Cinta Monyetku

Cinta Monyetku
Berbicara berdua..


__ADS_3

Happy Reading...


****


" Terimakasih dek mau menerima pinangan saya. "Ucap Mario dengan senyum bahagia.


Budhe Retno dan bunda Salma pun menitikkan air matanya ketika melihat orang yang mereka sayangi menemui kebahagiaannya.


" Lihatlah Adikku Irfan dan Rosa, lihatlah senyuman kebahagiaan putramu yang tak pernah ia tampakkan ketika kalian meninggalkan nya Dan hari ini, kebahagiaan itu terpancar di wajahnya. " Ucap budhe yang melihat ke arah Mario.


Setelah Aira menjawab lamaran dari Mario, budhe Retno pun maju mendekati Aira untuk memasangkan cincin di jari manis Aira sebagai tanda pengikat.


"Nak, Terima kasih sudah mau menerima Rio dan mengembalikan senyumannya kembali." Ucap budhe setelah memasangkan cincin dan memeluk Aira dengan sayang.


"Ia budhe, terimakasih juga budhe sudah mau menerima Aira untuk mendampingi mas Rio. " Jawab Aira dengan berganti memeluk budhe.


"Selamat ya sayang, akhirnya kakak akan bersama dengan seseorang yang kakak cintai. " Bunda Salma pun ikut memeluk sang putri dengan memberikan selamat.


"Terimakasih bunda, Terima kasih sudah merawat Aira selama ini. maafin Aira jika banyak salah sama bunda selama ini. " Jawab Aira dengan memeluk bundanya.


Aira pun bergantian melihat ke arah sang ayah yang tersenyum melihat putri sulungnya.


"Ayah... " Panggil Aira yang menghambur ke pelukan sang ayah.


"Hiks.... hiks...., maafin Aira yah, maafin kakak yang sudah berburuk sangka dengan ayah. " Tangis Aira pecah kembali mengingat dirinya yang salah sangka kepada sang ayah.


"Iya kak, kakak tak salah. Yang salah adalah ayah yang sudah bohongin kakak. " Jawab Ayah Irsyad dengan memeluk sang putri.


"Ayah sedih dan bahagia kak, akhirnya putri yang ayah besarkan sebentar lagi akan menjadi milik orang, dan ayah juga bahagia karena kakak bisa bersanding dengan orang yang kakak cintai. " Ayah Irsyad pun menambahkan.


Ayah dan anak tersebut saling meluapkan perasaan mereka yang saling campur aduk. Oma Ronah dan opa Jaka pun ikut mendekat ke arah Aira. Beliau yang berusia sudah lebih dari 70 tahunan pun mendekat ke cucu tang sejak bayi mereka besarkan.

__ADS_1


"Cucu oma, akhirnya oma bisa melihat cucu oma dan opa menemukan kebahagiaannya. " Ucap oma Ronah dengan memeluk Aira.


"Hiks.... oma, terimakasih oma dan opa sudah datang dan menyaksikan Aira di lamar orang yang Aira cintai " Jawab Aira dengan memeluk oma nya. Sedangkan opanya berada disamping Aira dan ikut menepuk lembut rambut Aira yang tertutup hijab.


Tiba saatnya sahabat serta saudara bawelnya Aina yang ikut maju dengan menggendong Jojo putranya yang berusia 8 bulan.


"Aira sayang selamat ya. Aku bahagia banget kamu akhirnya akan menyusul diriku. " Aina tak kalah untuk memberikan selamat.


"Terimakasih Aina. Berkat do'amu juga akhirnya aku ketemu mas Rio kembali. " Jawab Aira dengan menggoda Jojo dalam gendongan Aina. Jojo yang senang pun tertawa dan ingin menggapai ke arah Aira.


"Jangan ya sayang, sama mama dulu onty Aira lagi nggak boleh gendong Jojo nanti rusak itu dandanannya. " Aina pun berbicara kepada putranya untuk memberikan pengertian bayi tersebut. Jojo pun hanya berguman dengan bahasa bayinya saja.


Setelah menyapa hampir seluruh keluarganya yang datang, Aira bergantian menyapa Alex, Doni, Raisa maupun Mario. Sedangkan Budhe sedang mengobrol dengan bunda Salma, oma dan tante-tante Salma. Keluarga Aira tak memandang remeh siapapun. Mereka selalu welcome kepada siapapun meskipun tak sekaya dari mereka.


Siap ramah mereka membuat budhe merasa nyaman dan enjoy ketika mengobrol.


"Raisya."Panggil Aira dengan mata berkaca-kaca.


Aira pun mendekat ke arah Raisya dan memeluk nya.


"Akhirnya kakak bisa bertemu dengan kamu Sya, kakak ingat terakhir bertemu dengan kamu yang masih berusia anak-anak dan sekarang kamu sudah besar dan cantik. " Ucap Aira kembali.


"Bener tu di, dulu waktu pertama kali bertemu dek Raisya, dia masih culun eh kemarin ketemu dia lagi kok bisa berubah jadi cantik gini. Jadi adem panas ni hati. " Alex pun ikut menambahkan dengan di bumbui modus kepada Raisya.


"Halah modus saja. " Doni pun menonyor Alex.


"Jangan baper dek Raisya, biasa ni makhluk nggak bisa saja ngeluarin gombalannya jika ketemu cewek cantik. " Tambah Doni dengan menyindir Alex.


Aira dan Raisya pun tertawa. Tak terkecuali Mario yang ikut bahagia melihat Aira dengan cepat bisa dekat dengan adiknya. Dia bisa melihat ketulusan dari calon istrinya kepada keluarganya Tak kecuali keluarga Aira yang sangat welcome. Sedangkan pak Rahmat beserta istri sedang mengobrol dengan ayah Irsyad.


"Ehem... Don, dek Raisya. Ayo kita makan dulu aja deh. Kita kasih waktu dulu ni buat calon pengantin. " Ajak Alex yang ingin memberikan ruang dan waktu untuk Aira dan Mario untuk berbicara berdua.

__ADS_1


"Oh ya benar mereka biar bisa mengobrol dulu. " Doni pun menjawab.


Doni, Alex dan Raisya pun pergi meninggalkan Aira dan Mario. Shakila yang melihat Raisya pun ikut bergabung. Shakila yang mudah bergaul pun dia bisa langsung akrab dengan Raisya. Tinggal Adyan yang tak datang ke acara karena dia masih menempuh pendidikannya di militer.


"Hi... dek. " Sapa Mario dengan canggung.


"Hi mas. " Aira pun sama canggung nya.


"Maafin mas ya. "


"Untuk? "


"Nggak bilang sama kamu, eh tiba-tiba bawa keluarga untuk melamar kamu. " Ucap Mario.


"Aira sangat bahagia kok mas. Awalnya Aira kira ayah mo jodohin Aira dengan orang lain. Tak ada kepikiran di Aira jika itu mas Mario. Kan pertemuan terakhir antara mas dan ayah nggak baik. " Aira pun menjelaskan.


"Awalnya mas juga takut dek mau nemuin ayah adik. Takut beliau masih salah paham dan nggak menerima. Tapi mas mematahkan ketakutan mas karena takut kehilangan adik. Dan Allah ngasih kemudahan buat mas dengan mendatangkan sahabat maupun orang baik yang mau membantu mas untuk menjelaskan ke ayah adik. Dan 2 minggu yang lalu mas kesini bersama bang Reymond bawahan mas yang sudah mengirim foto ke ayah adik. Alhamdulillah dia mau membantu mas dek, dan ternyata ayah adik nggak benar-benar benci sama mas. Beliau hanya ingin mengetes mas apakah mas layak untuk bersanding dengan adik. Beliau malah meminta keluarga mas untuk segera melamar adik, dan otomatis mas sangat senang dik karena bisa segera meminang adik. " Mario pun menjelaskan apa yang terjadi sebelumnya.


"Jadi, sebenarnya ayah sudah tau semuanya mas jika foto itu tak benar. Dan ayah memang merencanakan Aira untuk di pingit sementara waktu. Sampai Aira tak bisa menghubungi mas ataupun Nayla dan Jenni? " Aira pun memastikan.


"Iya dek, itu semua mang rencana ayah adik untuk memberikan kejutan buat adik. Dan akhirnya kejutan itu berhasil juga. "


"Selamat bertambah umur ya dek, maaf mas nggak bisa ngasih kado lebih. Mas hanya bisa ngasih cincin ini. " Mario pun memberikan selamat kepada Aira meskipun terlambat karena sejak tadi dia hanya fokus ke acara lamaran untuk Aira. Mario menunjuk cincin di jari manis Aira dengan tersenyum.


"Terimakasih mas, lamaran mas ke Aira itu sudah cukup menjadi hadiah terindah buat Aira mas. Tak ada hadiah yang paling indah yang Aira dapat selain hadiah di ultah Aira di tahun ini. " Aira pun membalas Mario dengan tersenyum. Ada binar bahagia di wajah cantiknya.


"Mungkin ini awal dari hubungan serius kita dek, mas harap kita akan selalu bersama meskipun banyak badai yang akan menghantam kita kelak. "


****


Assalamu'alaikum mohon maaf kemarin 2 hari nggak up. Entah lelah itu yang membuat saya 2 hari tak bisa berkutik. Habis kerja langsung tepar tak berdaya sampai tak mampu untuk mengeluarkan ide. Mohon do'anya semoga besok tak seperti kemarin lagi. 😇

__ADS_1


__ADS_2