Cinta Monyetku

Cinta Monyetku
Mencari Info..


__ADS_3

Happy Reading....


****


Mario setelah kepergian Aira tang mendadak dan terpaksa, merubah dunianya kembali. Kemarin dia sudah bisa tertawa lepas dan senyuman yang tak pernah lepas dari bibirnya, saat ini dia pun kembali ke mode datar dan tak tersentuh. Tak ada tawa dan senyuman di wajahnya, yang ada hanya wajah dinginnya seperti dulu.


"Lex coba deh lihat Dan Mario seperti itu lagi. " Ucap Doni yang ikut prihatin melihat keadaan Mario.


"Iya, aku juga ikut sedih melihat dia kembali seperti dulu. Padahal kemarin dia sudah bisa tertawa. " Balas Alex yang sama prihatin nya.


"Kita harus bantu dia untuk menemukan orang yang udah ngirim foto itu. " Saran Doni.


"Harus itu. Lo udah ketemu orang nya pingin gue gantung tu di pohon cabe. " Ucap Alex.


"Ni lagi serius, malah bisa-bisanya bercanda aja kamu Lex. " Doni pun jengkel dengan Alex.Diapun seperti biasa menonyor temannya.


"Ini kepala Don bukan mainan. " Gerutu Alex ketika mendapat tonyoran dari Doni.


"Makanya serius nggak bercanda aja. " Balas Doni sinis.


"Iya... iya gue tahu. " Balas Alex kembali dengan ketawa karena bisa membuat Doni marah.


"Eh Don, gue punya feeling kalau yang nyebarin itu pasti punya chanel dengan Dan Irsyad. " Ucap Alex menganalisa permasalahan ini.


"Maksudnya? "


"Coba lo cermati deh, kalau di fikir ya masak si penyebar bisa langsung ngirim tu foto ke Dan Irsyad, Lo tahu sendiri kan untuk ngubungin orang penting beliau tak semudah itu. Kalau dia nggak punya chanel mungkin bisa saja ajudan beliau atau memang teman dokter Aira yang sudah kenal dengan keluarganya. " Jelas Alex.


"Kalau chanel mungkin bisa jadi Lex, tapi kalau teman itu kayaknya nggak mungkin. Kan kita tahu jika dokter Aira tinggal jauh dari kedua orang tuanya. " Doni pun ikut menganalisa.


"Atau jangan-jangan dokter Nayla atau Kevin ya? " Ucap Alex spontan.


"Hush jangan asal nuduh. Kalau itu nggak benar bisa jadi fitnah. " Nasehat Doni.


"La di logika aja Don, katanya kan Dokter Nayla pernah ada crash dengan dokter Aira sedangkan dokter Kevin, dia kan suka sama dokter Aira. Namanya kan cinta, hal negatif pun akan ia lakukan untuk mendapat cintanya. " Ucap Alex.


"Lebih baik kita selidiki dulu deh, jangan asal nuduh. " Balas Doni memberikan nasehat kembali.


"Kita bisa nyari info dulu dari suster Jenni atau dokter Anton, mungkin kita bisa juga selidiki dokter Kevin dan Nayla dulu. kalau sudah pasti, baru kita bertindak. " Saran Doni.


"Okey sip. Kita harus bergerak cepat biar tu komandan ku tak menyedihkan lagi seperti itu. " Balas Alex kembali dengan menunjuk Mario di depannya.


"Ya udah kita hampiri dia dulu. Kita hibur dan beri masukan dengan rencana kita. " Ucap Doni mengajak Alex menuju ke arah Mario berada.


Mereka berdua berjalan untuk segera menghampiri sang sahabat yang sedang banyak masalah. Dukungan dari para sahabatnya akan bisa memberikan semangat untuk Mario menghadapi masalahnya.


"Dan, jangan ngelamun aja. " Ucap Alex mengagetkan Mario.


"Kamu tu kebiasaan sekali. Kalau datang ucapkan salam dulu. " Keluhan Mario yang kaget akan kedatangan Doni dan Alex.


"Ya maaf Dan, dari kejauhan aku lihat kamu ngelamun ya udah kami samperin aja. " Jawab Alex dengan cengengesan.


Doni tak kaget dengan kebiasaan Alex. Dia hafal betul bagaimana tingkat sahabatnya 1 ini.


"Dan, gue punya masukan ni. " Ucap Doni untuk mengawali pembicaraan.


Mario mengerutkan dahinya karena tak mengerti maksud dari 2 sahabatnya.


"Masukan apa? " Tanya Mario.


"Kami akan membantu kamu untuk mencari dalang dari pengirim foto. Dan menurut analisa kami, pasti orang tersebut kenal dengan ayah dokter Aira. " Jelas Doni.


"Iya Dan, mungkin di bisa dari teman dokter Aira atau bisa juga dari teman kita yang mungkin iri dengan kalian berdua. " Alex pun menambahkan.


"Saya juga menganalisa seperti itu. Tapi saya baru berfikir siapakah yang dengan tega mengirim foto fitnah seperti itu. " Mario pun ikut berbicara.


"La makanya itu kami mo bantu kamu biar nggak datar lagi tu tembok. Mending dinding bisa di cat pelangi, la itu wajahnya aja datar seperti mo makan orang. " Ledek Alex.

__ADS_1


"Ish, sialan. " Mario pun tak Terima dia pun mengambil kertas untuk di lempar ke arah Alex.


Alex dan Doni pun tertawa bisa meledek temannya yang sedang patah hati.


"Oh ya ini juga, ini baru analisa kami ya. Kami mau coba menyelidiki dokter Nayla dan Kevin. Kan kita tahu mereka berdua pernah ada masalah." Ucap Doni.


"Tapi jangan gegabah, jangan sampai nanti ini menimbulkan fitnah lagi. " Nasehat Mario.


"Siap, kami akan hati-hati. Semoga masalah ini segera teratasi agar ni komandan Masam bisa tersenyum kembali. " Jawab Alex dengan tersenyum.


"Terimakasih, saya bangga bisa kenal kalian. Saya kira, saya akan sendirian kembali seperti dulu. " Ucap Mario dengan berbinar.


"Jangan bilang seperti itu, kita sudah seperti keluarga bukan teman lagi. Jadi, jika ada salah satu dari kita ada masalah, itu akan menjadi masalah kita semua. Sehingga kita akan menyelesaikan bersama-sama. " Jawab Doni dengan menepuk pundak Mario.


"Betul kata Doni, kami akan selalu ada untuk kamu. " Alex pun menambahkan.


Mario pun tersenyum.


****


Pagi harinya, sesuai dengan rencana Alex dan Doni mulai melancarkan aksinya untuk mencari info dalang dari permasalahan yang di hadapi sahabatnya.


Alex meminta izin kepada dokter Anton selalu pacar dari Jenni untuk bertanya kepada Jenni. Dia tidak mau akan ada kesalahan pahaman antara dia dan dokter Anton ketika dia sedang mengintrogasi Jenni.


"Selamat pagi Suster Jenni. " Sapa Alex kepada Jenni yang sedang menyiapkan peralatan untuk pemeriksaan. Pagi ini, dia akan menemani Nayla untuk memeriksa pasien setelah kepulangan Aira.


"Ya bang Alex, selamat pagi. " Jawab Jenni dengan ramah.


"Maaf Suster, jika saya lancang. Saya sudah izin sebelumnya dengan dokter Anton selalu kekasih Suster untuk sedikit bertanya kepada Suster. " Ucap Alex to the point.


"Boleh bang, jika pacar saya sudah mengizinkan. " Balas Jenni kembali.


"Oh ya kalau boleh tahu mo bertanya tentang apa ya? " Tanya Jenni dengan sopan.


"Begini, ini sebetulnya masalah letnan Mario dan dokter Aira." Alex sedikit menjeda untuk menarik napas sebelum melanjutkan berbicara.


"Saya pun juga sama bang, sejak dokter Aira pulang dari sini, Hpnya tak bisa di hubungi. Saya pun ikut sedih dan kasihan kepada dia. " Ucap Jenni dengan wajah sedih.


"Oh ya yang ingin bang Alex tanyakan apa ya? " Tanya Jenni kembali.


"Ini masalah hubungan dokter Nayla dan dokter Aira. Saya pernah mendengar jika hubungan mereka pernah blank."


"Iya betul bang, mereka memang sempat blank karena berhubungan dengan dokter Kevin yang suka dengan dokter Aira. Karena rasa cemburu dan irinya dokter Nayla membuat dia pernah memusuhi dokter Aira. Padahal mereka itu telah bersahabat sejak kuliah. " Jelas Jenni.


"Wah segitunya dokter Nayla mencintai dokter Kevin hingga membutakan dia dan mereka kan persahabatan." Ucap Alex yang cukup tercengang dengan info yang baru ia dapat.


"Tapi, sebelum dokter Aira pulang hubungan mereka sudah membaik kok bang. Bahkan dokter Nayla juga ikut sedih mendengar cerita dokter Aira. Dia sempat kaget jika dokter Aira punya hubungan dengan letnan Mario. " Tambah Jenni.


"Jadi dokter Nayla tak tahu jika dokter Aira punya hubungan dengan letnan Mario? " Tanya Alex memastikan.


"Iya." Jawab Jenni mantap.


"Dokter Nayla baru tahu hubungan mereka ketika dokter Aira membereskan pakaiannya. Jadi menurutku nggak mungkin jika dokter Nayla yang mengirim foto tersebut. Apalagi satahu saya dokter Nayla tak mempunyai kontak keluarga dokter Nayla. "


"Okey makasih infonya Sus, saya akan coba mencari info lainnya. Agar masalah ini cepat selesai. Ucap Alex.


Jenni oun membalas dan tersenyum sopan. Ia juga berharap hal yang sama seperti Alex.


Setelah pamit, Alex pun segera pergi dari ruang pemeriksaan sebelum dokter Nayla datang Dia tidak mau ada kesalah pahaman karena dia mengorek info tentangnya.


Di lain tempat, Doni mendapat tugas untuk mengawasi dokter Kevin. Dari pagi dia sudah berpura-pura untuk membantu ke bagian kesehatan dimana Kevin bertugas.


Agar tak mencurigakan, dia membantu perawat yang bertugas untuk mendata pasien.


"Huh..... " Helaan nafas Kevin setelah selesai memeriksa pasien.


"Bagaimana ya kabar dokter Aira. " Ucap Dokter Kevin lirih yang masih bisa di dengar dengan Doni yang pura-pura menata obat.

__ADS_1


"Nggak nyangka jika dia ternyata punya hubungan dengan letnan Mario. " Ucap Dia kembali.


Kevin pun sedikit murung dan mencoba mengutak-atik handphone nya. Entah apa yang ia lakukan dengan wajah lesunya.


"Sepertinya dia bukan pelakunya. " Batin Doni.


Doni pun segera pamit untuk menemui Alex mengabarkan info yang ia dapat. Sebelumnya, dia pamit terlebih dahulu.


Doni pun berjalan keluar dari tenda pemeriksaan untuk mencari Alex. Di tengah jalan, ia bertemu dengan salah satu rekannya yang menyapa dirinya.


"Don.. " Panggil Joni rekan Doni di kepolisian.


"Ya Jon. Ada pa? " Jawab Doni.


"Gue mo ngasih tahu lo. Semoga ini bisa membantu lo dan letnan Mario. " Ucap Joni.


"Lo punya info apa? " Tanya Doni.


"Gini, sebelum ada masalah teman lo, gue nggak sengaja melihat salah satu anak buahnya letnan Mario mengambil foto ke arah pasangan yang sedang duduk bersama. Awalnya gue kira iseng aja tu orang, dan gue nggak lihat jika tu yang di foto ternyata dokter Aira bersama letnan Mario. Sampai kemarin foto itu mencuat, gue baru ngeh aja jika dia yang nyebarin. " Ucap Mario menjelaskan. Dia juga mengetahui kabar tentang foto tersebut.


"Lo tahu nama dari orang itu? " Tanya Doni.


. "Sayangnya gue nggak kenal namanya. " Jawab Joni.


"Wah sayang sekali. " Ucap Doni yang kembali lesu.


"Tapi gue inget betul wajah dia Don. " Jawab Joni kembali


"Beneran? " Tanya Doni memastikan.


"Iya gue ingat wajahnya. Meskipun sekilas, gue masih inget wajahnya. " Jelas Joni.


"Ya udah mending lo bicara langsung ke Letnan Mario saja. Biar segera ketemu pelakunya. " Saran Doni.


"Wah tu orang panjang umur, baru di bicarakan sudah muncul saja. " Ucap Doni kembali dengan menunjuk ke arah Mario.


"Letnan Mario. " Panggil Doni.


Mario yang mendengar dia di panggil pun segera mencari sumber suara.


"Ya... " Jawab Mario setelah tahu siap yang memanggilnya. Dia pun menuju ke arah Doni dan Joni.


. "Ni si Joni punya info tentang pengirim foto. " Ucap Doni.


"Benar kah? " Mario pun kaget dengan kabar itu.


"Ya Letnan, saya sempat melihat dia waktu mengambil foto letnan dengan Dokter Aira. " Balas Joni. Joni pun menceritakan kembali apa yang ia lihat kepada Mario dengan detail.


"Bisa kamu tunjukkan siapa dia? " Pintar Mario dengan mengepalkan kedua tangannya untuk menahan amarahnya.


"Bentar, aku cek dulu mungkin dia di sini. " Balas Joni dengan memperhatikan sekitarnya.


Hap.......


"Itu orangnya. " Tunjuk Joni setelah melihat orang yang cari.


Mario dan Doni pun menengok ke arah orang yang di tunjuk Joni.


Deg....


"Dia...... "


****


**Yeah, alhamdulillah bisa up panjangan malam ini sebagain teman yang lagi malming di rumah saja. Semoga tulisan hari ini menghibur ya. πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡


Selamat berakhir pekanπŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡**

__ADS_1


__ADS_2