
**Happy Reading.
*****
"Huh..... " Mario pun menghela napasnya yang terasa berat. Dia sudah bersikap dingin pun tak pernah mencari masalah, masih ada aja orang yang memusuhinya.
"Coba nanti aku tanya dia baik-baik dan minta ia jujur kenapa dia membenciku, padahal setiap ketemu juga fine-fine saja. " Putus Mario.
"Nanti kami ikut mendampingi. Takutnya malah ada bangku hantam lagi. Malu sama tempat. " Celetuk Doni.
"Yah, itulah cinta bisa membutakan** segalanya. Kadang tai kucing aja bisa di bilang coklat. " Ucap Doni.
Dengan wajah lesu, Mario pun menghembuskan napasnya dalam-dalam. Dia berfikir bagaimana cara bertanya dengan Reymond agar tidak menambah kesalahan pahaman antara mereka.
***
Pagi hari, Mario sudah bertekad bulat untuk menemui Reymond. Tadi malam dia sudah berfikir matang agar permasalahan nya cepat selesai. Apalagi rasa kangennya terhadap Aira. Sejak kepergian Aira, sampai saat ini dia belum bisa di hubungi. Hingga membuat Mario frustasi.
Mario berfikir harus cepat menyelesaikan nya agar dia bisa bertemu dengan Irsyad untuk menjelaskan apa yang telah terjadi. Setelah ini, dia akan menghubungi budhe Retno untuk meminta melamarkan Aira. Mario sudah bertekad bulat, dia tak mau kehilangan Aira kembali. Dia akan menghadapi apapun tantangan yang akan di berikan Irsyad untuknya.
"Gimana Dan, udah siap belum untuk bertemu si cunguk?" Tanya Alex.
"Ayo, bismillah aku dah siap. Semoga dia mau mengakui kesalahannya dan mau menjelaskan itu semua kepada Dan Irsyad. " Harapan Irsyad.
"Semoga saja Dan. Aku harap juga masalah ini akan segera selesai dan kamu akan bisa tersenyum kembali seperti kemarin. " Alex juga berharap yang terbaik.
"Nggak enak Dan, lihat wajah masam mu itu. Bikin perut mules aja. " Canda Alex agar Mario tak tegang.
Mario pun tersenyum smirt. Dia sedikit terhibur adanya Alex hari ini. Sehingga membuat dia sedikit terhibur.
Dengan memakai seragam kesehariannya baju loreng, kedua laki-laki yang tampak gagah dan menjadi idaman para wanita itu berjalan dengan PD nya dan beriringan untuk menemui Reynold. Akar dari permasalahan Mario dan Aira.
"Bang Reymond, bisa saya berbicara sebentar dengan abang? " Ucap Mario setelah menghampiri Reymond yang sedang bertugas
"Siap Dan, silahkan. " Jawab Reymond dengan santainya tanpa merasa bersalah.
"Mari ikut saya jangan disini. " Pinta Mario kembali.
Reymond pun menganggukkan kepalanya dan mengikuti Mario dan Alex di belakangnya.
Setelah mendapat tempat yang sepi dan enak untuk berbicara, Mario pun berhenti.
__ADS_1
"Di sini sana sepertinya pas untuk berbicara. " Ucap Mario.
"Siap Dan. " Jawab Alex dan Reymond bersamaan.
"Maaf Lex, bisa kamu tinggalkan kami duluan disini, mungkin kamu bisa nunggu disana. " Pinta Mario kepada ALex dengan menunjukkan tempat di bawah pohon tak jauh dari Mario dan Reymond berada.
"Baik Dan, saya kesana dulu. " Jawab Alex sopan. Alex berjalan untuk meninggalkan mereka berdua. Dia memberikan ruang untuk Mario dan Reymond menyelesaikan masalah mereka.
"Bang Rey, boleh saya nanya sesuatu dengan abang? " Tanya Mario dengan sopan.
. "Siap Dan, silahkan. " Balas Reymond sopan. Entah bagaimana dengan hatinya.
"Begini bang, mohon maaf jika perkataan saya nanti menyinggung abang. Saya tak bermaksud untuk itu. " Mario pun menghela napas untuk sedikit mengurangi bebannya.
"Entah ini benar atau salah, saya ingin bertanya langsung kepada abang. Apakah abang merasa tidak suka dengan saya? jika iya, mohon beri saya alasan logis mengapa bang Rey tak menyukai saya. Apalagi saya tak pernah melakukan kesalahan pada abang." Tanya Mario dengan tegas.
"Maksud komandan bagaimana ya? " Tanya Reymond yang pura-pura tak mengerti.
"Maksud saya, mengapa abang mengirim foto fitnah kepada Dan Irsyad. Padahal foto tersebut tak benar. " Ucap Mario.
"Foto apa, anda jangan fitnah saya? " Jawab Reymond mulai emosi dan menyangkal apa yang ia perbuat.
"Kita disini bertugas untuk menjadi relawan, membantu korban bencana. Apa abang tak berfikir jika dokter Aira sangat di butuhkan di sini dan gara-gara foto yang abang ambil membuat dia harus meninggalkan tugas mulianya? apa abang tak berfikir banyak pasien yang membutuhkan mereka? " Tambah Mario dengan suara tegasnya.
"Ckck..... " Reymond tersenyum smirt meremehkan ucapan Mario.
"Iya saya memang yang mengirim foto itu, karena saya muak dan tak suka dengan anda. Dan sekarang anda lihat. Gara-gara anda dokter Aira yang terkena nampaknya. " Jawab Reymond dengan santainya
"Maksud abang apa? " saya tak pernah melakukan kesalahan kepada abang tapi kenapa abang membenci saya? " Mario pun bertanya untuk memastikan alasan Reymond. Meskipun dia sudah tahu.
. "Mau tahu alasannya? " Balas Reymond kembali dengan pongahnya.
"Alasan terbesar saya membenci Anda adalah gara-gara anda, saya harus di permalukan oleh seorang wanita yang saya cintai. Gara-gara anda saya harus melihat keluarga dari orang yang saya cintai membandingkan saya bahkan dia seperti menganggap saya rendah dan hina. " Jelas Reymond.
"Dan yang paling menyakitkan, saya sudah melakukan yang terbaik, baik berprestasi dalam bertugas dan berusaha penuh untuk mencari tambahan agar bisa di pandang baik olehnya tapi apa mereka hanya membutuhkan uangku tanpa mau melihatku." Reymond bercerita dengan keras.
"Itu, semua karena kamu. 'Teriak Reymond kembali untuk menumpahkan kekesalannya.
" Dan, sekarang aku sangat bahagia bisa melihat anda sengsara. Melihat anda patah hati di tolak orang tua dokter Aira. Dan yang paling aku puas adalah melihat nama baik anda mungkin sedikit tercemar karena foto itu. "Ucap Reymond kembali dengan tersenyum bahagia melihat Mario mengalami penolakan.
" Biar kamu merasakan juga apa yang kamu rasakan. "Tambah Reymond.
__ADS_1
Deg....
Hati Mario pun sakit ketika mendengar penjelasan Reymond. Ia tak menyangka jika orang yang dianggap nya teman, punya rasa iri terhadapnya.
" Maksud abang adalah Sella? " Tanya Mario.
"Asal abang tahu, saya tak pernah berhubungan dengan dia bahkan mengenal sedikitpun, tapi mengapa rasa kebencian dan ketidak sukaan abang limpahkan kepada saya? ... kenapa bang? " Ucap Maro yang sama tingginya. Dia mulai mengingat masa lalunya dimana dia dan adiknya di benci oleh keluarganya hingga harta peninggalan nya pun di rebut mereka.
Alex yang melihat sedikit ketegangan pun segera menghampiri nya. Dia tak ingin terjadi hal yang tak diinginkan.
"Abang tak pernah di posisi saya, di buang dan di campakan. Jika memang abang di tolak dan di hina jangan abang salahkan saya, karena saya tak terlibat dengan itu semua. Tapi abang dengan teganya menghancurkan kehidupan saya yang mulai tertata ini " Mario pun mulai meluapkan semua yang ia pendam selama ini.
"Tenang Dan, kontrol emisi." Punya Alex. Alex berusaha menenangkan sahabatnya yang mulai emosi.
"Dia tak pernah merasakan kepedihan saya Lex, tapi dia dengan teganya menghancurkan mimpi saya. " Mario pun meluapkan kemarahannya hinga tanpa ia rasa di sudut matanya mengeluarkan cairan.
Mario pun menyadari akan kemarahannya yang sudah tak terkontrol. Akhirnya ia lebih memilih pergi meninggalkan Alex dan Reymond agar tak terjadi hal yang tak seharusnya.
Alex pun membiarkan nya.
"Sekarang anda sudah puas bang Reymond? " Tanya Alex dengan sinis.
"Harusnya anda puas dengan fitnah anda yang menghancurkan hati seorang lelaki yang tak pernah merasakan kebahagiaan dalam hidupnya ketika kedua orang tuanya meninggal. "
"Harusnya anda puas telah memisahkan seorang laki-laki dengan cinta monyetnya. Tanpa dia tahu kesalahannya terhadap anda. Karena cinta, anda tampak dungu. Anda berprestasi, tapi hati anda di selimuti rasa dengki dan iri yang berlebihan apa lagi lasa cinta anda yang tak wajar. "Ucap Alex kembali dengan tegas.
" Maksud kamu apa Lex? "
"Jangan kurang ajar kamu dengan saya. "
Alex pun menjelaskan semua kepada Reymond, baik ketika Mario remaja, kehidupan masa lalunya dan juga bagaimana dia harus terpisah dengan Aira cinta monyetnya.
Deg....
Reymond pun merasa bersalah dengan apa yang ia lakukan. Dia tak menyangka jika hidup Mario lebih menyedihkan darinya. Karena cinta butanya, membuat dia harus memisahkan kedua orang yang saling mencintai.
"Begitu berdosanya aku kepadanya..... "
*****
Assalamu'alaikum, mohon bersabar ya kapan Aira muncul. Namanya juga cerita jika langsung selesai permasalahannya, nanti endingnya cepat kelas. Jadi, biarkan author merangkai ide tiap episodenya. Dan ada waktunya untuk Aira dan Mario bertemu kembali. 😇😇
__ADS_1