Cinta Monyetku

Cinta Monyetku
Sabar..


__ADS_3

Happy Reading....


"Aku janji dek akan mencari kebenarannya. " Ucap Mario dalam hatinya.


Setelah Aira menghapus air matanya, Aira dan Mario segera meninggalkan tenda. Aira pun pamit kepada Mario untuk segera berkemas-kemas barangnya sebelum ia harus pulang bersama sang ayah.


Dengan berderai air mata, Aira bergegas mengemasi baju beserta barang lain di dalam koper. Ia tak mau jika terlalu lama akan menambah kemarahan sang ayah. Dia hanya bisa pasrah dan sabar dengan cobaan yang sedang ia dan Rio hadapi.


"Tadi loh dok, ada pak polisi yang curi-curi pandang ke dokter. " Ucap Jenni kepada Nayla ketika masuk ke tenda.


"Ish apaan sih suster Jenni. Paling suster salah lihat. " Sangkal Nayla yang masih fokus mengobrol dengan Jenni dan belum sadar jika ada Aira di dalam.


"Tapi.... " Ucapan Jenni tertahan ketika melihat Aira mengemasi bajunya dalam koper.


"Loh... loh ini dokter Aira mo kemana? " Tanya Jenni yang kaget.


Nayla pun menengok ke depan dan juga sama kagetnya yang melihat Aira sedang mengemasi bajunya.


"Loh , Ai kamu kemana kok mengemasi baju-bajumu ke koper. " Tanya Nayla yang sama paniknya. Apalagi dia melihat sahabatnya menangis.


Aira pun berhenti sejenak dan menghambur ke pelukan Nayla.


"Hiks.... hiks... Nay, ayah marah sama aku. Ayah... minta aku untuk ikut pulang sama dia. " Jelas Aira.


"Ayah marah kenapa Aira? " Tanya Nayla tidak lupa dia menepuk lembut punggung Aira untuk menenangkan.


"Iya Dok, Dokter Aira ada apa kok menangis? " Jenni yang penasaran juga ikut bertanya. Dia menghampiri Aira dalam d


pelukan Nayla. Dia juga ikut mengelus lembut pundak Aira.


"Aku dan Letnan Mario di fitnah. Ada yang mengirim foto kepada ayah. Dan foto itu di ambil ketika kami duduk dekat bersebelahan. Dan posisi kami tak menguntungkan, jika orang lain melihat pasti akan berfikir yang tidak-tidak. " Jelas Aira.


"What? " Maksud kamu letnan Mario yang datar dan dingin itu? " Tanya Nayla yang kaget. Sedangkan Jenni bersikap biasa saja karena sudah tahu akan hubungan Aira dan Mario.


Aira pun menganggukkan kepalanya.


"Jangan bilang kalau letnan Mario laki-laki yang baru dekat sama kamu hingga beberapa hari ini membuat kamu tersenyum sendiri? " Nayla pun memastikan kebenarannya.


Sebelum Aira menjawab sudah di sela Jenni.


"Ish dokter Nayla ini, nggak penting untuk saat ini bahas bagaimana hubungan dokter Aira dan letnan Mario. Yang terpenting saat ini siapa yang sudah ngirim foto itu kepada ayahnya dokter Aira. " Ucap Jenni.

__ADS_1


"Benar katamu, kok ada yang tega buat fitnah sekeji itu. Aku yang dulu pernah memusuhimu, nggak pernah kepikiran untuk berbuat jahat seperti ini. Cukup aku saja yang memalukan diriku dengan mengejar-ngejar dokter Kevin." Jelas Nayla yang sedikit murung ketika mengingat masalah kemarin.


"Ini lagi malah ikut ingat masa lalu, di pending dulu itu. Sekarang kita harus membantu dokter Aira. "


"Aku harus segera berkemas, ayah ngasih waktu aku 10 menit. Jika tidak segera menemui ayah, beliau mengancam aku untuk resign dari rumah sakit. " Ucap Aira kembali dengan suara sedihnya.


"Sabar, pasti ada jalan. Sekarang kamu ikuti keinginan ayah mu terlebih dahulu, kami disini akan membantu siapa dalang dari orang yang sudah mengirim foto tersebut. " Nayla pun menenangkan Aira kembali.


"Terima kasih, aku tidak tahu jika tidak ada kalian bagaimana aku menghadapi masalah ini " Ucap Aira dengan memeluk Jenni dan Nayla.


"Itulah gunanya teman, jadi jangan sedih lagi ya? " Pinta Nayla.


Aira pun menganggukkan kepalanya. Setelah berpamitan kepada teman-temannya, Aira pun segera bergegas menuju mobil ayahnya. Dengan menarik kopernya, Aira berusaha menahan tangisannya. Ia tak menyangka jika menjadi relawan di tempat ini, ia bisa menemukan cinta monyetnya kembali. Tapi ia juga merasa sedih karena di tempat ini juga Ia tidak bisa menyelesaikan tugasnya dengan baik. Dia memandangi tenda yang berjajar di depan matanya. Ingin rasanya ia menumpahkan kesedihannya dengan menangis.


"Dek... " Panggil Mario yang mengikuti Aira sampai depan.


Aira pun menengok ke arah Aira. Aira pun tersenyum untuk menutupi kesedihannya.


"Sabar ya dek, mas akan berusaha mencari kebenaran dan membuktikan jika kita tidak bersalah kepada ayah adek. " Ucap Mario yang juga ikut menenangkan Aira.


Aira pun hanya menganggukkan kepalanya. Rasanya ia sudah lemas untuk menyuarakan suaranya.


"Mas, Aira pamit ya. Mas jaga kesehatan. Entah Aira tak tahu bisa bertemu mas lagi apa tidak. Hari ini Aira mo ngikutin kemauan ayah dulu. " Pamit Aira.


"Mas, akan ingat pesan adik. Dan mas pastikan kita akan segera bertemu dek, dan di saat pertemuan kita selanjutkan mas akan berusaha agar kita mendapat restu dari orang tua adik. Mas tidak akan menyerah lagi dengan keadaan. " Ucap Mario kembali menguatkan Aira.


"Makasih mas, Aira tunggu janji mas. " Jawab Aira.


"Aira masuk. " Teriak Irsyad yang sudah berada di dalam mobilnya.


Ada beberapa orang yang melihat Aira merasa heran. Karena dengan mendadak Aira akan meninggalkan tempat bencana. Padahal ini belum waktunya.


Disana, juga ada Jenni dan Nayla yang memperhatikan komunikasi terakhir antara Aira dan Mario. Di sisi lain, juga ada Alex dan Doni yang memperhatikan mereka.


Ke empat orang tersebut ikut merasakan kesedihan yang dialami pasangan baru tersebut.


"Don, aku kasihan lihat Dan Mario. Baru juga merasakan kebahagiaan, tapi ada lagi cobaan yang harus mereka hadapi. " Ucap Alex dengan wajah sendu. Dia sudah sangat bahagia melihat sahabatnya yang tak pernah senyum akhirnya bertemu dengan kebahagiaannya. Wajah cerah dan senyuman yang tak pernah pudar ketika Mario dan Aira dekat kembali.


"Benar Lex, aku juga merasa kasihan untuk mereka. Banyak banget cobaan yang harus mereka lalui. " Tambah Doni.


"Semoga kedepannya, mereka akan tetap bersama dan bisa membangun keluarga yang bahagia. " Do'a Alex.

__ADS_1


"Amin." Doni pun mengamini do'a yang terlontar dari Alex. Sesedeng sedengnnya mereka, mereka mempunyai rasa empati yang besar terhadap sahabatnya.


"Kita harus bantu Dan Mario untuk mencari tahu siapa yang telah mengirim foto fitnah itu. " Tekad Alex.


"Pastinya, aku pingin menghajar dia tanpa ampun jika ketemu orangnya. " Doni pun meluapkan kekesalannya dengan meremas pundak Alex.


"Eh, ngapain loh malah jadiin bahu gue pelampiasan. Sakit Doni. " Protes Alex yang merasakan sakit di pundaknya akibat ulah Doni.


"Maaf... maaf Lex, namanya juga gemes aku ma orang dungu yang nggak punya otak. " Ucap Doni. Doni pun mengelus lembut bahu Alex yang tadi ia gunakan sebagai pelampiasan. Sedangkan Alex hanya memutar matanya karena jengah dengan kelakuan si Doni.


Dengan di bukakan ajudan sang ayah, Aira pun masuk kedalam mobil sedang tersebut. Dengan wajah lesu, Aira duduk di samping sang ayah. Tapi ternyata, Irsyad malah membuka pintu mobilnya.


Irsyad keluar untuk menemui Mario yang masih setia memandangi sang pujaan hatinya yang sudah masuk kedalam mobil.


Dengan langkah tegak Irsyad berdiri di depan Mario. Mario yang kaget pun memberikan sikap hormat untuk atasannya.


"Saya tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya dengan anda dan putri saya. Jika memang anda tidak merasa bersalah, buktikan dan temui saya di rumah." Ucap Irsyad dengan suara tegasnya.


"Izin komandan, Saya akan buktikan jika memang kami tak bersalah. " Jawab Irsyad dengan tegas pula.


"Saya beri waktu sampai anda selesai bertugas disini untuk mencari bukti tersebut, jika tidak saya pastikan anda tidak boleh bertemu dengan putri saya lagi. " Tambah Irsyad sebelum ia meninggalkan Mario yang masih setia bersikap tegak layaknya bawahan kepada atasannya.


Irsyad pun kembali ke mobil setelah berbicara kepada Mario. Aira yang melihat tak tahu apa yang di bicarakan sang ayah dan pujaan hatinya. Dia hanya bisa pasrah.


Mobil Irsyad pun mulai melaju meninggalkan tempat pengungsian. Mario masih memperhatikan laju mobil sedang hitam yang membawa sang cinta monyetnya menjauh dari pandangan nya.


Sedangkan Aira hanya melihat menundukkan kepalanya tanpa berani melihat ke arah sang ayah. Baru kali ini dia melihat kemarahan sang ayah. Dia hanya bisa menangis dalam hatinya.


"Maafin ayah nak, bukannya ayah tak percaya denganmu, tapi ayah ingin melihat kegigihan dia untuk mendapat restu dari kami. Dulu kamu sudah berjuang tanpa putus asa menemuinya, dan sekarang biarlah dia juga berjuang untuk mendapatkanmu. "


****


Hayo, maen tebak-tebakan dulu ya siapa gerangan yang sudah mengirim foto itu kepada Irsyad. 😱


Kevin kah, atau ada pihak lain?????


Maafin author yang membuat kayak ataupun emak-emak yang setia membaca cerita Aira penasaran. 🤣🤣🤣


Dan info lagi, author udah janji jika mulai Januari cerita Aira akan up tiap hari. Tapi Author nggak bisa pastiin jam berapa Author up, maklum author juga kerja jadi mohon perhatiannya ya. 😇😇😇


Dan jangan lupa cek lagi cerita bunda untuk Aira ya, masih ada kelanjutan cerita untuk Adyan dan Tisha. Tinggalkan vote, like dan comment di sana juga ya. Terimakasih 😇😇😇😇

__ADS_1


__ADS_2