Cinta Monyetku

Cinta Monyetku
Aqiqah Maira


__ADS_3

Happy Reading....


🌿🌿🌿🌿


"Adik juga banyak belajar dari bunda, meskipun Aira tidak terlahir dari rahim beliau, bunda tak pernah membedakan kami. Bunda menyayangi Aira seperti Adyan dan Illa. Aira sangat beruntung mendapatkan bunda Salma. Karena beliau juga, ayah meraih kesuksesannya dalam memimpin. Semoga Aira juga bisa seperti bunda. "Jawab Aira yang mengingat perjuangan bunda Salma selama ini. Tidak pernah membedakan antara dirinya ataupun dengan adik-adiknya yang lain. Keluarga besar bunda Salma pun menerima dia sebagai bagian keluarga mereka. Masih ingat dulu ketika eyang Handoko dan Eyang Murti datang menjenguk keluarganya, beliau selalu membelikan baju seperti Adyan dan Shakila yang notabennya adalah cucu kandung mereka.


"Iya dek, mari kita belajar bersama untuk. menjadi orang tua yang bisa menjadi panutan putri kecil kita Maira dan adik-adiknya kelak. " Ucap Mario dengan tersenyum manis.


"Ih mas itu loh, Maira baru juga lahir kemarin ini udah bahas adiknya. Lihat ni mas, jahitan di perut Aira juga belum kering" Airapun sedikit jengah dengan ucapan sang suami. Diapun berpura-pura cemberut.


"Hahaha. maaf dek, kan berencana boleh dek. Mas juga tahu nggak mungkin juga di waktu dekat ini. Luka adik juga butuh waktu untuk sembuhnya. Paling tidak jarak 2 tahun sama Maira. " Mariopun menjelaskan.


"InsyaAllah mas, sekarang kita fokus untuk merawat dan mendidik Maira dulu mas. Semoga Aira bisa menjadi ibu yang baik buat dia. "


"Pasti dek, mas percaya adik akan menjadi ibu yang baik buat putri kita. " Mariopun mendekat dengan mencium pucuk kepala Aira. Rasanya cintanya kepada sang istri semakin hari semakin bertambah. Cinta yang sejak kecil sudah tertanam di hatinya tak pernah pudar.


**


3 minggu sudah berlalu setelah kelahiran Maira. Hampir semua keluarga besar dari Aira baik dari bunda Salma dan ayah Irsyad serta dari keluarga bunda Aisyah berkumpul di rumah Ayah Irsyad. Tidak ketinggalan budhe Retno dan Raisha yang juga sudah datang dari kota K. Mereka berkumpul untuk mengadakan acara syukuran dan aqiqah kelahiran Maira.


Untuk pernikahan Raisha, akhirnya budhe Retno, Raisha, Mario dan Alex bersepakat jika acara pernikahan Raisha dan Alex akan di adakan di kota P. Mereka berpendapat jika pernikahan di kota P, jaraknya tidak terlalu jauh dari keluarga Alex. Di kota K juga Budhe Retno tidak ada saudara. Selain itu, mereka juga ingin Aira tetap bisa mengikuti acara pernikahan adik iparnya. Jika acara masih di adakan di kota K, kemungkinan besar Aira tidak akan hadir karena mengingat kondisinya setelah operasi cesar.


"Ulu.... ulu cucu oma lagi ngolet ya. " Ucap bunda Salma yang sedang menggendong Maira.


"Itu cantik banget mbak Maira nya, persis sama Aira ketika masih bayi. " Ucap tante Nadira adik perempuan atau Salma. Meskipun usianya juga sudah akan memasuki usia 50 tahun, tetapi wajahnya tetap awet muda.


"Iya dek, mbak pernah lihat foto Aira yang masih bayi. Ini Maira cantik perpaduan mama dan papanya. " Balas bunda Salma yang mengiyakan perkataan tante Nadira.


"Oh ya gimana kabar Raihan dek?" Tanya bunda Salma yang ingin tahu kabar keponakannya.


"Ya gitu mbak, katanya dia lagi sibuk dengan S3 nya. Katanya lagi buat penelitian kitu mbak. Entahlah. " Jawab tante Nadira. Raihan adalah putra pertama tante Nadira, usianya lebih tua 2 tahun dari Aira. Dia bekerja sebagai seorang dosen. Di usianya yang masih muda, dia sudah melanjutkan S3 nya dengan mendapatkan beasiswa di Inggris.


"Mbak bangga deh dek punya keponakan yang cerdas seperti dia, di usia masih muda udah bisa lanjut kuliah sampai S3 nya. Apalagi itu semua juga beasiswa. " Puji bunda Salma.

__ADS_1


"Sekolah sih sekolah mbak, tapi aku juga pingin segera menimang cucu kayak mbak Salma dan mbak Sinta. Lah ini aku boro-boro gendong cucu, tu anak satu masih belum mikir ke arah situ. " Kesal tante Nadira.


"Ya di do'ain aja dek, mungkin sekarang dia memang sedang ingin fokus ke karirnya, pasti nanti jika sudah waktunya juga dia akan segera berumah tangga. " Bunda Salma pun memberikan nasehat.


"Oek..... oek... eok... " Suara tangisan Maira pun terdengar dan menghentikan perbincangan bunda Salma dan tante Nadira.


"Cup... cup... cup, cucu oma haus ya. Bentar ya sayang mama baru makan biar asinya lancar nanti. " Ucap bunda Salma dengan menimang Maira untuk menghentikan tangisan Maira.


Aira yang mendengar sang putri menangis, segera menuju ke ruang keluarga dengan pelan-pelan. Dia pun meletakkan makanannya yang tinggal sedikit.


"Putri cantik mama haus ya. " Ucap Aira dan segera meraih Maira dari gendongan bunda Salma.


"Kakak sudah selesai makannya? " Tanya bunda Salma.


"Tinggal dikit bun, tapi Aira nggak tega dengar Maira nangis. " Jawab Aira dengan segera membuka resleting hijabnya. Untuk dia memakai kerudung instan dan panjang menutupi dada, sehingga ia tidak malu menyusui Maira di sana. Maira susah di tenangin jika terlalu lama menangis apa lagi jika sedang kehausan. Jadi sesegera mungkin Aira akan menyusui putrinya.


. "Ya udah bunda sama tante Nadira ke dapur dulu buat ngecek makanan untuk acara aqiqah han nanti. " Pamit bunda Salma.


"Ya bun, te. "Jawab Aira dengan masih fokus menyusui Maira.


**


Waktu sudah menunjukkan pukul 1 siang, sudah banyak orang yang hadir di acara syukuran kelahiran Maira. Termasuk Alex beserta keluarganya yang juga ikut menghadiri acara. Notabene nya keluarga mereka yang akan menjadi satu, membuat kedua orang tua Alex sangat antusias menghadiri acara tersebut.


" Wah keponakan om tambah cantik aja. "Puji Alex yang sedang asyik menoel pipi Maira.


. " Iya dong om, kan aku putri papa Mario dan mama Aira. "Jawab Mario dengan suara menirukan anak kecil.


" Nanti habis nikah sama adikku, langsung tu buat satu yang kayak Maira. Jadi nanti biar bisa jadi teman main Maira. "Tambah Mario.


" Ya harus dong itu. "Jawab Alex dengan semangat.


" Oh ya katanya si pak pol mo datang kesini loh. "Ucap Alex.

__ADS_1


" Masak Lex, tumben dia mau datang. Biasanya juga susah untuk di hubungi setelah ia gabung tu ke kesatuan dia yang baru. "Jawab Mario..


" Kemarin dia Chat aku, ya udah sekalian aja aku kasih tahu acara ini. Katanya dia mo datang gitu, sekalian dia mau kangen-kangenan sama kita. "


"Yah semoga saja Lex. "


Tak berselang lama, ada sosok laki-laki gagah dengan kulit wajah yang eksotik sedang berjalan menghampiri Alex dan Mario.


"Maaf aku datang telat. " Ucap Doni setelah mendekati Alex dan Mario.


"Woy.... panjang umur kamu pak pol. Baru juga kita omongin, eh udah muncul aja. " Jawab Alex dengan menepuk bahu Doni.


"Bagaimana kabarmu pak pol? " Mario sangat bahagia akhirnya bisa bertemu kembali dengan sahabatnya, Doni. Sudah 1 tahun lebih mereka tidak bertemu.


"Yah, seperti inilah. " Jawab Doni.


"Ini anak kamu Dan? " Tanya Doni dengan menoel lembut pipi Maira.


"Iya namanya Maira. " Jawab Mario.


"Cantik." Puji Doni kepada Maira.


"Makanya cepat nikah gih biar bisa punya yang seperti ini " Alex ikut Mengompori.


"Alah yang mentang-mentang mo nikah, sombongnya. " Ucap Doni menyindir Alex.


Alex pun hanya ketawa.


"Kamu juga harus segera menyusul kami, by the way gimana hubungan kamu sama anak jendral itu? " Tanya Alex yang tahu hubungan Doni dengan salah satu anak atasan Doni.


Doni pun menjadi sendu.


"Aku sama dia.... "

__ADS_1


🌿🌿🌿🌿


__ADS_2