Cinta Monyetku

Cinta Monyetku
Pengganggu


__ADS_3

Happy Reading....


🌿🌿🌿🌿


Semoga dok. " Balas Nayla dengan tersenyum.


"Apa akan tetap berusaha mendekati kamu Nay, aku akan mengganti waktumu yang sudah aku sia-siakan sebelumnya. Dan izinkan aku sekarang yang akan berjuang. "Batin Kevin.


Drt.... drt......


Tidur Aira pun terganggu karena mendengar bunyi handphone. Dengan malas, Aira mengucek kedua matanya untuk bangun dan mencari handphone yang bergetar di atas nakas samping tempat tidurnya. Sedangkan Mario masih terlelap dalam tidurnya tanpa terganggu.


" Bukan Hpku. " Ucap Aira setelah mengecek handphone nya dan tak menemukan pesan yang tertera.


Aira pun menengok ke handphone sang suami yang berada di samping HPnya. Mereka berdua sepakat untuk tidak menutupi apapun di handphone, jadi pola handphone mereka pun saling tahu.


Aira pun membuka pola dan melihat siapa yang mengirim pesan di larut malam ini. Padahal waktu sudah menunjukkan pukul 1 pagi. Aira hanya khawatir jika pesan itu penting karena menyangkut tugas Mario.


Layar HP pun terbuka dan deg.....


Ada pesan dari nomer baru.


"Abang Mario jangan lupa loh besok, abang sudah janji nganterin aku. Aku tunggu dan met malam. 😍😍. " Pesan yang terpampang di layar HP Mario.


Aira pun kaget dan tak menyangka akan ada seseorang yang mengirim pesan ke suaminya dengan kata-kata seperti ini. Dan apa tadi, berjanji? berjanji dengan siapa suaminya dan mengapa suaminya tak bercerita kepadanya. Aira pun berperang melawan keraguan dan kekhawatiran di dalam hatinya. Bahkan dia bertanya-tanya siapa gerangan orang yang berani mengirim pesan seperti ini.


Tes....


Air mata Aira pun menetes jatuh dari pelupuk matanya.


"Pasti pesan ini dari perempuan. " Batin Aira.

__ADS_1


"Apa jangan-jangan mas Rio punya perempuan lain. Dan esok dia akan janjian. " Tebak Aira.


Aira pun menaruh kembali handphone Mario ke atas nakas. Dia pun berbaring kembali dengan rasa penasaran. Hatinya pun berubah sensitif. Dia memunggungi sang suami dan menahan tangisannya.


Sudah tidak ada rasa kantuk kembali. Rasanya ia hanya ingin menangis untuk melegakan hatinya.


Pagi hari, Aira pura-pura memejamkan matanya ketika Mario sudah bersiap-siap untuk pergi ke masjid di komplek asrama untuk menunaikan ibadah sholat subuh. Aira pun bangun setelah melihat sangat suami pergi. Dia segera bangun dan menunaikan sholat subuh juga. Setelah sholat, dia pura-pura memejamkan matanya.


"Dek, mas lari dulu ya. " Pamit Mario yang sudah siap memakai sepatu olahraga untuk melakukan olahraga pagi berkeliling komplek.


"Hemm." Aira pun menjawab hanya dengan deheman tanpa ingin mengantarkan suaminya seperti biasanya. Rasa kecewanya membuat dia kesal kepada suaminya.


"Tumben adik nggak mau nganterin ke depan. " Batin Mario yang melihat istrinya tak seperti biasanya. Tapi Mario memakluminya karena kemarin dia sudah bekerja di klinik asrama. Setelah melamar di rumah sakit dan belum dapat panggilan, Aira mendapat tawaran untuk membantu di klinik. Dan Aira pun menyiyakan karena waktunya yang tak terikat dan ia bisa banyak waktu di rumah. Apalagi sebagai istri perwira banyak kegiatan yang harus di lakukan di asrama.


Mariopun berjalan keluar kamar dan segera melakukan aktifitas di pagi hari.


Setelah Mario pergi lagi, Aira bangun dengan malas-malas untuk menyiapkan sarapan untuk suami maupun dirinya. Dia masih melayani sang suami meskipun hatinya sedang tak baik.


Setelah matang, Aira menatanya di atas meja makan. Tidak lupa ia juga membuatkan teh panas untuk suaminya. Dia menata sarapannya di dalam box makan untuk ia bawa ke klinik. Karena pagi ini dia ingin cepat ke klinik agar tidak bertemu suaminya. Hatinya terasa sakit karena Mario tidak berbicara apapun dengannya. Apalagi tiba-tiba ada yang berani mengirim pesan seperti itu di tengah malam.


Sebagai seorang istri, dia merasa ada yang di sembunyikan oleh sang suami. Pernikahan mereka baru seumur jagung, tapi sudah muncul permasalahan ini. Jika bukan tentang wanita, pasti dia tidak akan sesakit ini.


"Huh., aku harus segera berangkat. " Ucap Aira setelah selesai menata bekalnya di paper bag.


Dia pun segera mengendarai mobilnya meninggalkan rumah dinas sang suami tepat pukul setengah 7 tanpa pamit ke Mario. Dia butuh waktu untuk menjernihkan pikirannya. Pergi ke tempat kerja adalah salah satunya.


Mario yang kembali dari olahraga pagi pun terkejut karena tak melihat mobil sang istri di depan rumah dinasnya.


Dia pun segera masuk dan melihat sarapan sudah tertata rapi di meja makan.


"Tumben adik kok nggak pamit. Kalau ada tugas pagi pasti nungguin aku pulang dulu. " Ucap Mario yang merasa aneh dengan sikap istrinya di pagi ini.

__ADS_1


Mario segera mengambil handphone nya dan mencari nama sang istri yang ia beri nama "Cintaku" di kontak. Dia pun segera mendial untuk menghubunginya.


"Aneh kok hanya memanggil. " Mario semakin merasa tak tenang.


"Coba aku kirim pesan aja deh. " Ucap Mario kembali dan memilih aplikasi pesan whatsapp untuk menulis pesan.


"Assalamu'alaikum adik, kok tumben berangkat pagi sekali dan tidak pamit sama mas. " Tulis Mario.


"Kok cuma centang satu, apa adik nggak ada kuota. Tapi kan kemarin habis beli. " Mario semakin takut dengan sikap sang istri.


"Mandi dulu aja, semoga habis selesai mandi pesanku terkirim. " Mario pun meletakkan kembali HPnya di atas nakas. Dia pun segera menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum berangkat lagi untuk apel dan bekerja.


Setelah 10 menit, Mario selesai mandi dan mengganti baju dinas hariannya. Dia pun mengecek hpnya dan berharap dapat balasan dari sang istri tapi sayang sekali pesannya hanya centang 1 tanpa belum terkirim.


Pikirannyapun semakin kacau. Dia mendoktrin pikirannya tentang hal-hal yang positif. " Bismillah, semoga tidak ada apa-apa. "


"Mending sarapan dulu biar pikirannya menjadi jernih. " Ucap Mario pada dirinya sendiri. Dia pun berjalan menuju ke ruang makan. Rasanya makanan yang ia makan sedikit hambar karena biasanya dia di temani sang istri untuk sarapan, tapi sejak pagi tadi sikap sang istri sangatlah berbeda. Dia tidak tahu apa yang terjadi karena kemarin malam sebelum tidur, mereka masih bercerita dan mengobrol semua aktifitas yang mereka lakukan. Tapi tadi pagi, biasanya sang istri akan menyiapkan sarung dan baju koko untuk ia pakai ke Masjid, tapi Aira sama sekali tidak bangun. Tadi pagi pun sama biasanya Aira akan menghantarkan dirinya untuk berolahraga sampai di depan pintu dan kemudian istrinya akan melanjutkan untuk menyapu dan masak, istrinya masih tidur tanpa menjawab ketika ia pamit.


Ketika ia sedang bertraveling dengan pikirannya, handphone Mario berbunyi tanda pesan masuk.


Ting.....


Mario tersentak dari lamunannya ketika mendengar bunyi pesan masuk.


"Pasti adik yang ngirim pesan. " Ucap Mario dengan tersenyum berharap ada balasan dari Aira.


"Abang, aku tunggu di rumah jangan lupa ya. " Pesan masuk nomor yang tak dikenal.


Deg.....


"Astagfirullah..... "

__ADS_1


🌿🌿🌿🌿🌿


__ADS_2