
Happy Reading...
πΏπΏπΏπΏ
"Cepat kasih tahu, gimana hasilnya. " Tanya Alex dengan menoleh ke belakang.
"Alhamdulillah Lex, kami akan menjadi orang tua. Sekarang istriku sedang mengandung anakku. " Jawab Mario dengan antusias.
"Alhamdulillah."Alex mengucap syukur karena mendengar kebahagiaan sahabatnya. Di balik permasalahan Aira dan Mario, ada rencana Allah yang indah dengan menitipkan seonggah daging yang hidup di perut Aira untuk memperbaiki hubungan mereka.
" Terimakasih calon keponakan paman telah hadir di perut mama Aira sehingga mama dan papamu tidak jadi terpisah. "Ucap Alex dalam hatinya.
Mario yang sangat bahagia juga tak lupa memeluk Aira dengan tangan tak henti-hentinya untuk mengusap perut sang istri yang tertutup tunik.
" Sehat-sehat ya sayang. Bunda dan ayah sudah tidak sabar menanti kelahiran mu nak. "Ucap Mario dengan membungkuk di depan perut Aira.
" Siap ayah, makanya ayah jangan nakal lagi ya sama bunda. Nanti dedek malah sama ayah. "Aira pun menjawab dengan nada seperti anak kecil.
Mario dan Alex yang mendengar pun ikut tertawa. Dia tidak menyangka Aira bisa bercanda juga. Sejak tadi, Aira sangat marah dan tak ingin di sentuh oleh Mario. Tetapi setelah mendengar kabar kehamilannya, membuat hatinya luluh kembali dengan tekad tak ingin menyerah dan akan selalu mempertahankan rumah tangganya dari gangguan pelakor seperti Jasmine atau wanita lain yang ingin menghancurkan rumah tangganya.
"Kemarin aku diam saja hingga membuat aku salah sangka kepada suamiku, tapi mulai sekarang aku akan melawan kamu untuk melindungi keluargaku. Diamnya seorang istri bukan berarti dia lemah, tapi dia menunggu waktu yang pas untuk menghempaskan wanita seperti dirinya. " Aira berbicara di dalam hatinya dengan tekad yang kuat. Tidak lupa ia mengelus lembut rambut sangat suami yang masih setia berbicara dengan calon anak mereka. Sedangkan Alex, dia fokus dengan menyetir.
Setelah sampai di asrama, Alex meminta izin untuk kembali ke rumah dinasnya karena sudah malam. Sedangkan Aira dan Mario sudah masuk ke dalam rumah. Mereka sudah menjalankan sholat Magrib di mushola dekat klinik, jadi sekarang Mario sedang menyiapkan makan malam sederhana.
"Mas biar Aira saja yang buat makan malam. " Ucap Aira yang merasa sungkan karena sangat suami mengotot untuk membuat makan malam untuk mereka. Sebenarnya sudah ada ungkepan ayam di frezer yang di buat Aira kemarin sehingga hanya perlu menggorengnya saja. Apalagi juga sudah ada sambal sebagai pelengkap karena Aira tahu sang suami suka makan sambal, dia juga membuatnya banyak sekalian agar tidak repot.
"Adik duduk aja di sana, biar mas yang masak. Ini juga cuman goreng aja. Adik kan tadi pingsan. Mas nggak ingin terjadi apa-apa lagi sama adik. Jadi biar mas yang masak. " Tolak Mario kepada istrinya.
"Ya sudah kalau begitu. " Balas Aira kembali. Diapun pasrah dan hanya duduk di kursi makan depan dapur. Dia memperhatikan sang suami yang sedang bergelut dengan wajan dan kompor. Dengan lihai, Mario mulai menggoreng ayam ungkep di wajah yang minyaknya sudah panas. Tidak lupa dia membuat tumis brokoli sebagai pelengkap. Sebagai seorang tentara, dia banyak belajar ketika hidup di hutan tang harus membuatnya bisa memasak untuk mengenyangkan perutnya. Apalagi sebelum menikah, dia sudah mandiri dengan masak sendiri jika ada waktu luang. Biasanya dia akan masak bersama Alex atau Doni yang sedang berkunjung.
__ADS_1
Setelah 15 menit, makanan yang di masak Mario sudah siap terhidang di meja makan. Dengan telaten, Mario mengambilkan nasi, sayur dan ayam untuk Aira. Biasanya Aira yang akan melayaninya, tapi malam ini Mario lah yang melayani sang istri.
"Terimakasih mas. " Ucap Aira setelah sang suami mengambilkan makanan untuk dirinya.
"Makan yang banyak dek. " Jawab Mario dengan tersenyum.
Aira pun menganggukan kepalanya. Setelah berdoa, mereka berdua pun segera menyantap makan malam mereka. Kebahagian kembali mereka rasakan setelah insiden salah paham. Mario sudah bisa tersenyum kembali. Dia tidak akan bisa makan ataupun tidur jika tadi Aira jadi pergi meninggalkan dirinya.
Setelah selesai makan malam, Mario membersihkan bekas makan mereka. Awalnya Aira menolak tapi Mario memaksanya. Sehingga Aira pun pasrah. Dia merasa hari ini menjadi seorang ratu yang di layani. Meskipun setiap hari sang suami selalu membuat dia menjadi seorang ratu di rumah mereka.
Setelah selesai berberes, mereka berdua melanjutkan untuk sholat Isyak berjamaah dan selesai sholat, Aira dan Mario siap untuk beristirahat untuk memulihkan kondisi Aira. Mereka belum memberi tahu ke ayah dan bundanya, karena mereka berencana akan berkunjung ke rumah orang tua Aira sabtu ini sekalian merayakan hari ulang tahun pernikahan ayah Irsyad dan bunda Salma.
**
"Adik di rumah dulu jangan angkat berat-berst ya. Mas mau ke kantor dulu karena ada sedikit laporan yang harus mas selesaikan. " Pesan Mario kepada istrinya. Mario pun semakin posesif setelah istrinya hamil.
"Tapi ingat, jangan bertemu apalagi mengobrol lagi dengan si Jasmine itu. Kalau Aira lihat lagi, Aira pastikan kalau Aira benar-benar pulang ke rumah ayah. " Tambah Aira dengan mengancam suaminya. Sifat cemburunya pun masih ada.
"Siap dek, mas janji tidak akan ngurusin dia lagi. Jika dia ngakak mas bicara, mas akan tinggalin dia saja. Mas lebih takut di tinggalin adik daripada menghadapi Dan Jordan. " Balas Mario dengan meyakinkan sang istri.
Mariopun segera berangkat setelah berpamitan dengan sang istri. Dia menjalankan sepeda motor nya menuju ke kantor. Sedangkan Aira, dia akan keluar sebentar untuk membeli sayuran di tukang sayur yang sering jualan di asrama.
"Mau kemana tante Mario? " Tanya mbak Wulan istri senior dari Mario.
"Ini mbak Wulan mau ke depan beli sayur. " Jawab Aira dengan ramah.
"Oalah iya tan silahkan. Tadi saya juga barusan belanja di sana. "
"Iya mbak, kalau begitu saya kesana dulu ya. " Pamit Aira.
__ADS_1
"Iya tan. " Jawab mbak Wulan dengan ramah.
Airapun berjalan kembali menjual ke tukang sayur yang sering mangkal di ujung jalan. Keadaan Airapun sudah membaik setelah minum vitamin yang di resep kan dokter Rahma. Dia juga tidak merasakan morning sickness seperti ibu hamil lainnya.
Di tengah jalan, dia tidak sengaja bertemu dengan perempuan yang ingin merusak rumah tangganya. Entah itu memang kebetulan atau memang di sengaja oleh Jasmine. Aira melihat tak suka dengan Jasmine apalagi pagi ini dia memaki baju yang sedikit ketat tak menampakkan sopan santun menjaga nama baik sang kakak.
"Ehem, ketemu juga ya sama kamu. "Ucap Jasmine dengan PDnya.
Aira pun hanya tersenyum tanpa ingin menimpali perkataan Jasmine. Dia tak ingin terpancing oleh Jasmine dan membuat keributan sehingga mengakibatkan mencoreng nama baik sang suami di lingkungan asrama.
Aira pun kembali berjalan tidak menghiraukan Jasmine.
" Wah memang budeg ya ni orang. Cantik-cantik kok budeg. Di ajak bicara juga. "Jasminepun semakin menyolot karena tak di hiraukan oleh Aira.
Aira pun terpaksa membalikkan badannya setelah mendengar Jasmine berbicara kasar.
" Maaf mbak, ada apa ya?, sepertinya mbak nggak suka dengan saya. "Aira pun akhirnya berani mengeluarkan suaranya.
" Eh nggak usah blagu ya, meskipun loe udah tu di nikahin kak Mario. Jangan senang dulu ya, sekarang loe bisa menang tapi lihat saja entar gue akan rebut Mario dari tangan loe. "Ucap Jasmine yang mengancam Aira. Untung keadaan di jalan ini tak ramai, jadi Aira tidak merasa takut.
Aira pun tersenyum mendengar perkataan Jasmine dengan PDnya.
" Seorang wanita yang berkelas tidak akan mengganggu rumah tangga orang lain apalagi merusaknya. Jika memang anda cantik, seharusnya anda bisa mencari laki-laki single dan lebih tampan dari suami saya. Dan anda simpan perkataan saya, silahkan anda mencoba merusak rumah tangga saya. Saya tidak akan takut karena saya percaya suami saya seorang yang beriman dan tak kan tergoda dengan anda yang hanya bermodal tubuh indah dan backingan kekuasaan dari kakak anda. Dan saya pastikan saya akan menghempaskan anda dari kehidupan rumah tangga saya. " Aira pun menjawab ancaman Jasmine dengan elegannya.
"Kamu... "
πΏπΏπΏπΏ
Assalamu'alaikum, yang kangen dokter Kevin di tunggu ya. Ini masih ke Aira dan Mario dulu. ππ
__ADS_1