Cinta Monyetku

Cinta Monyetku
Rencana nge-date


__ADS_3

Happy Reading.....


************


Aira dan Nayla berjalan menuju kantin setelah Nayla menenangkan hatinya. Sudah tidak ada lagi tangisan di wajah ayunya. Dia sudah mengikhlaskan semuanya.


"Eh yang coba deh lihat itu beneran dokter Aira dan dokter Nayla kan? " Tanya Jenni kepada Anton dengan menunjuk ke arah Nayla dan Aira berjalan.


"Beneran itu Yang, itu mereka berdua. " Anton pun menjawab setelah menengok ke arah mereka berdua.


"Kayaknya mereka udah akur itu Yang. " Ucap Jenni dengan tersenyum bahagia. Akhirnya bisa melihat 2 dokter tersebut bisa kembali akur.


"Alhamdulillah dong, jadi bencana disini bisa membawa berkah buat mereka berdua. " Celetuk Anton dengan mensruput teh panas nya.


"Aku panggil mereka ya biar gabung sama kita. " Jenni meminta izin pacarnya. Meskipun Anton tak kan keberatan, tapi dia menghargai pacarnya.


"Boleh, biar tambah ramai. " Anton pun mengizinkan nya.


"Dokter Aira.... " Panggil Jenni yang sudah asyik duduk di kursi bersebelahan dengan dokter Anton di sampingnya. Tidak lupa Jenni melambaikan tangannya untuk memanggil Aira.


"Hi..... " Jawab Aira yang ikut melambaikan tangannya ke arah Jenni.


"Ayo kita gabung sana aja. " Ajak Aira dengan menarik lembut tangan Nayla.


"Tapi.... " Ucap Nayla yang sungkan.


"Udah nggak pa-pa Nay, mereka pasti senang kita ikut gabung. " Aira pun berusaha menenangkan.


"Wah dokter Anton udah di sini saja. Padahal tadi katanya masih di desa sebelah. " Ucap Aira setelah dia dan Nayla sampai di tempat duduk Jenni.


"Maklum ada yang sudah kangen. " Jawab Anton.


"Katanya nggak bisa makan enak kalau nggak di temenin. " Tambah Anton dengan ekspresi mensruput tehnya tanpa melihat Jenni yang sudah menajamkan matanya.


"Enak saja, bukannya anda ya dokter Anton yang tadi telpon pingin di temenin makan. Apalagi di bela-belain ngojek mo ketemu suster yang cantik ini. " Ejek Jenni kepada sang pacar.


"Kalian itu ya udah kayak kucing sama tikus. Kalau ketemu pasti ribut melulu. Tapi kalau salah satu ada yang jauh saling rindu. " Aira pun memberikan komentar dengan terkekeh melihat kekonyolan pasangan di depannya.


"Hahaha." Jenni dan Anton tertawa berbarengan.


"Tuh.. tuh.... Tertawa aja kompakan. " Tambah Aira.

__ADS_1


" Namanya juga sehati dokter Aira, kita berdua seperti ini karena menunjukkan rasa cinta kita berdua. " Bela Anton dengan gaya bicara yang sok cool.


"Yah... yah.... " Anda menang dokter. Saya ngaku salah jika berdebat dengan Anda. " Ucap Aira dengan wajah masam.


Jenni pun hanya ketawa cekikikan melihat wajah Aira yang masam karena karena selalu kalah berdebat dengan Anton. Sedangkan Jenni masih merasa sungkan.


"Eh sampai lupa, maaf dokter Nayla kita kalau sedang berkumpul pasti saling buat rusuh. " Ucap jenni.


"Iya Sus, nggak pa-pa. Maaf loh, kalau kedatangan saya mengganggu kalian." Jawab Nayla yang masih merasa sungkan.


"Aduh santai aja dok, kalau dokter ikut gabung malah tambah ramai nanti " Balas Jenni menenangkan.


"Iya bener Nay, jangan sungkan lah. Dulu kita juga sering nongkrong bareng. Kayak sama siapa saja. " Aira pun menambahkan untuk menenangkan Nayla.


"Emmm Iya Terima kasih. " Ucap Nayla.


"Sebelumnya, aku mo minta maaf sama suster Jenni dan dokter Anton jika sikap aku selama ini nggak baik. " Pintar Nayla dari lubuk hatinya.


"Dokter nggak pernah salah kok, mungkin memang kemarin ada kesalah pahaman antara dokter sama dokter Aira. Dan hari ini saya lihat kalian sudah baikan. Semoga ini bisa berjalan sampai kapanpun." Balas Jenni.


"Aamin.... " Jawab Aira dan Nayla bersamaan.


"Ya udah ayo duduk sini dok. " Pinta Anton.


Aira dan Nayla pun mengambil makan siang mereka yang sudah disediakan. Tidak lupa, kedua dokter itu saling bercanda dan tertawa. Sedangkan Jenni dan Anton saling memperhatikan.


"Semoga mereka akan selalu rukun seperti ini ya Yang. " Do'a Jenni.


"Semoga saja Yang, dulu aku sangat senang bekerja sama sama mereka karena kekompakan nya. Dan kemarin karena ada kesalah pahaman antara mereka, aku juga ikut sedih. " Anton menjawab.


"Kita do'a kan aja yang terbaik untuk mereka. "


****


Setelah selesai mengambil makanan, Nayla dan Aira kembali lagi ke meja di mana Jenni dan Anton berada. Mereka makan dan saling bercanda bersama. Sudah tidak ada rasa canggung kembali di antara Aira dan Nayla. Mereka semua saling berbaur bersama tanpa ada sekat kembali.


Tring.......


Hp Aira berbunyi.


"Bentar aku buka pesan dulu ya. " Izin Aira.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum bidadari ku, sudah makan siang kah? " Mario menulis pesan kepada Aira.


"Waalaikumsalam calon imamku, ini baru makan siang bersama Nayla, Suster Jenni dan Dokter Anton. " Balas Aira dengan senyuman yang terpatri di bibirnya.


Tanpa dia sadari, ada sepasang mata yang memperhatikannya.


"Cie... cie, pesan dari siapa itu sampai senyum-senyum sendiri. " Goda Jenni. Jenni sudah hafal pasti pesan tersebut berasal dari Letnan Mario.


"Apaan sih Sus, seneng banget godain aku. " Balas Aira yang tersipu malu.


"Rona-ronanya ada yang lagi jatuh cinta ni. " Anton pun ikut menimpali untuk menggoda Aira.


"Ni juga kompak banget godain aku. " Balas Aira dengan menampilkan wajah cemberutnya.


Yang lainnya pun hanya ketawa melihat tingkah dokter Aira yang tampak lucu dengan wajah cemberutnya.


"Dia sedang dekat sama siap, sepertinya girang sekali. " Batin Nayla yang ikut penasaran. Kecuali Jenni dan Anton yang sudah tahu akan hubungan Aira dan Mario.


Tring.....


HP Aira berbunyi kembali tanda pesan masuk.


"Maaf ya dek, tadi aku tinggal pergi duluan. Soalnya aku ingin ngasih ruang dan waktu buat kalian. Jadi, aku nggak jadi ngajakin kamu makan siang. "


"Nggak pa-pa mas, malah aku yang harusnya minta maaf. " Balas Aira.


"Nggak ada yang salah kok dek, kita kan masih ada waktu buat makan bersama. Kalau nanti malam bagaimana kalau aku ajak kamu makan keluar? "Tawar Mario.


" Boleh mas. Nanti malam aku juga nggak sibuk. Tapi apa mas nggak pa-pa pergi keluar sama Aira? "


"Santai Dek, sekali-kali nggak papa. " Balas Mario.


"Ya udah baik mas, aku tunggu nanti malamnya. " Balas Aira terakhir kali sebelum memasukkan kembali handphone nya ke dalam saku jasnya.


"Ehem...., kayaknya lagi ada yang fokus wa-nan sama abang tampan. " Goda Anton kembali.


"Upz... keceplosan. " Tambah Anton dengan menutup mulutnya dengan telapak tangannya.


"Wah iya ini, rona-ronanya lagi ada yang lagi bahagia ni. " Nayla pun ikut menimpalinya meskipun dia belum tahu siapa gerangan yang membuat hati sahabatnya berbunga-bunga.


Aira pun hanya tersenyum malu-malu karena di goda para Sahabatnya. Dan mereka pun berlanjut saling bercerita dan bercanda meskipun kebanyakan fokus menggoda Aira hingga Aira menampilkan pipi merona karena malu.

__ADS_1


**************


__ADS_2