Cinta Monyetku

Cinta Monyetku
Hadiah untuk ayah dan bunda...


__ADS_3

Happy Reading....


🌿🌿🌿🌿


"Tapi adik ingin beli sayur mas buat makan siang kita. " Ucap Aira. Dia sampai lupa dengan sayuran yang ingin dia beli karena di hadang oleh Jasmine.


"Biar nanti mas yang beli saja. Adik juga belum pulih betul. jadi, perbanyak istirahat dan biarkan mas saja yang berbelanja. "Pinta Mario. Dengan sabar dia merangkul pundak sang istri untuk ia ajak pulang ke rumah. Moodnya untuk menyelesaikan pekerjaan pun sirna karena Jasmine yang ingin menyakiti sang istri. Di dalam perjalanan pulang pun Mario masih tidak tenang. Dia masih mencari cara bagaimana menghentikan kegilaan Jasmine. Sama juga dengan Aira, dia juga sedang sibuk dengan pikirannya sendiri. Dia merasa was-was dengan ancaman yang di berikan Jasmine.


" Sepertinya aku minta pendapat Alex saja untuk menyelesaikan masalah ini "Batin Mario yang masih setia merangkul sang istri.


" Apa aku harus minta bantuan ayah ya, tapi mas Rio tidak mau. Apa aku harus bilang diam-diam saja tanpa sepengetahuan mas Rio. "Aira pun sama sedang berperang dengan hatinya.


Sampai mereka berdua tidak sadar sudah berada di depan rumah karena sedang bergelut dengan pikiran mereka masing-masing.


" Dek, adik sekarang istirahat saja. Biar mas yang beli sayur dan lainnya. Mas tidak ingin adik bertemu wanita itu lagi dan akan berbuat nekat sama adik. "Ucap Mario memberikan pesan kepada Aira. Mario sampai tak ingin menyebut nama Jasmine dengan mulutnya.


" Iya mas, ini Aira juga agak capek banget. "Jawab Aira yang menuruti perkataan sang suami. Dia pun tak berbohong jika dia memang merasa lelah mungkin efek dari kehamilan muda ini.


" Ya udah, mas kembali bekerja dulu sekalian beli belanjaan yang ingin di beli adik tadi. Nanti makan siang, mas beliin dulu sekalian. "Mario pun pamit kembali untuk menyelesaikan pekerjaannya.


. Aira pun menganggukkan kepalanya. Setelah memastikan istrinya istirahat, Mario berjalan keluar rumah untuk kembali bertugas. Dia berjalan kaki karena sepeda motornya ia tinggal di kantor. Jarak rumah dan kantor juga dekat sehingga tak masalah untuk Mario sekalian dia ingin mampir ke tempat sayur.


"Semoga abang sayurnya masih ada. " Harapan Mario.


**


Haripun berganti. Dan hari Sabtu yang di nantikan Aira pun tiba. Aira dan Mario sudah berencana datang ke rumah orang tuanya. Tidak hanya untuk merayakan ulang tahun pernikahan ayah Irsyad dan bunda Salma, tapi mereka berdua berencana untuk memberikan kabar gembira tentang kehamilannya.


Untuk sesaat mereka melupakan sejenak permasalahan dengan Jasmine. perempuan itu masih saja berbuat ulah, seperti membuat fitnah kepada Aira di lingkungan asrama. Dia membuat cerita jika Aira bukanlah wanita yang benar-benar alim. Entah itu memang kebetulan atau hari naas buat Aira, setelah sehari izin tidak bekerja Aira pun mulai melaksanakan pekerjaannya kembali meskipun keadaannya belum terlalu fit.


Siang itu, setelah memeriksa pasien Aira berniat untuk membeli makanan siang di kantin. Di masa awal kehamilan ini, Aira sedikit mengalami morning sickness sehingga membuat dia tidak bisa membuat sarapan ataupun bekal untuk dirinya. Sehingga siang ini dia menuju kantin untuk membeli makanan. Tak disangka, Aira merasa pening dan badannya terhuyung hampir jatuh ke lantai jika tidak ada orang yang menahannya.


"Dokter Aira tidak apa-apa? " Tanya dokter Marko salah satu dokter muda di klinik yang kebetulan berada di belakang Aira untuk menuju kantin juga.


"Eh maaf dok, saya sedikit pusing saja. " Jawab Aira yang merasa tak enak. Dia pun perlahan-lahan berdiri kembali. Tapi malang buat Aira, ternyata ada orang yang memotret dirinya ketika berada di pelukan dokter Marko yang membantu dirinya.


"Jika dokter sakit, lebih baik izin aja dok. Itu juga wajah dokter tampak pucat. " Saran dokter Marko.

__ADS_1


"Iya dok Terima kasih. Kalau begitu saya kesana dulu. " Pamit Aira yang tidak jadi menuju kantin. Diapun kembali lagi ke ruangannya. Airapun segera menghubungi suaminya untuk menjemput karena dia merasa tidak sanggup untuk melanjutkan pekerjaannya. Tadi pagi, Aira di antar sang suami. Untung dia langsung menghubungi Mario sehingga Mari bisa tahu keadaan Aira, jadi Mario tidak percaya dengan foto yang sedang viral beredar di grup ibu-ibu asrama. Dia tidak termakan gosip karena memang sangat istri sakit dan tidak sengaja berada di pelukan laki-laki lain.


"Beneran mas, Aira tidak bermaksud seperti itu. Tadi Aira pusing dan tubuh adik terhuyung ke belakang. Untung ada dokter Marko jika tidak nggak tahu bagaimana keadaan adik tadi . " Ucap Aira menjelaskan dengan menangis. Dia sempat shock ketika ada salah satu ibu di asrama yang mengirimkan foto dirinya. Karena bu Sinta salah satu teman Aira disana tak terlalu percaya, maka ia bertanya ke Aira.


"Iya dek mas percaya sama adik. Apalagi tadi mas tahu keadaan adik jadi mas tak akan termakan dengan fitnah tersebut. " Jawab Mario dengan menenangkan Aira. Dia pun menarik sang istri ke dalam pelukannya. Dia tidak ingin sang istri kepikiran dengan fitnah ini dan akan berdampak ke calon anak mereka.


"Pasti ini ulah perempuan itu. " Batin Mario


**


Mario mengendarai mobilnya menuju ke rumah mertuanya. Di dalam mobil, Aira tampak diam. Meskipun dia berucap tak memikirkan fitnah itu, tapi hatinya berbeda. Dia merasa risih karena ada beberapa ibu-ibu yang menyindirnya.


Aira menengok ke arah sang suami setelah tangan kekar Mario menggenggam tangan Aira. Mario pun tersenyum memberikan kekuatan untuk Aira. Dengan terpaksa Aira pun membalas senyuman sang suami.


Mobil pun berhenti di depan rumah Aira setelah penjaga membuka gerbang rumah.


"Adik jangan sedih lagi ya, mas tidak ingin nanti ayah dan bunda kepikiran. " Pinta Mario.


"Iya mas. " Jawab Aira.


Airapun tersenyum tipis untuk menutupi kegelisahan hatinya untuk merayakan kebahagiaan kedua orang tuanya.


"Waalaikum salam. " Jawab ayah Irsyad, bunda Salma dan Shakila serempak.


"Wah kakak sudah datang ya. " Ucap bunda Salma yang menghampiri anak dan menantunya.


"Iya bunda, selamat ulang tahun pernikahan ke 22tahun bunda. " Airapun menyambut pelukan dan bunda dan tidak lupa ia mengucapkan selamat untuk bunda Salma.


"Terima kasih kakak. " Balas bunda Salma dengan raut bahagia.


Mereka bertiga pun menuju ke sofa untuk bergabung. Tidak lupa Aira dan Mario menyapa sang ayah dengan mencium tangan ayah Irsyad. Dan bersalaman dengan Shakila.


"Sehat kak. " Ucap ayah Irsyad kepada Aira.


. "Alhamdulillah yah. " Jawab Aira dengan tersenyum tipis.


. "Oh ya bunda ini tadi kakak mampir ke toko bakery kesukaan bunda dan Illa. " Ucap Aira dengan menyerahkan paper bag berisi kue kesukaan bunda Salma dan Shakila.

__ADS_1


"Wah kakak tahu aja adik lagi pingin makan cheese kak ini. " Shakila pun kegirangan mendapatkan kue kesukaannya.


"Iya dong, siapa dulu kakaknya. " Jawab Aira yang sedikit lupa dengan permasalahannya setelah berkumpul dengan keluarga.


"Ayah dan bunda, kakak punya kabar buat ayah, bunda dan Illa. " Ucap Aira kembali.


. "Kabar apa kak? " Tanya ayah Irsyad yang penasaran.


. Airapun menoleh ke arah sang suami dengan tersenyum. Mario yang paham dengan kode yang di berikan istrinyapun menganggukkan kepalanya.


"Sebentar lagi ayah dan bunda akan menjadi kakek dan nenek. " Airapun memberikan sebuah amplop berisi foto USG Aira.


Deg...


"Benar kah nak? " Ayah Irsyad pun bertanya untuk memastikan.


"Iya yah. " Jawab Aira.


Ayah Irsyad dan bunda Salma pun membuka amplop tersebut dan beliau menitikkan air matanya karena mendapat kado terindah di ulang tahun pernikahan mereka.


"Selamat nak. " Ucap bunda Salma dengan memeluk Aira putri sambungnya.


. "Terimakasih sudah memberikan kado terindah buat kami nak. " Ayah Irsyad pun tak mau kalah. Beliau pun memeluk putri sulungnya.


"Iya ayah, kakak juga bahagia bisa membuat ayah dan bunda bahagia. " Jawab Aira.


"Selamat Rio sebentar lagi kamu jadi ayah. Ayah minta tolong, tolong jaga putri dan calon cucu ayah. " Ayah Irsyadpun berganti memberikan ucapan selamat untuk Mario.


"Siap ayah, pasti Rio akan menjaga Aira dan calon anak kita dengan baik. " Balas Mario.


"Wah sebentar lagi aku jadi aunty cantik dong kak. Illa udah nggak sabar menanti kelahirannya anak kakak. " Shakila si gadis yang akan beranjak remaja ini pun memeluk sang kakak dengan bahagia.


"Tunggu ya aunty, do'ain aku biar sehat selalu di perut mama. " Airapun menjawab dengan suara anak kecil.


Semua orang pun tertawa dengan bahagia. Mereka bersyukur dengan nikmat yang sudah Allah berikan dan titipkan di keluarga mereka.


"*Mbak Aisyah, sebentar lagi kita akan menjadi nenek. Semoga mbak juga bahagia disana. "

__ADS_1


🌿🌿🌿🌿*


__ADS_2