
Happy Reading...
****
"Jangan di pandang terus, sebentar lagi juga halal kok. " Ucap Alex membuyarkan Mario.
Mario pun terkesiap dan menetralkan detak jantungnya yang mulai berdetak cepat.
Masih dengan menundukkan kepalanya, Aira di antar sang bunda menuju tempat duduk khusus dirinya. Tapi sebelumnya Salma meminta sang putri untuk melihat ke depan.
"Kak, coba deh kakak lihat ke depan. " Punya Salma.
Aira pun terpaksa mendongakkan kepalanya untuk mengikuti saran sang bunda. Dan...
Deg.....
"Mas..... Ma... RI...o... "Ucap Aira yang kaget ketika melihat lelaki yang ia cintai ada di depan matanya dengan senyuman yang mengembang di bibir nya.
Aira yang masih linglung masih memastikan apa benar orang yang ada di depannya adalah orang yang dia cintai atau hanya khayalan semata gara-gara ia yang sedang sedih.
" Ayo kak, kita kesana. "Ajak bunda Salma yang membuyarkan kelinglungan Aira.
Aira yang kaget pun langsung menengok ke arah bunda nya.
" Bun, ini mimpi kakak atau memang nyata, disana benar-benar mas Mario? " Tanya Aira yang masih tak percaya.
"Kita kesana dulu dan kakak coba pastikan benar nggak itu mas Mario kakak. " Balas Salma dengan menengok menghadap ke arah Mario.
Aira pun mengangguk patuh. Di antar sangat bunda, dia pun berjalan menuju ke kursi yang berhadapan langsung dengan Mario beserta keluarga.
__ADS_1
Aira pun duduk di samping ayahnya setelah Irsyad melambaikan tangannya.
"Sini nak. " Pinta Irsyad.
"Iya Ayah. " Jawab Aira dengan lembut. Aira pun memastikan kembali orang yang ada di hadapannya. Kemudian dia menarik senyum di bibir manisnya setelah melihat pasti siapa orang yang ada di depannya. Aira pun menengok ke samping kiri dan kanan Mario. Ada seorang wanita paruh baya dan seorang gadis yang hampir mirip Mario. Kemudian di samping lagi, ada orang yang ia kenal yaitu pak Rahmad, bang Alex dan bang Doni. Rekan Mario di daerah bencana. Aira pun menitikkan air matanya setelah tahu jika orang yang di depannya benar-benar asli bukan khayalan.
"Ya Allah, maafin Aira yang sudah salah sangka terhadap ayah. " Ucap Aira dalam hatinya dengan melihat kearah sang ayah yang masih setia memandang putri sulungnya.
"Jangan menangis kak. Ini hari bahagia kakak. " Bisikan Ayah Irsyad kepada Aira.
Mario dengan menggerakkan bibirnya pun meminta Aira untuk tidak memitikkan air matanya.
"jangan menangis sayang, mas sudah ada disini. " Ucap Mario dengan gerakan bibirnya.
Aira pun menganggukkan kepalanya dengan tersenyum bahagia. Dia pun perlahan menghapus air mata yang jatuh.
"Ehem..... " Pak Rahmat selalu perwakilan dari Mario memulai untuk berbicara.
Semua orang pun tertawa dengan banyolan pak Rahmat. Suasana tegang pun sedikit mencair.
"Silahkan pak Rahmat. Disini sekarang saya bukan sebagai komandan anda, tapi saya juga hanya seorang ayah yang menyayangi putri nya. " Jawab Irsyad dengan wajah ramahnya.
"Baik Pak Irsyad beserta ibu dan keluarga besar bapak di sini. Sampai ini sayang kaget ternyata keluarga bapak banyak juga ya. " Tambah Pak Rahmat.
"Oh ya selamat siang dokter Aira, akhirnya kita ketemu kembali ya tapi berbeda situasi. Kalau kemarin saya memperkenalkan Mario sebagai bawahan saya, dan sekarang saya mewakili dia sebagai walinya untuk hal yang berbeda. " Sapa Pak Rahmat dengan menghadap ke Aira.
Aira pun tersenyum dengan malu-malu.
"Begini pak, maksud kedatangan kami disini, kami ingin melamar putri bapak yang cantik ini yaitu ananda Aira Khumaira Az-zahra untuk adik saya ananda Mario Rosfan Adhitama. " Pak Rahmat mulai dengan inti pembicaraan.
__ADS_1
"Terimakasih atas kedatangan pak Rahmat beserta nak Mario dan keluarga ke kediaman saya, saya sangat menghargai maksud dan niat baik dari pak Rahmat yang mewakili nak Mario untuk melamar putri saya. Untuk saya pribadi beserta bunda nya menerima lamaran bapak tapi, yang akan menikah bukan kami yaitu putri saya Aira Khumaira Az-zahra jadi, saya serahkan keputusan ini kepada putri saya. "Jawab bijak dari ayah Irsyad.
" Silahkan nak Mario jika ingin bertanya langsung ke putri saya. "Tambah ayah Irsyad kembali.
" Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. "Ucap Mario dengan menekan rasa gugupnya.
" Waalaikum salam warahmatullahi wabarakatuh. "Jawab semua orang yang ada disana.
" Bismillah,... huh......... "
"Dek Aira, pertama mohon maaf jika kedatangan saya dan keluarga mengagetkan adik. Dan Terima kasih untuk bapak Irsyad dan ibu serta keluarga yang sudah memberikan waktu untuk saya mengungkapkan niat baik saya kepada dek Aira. Sudah lama kita saling kenal hingga Allah menguji kita dengan perpisahan yang cukup lama. Tapi saya yakin dengan takdir Allah yang akan datang di waktu yang tepat hingga tanpa sengaja kita di pertemukan kembali, awalnya saya rendah diri dengan diri saya tapi seiring waktu saya menyadari jika saya sangat mencintai dek Aira. Dan di hari yang indah dan Insyaallah berkah ini, izinkan saya untuk meminang adik untuk mendampingi saya di suka maupun duka. Membangun bahtera rumah tangga yang di ridhoi Allah." Mario pun mengungkapkan keinginannya.
"Silahkan nak, kamu jawab keinginan nak Mario. " Ayah Irsyad pun memberikan waktu untuk Aira untuk menjawab.
Aira memandang ke arah ayahnya. Dan Irsyad memberikan isyarat dengan menganggukkan kepalanya. Dan kemudian melihat ke arah bunda nya dan jawabannya pun sama. Dan terakhir pandangannya menuju ke depan melihat ke Mario yang tampak menunggu jawaban Aira dengan harapan.
"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. "
"Waalaikum salam warahmatullahi wabarokatuh. " Balas semua orang.
"Bismillah hirrahma nirrohim. Saya ucapkan terimakasih kepada mas Mario dan keluarga serta pak Rahmat dan ibu yang sudah datang ke kediaman orang tua saya untuk bersilaturahmi. Dan Terima kasih juga buat ayah dan ibu serta adikku Shakila yang sudah memberikan kejutan yang luar biasa buat saya di hari yang sangat spesial buat saya. Terima untuk oma, opa, tante Airin, tante Sinta, Tante Nadira dan seluruh keluarga yang berkenan hadir di acara ini. Awalnya saya merasa putus asa ketika ayah membuat keputusan untuk menjodohkan saya dengan putra dari sahabat beliau. Tapi saya tak berfikir jika itu adalah mas Mario, hingga membuat saya down beberapa hari. Dan hari ini saya sangat bahagia ternyata lelaki yang akan mempersunting saya adalah laki-laki yang juga saya cintai, saya yakin jika Allah akan menakdirkan apa yang tertulis untuk kita dan saya yakin jika itu adalah mas Mario. Jadi, saya Terima pinangan mas Mario untuk saya. Izinkan saya untuk menjadi makmum mas untuk mas bimbing menuju jannahnya Allah. "Aira pun menjawab dengan tenang. Ada rasa bahagia meliputi hatinya yang tak bisa di gambarkan dengan apapun.
" Terimakasih dek mau menerima pinangan saya. "Ucap Mario dengan senyum bahagia.
Budhe Retno dan bunda Salma pun menitikkan air matanya ketika melihat orang yang mereka sayangi menemui kebahagiaannya.
" Lihatlah Adikku Irfan dan Rosa, lihatlah senyuman kebahagiaan putramu yang tak pernah ia tampakkan ketika kalian meninggalkan nya Dan hari ini, kebahagiaan itu terpancar di wajahnya. " Ucap budhe yang melihat ke arah Mario.
****
__ADS_1
.