
Happy Reading....
🌺🌺🌺🌺
"Selamat datang kembali dek di kehidupan kira yang baru dan semoga ini adalah awal yang baik buat rumah tangga kita. "Ucap Mario dengan tersenyum dengan menghadap ke arah sang istri yang sedang terlelap di sampingnya.
Mario kembali fokus dalam menyetir mobilnya dengan kecepatan sedang. Karena suasana lalu lintas di malam hari, maka keadaannya sedikit lengah. Tak seperti biasa ketika pagi hari.
Setelah menempuh perjalanan lebih dari 2 jam, akhirnya Mario dan Aira pun sampai di depan gerbang asrama. Disana tampak ada beberapa tentara yang sedang berjaga di pos masuk. Mendengar deru suara mobil di depan gerbang, salah satu petugaspun membuka sedikit gerbang asrama dan berjalan menghampiri mobil Mario.
Mario pun segera membuka jendela pintu mobilnya agar penjaga bisa tahu siapa yang datang.
"Selamat malam Dan." Sapa salah satu penjaga ketika mengetahui siapa yang datang dengan sikap hormatnya.
"Selamat malam bang. " Jawab Mario dengan ramah.
"Bentar saya bukakan dulu Dan. "Pamit sang penjaga yang bername tag Abdul.
" Terimakasih bang. " Balas Mario.
Pratu Abdulpun membukakan gerbang tersebut untuk memberikan akses mobil Mario untuk masuk ke dalam asrama.
Setelah pintu terbuka, Mariopun menancapkan gas mobilnya kembali untuk menjalankan mobilnya. Setelah sampai depan pos, Mario menyapa terlebih dahulu orang yang bertugas. Sedangkan Aira masih tertidur.
"Wah, kok malam sekali Dan? " Tanya Pratu Agus yang juga sedang berada di depan pos.
"Iya ini bang, habis jemput istri saya di kota S tadi. " Balas Mario dengan ramah.
"Wah, ibu sudah ikut kesini ya Dan? " Tanya Pratu Abdul ikut menimpali.
"Iya bang, alhamdulillah mulai hari ini sudah ikut pindah kesini. "
"Oh, ibu sedang tidur ya Dan? " Ucap bang Agus yang melihat Aira sedang tertidur di kursi samping pengemudi.
. "Iya bang, maklum tadi habis selesai kerja langsung kesini jadi sekarang dia kecapean. " Jawab Mario dengan melirik ke arah sang istri.
"Ya sudah, silahkan masuk Dan. Pasti Dan Mario juga capek karena perjalanan yang jauh. " Ucap Bang Agus.
__ADS_1
"Baik bang, kalau begitu saya pamit masuk dulu. "
Mario pun menjalankan mobilnya kembali menuju ke asramanya. Setelah memarkirkan mobilnya di depan rumah dinasnya yang khas dengan bercat hijau lumut dan ada taman kecil dengan pohon mangga di depannya.
Mario pun memberhentikan mobilnya dan keluar terlebih dahulu untuk membuka pintu rumahnya agar dia bisa menggendong sang istri yang masih bergelut dalam alam mimpinya.
Karena sudah tengah malam, hampir jam 1 sehingga suasana sudah sangat sepi. Hanya ada petugas yang berjaga di pos depan dan pintu belakang saja yang masih ada orangnya. Sedangkan yang penghuni lainnya sudah berada di alam mimpi mereka.
Mario kembali memuji ke mobil untuk menggendong istrinya.
"Pasti kamu capek sekali ya dek. " Ucap Mario pelan dengan tersenyum setelah membuka pintu dimana Aira duduk.
Dengan perlahan-lahan, diapun mengangkat sang istrinya untuk membawanya ke dalam rumah. Diapun menaruh sang istri di atas ranjang yang sudah dia bersihkan dan tata rapi sebelum kepergiannya menjemput sangat istri ke kota S. Dengan perlahan-lahan, dia membaringkan Aira di atas ranjang. Mario juga melepaskan sepatu, jaket dan kerudung yang di pakai Aira agar sangat istri dapat tidur dengan nyenyak. Tidak lupa, ia juga menyelimuti nya.
Mario kembali keluar rumah untuk menurunkan barang-barang istrinya dari bagasi mobil untuk ia bawa masuk ke dalam rumah.
Mariopun ikut berbaring di atas ranjang setelah ia selesai barganti kaos tipis dan celana pendek.
"Selamat tidur istriku. " Ucap Mario dengan mencium dahulu sang istri. Diapun merapatkan tubuhnya ke sang istri agar ia bisa memeluknya.
Suara adzan subuh pun berkumandang. Aira yang mendengarnya, mulai membuka kedua matanya perlahan-lahan. Dia menegangkan kedua tangannya seperti kebiasaannya ketika bangun tidur.
"Loh, aku dimana ni? " Guman Aira yang tampak asing dengan ruangan dimana ia tidur.
Aira menoleh ke samping dan melihat wajah suaminya yang masih tertidur dengan pulas. Dia baru sadar jika ia berada di rumah dinas Mario.
"Pasti mas yang udang gendong aku tadi malam. " Ucap Aira dengan mendekatkan wajahnya ke wajah sang suami.
"Gantengnya suamiku. " Puji Aira dengan menelusuri wajah Mario dari mata sampai ke bibir Mario.
cup..
Aira yang gemaspun mencium bibir sang suami dan melepaskan nya. Tapi sebelum terlepas, ada tangan yang memegang tengkuk Aira sehingga memperdalam ciuman tersebut. Ternyata Mario sudah terbangun ketika Aira menelusuri wajahnya. Ia ingin melihat apa yang akan di lakukan istri cantiknya. Dan tanpa ia duga, ternyata Aira dengan berani mencium dirinya terlebih dahulu. Tanpa ingin melepaskan, diapun terbuai dan memperdalam ciuman tersebut menjadi sebuah ******* yang memabukkan.
"Selamat pagi istriku. " Ucap Mario setelah melepaskan ciumannya.
Aira pun tersipu malu karena terpergok sang suami.
__ADS_1
"Pagi mas, maaf ya udah ganggu tidur mas. " Jawab Aira.
"Adik nggak ganggu kok, mas juga udah bangun karena dengar adzab tadi " Balas Mario dengan menegakkan dirinya di headbed ranjang.
"Mas kok nggak bangunin aku tadi malam? " Tanya Aira dengan berada di dekapan sang suami
"Mas lihat kamu udah pulas banget tidurnya dek, pasti kan adik capek. Jadi mas nggak tega bangunin adik. " Mario oun menjelaskan.
"Kemarin memang adik menyelesaikan banyak kerjaan dan laporan pasien untuk adik serahkan ke dokter pengganti adik, jadi sedikit lelah juga mas. " Aira pun ikut menjelaskan apa yang ia alami.
. "Ya udah, sekarang kita sholat dulu habis itu adik mo bobok lagi nggak papa." Pinta Mario.
Airapun menganggukkan kepalanya. Pasangan ini pun segera bangun dan bergantian menuju ke kamar mandi yang hanya ada satu saja. Setelah selesai mandi, mereka pun menjalankan sholat subuh berjama'ah. Mereka berharap pagi ini adalah awal yang baik untuk kehidupan baru mereka.
Dan tak sesuai rencana, Aira tidak tidur lagi setelah sholat subuh. Dia mulai berberes pakaiannya di dalam koper untuk di pindahkan ke almari yang tersedia. Sedangkan suaminya, izin untuk berlari pagi.
"Adik mas lari sebentar ya, kemarin 2 hari udah nggak gerak jadi badan mas agak kaku. " Pamit Mario kepada sang istri setelah ia mengganti bajunya dengan kaos dan celana training serta sepatu olahraga.
. "Iya mas. Adik juga mau beberes. " Jawab Aira.
"Oh ya mas, di rumah ada bahan makanan tidak? " Tanya Aira yang menghantarkan sang suami di pintu depan.
"Mas belum beli dek. Tapi di atas meja aja roti tawar dan selai coklat. Kemarin mas sempat beli roti ke minimarket sebelum pulang. " Jawab Mario dengan mengelus lembut rambut Aira.
"Ya udah, nanti kita sarapan itu dulu ya mas. Nanti siang mas anterin adik buat belanja kebutuhan pokok dan bahan makanan. "
"Siap dek, nanti habis apel dan selesai ke kantor mas ajak adik buat berbelanja dan mas kenalin dengan tetangga kita disini agar adik cepat beradaptasi. "
"Siap komandan. " Balas Aira dengan memberikan sikap hormat.
Mario pun tersenyum melihat isterinya. Sebelum pergi, dia mencium dahi sang istri. Dan Aira mencium tangan Mario sebagai tanda baktinya sebagai istri.
Mario pun keluar pintu dan mulai berlari di pagi hari yang masih petang ini. Aira yang susah tak melihat Mario, bergegas masuk dan kembali membereskan pakaiannya agar ia bisa segera menyiapkan sarapan roti untuk sang suami.
"Bismillah, semangat Aira. Semoga ini awal yang baik untuk lingkungan baru. "
🌺🌺🌺🌺
__ADS_1