
Happy Reading....
🌹🌹🌹🌹
Mario pun keluar pintu dan mulai berlari di pagi hari yang masih petang ini. Aira yang susah tak melihat Mario, bergegas masuk dan kembali membereskan pakaiannya agar ia bisa segera menyiapkan sarapan roti untuk sang suami.
"Bismillah, semangat Aira. Semoga ini awal yang baik untuk lingkungan baru. "
**
Sudah 2 minggu waktu dimana Aira mengikuti sang suami. Tugasnya sekarang adalah menjadi ibu persit dengan berbagai macam kegiatan di asrama. Baik senam maupun ikut serta dalam pembuatan loka karya yang bisa di jual.
Mario mengizinkan Aira untuk bekerja kembali. Dan kemarin Aira sudah mendaftar di salah satu rumah sakit di dekat tempat Mario bertugas. Meskipun tak sebesar dari rumah sakit sebelum, Aira tak mempermasalahkannya. Yang terpenting baginya, ilmu yang sudah ia dapat di bangku kuliah bisa bermanfaat bagi orang lain.
"Dek, udah dapat balasan dari rumah sakit A? " Mario pun bertanya kepada sang istri setelah mereka selesai makan siang bersama.
Sudah hampir 2 minggu ini juga, Mario menghabiskan makan siangnya bersama sang istri di rumah jika ia tak ada tugas di luar. Dan Aira yang terlahir dari keluarga mampu tidak hanya berpangku tangan saja. Dia belajar memasak dari sang bunda.
Dan siang ini Aira memasak ca kangkung, sambal terasi kesukaan Mario dan juga ayam kecap serta kerupuk sebagai pelengkap.
"Belum ada mas, kan juga baru kemarin. Kata pihak rumah sakit disuruh nunggu dulu mas. " Jawab Aira setelah selesai menyantap makanannya.
"Ya udah nggak papa dek, di tunggu aja. Kalau memang rejeki adek pasti nanti di Terima, tapi kalau nggak mas masih sanggup kok biayai adik. InsyaAllah cukup buat makan kita dan nabung. " Nasehat Mario kepada sang istri. Sebagai suami, Mario sangat bertanggung jawab kepada sang istri. Dia tak pernah menghalangi karis Aira. Yang terpenting, Aira bisa membagi waktunya untuk keluarga dan kerjaannya. Apalagi mereka juga belum di karuniai anak, jadi Mario memberikan kebebasan kepada Aira sepenuhnya karena dia sangat percaya sang istri tidak akan berbuat hal-hal yang mencoreng nama baik dirinya.
"Iya mas, adik juga nggak mengebu-ngebu. Yang paling utama buat adik adalah bisa melayani mas dan menjadi istri yang baik buat mas." Balas Aira dengan tersenyum.
"Oh ya mas, nanti malam mas mau di masakin apa buat makan malam? " Tanya Aira kepada sang suami. Mereka akan menyempatkan waktu untuk mengobrol berdua ketika makan siang atau sebelum tidur. Hal inilah yang bisa meningkatkan keharmonisan sebuah rumah tangga. Komunikasi adalah kunci utama dari sebuah kesuksesan rumah tangga. Tanpa mau saling terbuka dan berkomunikasi dengan baik, sebuah hubungan yang di landasi cinta saja pasti semakin lama akan pudar. Sehingga Aira dan Mario bersepakat untuk selalu jujur dan saling berkomunikasi di waktu sela-sela Mario.
"Lauknya masih, nanti seadanya aja dek. Apa yang adik masak pasti mas akan makan dek. Karena masakan adik is the best deh. " Jawab Mario dengan memuji sang istri dengan mengacungkan kedua ibu jarinya.
__ADS_1
Aira tersipu malu dengan pujian suaminya. Dia sangat senang jika masakannya di sukai suaminya.
"Coba adik lihat. Perut mas aja sedikit buncit. Ini kita baru 1 bulan loh dek nikah, nanti lama-lama mas gendutan deh. " Tunjuk Mario ke perutnya.
. "Itu karena mas makannya banyak banget. Dan adik seneng kalau mas agak berisi, jadi masakan adik di sukai sama mas. " Jawab Aira dengan tertawa.
Pengantin baru itupun masih tertawa memamerkan perubahan tubuh mereka setelah menikah. Tidak hanya Mario sahabat, berat badan Airapun juga ikut naik meskipun tak banyak. Sehingga itu menambah kecantikan Aira.
**
Berbeda dengan pengantin baru yang sedang di mabuk cinta dengan kehidupan yang bahagia, dokter Kevin masih berusaha sekuat tenaga untuk mendekati Nayla. Dia sudah bertekad bulat tidak akan menyerah dan akan berusaha terus untuk di Terima Nayla sebelum ia pergi ke Singapura untuk pelatihan.
Dan siang ini, seperti biasa dokter Kevin masih berusaha mendekati Nayla di waktuku istirahat.
. "Boleh saya gabung dokter Nayla dan suster Jenni? " Pinta Kevin kepada Nayla dan Jenni yang sudah menikmati pesanan mereka di meja kantin. Kevin membawa makanan dan minuman yang ia pesan ke meja yang diduduki Nayla.
"Oh silahkan dok. " Jawab Jenni dengan senyum sumpringah. Dia paham dengan apa yang dokter Kevin sedang lakukan. Dia juga mendukung usaha yang sedang dilakukan dokter Kevin.
"Kalau dokter Nayla tak berkenan, biar saya cari meja yang lain. " Ucap dokter Kevin sedikit mendung. Kevin pun yang akan beranjak pun menghentikannya setelah mendengar ucapan Nayla.
"Eh dokter Kevin, bukan begitu silahkan duduk di sini untuk bergabung dengan kami. " Putus Nayla.
Seperti mendapatkan angin segar, Kevin pun tersenyum dan langsung mendapatkan tubuhnya di kursi samping Nayla. Diapun mulai menyantap makanannya dengan senyuman yang tak pudar dari bibir manisnya.
Jenni pun tersenyum simpul melihat ke arah Nayla yang tampak gusar dan grogi karena dia duduk bersebelahan dengan Kevin.
"Ah mending aku kasih waktu mereka berdua saja untuk dekat. " Ide Jenni yang tiba-tiba muncul di otaknya.
Tring....
__ADS_1
HP Jenni pun berbunyi tanda pesan masuk.
"Dokter Nayla, dokter Kevin saya izin dulu ya kembali ke bangsal ini barusan dapat WA suruh segera ke sana. " Ucap Jenni memberikan alasan palsu nya.
"Kok gitu sih suster Jenni. " Balas Nayla yang keberatan.
"Kan masih ada dokter Kevin dok, ini juga panggilan darurat. " Ucap Jenni kembali untuk meyakinkan.
"Benar dokter Nay, masih ada saya. " Kevin pun ikut menimpali.
"Ya udah deh kalau begitu. " Nayla pun akhirnya pasrah ketika Jenni meninggalkannya. Dengan berat hati, dia akhirnya duduk bersama Kevin saja. Dengan malas dia mengaduk soto yang ia pesan.
"Kok nggak di habiskan dok? " Tanya Kevin yang melihat makanan Nayla masih banyak.
"Sudah kenyang dong. Nggak tau lagi nggak nafsu makan saja. " Balas Nayla dengan sopan.
Kevin pun tersenyum memperhatikan Nayla.
"Dokter, apakah minggu besok dokter Nayla ada waktu? " Kevin pun memberanikan diri untuk bertanya.
"Belum tahu dok, gimana? " Jawab Nayla.
"Sebenarnya saya ingin mengajak dokter untuk nonton, tapi jika dokter tidak ada acara. " Ucap Kevin yang sedang berusaha kembali.
"Saya belum bisa memutuskannya dok, karena takutnya ada acara dadakan di rumah. " Balas Nayla. Sebenarnya dia senang bisa kembali menonton dengan Kevin. Dulu dia adalah orang yang selalu mengajak Kevin menonton meskipun ketika menonton, Kevin hanya datar saja tanpa meresponnya.
"Semoga dokter ada waktu. Besok saya hubungi lagi dokter untuk bertanya kembali kepada dokter. " Ucap Kevin kembali dengan harapan yang besar.
"Semoga dok. " Balas Nayla dengan tersenyum.
__ADS_1
"*Apa akan tetap berusaha mendekati kamu Nay, aku akan mengganti waktumu yang sudah aku sia-siakan sebelumnya. Dan izinkan aku sekarang yang akan berjuang. "...
🌹🌹🌹🌹*