
Happy Reading......
"Kalau begitu saya juga pamit ya dokter Kevin, saya juga mau istirahat dulu. " Pamit Jenni. Dia tak mau berlama-lama di sana pasti akan di cecar dengan pertanyaan kepada Kevin.
"Mending gue menghindar aja, malas banget di sini. " Guman Jenni.
"Ya, Aku juga mo pergi dari sini. " Jawab Kevin ketus. Dia pun pergi dari sana dengan perasaan penasaran dan kesal karena tak isa mengajak Aira makan bersama.
Setelah kepergian Aira dan Jenni yang menyisakan ke kepoan Kevin yang mendalam tentang sosok yang sedang dekat dangan Aira.
Dia juga keluar dari ruang pemeriksaan dengan wajah kesal dan tak bersahabat.
"Dokter Kevin... " Panggil Nayla dengan wajah berbinar setelah melihat Kevin yang berjalan di depannya. . Apalagi sejak tadi dia tak melihat pujaan hatinya.
"Ngapain sih ini malah ketemu dia disini. " Guman Kevin dengan pura-pura tak mendengar panggilan Nayla. Dia pun melanjutkan jalannya tanpa menoleh ke arah Kevin.
"Yah... kok nggak berhenti dia. " Nayla berbicara sendiri. " Mending aku kejar aja lah. " Tambah Nayla.
"Dokter Kevin.... dokter Kevin..... " Panggil Nayla kembali dengan berlari mengejar Kevin di depannya.
Karena risih dengan panggilan Nayla yang tak mau berhenti memanggil namanya, Kevin pun berhenti mendadak sehingga membuat orang yang mengejarnya tanpa rem menabrak punggung lebar Kevin.
"Bug...... "
"Aduh.... " Teriak Nayla dengan memegang jidatnya yang terhantam punggung lebar Kevin.
"Kok dokter nggak bilang sih kalau mo berhenti mendadak. " Protes Nayla dengan mengerucutkan bibirnya.
"Ngapain juga bilang, toh anda sendiri yang dari nguntilin saya. " Jawab Kevin dengan nada sewotnya. Semakin lama dia jengah karena di ikutin Nayla terus.
"Hee... " Nayla pun hanya cengengesan tanpa rasa bersalah.
"Ada apa dokter Nayla manggil saya? "
"Emmm, dokter mau makan siang ya, boleh saya ikut makan siang bersama dokter. Dari pada dokter sendirian lebih bagus makan siang sama saya saja. " Tawar Nayla dengan menghilangkan rasa malunya. Memang cinta udah membutakan mereka.
"Cukup.... " Ucap Kevin dengan suara meninggi.
"Anda sadar nggak sih dok, dari kemarin saya sudah bilang kalau saya tidak bisa mencintai dokter. Mau bagaimanapun sikap anda kepada saya, tetap hati saya tak bisa terbuka untuk anda. " Kevin mengutarakan isi hatinya dengan suara sedikit meninggi tanpa memperhatikan bagaimana perasaan Nayla saat ini.
Deg......
Nayla kaget mendengat suara meninggi Kevin. Baru kali ini dia mendengar Kevin berbicara kasar padanya. Entah mengapa hatinya begitu sakit. Ia tidak menyangka jika pengorbanannya selama ini hingga ia menjauhi sahabatnya berbuah sia-sia.
__ADS_1
"Ini untuk terakhir kalinya saya peringatkan pada anda dokter, tolong jauhi saya jika itu menyangkut masalah pribadi. Cukup kita berkomunikasi sebagai rekan dokter yang sedang saling membantu merawat pasien." Kevin pun berbicara lantang menunjukkan penolakannya kembali.
"Ba.... baik jika itu keinginan dokter Kevin, saya akan lakukan. Mungkin memang hati anda sudah terpaut oleh seseorang dan tak bisa di buka untuk nama saya." Jawab Nayla dengan bibir bergetar menahan sesak di dadanya.
"Terimakasih sudah memberikan kesempatan kepada saya kemarin-kemarin untuk dekat dengan dokter. Saya pastikan jika mulai saat ini saya akan berusaha menghindari ataupun terlibat langsung untuk bekerja sama dengan dokter. Sehingga dokter tidak akan bosan melihat saya. " Tambah Nayla.
"Kalau begitu saya permisi dulu dok, selamat siang. " Pamit Nayla.
Nayla berbalik arah dan berjalan cepat meninggalkan Kevin yang masih diam di tempatnya. Dia pun tak bisa menahan sesak di dada hingga meluncurkan air mata di pipi mulusnya.
Sedangkan Kevin, dengan sifat tak acuh di kembali berjalan berarah berlawanan untuk mencari keberadaan Aira.
"Hik..... hik..... hik....... " Air mata Nayla pun pecah. Dia duduk sendiri di bawah pohon mangga dekat tenda. Tak ada seorangpun di sana. Sehingga dia bisa menangis untuk mengeluarkan rasa sesak di dadanya.
"Ya Allah, apa ini karma untuk ku yang udah menjauhi sahabat yang baik untukku karena seorang laki-laki yang ternyata tak pernah membalas perasaanku? " Nayla menangis menyesali perbuatannya kepada Aira.
Ia merasa ini teguran Allah untuknya. Dia pun mengingat begitu jahatnya dirinya terhadap Aira. Dia sangat marah kepada Aira ketika ada salah satu rekan dokter di rumah sakit yang memberikan kabar kepadanya jika dokter Kevin sedang dekat dengan Aira. Di melaporkan jika setiap hari dokter Kevin akan menjambangi ruangan Aira. Baik pagi hari maupun siang hari ketika istirahat tiba. Awalnya dia tak percaya karena Aira pernah berkata jika dia tak pernah sama sekali ada rasa dengan dokter Kevin. Tapi ternyata karena di butakan rasa cinta yang mendalam dan ada kompor dari orang lain di tambah dia melihat sendiri Aira dan Kevin yang sedang makan bersama. Di Sana dia melihat Aira tertawa bersama Kevin. Sejak itulah, Nayla mulai menjauhi sahabatnya karena kesalah pahaman antara mereka. Nayla menganggap jika Aira membohonginya.
"Ya Allah maafin aku. Tolong cabutlah rasa sakit ini agar tak menyakitiku. " Ucap Nayla kembali dengan memegang dadanya yang terasa sakit.
"Mas.. " Ucap Aira yang berhenti sejenak ketika mata dia menuju ke arah kanan. Dia melihat sosok yang ia kenalinya.
Sekarang setelah mereka dekat, Mario meminta Aira untuk memanggilnya Mas agar lebih akrab. Apalagi sekarang mereka sudah sama-sama dewasa dan umur Mario lebih tua dari Aira meskipun hanya berselisih 1 tahun.
"Berhenti dulu deh, itu kayaknya dokter Nayla." Aira menyuruh Mario berhenti berjalan sambil menunjuk ke arah Nayla berada.
"Mana? " Mario bertanya dengan melihat arah pandang tangan Aira.
"Itu coba lihat deh, ayo kita ke sana untuk menghampiri dia. Kayaknya dia lagi nangis. " Ajak Aira.
"Ya udah ayo.. " Jawab Mario. Mereka pun berjalan ke arah samping menuju tempat dimana Nayla berada.
"Assalamu'alaikum dokter Nayla. " Ucap Aira setelah dia dan Mario sampai di samping Nayla berada.
"WA... waalaikum salam. " Jawab Nayla terbata-bata dan dengan reflek dia menghapus air mata yang jatuh di pipinya.
"Ya Allah.... anda kenapa dokter. " Aira kaget setelah dugaannya benar jika Nayla benar-benar menangis. Meskipun Nayla sudah menyakitinya, tapi mereka sudah kenal sangat lama sehingga masih ada rasa sedih dan simpati ketika melihat sahabat ya meskipun sekarang Nayla tak menganggapnya menangis.
"Kamu kenapa menangis? " Ucap Aira kembali dengan mendudukkan dirinya di samping Nayla Diapun memegang kedua bahu Nayla.
"Hik..... hikk....... hikk.... " Tangis Nayla pun pecah. Nayla reflek memeluk sahabatnya yang udah dia sakiti.
"Maafin aku Aira.... maafin aku. " Ucap Nayla dengan terisak.
__ADS_1
"Maafin aku yang udah nyakitin kamu. Yang udah jahat dan menjauhi mu." Tambah Nayla.
Mario yang melihat itupun terenyuh. Ia tak pernah tahu jika ternyata Aira dan Nayla dulu sempat dekat. Dan permasalahan apa yang menimpa mereka hingga mereka bisa jauh untuk saat ini.
"Iya Nayla, aku udah maafin kamu kok. Aku udah maafin kamu sebelum kamu minta maaf. " Jawab Aira dengan menepuk lembut pundak Nayla untuk menenangkan.
Mario yang melihat itu pun, pamit kepada Aira untuk pergi terlebih dahulu agar mereka berdua leluasa untuk membicarakan kesalah pahaman antara mereka.
"Ai... aku kesana dulu ya. Kamu tenangin dulu dokter Nayla. " Pamit Mario dengan menepuk lembut punggung Aira.
Aira pun membalik kepalanya menghadap sang pujaan hati. Sedangkan Nayla yang tak menyadari kedatangan Mario juga, masih memejamkan matanya di pelukan Aira.
"Iya mas. Maaf ya. " Jawab Aira dengan suara lirih.
"Iya nggak pa-pa kita masih bisa bertemu nanti." Jawab Mario bijak.
Mario meninggalkan kedua wanita tersebut untuk memberikan waktu dan ruang menyelesaikan masalah mereka.
"Maafin aku ya Aira. Aku memang bodoh karena di butakan cinta. Aku egois karena cinta hingga aku merelakan dan menyakiti kamu. " Ucap Nayla kembali.
"Aku udah maafin kamu Nayla. Dan untuk masalah dokter Kevin, kami sama sekali tak pernah ada hubungan apa-apa dan aku jamin kami tidak akan pernah ada hubungan Nayla. " Balas Aira dengan suara lembutnya.
Nayla melepaskan pelukanya kepada Aira dan dia melihat ke arah Aira.
"Mulai sekarang aku udah nggak peduli lagi sama dokter Kevin Ai, biarlah dia mau dekat sama siapapun aku udah nggak peduli. Aku udah menyerah untuk mendekatinya." Lapor Nayla yang sudah mulai sedikit tenang.
"Kemarin aku memang bodoh hingga menghilangkan urat malu ku untuk mendekatinya, dan mulai hari ini itu tidak akan terjadi kembali. " Tambah Nayla.
"Nay, dengerin aku. Jika Allah menakdirkan kamu bersama dengan Kevin pasti Allah akan kasih jalannya meskipun sulit dan berliku. Tapi jika memang kalian tak berjodoh, pasti Allah udah menyiapkan jodoh yang terbaik untukmu. " Ucap Aira memberikan semangat untuk Nayla. Aira pun menggenggam tangan Nayla sebagai rasa simpati terhadapnya.
"Iya Ai, kamu benar. Aku pasrahkan dan serahkan semua ini kepada Allah. " Suara Nayla sudah mulai stabil.
"Iya betul. Kamu harus semangat aku akan selalu ada di sampingmu untuk memberikan support sama kamu. " Balas Aira.
"Yupz.... ayo semangat Nayla. " Nayla pun menggenggam tangan kanannya dan menaik turunkan nya yang membentuk tanda semangat untuk dirinya.
Akhirnya kedua wanita yang sama profesi tersebut tersenyum bahagia. Ada rasa lega di hati mereka masing-masing setelah kesalah pahaman yang terjadi.
********
**Alhamdulillah up lagi ya. Ayo dong beri vote dan like buat cerita Aira biar author tambah semangat lagi melanjutkan ceritanya. Karena Vote dan like kakak-kakakku sangat memberikan support bagi para author di sini.
Selamat tahun baru ya...... 😇😇😇🥰🥰🥰**
__ADS_1