Cinta Monyetku

Cinta Monyetku
Pasrah.....


__ADS_3

Happy Reading...


🌿🌿🌿🌿


Airapun hanya mengangguk pasrah tanpa bersuara.


"*Aira harap juga seperti itu mas, tapi kita tidak tahu apa yang di rencanakan lagi untuk kita. Tapi Aira berjanji akan selalu mempertahankan rumah tangga kita meskipun nyawa Aira taruhannya. "Batin Aira.


**


Hari demi hari terus berganti, tepat hari ini usia kandungan Aira sudah memasuki bulan ke 9. Minggu kemarin, dia dan Mario baru saja pulang dari rumah tante Retno karena Alex sudah memantapkan dirinya untuk melamar Raisya adik Mario.


Mario dan Alex merasakan kebahagiaan yang tak terhingga. Akhirnya mereka bisa menemukan pasangan mereka . Mario sudah tidak sabar menanti untuk menjadi wali nikah Raisya, sungguh ada rasa hari di hatinya ketika ia sebentar lagi akan melepaskan tanggug jawabnya sebagai seorang kakak pengganti orang tuanya.


Untuk budhe Retno, beliau bersikukuh akan tetap di kota K karena beliau sudah nyaman disana. Dan beliau akan di temani keponakan dari adik almarhum suaminya yang masih dekat dengan budhe Retno.


Untuk acara nikahan Raisya dan Alex akan di adakan 3 bulan dari hari lamaran. Kenapa begitu lama, karena Mario ingin acara nikahan setelah sang istri melahirkan agar bisa ikut menyaksikan adik iparnya menikah. Sedangkan Raisya, dia ingin menyelesaikan sidah skripsinya terlebih dahulu karena dia tidak ingin mengecewakan sang kakak yang sudah terpontang-panting membiayai dirinya sampai lulus kuliah. Dan pernikahan militer tak seperti pernikahan biasa butuh waktu dan persiapan yang panjang dari pendaftaran maupun sampai sidang pernikahan di kantor. Beda dengan Mario yang notabennya mendapat putri salah satu petinggi di kesatuannya, sedangkan Alex hanya prajurit biasa.


Untuk Doni, entah sekarang dimana dia berada. Setelah pernikahan Aira dan Mario, Doni seperti menghilang bak di telan bumi. Kabar terakhir yang di dapat Mario dan Alex, Doni memutuskan untuk join di special force. Entah alasan apa yang mendasari dirinya untuk bergabung di sana, karena dia tidak mau bercerita masalah apa yang sedang ia hadapi. Sebagai sahabat, Mario dan Alex hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk Doni.


Kevin dan Nayla juga sudah menikah di bulan lalu. Aira dan Mario juga menyempatkan waktunya untuk datang kesana. Di sana Aira juga dapat bersilaturahmi kembali dengan rekan-rekannya di rumah sakit dahulu. Kevin dan Nayla pun juga sangat bahagia karena akhirnya mereka bisa bersatu di ikatan yang halal di mata Allah.


"Dek, nanti mas mau ada kegiatan di luar. Mungkin mas pulang agak malam. " Pamit Mario yang sedang bersiap-siap memakai kaos kaki di kakinya.


"Iya mas, nggak papa. Nanti Aira juga mau di rumah aja soalnya udah begah banget badan Aira. " Jawab Aira dan sedikit mengeluh karena dia sedikit merasa sesak di badannya. Kehamilan nya yang sudah memasuki bulan lahir, Aira sering merasa kegerahan. Apalagi dengan berat badannya yang naik drastis hampir 10kg, membuat ia sesak bernafas.


"Nanti kalau adik perlu apa-apa minta tolong sama mbak Sari saja. Kemarin mas sudah izin sama bang Memed untuk mengizinkan istrinya membantu adik. " Ucap Mario kembali.


"Iya mas, nanti Aira nggak pergi kok. Mo di rumah saja. "


"Ya udah kalau begitu mas berangkat dulu. Jangan lupa minum vitaminnya dan itu susunya habiskan. " Pamit Mario kembali dengan memberikan nasehat kepada sang istri. Sebagai suami, Mario sangat memperhatikan kesehatan sang istri dan calon anaknya yang kemungkinan berjenis kelamin perempuan. Setiap pagi dan sebelum tidur malam, Mario selalu membuatkan susu hamil untuk Aira. Untuk bersih-bersih rumah sampai mencuci baju pun Mario kerjakan sendiri karena dia merasa kasihan ke sang istri yang sudah hamil besar.


"Hati-hati mas, nanti jangan lupa hubungi Aira kalau sudah sampai di sana. " Jawab Aira dengan mencium tangan Mario.

__ADS_1


"Siap ibu komandan." Jawab Mario dengan sikap hormatnya dan Aira pun tertawa melihat candaan sang suami.


"Anak papa yang cantik, jangan rewel ya. Jagain bunda selagi papa kerja. " Mario juga ikut pamit kepada sang anak yang masih di perut Aira dengan membungkuk serta menempelkan bibirnya di perut sang istri. Tidak lupa dia juga mengelus perut Aira.


. "Siap papa. " Airapun menjawab dengan suara di buat seperti anak kecil.


"Hati-hati di rumah. Mas berangkat dulu. Assalamu'alaikum dek. " Ucap Mario kembali dan di akhiri dengan mencium dahi Aira dengan lembut.


"Waalaikum salam mas. "


Mario pun mengendarai sepeda motornya untuk meninggalkan halaman rumah dinasnya. Aira masih setia menunggu sang suami yang perlahan-lahan sudah tak nampak lagi. Setelah memastikan sang suami pergi, Aira masuk kembali di dalam rumahnya.


"Kok aku pingin buat puding coklat ya. " Ucap Aira yang sedang melihat iklan di TV. Setelah mengantarkan sang suami di depan rumah, Aira masuk ke dalam rumah dan langsung menuju ke ruang tamu yang jadi satu dengan ruang keluarga untuk menonton acara TV. Ketika melihat iklan agar-agar, dia menjadi ingin membuat pudding seperti di iklan. Apalagi pagi ini cuaca sangat lah cerah, jadi makan pudding sangatlah nikmat.


"Oh ya kemarin kan aku udah beli agar-agar dan coklatnya, coba aku check ah. " Airapun berbicara sendiri.


Aira bangkit dari duduknya dan segera menuju ke dapur untuk melihat bahan yang di perlukan untuk membuat pudding.


"Agar-agar nya ada, coklat, dan roti tawarnya juga ada. Eh tapi susunya kok udah habis ya. " Aira mengecek semua bahan tapi ternyata susu cair yang ada di dalam kulkas sudah habis.


Aira mengambil sweater dan kerudung instan untuk menutupi auratnya. Setelah membawa dompet, dia berjalan keluar rumah untuk menuju ke toko dengan berjalan kaki. Sekalian berolahraga agar memudahkan ia dalam persalinan.


"Loh, tante Aira mau kemana? " Tanya mbak Sari yang sedang menyapu halaman rumahnya.


"Oh ini mbak mo beli susu cair di toko bu Nanik. " Jawab Aira dengan ramah.


"Apa saya antar tante untuk kesana? " Tawar mbak Sari.


"Terima kasih mbak. Tapi ndak perlu soalnya sekalian saya mi berolahraga biar lancar mbak waktu bersalin. Apalagi juga dekat. " Tolak Aira dengan halus.


. "Oh ya udah kalau begitu, kalau begitu hati-hati tan. "


"Iya mbak. " Jawab Aira dengan tersenyum. Airapun kembali berjalan menuju ke toko bu Nanik dengan ringan.

__ADS_1


"Eh wanita perebut cowok orang. " Panggil seorang cewek di belakang Aira.


Airapun menengok ke belakang karena tahu dan hafal suara siaia itu.


"Maaf ya mbak Jasmine, saya tidak ingin ribut dengan mbak. Jadi saya mohon jangan memanggilnya saya seperti itu karena saya bukan seperti apa yang mbak tuduhkan. " Jawab Aira yang masih sabar menghadapi Jasmine.


"Eh gara-gara loe, yang seharusnya bang Mario itu nikah sama aku tapi gara-gara kehadiran loe di hidupnya membuat impianku gagal. Seharusnya loe nggak hadir di kehidupan bang Mario lagi. " Ucap Jasmine dengan sengit. Karena keadaan sana sepi, jadi Jasmine berteriak seperti orang kesetanan.


"Mohon maaf mbak, tapi tuduhan yang mbak tuduhkan ke saya itu tidak benar. Saya dan mas Mario sudah kenal sejak dulu. Jadi mengapa sekarang kami di pertemukan kembali, karena itu semua sudah menjadi takdir Allah. Jadi saya mohon ke mbak Jasmine untuk tidak mengganggu rumah tangga kamu lagi. Mbak itu cantik, pasti mbak akan mendapatkan yang lebih baik lagi dari suami saya. "Airapun memberikan nasehat ke Jasmine dengan suara lembut.


" Eh apa loe bilang seharusnya loe yang pergi dari kehidupan Mario. Dulu sebelum loe ada, Mario selalu nurut dan mau mengantarkan aku kemana saja. Tapi sekarang.... " Jasmine menjeda perkataan nya sejenak.


Jasmine menengok ke samping kanan dan kirinya dengan senyuman jahatnya. Setelah memastikan tak ada orang disana, Jasmine dengan keras mendorong Aira. Aira yang tak siap, akhirnya terjatuh terduduk dengan benturan yang keras.


"Auu....... " Teriak Aira yang merasakan sakit dan kram di perutnya.


"Rasakan itu. " Ucap Jasmine dan segera meninggalkan Aira.


Aira pun terduduk dengan merasakan sakit yang luar biasa. Dia pun berteriak untuk meminta tolong.


. "To...... long..... too.. long...... " Teriak Aira meminta tolong.


"Ya Allah, tolong selamatkan anakku. Ya Allah perutku sakit. " Isak Aira dengan memegang perutnya yang kram.


Aira pun merasakan ada cairan yang keluar di inti tubuhnya dan merembas di pangkal paha nya. Diapun panik dan masih berusaha berteriak untuk meminta tolong.


"Too.... long. Ya Allah........ " Ucap Aira kembali meminta tolong. Dia berharap ada orang yang lewat. Rasanya dia sudah tak kuat lagi karena merasakan sakit di perutnya.


Brmmmmm....


Suara sepeda motor lewat di dekat Aira.


"Ya Allah itu di siapa yang jatuh di depan. " Ucap salah satu petugas. diapun segera menstandart sepeda motornya dan segera berlari ke arah wanita yang sedang duduk di jalan dengan memegang perutnya.

__ADS_1


"Bu Aira....... "


🌿🌿🌿🌿


__ADS_2