Cinta Monyetku

Cinta Monyetku
Kecanggungan..


__ADS_3

Happy Reading.....


🌹🌹🌹🌹


Deg....


"Mas..... " Teriak Aira yang kaget akan kedatangan suaminya. Dia pun segera keluar dari kursinya dan menghambur ke pelukan Mario.


"Iya dek. " Jawab Mario dengan memeluk sang istri.


"Ish mas nyebelin, katanya lagi sibuk. Eh ini malah udah sampai ini aja. " Aira pun menggerutu dengan mengerucutkan bibirnya dengan manja.


"Ya maaf dek, mas hanya mau ngasih surprise buat kamu. "


"Dan mas udah berhasil buat Aira kangen. " Balas Aira dengan manja.


"Tapi kan sekarang mas udah datang sehingga kangennya adik terobati. " Ucap Mario dengan memeluk sang istri. Tidak lupa ia juga mencium puncak rambut sang istri yang tertutup hijab.


"Mas sampai di sini kapan? " Ucap Aira yang mendongakkan kepalanya dalam pelukan sang suami. Rasanya ia tak ingin melepaskan pelukan dari sang suami.


"Tadi pagi dek sekitar jam 9 nan. Mas kesini habis apel pagi. Tapi karena rasa capek mas singgah dulu ke hotel dekat sini buat istirahat. Maklum tadi malam ada breafing sampai tengah malam dan paginya harus apel. " Jelas Mario.


"Uluh.... uluh.... kacian banget sih suami ku ini. " Ucap Aira menggoda Mario.


Mario yang gemas dengan tingkah istrinya, langsung mendaratkan bibirnya ke bibir sang istri. Awalnya hanya sebuah kecupan saja, tapi perlahan-lahan kecupan itu berubah menjadi sebuah ******* untuk menyalurkan rasa kangen diantara mereka. Aira yang juga kangen sang suami, memberikan akses kepada Mario. Sampai tangan Mario pun sudah tak terkondisikan. Mereka lupa sedang berada dimana karena rasa kangen yang sudah menggebu.


Dan.....


"Ai....... ra. " Panggil Nayla yang membuka pintu ruangan Aira mendadak. Dan kaget dengan apa yang ia lihat.


"Eh.... maaf... maaf. Aku tahu kalau kalian sedang seperti itu. " Sesal Nayla yang telah mengganggu sahabatnya. Nayla pun berbalik arah untuk keluar.


"Nay tunggu. " Panggil Aira dengan sedikit malu karena telah kepergok sedang berciuman dengan sang suami. Dia pun segera merapikan bajunya setelah ulah nakal sang suami. Sedangkan Mario, ia menggaruk tengkuknya nggak tidak gatal karena kikuk.


Nayla pun berbalik kembali setelah di panggil Aira.


"Ya Ai? " Jawab Nayla dengan kikuk. Sekarang dia melihat sepasang suami istri tersebut telah duduk dengan baik.


"Ada apa ya Nay kesini? " Tanya Aira yang lupa dengan janji dia tadi pagi. Maklum akibat kedatangan Mario.


"Kamu lupa ya, kan yang nyuruh aku kesini tadi pagi kamu Ai buat curhat. Mentang-mentang suaminya datang jadi lupa deh. " Balas Nayla dengan sedikit cemberut untuk menggoda sahabatnya.


"Eh... Ya Allah maaf Nay, aku lupa. " Ucap Aira dengan menyesal.


"Dokter Nayla maafin saya ya, gara-gara kedatangan saya istri saya jadi lupa dengan janjinya. " Mario pun ikut meminta maaf kepada Nayla.


"Santai Letnan, aku paham kok dengan kalian sebagai pengantin baru. Jadi wajar kalau Aira lupa karena rasa kangennya sama Letnan. " Jawab Nayla dengan tersenyum.

__ADS_1


Pipi Aira pun berubah merah karena malu ketahuan jika dia sangat merindukan sang suami. Sampai Aira yang polos bisa berubah berani untuk berciuman di lingkungan rumah sakit meskipun mereka adalah pasangan suami istri. Untung Nayla yang mempergokinya bukan pasien. jika tadi adalah pasien pasti akan jadi viral.


"Oh ya Nay katanya mo curhat? "


"" Emmm... nanti aja lah. Kalian nikmati dulu deh rasa kangen kalian. "


"Loh nggak papa dok, jika mau mengobrol dengan istri saya. " Mario pun mempersilahkan Nayla untuk berbicara dengan Aira. Mario pun merasa tidak enak.


"Emmm kalau nggak kita makan siang bareng aja deh, nanti kamu cerita sama kami aja. Santai suami ku nggak akan ember. " Tawar Aira.


"Ya udah ayo, aku juga sudah lapar. " Jawab Nayla dengan bersemangat. Entah nanti jadi curhat atau tidak yang penting perutnya yang keroncongan bisa teratasi.


Mereka bertiga pun berjalan keluar menuju kantin rumah sakit. Karena jam istirahat yang tak lama, membuat mereka memilih kantin sebagai tempat mengobrol. Disana juga banyak di jual makanan sehat dan enak.


"Kalian mo pesan apa? " Tanya Nayla setelah mereka sampai dan duduk di kursi kantin.


"Aku pingin gado-gado. Kalau mas mau apa? "


"Sama aja dek. " Jawab Mario.


"Ya udah samain aja ya gado-gado. "


"Mbak.... mbak. " Panggil Nayla kepada petugas kantin.


"Iya dok ada yang bisa saya bantu? " Jawab si mbaknya dengan membawa buku catatan untuk menulis pesanan pengunjung.


"Aku hot lemon tea sama Ice cappucino Nay. " Jawab Aira.


"Jadi gado-gado 3, jus alpukat 1, hot lemon tea 1 dan ice cappucino 1 ya mbak. " Ucap Nayla menyebutkan pesanan.


"Ada lagi dok? " Tawar petugas kembali sambil mencatat pesanan.


"Nggak mbak itu saja. " Jawab Nayla.


"Baik, kalau begitu tunggu sebentar ya dok. " Pamit mbak petugas kantin untuk menyiapkan pesanan.


"Ya mbak Terima kasih. " Ucap ketiga orang tersebut bersamaan.


Sambil menunggu pesanan diantar, mereka bertiga pun mengobrol dan sesekali di selingi canda dan tawa. Mario yang biasanya dingin, tampak mengimbangi istri dan sahabat sangat istri.


"Wah Ai, besok udah terakhir ni kamu disini. Pasti deh aku kangen banget sama kamu. " Ucap Nayla.


"Iya ya Nay, nggak nyangka aja cepet banget. Pasti aku juga kangen loh sama kamu dan orang-orang disini. " Jawab Aira dengan raut wajah sedih.


"Besok kalau mas libur, kita bisa maen ke sini dek. Dan juga dokter Nayla bisa maen ke asrama kamu jika libur. " Tawar Mario.


"InsyaAllah Letnan, pasti aku maen kesana. Apalagi kalau sudah ada Letnan atau Aira kecil pasti aku sering maen kesana. " Balas Nayla.

__ADS_1


"Amin." Jawab Mario dan Aira bersama-sama.


"Do'ain ya semoga di segerakan sama Allah. " Ucap Aira.


Pesanan mereka pun telah datang. Ketiga orang tersebut berhenti mengobrol untuk menyantap pesanan yang mereka pesan.


Mereka sangat menikmati makanan yang mereka santap.


"Ternyata enak juga dek gado-gado nya. " Ucap Mario memuji gado-gado di kantin.


"Emang enak mas, makanya menu favorit disini ini. " Balas Aira.


"Pantes kantin ini rame banget pengunjung nya. " Ucap Mario kembali dengan melihat pengunjung yang banyak.


"Ya begitulah Letnan. Makanya kami sering pesan makan dulu sebelum jam istirahat dan di antar ke ruangan karena ya ini ramai banget pengunjung di jam istirahat. " Nayla pun ikut menimpali.


Tak berselang lama, dokter Kevin pun datang ke kantin untuk makan siang. Mario yang melihat pun memanggilnya.


. "Dokter Kevin. " Panggil Mario.


Kevin yang di panggil pun segera mencari siapa yang Memanggilnya. Setelah tahu siapa yang memanggilnya, dokter Kevin menghampiri dengan tersenyum.


"Letnan, bagaimana kabarnya? " Jawab Kevin dengan menanyakan kabar Mario. Sudah tidak ada lagi rasa cemburu di hatinya. Yang ada Kevin tersenyum menyambut kedatangan Mario.


Deg.....


Jantung Nayla pun berdetak ketika melihat Kevin menghampiri meja mereka.


"Alhamdulillah baik dok, dokter sendiri bagaimana? ' Balas Mario dengan menyambut saluran tangan Kevin.


" Alhamdulillah daya juga baik. "Balas Kevin dengan melirik sekilas ke arah Nayla.


Nayla pun hanya menundukkan kepalanya tanpa ingin melihat ke arah Kevin.


" Ya udah gabung sini aja dok, biar rame. "Pinta Aira kepada Kevin. Dia tidak tahu saja apa yang sudah terjadi antara Nayla dan Kevin.


" Uhuk... uhuk... "Nayla pun tersendat makanannya ketika mendengar tawaran Aira.


. " Aduh Nay, pelan-pelan dong makanannya. "Ucap Aira dengan menyodorkan minuman ke arah Nayla.


Dokter Kevin yang melihat Nayla tersendat pun, menawarkan botol mineral yang ia bawa ke arah Nayla.


Nayla pun mengambil nya karena yang ia butuhkan adalah air putih dan mengucapkan Terima kasih.


" Terimakasih dokter. "Ucap Nayla pelan tanpa mau melihat ke arah dokter Kevin. Dia hanya menundukkan kepalanya.


Aira dan Mario yang melihat keanehan kedua orang ini pun saling pandang dan tersenyum tipis.

__ADS_1


🍁🍁🍁🍁


__ADS_2