Cinta Monyetku

Cinta Monyetku
First Date


__ADS_3

Happy Reading..


********


"Ehem...., kayaknya lagi ada yang fokus wa-nan sama abang tampan. " Goda Anton kembali.


"Upz... keceplosan. " Tambah Anton dengan menutup mulutnya dengan telapak tangannya.


"Wah iya ini, rona-ronanya lagi ada yang lagi bahagia ni. " Nayla pun ikut menimpalinya meskipun dia belum tahu siapa gerangan yang membuat hati sahabatnya berbunga-bunga.


Aira pun hanya tersenyum malu-malu karena di goda para Sahabatnya. Dan mereka pun berlanjut saling bercerita dan bercanda meskipun kebanyakan fokus menggoda Aira hingga Aira menampilkan pipi merona karena malu.


"Sepertinya aku ketinggalan banyak cerita tentang kamu Ra." Ucap Nayla ketika mulai kembali untuk melanjutkan tugasnya.


"Makanya kemarin jangan ngambek ma aku terus, jadinya ketinggalan berita kan? " Aira pun menggoda Nayla dengan senyum tengilnya.


"Iya... iya aku ngaku kemarin salah. Cuma gara-gara laki-laki aku harus musuhin kamu. Dan kamu lihat sendiri dia tak pernah memandang aku. Yang ada hanya namamu saja di hatinya. " Nayla tersenyum miris meratapi kebodohannya.


"Sabar Nay. " Ucap Aira memberi semangat Nayla dengan menepuk lembut bahunya. " Bagaimanapun sikap dokter Kevin sama aku, tak akan bisa ngambil hatiku dan saat ini pun tak ada kepikiran untuk ku untuk dekat dengan dia. " Tambah Aira.


"Dan satu lagi, takutnya nanti kalau aku jadian ma dia ada cewek yang nggak Terima. Kemarin aja udah musuhin aku, apalagi entar kalau aku jadian pasti pisau besar bisa melayang di wajah cantikku. " Aira masih bisa bercanda untuk mencairkan suasana.


"Apaan sih, nggak lagi. Sekarang aku udah slow aja deh. Masih banyak kok cowok yang mo ngejar-ngejar aku. " Nayla pun membalas ucapan Aira dengan tersenyum.


Baginya saat ini, bisa memperbaiki hubungan dengan Aira adalah hal yang sangat istimewa.


"By the way, ini aku masih sangat penasaran deh. Sebenarnya kamu sedang dekat sama siapa sih Ra, bikin penasaran saja. " Ucap Nayla kembali.


"Ada deh, nanti kamu juga tahu. Yang penting dia bukan dokter Kevin loh. " Jawab Aira dengan gaya centilnya.


"Ish...... menyebalkan. " Ucap Nayla kembali dengan melempar tidur ke arah Aira.


. "Hahahha....... " Aira pun hanya ketawa karena bisa menggoda sahabatnya kembali.


"Eh tapi Ra, jika kamu sedang dekat ma cowok lain. Jadi, kamu menyerah dong untuk nemuin sahabat kecilmu? "


"Nggak dong Nay.. "


"Terus?, kok kamu malah dekat ma orang lain. "


"Atau.....? " Nayla menggantungkan ucapannya.


"Jangan bilang kalau kamu udah nemuin dia. " Tanya Nayla kembali.


Aira pun menganggukkan kepalanya tanda mengiyakan perkataan Nayla.


"Oh my God.... benar itu Aira? " Tanya Nayla kembali yang masih belum percaya.


"Iya, aku udah bertemu dengan dia. " Jawab Aira dengan tersenyum.

__ADS_1


"Ya Allah, kapan dan dimana kan sekarang kita masih di sini kok bisa kamu ketemu dengan dia? " Rentetan pertanyaan Nayla tanyakan kepada Aira.


"Karena ternyata dia juga ada di sini. " Jawab Aira dengan entengnya.


"Yang benar, siapa dia? " Tanya Nayla kembali yang masih kepo.


"Wah kalian memang berjodoh ya, udah lama banget kamu nyari dia dan takdir malah mempertemukan kalian disini. " Ucap Nayla dengan bahagia.


"Iya Nay, aku juga nggak nyangka jika kegiatan kemanusiaan kita kali ini menghantarkanku bertemu dengan dia. " Jawab Aira dengan bahagia.


. "Aku memang belum kenal ma dia. Tapi aku harap kalian bisa hidup bahagia setelah apa yang sudah kalian alami. " Do'a tulus Nayla.


"Amin Nay, aku harap kamu juga segera menemukan kebahagianmu. " Aira pun berharap penuh akan kebahagiaan sahabatnya.


*********


Malam pun tiba. Tampak bintang yang sedang berkelap kelip di angkasa ditemani sinar rembulan yang terang benderang.


Seperti halnya dengan 2 sejoli yang sedang di mabuk kasmaran, semesta pun ikut merasakannya. Malam ini, tak ada awan mendung yang muncul di angkasa. Hanya ada cuaca yang bersahabat dengan rencana Mario untuk mengajak sang pujaan hati berjalan-jalan menikmati indahnya malam.


"Wah udah rapi aja Dan, tumben ni. " Goda Alex dengan wajah tengilnya.


"Memangnya nggak boleh jika sekaki-kali saya rapi. " Jawab Mario dengan tampang datarnya.


"Hush... nggak usah godain orang yang lagi kasmaran. Di timpuk sepatu baru nyahuk lo. " Ucap Doni menimpali.


"Weleh, ni orang muncul aja kayak jailangkung. " Ucap Alex.


"Nggak kena.... nggak kena wlek.... " Goda Alex dengan menjulurkan lidahnya untuk mengolok-olok Doni.


"Ni tingkahnya melebihi anak PAUD. " Sungut Doni yang jengkel.


"Kalian itu kalau bertemu berantem saja. " Ucap Mario dengan tampang datarnya.


"Wuih, sepertinya ada yang mau nge dateng ni lex. " Gantian Doni yang menggoda Mario.


"Iya nih. "


"Wah harusnya kita juga dapat traktiran ni karena usaha kita. "


"Setuju aku, coba kalau tidak ada kita. Ni si muka datar nggak mungkin bisa ngedate hari ini. " Ucap Alex.


"Ehem.... " Mario pun berdehem.


"Besok kalian oleh makan sepuasnya. " Ucap Mario.


"Tapi hari ini jangan nganggu saya. " Perintah Mario.


"Wah siap bos. " Jawab Doni dan Alex bersamaan.

__ADS_1


"Semoga sukses bos kencannya. " Tambah Alex.


Mario pun hanya tersenyum sebelum berjalan menaiki sepeda motor yang ia pinjam dari salah satu penduduk disana.


Tak berselang lama, Mario sudah sampai di tempat yang Aira gunakan untuk menunggu Mario. Tampak Aira yang sedang menggunakan sweeter dan rok plisket disana. Tidak lupa kerudung yang senada dengan roknya.


Meskipun hanya berpakaian sederhana, tak menghilangkan kecantikan alami Aira. Mario yang melihatnya pun tersenyum simpul mengagumi kecantikan calon makmumnya.


"Ayo naik. " Ajak Mario setelah sampai di depan Aira berada.


Aira pun mulai naik di atas sepeda motor di belakang Mario.


"Maaf ya dek nunggu Lama. " Ucap Mario setelah sepeda motor mulai berjalan menuju tempat dimana mereka nge date.


"Nggak pa-pa mas. Aira juga baru saja sampai sana. " Balas Aira dengan tangan memegang pegangan di belakang jok.


Mereka pun hanya diam membisu membelah jalanan malam ini. Masih ada rasa canggung diantara mereka. Tak ada Rio tengik seperti dulu. Yang ada hanya Mario si wajah datar. Tapi Aira pun memahaminya.


Tak berselang lama, mereka sampai di warung tenda. Warung yang hanya menjual nasi goreng dan Mie. Tempat nya sederhana dan malam ini tak begitu ramai pengunjung. Mungkin karena keadaan disana yang masih belum stabil karena bencana.


"Maaf, hanya bisa ngajak kamu makan di sini. " Ucap Mario setelah mereka berdua duduk di bangku yang disediakan.


"Nggak pa-pa mas. Yang penting kita bisa makan. " Balas Aira dengan tersenyum.


"Kamu nggak masalah jika kita makan di tenda kayak gini, apalagi kan kamu seorang dokter. " Tanya Mario yang sedikit merasa tidak enak.


"Bagi aku makan dimana saja itu sama aja mas. Yang penting bapaknya menjaga kebersihan ketika memasaknya. Aku lihat juga itu tempatnya bersih meskipun hanya di tenda. " Jawab Aira dengan memperhatikan keadaan di sana.


Mario pun hanya tersenyum menanggapinya. Dia sangat bersyukur jika Aira tak pernah berubah. Tetap menjadi wanita yang humble seperti dulu.


"Toh, jika kita makan di tenda seperti ini kan kita bisa berbagi rizki sama mereka yang membutuhkan bandingkan makan makanan di restoran mahal." Aira pun menambahkan.


"Benar dek, aku juga pernah merasakan dimana aku harus berjuang mencari sesuap nasi di jalan untuk membantu budhe. " Balas Mario menerawang di masa sulit dia hidup.


"Dan, berkat do'a budhe dan Raisha sekarang mas jadi orang hebat. Jadi jangan sedih lagi ya mas sekarang juga udah ada Aira. " Ucap Aira dengan memegang kedua tangan Mario memberi semangat.


"Yupz, kamu betul dek. Sekarang tidak hanya budhe dan Raisha yang harus aku perjuangkan, ada kamu juga yang harus aku perjuangkan. Apalagi sekarang masih banyak laki-laki lain yang memujamu. " Mario pun merajuk jika mengingat Kevin yang masih belum menyerah mengejar Aira.


"Cie... ada yang cemburu ni. " Goda Aira.


Mario pun memalingkan mukanya untuk menyembunyikan wajah malunya.


Aira pun ikut tertawa melihat Mario seperti itu sebelum kembali ke mode seriusnya.


"Aku tunggu mas untuk nemuin ayah dan bunda agar tak ada laki-laki lain yang mengejar Aira. " Tambah Aira yang saat ini berwajah serius ketika mengutarakan keinginannya.


*********


Jeng..... jeng.... jeng......

__ADS_1


Habis ini masih adakah konflik yang di hadapin mereka 😎😎😜


__ADS_2