
Happy Reading....
ππππ
Dokter Kevin yang melihat Nayla tersendat pun, menawarkan botol mineral yang ia bawa ke arah Nayla.
Nayla pun mengambil nya karena yang ia butuhkan adalah air putih dan mengucapkan Terima kasih.
" Terimakasih dokter. "Ucap Nayla pelan tanpa mau melihat ke arah dokter Kevin. Dia hanya menundukkan kepalanya.
Aira dan Mario yang melihat keanehan kedua orang ini pun saling pandang dan tersenyum tipis.
" Ini pesannya dokter Kevin. " Ucap petugas kantin mengantarkan pesanan dokter Kevin dengan nada centilnya.
Wajar jika banyak orang yang mengenal Kevin, dokter tampan dan masih sendiri penyebab utama ia menjadi idola disini. Setelah kedatangannya, posisi dokter Anton tergeser olehnya.
"Terimakasih mbak. " Jawab Kevin dengan senyuman ramah hingga membuat mbak kantin klepek-klepek.
Dokter Kevin pun ikut bergabung menikmati makan siangnya dengan Aira, Mario dan Nayla.
"Letnan hari ini libur kah? " Tanya dokter Kevin kepada Mario. Sepertinya sudah tidak ada rasa iri maupun lainnya. Dokter Kevin sekarang bersikap biasa saja.
"Iya ni dok, mumpung ada waktu luang ya udah buat jenguk istri aja sekalian besok bantu-bantu pindahan. " Jawab Mario.
"Wah, dokter Aira jadi resign besok pa? " Tanya dokter Kevin memastikan.
"Iya dok, maklum dok jika sudah berumah tangga sebagai seorang wanita harus ngikut kemana saja suami pergi. Jangan sampai kitanya sibuk ngejar karir dan harus LDR an, pasti jatuhnya banyak crush dan miss Communications. " Balas Aira.
"Bener dok, apalagi letnan kan pastinya setiap waktu akan berpindah tugas, karena memang dokter sudah memilih Letnan harusnya mengikuti kemanapun Letnan di tempatkan. " Kevin pun menyetujui apa yang dikatakan Aira. Sekarang, dia lebih santai.
Dokter Nayla pun hanya diam tanpa ingin menimpali. Sejak kedatangan dokter Kevin, dia menjadi pendiam tak seperti tadi yang cerewet.
"Nay, kamu sakit pa, kok diam saja? " Tanya Aira yang melihat sahabatnya diam.
"Eh... nggak kok Ai. " Jawab Nayla dengan tersenyum kikuk.
Dokter Kevin pun hanya mengamati Nayla saja. Dia paham, pasti Nayla merasa canggung setelah pertemuan terakhir mereka dimana Nayla menolak Kevin.
"Oh ya katanya dokter Kevin mau ada pelatihan ke Singapura ya? " Tanya Aira kembali untuk memecahkan kecanggungan antara Nayla dan Kevin. Aira merasa ada yang di sembunyikan Nayla kepadanya. Dia akan menggali informasi nanti.
"Iya dok, alhamdulillah. Kemarin coba-coba apply aja ternyata masuk.. " Jawab Kevin dengan ramah.
"Alhamdulillah dok kalau begitu. Ikut senang saya. " Ucap Aira kembali.
"Oh ya berapa lama dok pelatihannya? "
__ADS_1
"Kurang lebih 6 bulan, dok. "
"Wah lama juga ya. "
"Nay, jangan kangen loh nanti sama dokter Kevin. " Aira pun mencoba menggoda Nayla.
"Uhuk.... uhuk... " Nayla pun tersendat kembali setelah mendengar ucapan Aira.
"Apaan sih Ai. " Jawab Nayla dengan malu.
Kevin pun tersenyum melihat kecanggungan Nayla. Ia memahami jika Nayla merasa tak nyaman karena kehadirannya. Tapi untuk Kevin, ajakan Mario untuk bergabung adalah awal yang baik untuk menunjukkan ke Nayla bahwa dirinya sudah tidak ada perasaan apapun pada Aira. Dia ingin menunjukkan jika dia sudah move on. Dan tidak ingin menjadikan Nayla sebagai pelampiasannya semata.
"Dari tadi saya lihat, kok dokter Nayla diam saja. " Ucap Kevin berbasa-basi.
"Eh nggak kok dek. Lagi malas saja. " Balas Nayla dengan memaksakan senyuman tipisnya.
Mereka berempat pun menyantap makanannya dengan lahap meskipun dengan kondisi yang tidak nyaman yang di alami oleh Nayla.
Setelah selesai, mereka pun kembali menuju ruangan masing-masing. Sedangkan Mario, dia izin kembali ke hotel di dekat rumah sakit karena Aira masih bertugas dan dia tidak ingin mengganggunya.
"Dek, mas kembali ke hotel dulu ya nanti setelah adik selesai mas jemput. " Izin Mario yang sedang berjalan keluar dari kantin bersama Aira dan Nayla.
"Iya mas, nanti adik hubungi mas kalau udah selesai. " Balas Aira dengan tersenyum.
"Loh, kok nggak ke kosnya Aira saja Dan? " Tanya Nayla.
"Oh seperti itu. Wah Asyik dong bisa bulan madu lagi. " Nayla pun menggoda Aira dan Mario.
"Apaan sih Nay. " Jawab Aira dengan mali-malu.
"Makanya dokter Nayla cepetan nusul, biar tahu loh gimana rasanya jadi suami istri. " Mario pun ikut menimpali dan menggoda Nayla.
"Loh kok malah aku yang kena. " Ucap Nayla yang di hadiahi gelak tawa Aira dan Mario.
"Maunya sih cepet nyusul kalian, tapi apa daya letnan calonnya masih sembunyi dan tak mau menampakkan batang hidunya. " Ucap Nayla kembali.
"La itu, udah ada di depan mata loh Nay. " Jawab Aira.
"Siapa? " Ucap Nayla yang pura-pura tak tahu.
"Tadi aja baru ketemu loh. "
"La itu dokter Kevin dok. " Mario ikut menjawab.
Nayla pun hanya diam tanpa menjawab.
__ADS_1
Mario dan Aira yang melihat perubahan Nayla pun saling pandang.
"Ya udah dek mas pamit dulu ya. " Mario pun mencoba mengalihkan.
"Iya mas. Hati-hati ya. " Jawab Aira dengan mencium tangan sang suami sebagai tanda hormat.
"Siap dek. Ya udah assalamu'alaikum. "
"Mari dokter Nay. " Pamit Mario.
"Walaikum salam. " Balas Aira dan Nayla bersamaan.
Mario pun berjalan meninggalkan istri dan Nayla setelah berpamitan. Sedangkan Nayla dan Aira berjalan menuju ruangan Aira karena masih ada waktu untuk istirahat.
"Ai, aku mo curhat ni. " Ucap Nayla setelah sampai di ruangan Aira.
"Iya Nay silahkan. Pasti aku dengerin. " Balas Aira dengan senyum ramah.
"Ini soal dokter Kevin. "
"Maksud nya? "
"Sebenarnya, kemarin dokter Kevin ingin menjadikan aku sebagai kekasihnya. " Ucap Nayla dengan jeda.
"La terus, kamu menerima nya kah Nay? " Tanya Aira.
"Aku menolaknya. " Jawab Nayla dengan menunduk.
"Loh, kok kamu tolak. Bukannya kamu suka sama dia Nay? " Ucap Aira yang kaget dengan jawaban sahabatnya.
"Aku hanya takut aja Ai, dan aku belum yakin seratus persen dengan hatinya. "
Aira pun paham maksud dari perkataan Nayla.
"Aku paham maksud dari ucapanmu. Kamu takut jika dokter Kevin hanya mempermainkanmu dan menjadikan kamu sebagai pelampiasan karena diriku kan?" Tebak Aira.
Nayla pun menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan perkataan Aira.
"Aku takut aja dia masih suka sama kamu Ai, makanya aku menolaknya. " Balas Nayla dengan lesu.
"Dengerin aku Nay, coba kamu lihat tadi. Kamu lihat kan jika memang dokter Kevin masih menyimpan rasa sama aku pastinya dia tidak akan sesantai ketika mengobrol dengan suamiku. Dan aku bisa lihat dari pandangan matanya, jika dia sudah tak menyukaiku. " Balas Aira meyakinkan sahabatnya.
"Tetapi itu semua kembali lagi padamu Nay, jika itu memang keputusanmu pasti aku akan mendukungmu. "
"Iya Ai, aku cuma ingin lihat keseriusan dia juga Ai. Jika memang dia sudah berubah pasti dia tidak akan berhenti untuk meyakinkan ku. "....
__ADS_1
πΏπΏπΏπΏ
Assalamu'alaikum mohon maaf ya kemarin nggak up karena wifi rusak dan hujan deras banget mo beli kuota jadi malas. ππ