ADS_1
**"**
Maaf ya kemarin nggak up karena kemarin sedang ada acara. Dan hari ini nggak bisa up banyak badan lagi capek banget dan jadi nggak bisa nyari ide.