Cinta Monyetku

Cinta Monyetku
Kepekaan seorang Ibu..


__ADS_3

Happy Reading......


🌹🌹🌹🌹


"Tunggu ya aunty, do'ain aku biar sehat selalu di perut mama. " Airapun menjawab dengan suara anak kecil.


Semua orang pun tertawa dengan bahagia. Mereka bersyukur dengan nikmat yang sudah Allah berikan dan titipkan di keluarga mereka.


"Mbak Aisyah, sebentar lagi kita akan menjadi nenek. Semoga mbak juga bahagia disana. " Ucap bunda Salma di dalam hatinya. Meskipun Aira tak terakhir dari rahimnya, beliau tidak pernah sama sekali membedakan antara Aira atau anak-anaknya yang lainnya.


"Bunda mau ke dapur dulu buat nyiapin makan malam. Kakak mau ikut? " Tanya bunda Salma.


"Boleh bun, kakak jiga pingin masak buat ayah. " Jawab Aira dengan tersenyum.


"Adik nggak ikut bantu ya bun, ini mo nyelesein tugas dulu buat besok soalnya nanti malam harus adik kirim. " Shakilapun pamit untuk mengerjakan tugasnya.


"Iya dik, kamu selesaikan dulu aja nanti waktu magrib tiba adik siap-siap ke bawah buat sholat berjamaah. " Bunda Salma mengizinkannya.


"Makasih bunda." Ucap Shakila dengan mencium pipi bunda nya sebelum berjalan masuk ke dalam kamarnya. Gadis yang duduk di bangku sekolah menengah pertama ini sangatlah ceria. Dia selalu membuat suasana rumah menjadi ramai karena kecerewetannya. 3 anak ayah Irsyad mempunyai karakter yang berbeda-beda, Aira yang kalem dam lembut, Adyan yang super dingin dan Shakila yang ceria dan paling usil. Semua itu membuat ayah Irsyad dan bunda Salma bahagia.


"Ya udah ayo kak kita ke dapur. Biar nak Rio sama ayah mengobrol disini. " Ajak bunda Salma dengan melambaikan tangannya ke arah Aira.


"Ya bun " Jawab Aira dan segera bangkit dari tempat duduknya. Dia dan bunda Salma pun segera berjalan menuju ke dapur. Disana, sudah ada bi Siti yang membantu bunda Salma.


"Bi Siti sedang masak apa? " Tanya Aira setelah sampai di dapur.


"Ini non Aira baru motong-motong sayuran buat di masak cap cay kesukaan non Aira. " Jawab bi Siti dengan ramah.


"Wah bunda udah menyiapkan semuanya ya. " Airapun berbinar ketika tahu sang bunda sudah menyiapkan makanan kesukaannya.


"Iya dong sayang, mumpung kakak pulang ke rumah jadi bunda buat menu kesukaan kakak. " Bunda Salma pun ikut menimpali.


Airapun tersenyum meskipun hatinya masih gundah memikirkan masalahnya.


Bunda Salma bisa melihat kegundahan di hati sang putri. Meskipun, Aira menutupinya dengan tersenyum, bunda bisa melihat kesedihan di wajah Aira.


"Kakak, ada masalah kah?" Bunda Salma yang tak tahan melihat kesedihan Airapun mencoba bertanya.


"Nggak kok bun, kakak baik-baik saja. " Airapun mencoba mengelak.


Bunda Salma tidak percaya dengan jawaban Aira. Dia terdiam sejenak untuk menyelesaikan membuat cap cay dan di kompor yang lain memeriksa ayam kecap yang sudah ia masak tadi. Sedangkan Aira, sedang mengaduk cap cay yang baru saja di masak.

__ADS_1


"Bi Siti, tolong di terusin dulu ya. Saya sama Aira mau kedalam sebentar. " Pesan bunda Salma.


"Baik ibu. " Jawab Bi Siti.


"Kakak, ikut bunda sebentar. " Ajak bunda Salma kepada Aira.


"Tapi ini masakannya bun? "


"Biar bi Siti saja yang menyelesaikannya. "


Airapun meletakkan sendok pengaduk sayur dan kemudian mengikuti sang bunda yang ternyata masuk ke dalam kamar beliau.


"Kakak menganggap bunda itu apa kak, apa karena bunda bukan yang melahirkan kakak hingga membuat kakak berbohong sama bunda? " Bunda Salma pun mencoba sedikit keras kepada putrinya.


. "Nggak seperti itu bunda. Aira menganggap bunda seperti ibu kandung kakak. " Airapun menjadi takut karena bunda nya berbicara sedikit keras.


"Bunda memang bukan yang melahirin kakak, tapi bunda kenal kakak dari kakak usia 5 tahun. Sampai sekarang pun kakak bunda anggap lahir dari rahim bunda. Meskipun kakak menyembunyikan sesuatu, bunda tahu kak. Kakak nggak bisa bohongin bunda. "


"Hiks.... maafin kakak bunda. Bunda tidak bermaksud bohongin bunda. " Tangisan Airapun pecah. Air mata yang sudah ia tahan sejak tadi, akhirnya tidak bisa ia bendung lagi.


"Sekarang cerita sama bunda kak. maafkan bunda jika tadi bicara keras sama kakak. Bunda hanya tidak ingin kakak kenapa-napa. " Bunda Salmapun menarik Aira ke dalam pelukannya. Aira semakin mempererat pelukan ke sang bunda. Dia mengeluarkan semua beban di hatinya. Ternyata benar jika pelukan seorang ibu adalah obat mujarab untuk meringankan beban di hati.


"Bun, sebenarnya memang kakak sedang ada problem bun sama mas Rio. " Airapun mulai bercerita masalahnya.


"Bukan bun, mas Rio nggak pernah menyakiti Aira. Tapi ada seorang wanita yang ingin merusak rumah tangga kami. Sehingga kemarin kakak sempat salah paham dengan mas Rio dan kakak sempat ingin pulang ke rumah. Tapi Allah membukakan semuanya dan ternyata saat itu kakak juga terdeteksi sedang hamil. " Jelas Aira.


"Siapa dia kak? "


Aira pun menjelaskan semua siapa Jasmine sebenarnya. Dia juga menceritakan tentang fitnah yang di buat oleh seseorang dan Aira yakin jika orang tersebut adalah Jasmine.


"Memang hidup di asrama itu harus kuat kak, banyak orang dari beberapa daerah yang hidup di sana. Dan pastinya banyak karakter juga. Sehingga kita memang harus beradaptasi ketika tinggal di sana. Dulu bunda juga pernah mengalami masalah seperti ini kak, dan itu juga di waktu awal kehamilan abang. Tetapi, ayah sangat sabar menghadapi sikap sensitif bunda. Dan bunda yakin jika Rio juga seperti ayah yang akan sabar menghadapi kakak di masa sensitif ini. " Bunda Salmapun memberikan wejangan untuk Aira.


"Untuk masalah Jasmine, menurut bunda dia sudah keterlaluan kak. Dia seenaknya sendiri dengan bantuan kekuasaan kakaknya. Dan menurut bunda, kakak lebih baik berbicara sama ayah untuk meminta bantuan. " Tambah bunda Salma kembali karena bunda juga cemas dengan keutuhan rumah tangga putrinya.


"Jangan bun. Aira mohon jangan bilang sama Ayah dulu. Kakak dan mas Rio sedang berusaha menyelesaikan sendiri dulu karena kami tidak ingin di cap tidak bisa berdiri sendiri tanpa bantuan kekuasaan ayah. " Aira pun menolak tawaran sang bunda. Dia sudah berjanji kepada sang suami untuk tidak melibatkan ayahnya dalam permasalahan mereka.


"Ya sudah, tapi jika itu sudah melibatkan keamanan dan keutuhan rumah tangga kakak, bunda akan berbicara dengan ayah dan kakak tidak bisa menolaknya. " Bunda Salmapun mencoba menerima keputusan sang putri.


"Terima kasih bunda. " Ucap Aira dengan memeluk kembali bundanya.


"Maaf kak, jika bunda berbohong. Bunda tidak akan membiarkan rumah tanggamu dan suamimu hancur karena orang ketiga. Bunda akan tetap melindungi kalian meskipun tanpa melibatkan ayah sebelumnya. " Batin bunda Salma yang masih setia mengelus lembut pucuk kepala Aira yang tertutup hijab.

__ADS_1


Setelah selesai curhat, mereka segera turun ke bawah untuk melaksanakan sholat berjamaah serta makan malam bersama. Tidak lupa Aira menghapus air matanya agar tidak membuat ayahnya curiga.


Ketika turun ke bawah, ternyata makanan sudah siap tersaji di meja makan. Mereka semua menuju ke mushola yang ada di samping taman untuk melaksanakan sholat berjamaah. Mereka semua khusuk menjalankan sholat.


Setelah selesai, mereka melanjutkan untuk makan malam bersama. Aira menutupi kesedihannya dengan tersenyum palsu karena ulah adiknya Shakila. Ini masih kurang Adyan adik laki-lakinya yang sedang pendidikan. Jika ada dia, rumah menjadi semakin ramai karena perdebatan antara Adyan dan Shakila.


"Bunda, ayah , kami pamit dulu ya. Maaf tidak bisa menginap di sini karena mas Rio besok ada tugas. " Pamit Aira kepada kedua orang tuanya setelah selesai makan malam.


"Iya kak, besok kalian bisa maen kesini lagi ketika kalian libur. " Jawab ayah Irsyad.


"Jangan lupa kak, jaga kesehatan kakak. Makan makanan yang bergizi jangan banyak pikiran sekarang ada calon anak yang butuh perhatian kakak." Pesan bunda Salma.


"Siap bunda." Jawab Aira.


"Nak Rio, bunda minta tolong jagain Aira ya. Maklumin jika dia sekarang sedikit ngambekan karena biasanya wanita yang sedang hamil muda pasti tingkat sensitifnya lebih besar " Sekarang gantian Mario yang mendapat wejangan dari bunda Salma.


"InsyaAllah bunda, Rio akan selalu menjaga putri bunda. Saya akan memberikan yang terbaik untuk istri dan calon anak kami. " Mariopun menjawab dengan merangkul bahu istrinya.


"Kami percaya sama kamu nak. " Jawab ayah Irsyad.


Mario dan Aira masuk kedalam mobil setelah berpamitan. Mario segera menjalankan mobilnya dengan ayah Irsyad dan bunda Salma menunggu mereka sampai meninggalkan pelataran rumah.


"Ayah masuk duluan, bunda mau ke depan sebentar. " Ucap bunda Salma setelah Aira dan Mario sudah meninggalkan rumah.


"Mau kemana bun? "


"Mau nyari bang Beno untuk meminta dia besok nganterin bunda ke rumah Jeng Siska. " Bohong bunda Salma.


"Ya sudah, ayah masuk dulu. Bunda juga jangan lama-lama. " Jawab ayah Irsyad.


"Iya yah, bentar saja kok. nanti bunda nyusul. "


Ayah Irsyad pun masuk kedalam sedangkan bunda Salma berjalan menuju ke pos untuk mencari bang Beno salah satu bawahan Irsyad yang juga satu tempat tugas dengan Mario.


"Bang Beno bisa ikut ibu sebentar? " Ucap bunda Salma setelah bertemu bang Beno.


. "Siap bu. " Jawab Beno.


Beno pun mengikuti bunda Salma setelah pamit dengan rekannya yang sedang berjaga.


"Bang, ibu ada tugas buat abang. Tapi jangan sampai bapak tahu dulu masalah ini. "

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹


__ADS_2