Cinta Monyetku

Cinta Monyetku
Terobati...


__ADS_3

Happy Reading....


🌹🌹🌹🌹


Tapi itu berubah setelah, Nayla dokter cantik sahabat dokter Aira berusaha mendekatinya. Awalnya dia menganggap biasa saja tapi lama-kelamaan sikap Nayla semakin agresif dalam mendekati dirinya. Sehingga terkadang membuat ia jengah akan perlakuan Nayla. Baik dari setiap hari Nayla selalu membuatkan dia sarapan. Dulu dokter Kevin merasa enak saja mendapatkan sarapan gratis, tapi tidak mudah luluh dengan perhatian Nayla.


Dan puncaknya, ketika ia menyakiti Nayla dengan perkataan yang menyakitkan ketika ia merasa cemburu di saat letnan Mario mendekati Aira. Dan mereka semakin dekat. Meskipun ada sedikit rasa cemburu, tapi berimbas dengan ucapan kasar dokter Kevin kepada Nayla. Nasi sudah menjadi bubur, dia tak mungkin memutar waktu agar dia bisa berfikir jernih dalam bertindak.


"Huh... aku pasti bisa. " Ucap dokter Rendy kembali untuk menyemangati dirinya.


**


Pagi pun telah tiba, dimana sang surya telah menampakkan senyuman terindahnya kepada manusia. Memberikan semangat di pagi yang cerah ini.


"Huh.... baru 5 hari nggak ketemu tapi sudah kayak 5 tahun saja. " Ucap Aira menggerutu. Rasanya ia malas untuk bangun dan pergi bekerja. Padahal tinggal beberapa hari ia bekerja di rumah sakit tersebut, tapi rasa kangen kepada sang suami membuat ia bermalas-malasan untuk beranjak dari kasurnya.


"Tapi aku harus semangat kerja ini, tinggal 2 hari lagi. " Ucap Aira kembali.


"Semangat Aira, kamu pasti bisa. 10 tahun nggak ketemu aja kamu bisa menahan rindu, eh ini baru 5 hari nggak ketemu malah membuat dirimu malas. Padahal mas Rio selalu hubungin aku. " Ucap Aira menyemangati dirinya.


Memang beda yang Aira rasakan setelah menikah, jika dulu hampir 10 tahun terpisah dia bisa menahan rasa kangennya, tapi setelah menikah rasanya tak ingin jauh dari suaminya. Tiap malam, Mario selalu menghubungi Aira ketika dia tidak ada tugas. Malah sering Mario menemani Aira hingga Aira tertidur. Katanya Aira tak bisa tidur jika tidak berada di dalam pelukan sang suami. (Maklum pengantin baru. Pinginnya berdekatan terus 🤣🤣🤣).


Dengan langkah gontai, Aira pun bergegas menuju kamar mandi untuk mandi dan bersiap-siap pergi ke rumah sakit.


"Huh... " Aira menghembuskan nafasnya dengan berjalan dan menyambar handuk.


Setelah selesai mandi, Aira pun bergegas berganti pakaian dan tidak lupa merias wajahnya tipis agar tidak membuat dia tampak pucat.


Pukul 7 pas, Aira keluar dari kamar kosnya. Dia menyambar roti dengan selei coklat kesukaannya dan sekotak susu coklat yang ia keluarkan dari lemari es untuk ia sarapan.


Karena, sudah siang Aira pun membawanya ke dalam mobil. Sehingga ia akan memakannya di sana sambil menyetir.


Aira mengemudikan mobilnya menuju ke rumah sakit dengan kecepatan sedang. Karena Aira berangkat di jam padat, sehingga arus lalu lintas sedikit macet akibat banyaknya pengendara yang ingin bekerja. Aira menghidupkan musik untuk menemani di dalam mobil yang sepi. Dengan Lagu Billie Eilish, Lovely Aira ikut mendendangkan liriknya.


Thought I found a way


Thought I found a way, out (found)


But you never go away (never go away)


So I guess I gotta stay now


Oh, I hope some day I'll make it out of here


Even if it takes all night or a hundred years


Need a place to hide, but I can't find one near


Wanna feel alive, outside I can't fight my fear


Isn't it lovely, all alone?


Heart made of glass, my mind of stone


Tear me to pieces, skin to bone

__ADS_1


Hello, welcome home


Walkin' out of town


Lookin' for a better place (lookin' for a better place)


Something's on my mind (mind)


Always in my head space


But I know some day I'll make it out of here


Even if it takes all night or a hundred years


Need a place to hide, but I can't find one near


Wanna feel alive, outside I can't fight my fear


Isn't it lovely, all alone?


Heart made of glass, my mind of stone


Tear me to pieces, skin and bone


Hello, welcome home


Whoa, yeah


Yeah, ah


Hello, welcome home.


"Ish jadi rindu rumah ni. " Ucap Aira setelah selesai bernyanyi.


Akhirnya, Aira pun tiba di rumah sakit. Dia parkiran mobilnya dan tidak lupa mengambil jas beserta tasnya untuk segera masuk. Karena dia harus bergantian jadwal dengan dokter yang shif malam.


Tak mudah menjadi seorang dokter, tidak hanya otak yang cerdas dan banyak uang saja. Tapi dengan lamanya waktu pendidikan dari kuliah, koas selama 1,5 sampai 2 tahun hingga bisa mendapatkan gelar dokter setelah di sumpah, mereka harus gigih dan pantang menyerah. Hampir 7 tahun yang mereka habiskan untuk menjadi seorang dokter. Apalagi ketika koas, hal paling penting dari tahap koas ialah jaga malam. Frekuensi jaga tergantung bagian, ada yang seminggu sekali, seminggu dua kali, dua minggu tiga kali. Bahkan,  setelah selesai jaga malam, paginya langsung lanjut bertugas hingga sore.


Jadi, masuk dari pagi dan baru pulang besok sorenya. Dan Aira pun mengalami tahap seperti itu. Meskipun ayahnya punya jabatan, tapi Aira tidak di anak mas kan.


"Selamat pagi dokter Aira. " Sapa seorang suster disana.


"Selamat pagi Sus. " Jawab Aira dengan ramah. Aira pun melanjutkan langkahnya setelah selesai menyapa beberapa petugas yang sudah ada.


"Ai... " Panggil Nayla yang juga baru sampai.


"Iya Nay? " Jawab Aira dengan menghentikan langkah nya.


"Aku mo curhat ni ma kamu. " Ucap Nayla dengan wajah memelas seperti anak kecil yang mengharapkan permen.


"Nanti aja waktu istirahat. Ini aku udah di tunggu pasien. " Jawab Aira.


"Ya udah kalau gitu. Nanti aja dj waktu istirahat. Aku akan ke ruanganmu seperti biasa. " Balas Nayla.


"Okey siap, aku ke ruanganku dulu. " Jawab Aira. Aira pun segera bergegas menuju ruangannya setelah berpamitan dengan Nayla. Dan Nayla juga bergegas menuju ruangannya.

__ADS_1


"Selamat pagi ibu, maaf ya tadi agak macet jadi sedikit terlambat. " Ucap Aira setelah masuk kedalam ruangannya. Untung sudah ada suster Novi yang menghandle pasien yang akan periksa. Untuk Jenni, hari ini ia libur jadi Aira di bantu oleh suster lainnya.


"Tidak apa-apa dok, saya maklum dengan keadaan jalan di pagi hari. " Jawab si ibu paruh baya.


"Iya bu Terima kasih. "


"Oh ya, ini keluhannya apa bu? " Tanya Aira kepada pasiennya.


"Gini dok, saya itu sering pusing dan nanti hilang sendiri. Tapi jika pusing saya kumat, rasanya kepala saya mau pecah. Sampai kemarin saya juga pingsan gara-gara tidak kuat.


" Ibu punya hipertensi? "


"Tidak dok, saya ngecek terakhir darah saya normal. "


"Coba saya cek dulu bu untuk memastikan. " Ucap Aira dengan mengambil tensi meter yang sudah di sediakan oleh suster Novi.


"140/90, ini lumayan tinggi bu. Kemungkinan tensi ibu naik karena merasakan sakit kepala. Nanti kita lakukan pemeriksaan CT Scan untuk mengecek keseluruhan kepala ibu. Jadi nanti bisa di ketahui apa penyebab pusingnya ibu. " Balas Aira menjelaskan kepada si ibu.


"Baik dok. "


Aira pun menyuruh suster Novi untuk mengantarkan si ibu untuk ke ruang CT scan. Disana sudah ada petugas yang berjaga. Sedangkan Aira melanjutkan memeriksa pasien.


"Huh... " Aira pun merasa capek karena banyaknya pasien yang datang.


Dia meregangkan otot tangannya sejenak untuk melunturkan nya.


"Masih ada pasien Sus? " Tanya Aira.


"Sebentar dok, biar saya cek. " Balas suster Novi.


Novi pun keluar untuk memeriksa masih adakah pasien yang menunggu apa tidak.


Ceklek...


Pintu Ruangan Aira di buka.


"Selamat siang, ada keluhan apa yang di rasakan? " Tanya Aira yang masih belum fokus akan kedatangan seseorang.


"Siang dok, keluhan saya di hati saya dok. Sepertinya sedang bermasalah. " Ucap seorang laki-laki dengan suara basnya.


Aira pun mendongakkan kepalanya setelah mendengar keluhan pasien.


Deg....


"Mas..... " Teriak Aira yang kaget akan kedatangan suaminya. Dia pun segera keluar dari kursinya dan menghambur ke pelukan Mario.


"Iya dek. " Jawab Mario dengan memeluk sang istri.


"Ish mas nyebelin, katanya lagi sibuk. Eh ini malah udah sampai ini aja. " Aira pun menggerutu dengan mengerucutkan bibirnya dengan manja.


"Ya maaf dek, mas hanya mau ngasih surprise buat kamu. "


"Dan mas udah berhasil buat Aira kangen. " Balas Aira dengan manja.


"Tapi kan sekarang mas udah datang sehingga kangennya adik terobati. "

__ADS_1


🍂🍂🍂🍂


__ADS_2