Cinta Monyetku

Cinta Monyetku
Meyakinkan


__ADS_3

Happy Reading....


*************


"Aku harus mencari cara agar dia tak menjauhiku. " Guman Mario di sela lamunannya.


"Sepertinya dia sedang ada masalah. " Ucap Doni yang berada di samping Alex.


"Aku rasa juga seperti itu. Apa mungkin ini berhubungan dengan dokter Aira? " Balas Alex.


"Maksudmu? "


"Tadi pagi aku dah bilang sama kamu kalau Dan Mario nemuin dokter Aira, sepertinya ada sesuatu yang penting yang di bicarakan sama mereka hingga membuat Dan Mario seperti ini. " Jelas Alex.


"Apa jangan-jangan mereka punya hubungan special Lex? "


"Entahlah, tapi menurutku juga gitu. Setelah aku amati Dan Mario berbeda jauh dari biasanya selama aku kenal sama dia setelah bertemu dokter Aira. Ada sesuatu yang mereka sembunyikan dari kita. " Tambah Alex.


"Coba kita pelan-pelan bertanya sama dia, sebagai teman kita harus bantu dia jika memang dia sedang ada masalah. " Balas Doni dengan wajah murung melihat Mario saat ini.


"Okey, nanti aku coba tanya sama dia, aku tahu cerita dia setelah kehilangan kedua orang tuanya. Dia dan adiknya bagaikan anak yang terbuang. Wajar jika saat ini dia tampak garang di hadapan kami. Tapi sebenarnya dia mencoba menutupi hatinya yang rapuh."


"Aku harap kita bisa membantu dia Lex, aku ingin melihat dia sekali saja untuk bahagia. " Balas Doni.


Doni dan Alex kembali membersihkan lumpur dan batu yang menerjang desa dengan menatap Mario yang tak seperti biasa.


Siang pun berganti malam. Semua relawan berhenti sejenak untuk beristirahat dan menjalankan kewajibannya sebagai muslim bagi yang beragama Islam. Sedangkan lainnya bergantian membersihkan diri dan ada yang sejenak menelpon keluarga atau pasangan mereka untuk mengobati kangen yang mereka rasakan.

__ADS_1


Mario, Doni dan Alex berjalan menuju mushola setelah membersihkan diri dan mengganti pakaiannya. Mereka berjalan beriringan dengan sedikit bercanda.


Ditengah jalan, mereka berpapasan dengan Aira, Jenni dan entah tak biasanya Nayla mau bersama mereka menuju Mushola.


"Selamat sore Dokter Aira. " Ucap Alex yang berbasa basi menyapa Aira.


"Selamat sore, maaf kami duluan. " Balas Aira sedikit dan pamit untuk segera menuju mushola.


Alex pun merasa heran dengan sikap Aira yang tak seperti biasanya.


"Tumben dokter Aira kok kurang ramah. " Celetuk Doni yang merasa heran.


"Entahlah." Balas Alex dengan mengedikkan bahunya tanda iya juga tidak tahu.


Mario hanya diam dan memandang kepergian Aira dengan wajah datarnya.


"Aku akan berusaha meyakinkan sahabat kecilku, pengantin kecilku. Sudah cukup kemarin aku bersikap bodoh dengan menjauhi mu. Tapi hatiku tak bisa jauh darimu. " Ucap Mario dalam hatinya.


Mushola seperti biasa, ketika magrib tiba banyak relawan yang memenuhinya untuk beribadah. Sejenak mereka melepas penatnya tugas untuk bermunajat kepada sang Ilahi. Salah satunya adalah Mario. Selepas sholat, dia tak berpindah tempat. Dia masih setia duduk bersila untuk memohon dan merayu Sangat Ilahi untuk memberikan kemurahan-Nya.


"YA Allah, Engkaulah Dzat yang Maha Pemurah dan Penyayang, berikanlah kemurahan untuk hamba-Mu yang masih berlumur dosa. Maafkanlah hamba jika selama ini masih lalai akan tugasku sebagai seorang muslim. Izinkan lah hamba untuk mendekati sahabat kecil hamba untuk hamba jadikan seorang makmum untukku. Jika memang dia adalah jodoh yang Engkau tuliskan dalam Lauhul Mahfudz Mu, maka mudahkan lah kami untuk menuju ke hubungan yang Engkau Ridhoi. Izinkan hamba untuk meyakinkannya dan bukakanlah hatinya agar dia mau memafkan kesalahn hamba. Amin ya Rabbal A'lamin. "Do'a Mario dengan khusuk dan tanpa terasa air matanya turun dari mata elangnya. Seperti tahu kegundahan dan kegelisahan hatinya, langitpun ikut mengeluarkan tangisannya di malam ini.


" Sepertinya Dan Mario sedang ada masalah. " Ucap Alex di belakang bersama Doni. Dia memperhatikan Mario sejak selesai sholat.


"Aku rasa juga seperti itu. " Balas Doni yang juga memperhatikan Mario di depan yang sedang duduk bersila dengan menundukkan kepalanya.


"Dan pasti ini ada hubungannya dengan dokter Aira. " Alex merasa curiga.

__ADS_1


"Apa perlu kita cari tahu dan membantu Mario? " Usul Doni.


"Aku rasa juga seperti itu. Selama aku kenal dia di Yonif, dia tak pernah cerita hal pribadi kepada kami. Dibalik sikap datar dan tegasnya, sebenarnya dia sosok yang sangat peduli dengan anggotanya. Pernah aku mendengar cerita tentang dia dari orang lain, dimana dia harus di buang oleh keluarga ayahnya dan harus bersusah payah menghidupi kehidupan dan sekolahnya menjadi pemulung. Dan yang paling menyakitkan, itu berbanding balik dengan kehidupan sebelumnya. Tapi dia menutup rapat semuanya. Biar dia saja yang merasakan, tidak perlu orang lain tahu sehingga merasa kasihan akan hidupnya. " Jelas Alex.


"Kita harus membantu dia, biarkan dia merasakan kebahagiannya kembali. Jika memang itu berhubungan dengan dokter Aira, kita harus menemui dokter Aira. Aku ikut berduka jika melihat Mario seperti itu. Biarkan saat ini dia meraih kebahagiaan yang setelah kesusahan yang ia dapat selama ini. " Balas Doni yang tak hentinya melihat ke arah Mario.


"Nanti setelah hujan reda, mari kita temui dokter Aira agar permasalahan ini ada titik temunya untuk di selesaikan." Usul Alex.


"Ayo, aku mau. "


Karena hujan belum mereda, mereka akhirnya masih berdiam di mushola untuk menunggu waktu Isya' tiba. Mereka berharap setelah sholat Isya', hujan akan reda sehingga Alex dan Doni bisa menemui Aira. Itulah gunanya sahabat, yang akan saling membantu jika ada sahabatnya yang sedang mendapat masalah ataupun kesulitan. Bukan malah menjauhinya dan mengucilkannya. Sebagai sahabat yang tak memandang pangkat, mereka merasa iba melihat Mario yang tak seperti biasanya. Mereka lebih senang melihat Mario yang tegas dan gahar ketika memimpin pasukannya. Bukan Mario yang pemurung seperti saat ini. Ada beban yang sedang menghimpit nya.


Ternyata do'a Alex dan Doni di hijabah Allah. Hujan pun reda setelah mereka menyelesaikan sholat Isya'. Tanpa pamit kepada Mario yang masih belum selesai dengan sholatnya, mereka berdua meninggalkan mushola menuju tenda dimana dokter Aira beristirahat. Karena setelah magrib tepat, Aira dan beberapa relawan lain segera meninggalkan mushola, sehingga mereka tidak terjebak hujan.


Di sepanjang perjalanan, kedua laki-laki yang berbeda seragam saling berargumen yang terkadang mereka akan saling mengejek dan berakhir dengan saling bercanda. Tepat di depan tenda mereka bertemu dengan Aira yang baru saja keluar dari tendanya.


"Dokter Aira...... " Panggil Alex dan Doni bersamaan...


"Ya." Balas Aira dengan menengok kedepan mencari sumber suara yang memanggik namanya.


Aira bisa melihat ada 2 laki-laki yang sedang berjalan kerahnya. Ya, di adalah Alex dan Doni.


"Dokter Aira, kami berdua ingin berbicara dengan dokter. "...............


***************


Assalamu'alaikum selamat malam semua, mohon dukungan untuk cerita Aira dan Mario dengan memberikan like dan votenya ya. Agar cerita Aira bisa ikut rangking 10 besar. Semakin banyak vite dan like, semakin semangat author untuk up. Terimakasih 🥰😍😇😇😇

__ADS_1


__ADS_2