
Happy Reading....
"Sabar nak. Ikuti keinginan ayahmu pasti itu terbaik untuk mu. " Ucap Salma dengan memeluk Sang putri. Melihat Aira yang menangis terisak, membuat Salma ikut menitikkan air matanya.
"Kenapa bun, kenapa ayah jahat kepada Aira. Padahal Aira tak melakukan kesalahan yang di tuduhkan kepada Aira. " Isak tangis Aira dengan mengadu kepada bunda nya.
"Maafkan bunda nak, bunda harus ikut diam untuk sementara waktu. "Ucap Salma dalam hatinya.
" Kak, coba besok kakak temui anak teman dari ayah dulu, jika memang kakak nggak suka, bunda akan bantu untuk berbicara kepada ayah. "Salma pun memberikan solusi kepada Aira. Salma pun masih menenangkan Sang putri dengan mengelus lembut punggung Aira.
" Tapi bun, kakak hanya mencintai mas Rio. Sudah lama kakak mencari dia dan akhirnya ketemu, tapi malah ayah seperti ini. "Adu Aira kembali.
" Berdo'alah nak, minta petunjuk sama Allah. Jika memang Rio adalah jodohmu, pasti Allah akan memberikan jalan kemudahan untuk untuk hubungan kalian. Seperti bunda dan ayah. "Salma pun memberikan semangat dan motivasi untuk putrinya.
Aira yang tidak paham pun mendongakkan kepalanya untuk meminta penjelasan kepada sang bunda.
Salma yang paham maksud Aira pun kemudian bercerita.
" Sebelum bunda Aisyah menikah dengan ayah, bunda pernah bertemu dengan ayah tanpa sengaja. Sampai bunda jatuh cinta kepada ayah di pandangan pertama. Sampai bunda berdo'a agar bisa bertemu kembali dengan ayah di kemudian hari, tapi apa kak, Allah tak mengizinkannya. Hingga bunda harus bertunangan dulu dengan mantan bunda. "Salma menjeda ceritanya.
" Maksud bunda? "
"Dulu, sebelum bunda menikah dengan ayah, bund sempat beetunangan dengan orang lain yang tak lain mantan pacar bunda. Bunda dulu masih jadi anak yang badung kak, hingga pacaran. Tapi ya itu, mungkin memang nggak jodoh pertunangan bunda dan mantan bunda batal karena dia selingkuh. Hingga saat itu bunda down dan tak mau mengenal lagi namanya cinta-cintaan. Bunda pun memperbaiki diri bunda, memperbaiki hubungan bunda kepada Allah hingga butuh hampir 10 tahun bunda bertemu kembali dengan ayah. Dan sekarang lihat, bunda bisa nikah dengan cinta pertama bunda. Karena memang sudah di takdir kan oleh Allah. "Tambah Salma menjelaskan kepada sang putri.
" Jadi, dulu bunda duluan bertemu ayah sebelum bertemu kakak? " Aira pun sudah mulai tenang. Sudah tak ada tangisan kembali. Dia dengan seksama mendengarkan cerita bunda nya.
"Iya kak, bunda bertemu ayah ketika usia 20 tahun ketika kuliah dan di pertemukan kembali di usia bunda 30 tahun dimana kakak yang jadi perantaranya. " Jawab Salma dengan tersenyum.
"Jadi, pasrahkan kepada-Nya nak. Jika memang Rio adalah jodohmu pasti Allah akan memberikan jalannya. "
"Iya bunda, kakak akan memperbaiki diri kakak. Dan kakak akan pasrahkan semuanya kepada yang Kuasa. Jika mas Rio adalah jodoh Aira, pasti Allah akan mempermudah tapi jika bukan, mungkin pilihan ayah itu terbaik untuk Aira. " Aira pun sudah pasrah dan Ikhlas dengan keputusan ayahnya.
"Yupz bener kak. Dan bunda akan selalu berdoa untuk kebahagiaan kakak. " Ucap Salma dengan mengelus lembut rambut Aira yang tertutup hijab.
Aira pun sudah bisa menampilkan senyuman tipis dari bibir mungilnya setelah mendengar nasehat dang bunda. Setelah selesai, Aira kembali ke kamarnya, sedangkan Salma berjalan masuk ke kamarnya untuk menyusul dang suami.
**
Di tempat yang lain, Setelah selesai masa penugasannya menjadi relawan di salah satu daerah bencana longsor, Mario mendapat cuti untuk mengistirahatkan dirinya. Dia mendapatkan cuti 2 minggu. Sehingga dia bisa pulang kampung sejenak untuk menengok budhe maupun adiknya di kota K.
Dengan Ransel loreng yang ia bawa di punggungnya, Mario berjalan masuk ke terminal untuk menunggu bus yang akan membawanya ke kota di mana budhe nya tinggal.
__ADS_1
Tak berselang lama, bus pun datang. Dengan berdesak-desakan dengan penumpang yang lain, dia pun naik ke atas bus. Untung masih ada bangku yang kosong, sehingga dia bisa mengistirahatkan badannya yang letih untuk sebentar. Butuh kurang lebih 3 jam perjalanan dari kota P menuju kota K.
Setelah membayar, Mario pun mulai memejamkan matanya tuk sementara waktu. Tepat ketika masuk di kota K, Mario membuka matanya. Sebentar lagi dia akan sampai di pemberhentian bus di kota K.
Dan, Mario pun sudah turun dari bus. Dia segera mencari ojek untuk menuju ke rumahnya. Setelah bekerja, Mario bisa membeli rumah di daerah perumahan sederhana dimana rumah tersebut sangat layak untuk di tinggali adik dan budhe nya. Berbeda dengan dahulu, mereka hanya tinggal di rumah kontrakan sederhana yang hanya ada 1 kamar dimana mereka gunakan bertiga untuk tidur. Makan pun mereka sangat sederhana hanya dengan tempe ataupun kerupuk. Jika tak ada uang, mereka akan makan dengan garam atau nasi 1 bungkus yang mereka makan bertiga.
"Ojek... " Panggil Mario kepada bapak tukang ojek.
"Mau kemana mas? " Tanya si bapak ojek kepada Mario ketika Mario sudah duduk di belakang tukang ojek.
"Perumahan Permata ya pak. " Jawab Mario yang sudah memakai helm.
"Baik mas. "
Tukang ojek itupun menjalankan sepeda motornya untuk menuju ke daerah dimana yang di sebutkan oleh Mario. Di perjalanan, mereka saling bercerita. Apalagi si bapak tak mengendarai sepeda motor dengan kencang sehingga mereka bisa saling mengobrol dengan menikmati pemandangan perkampungan yang sangat di rindukan Mario.
Setelah seperempat jam, sepeda motor berhenti di depan rumah tipe 45 dimana rumah tersebut bercat biru dan mempunyai taman kecil di depannya.
Rumah minimalis yang tampak asri karena rajin dirawat. Tidak lupa di samping ada bangunan kecil yang di buat warung kelontong untuk berjualan budhe. Mario membuatkan budhenya warung kelontong kecil untuk kesibukan Sang budhe. Hanya beliau satu-satunya pengganti orang tua yang ia miliki. Sehingga apapun akan ia lakukan untuk melihat kebahagiaan Sang budhe.
"Ini pak. " Ucap Mario dengan menyerahkan uang ongkos ojek.
"Wah mas ini kebanyakan. "
"Terimakasih mas. Kalau begitu saya pamit dulu. " Pamit bapak ojek.
"Silahkan pak. Hati-hati nggih. " Jawab Mario dengan menganggukkan kepalanya.
Setelah bapak ojek menjalankan sepeda motornya, Mario pun masuk ke dalam rumah. Dia langsung menuju warung karena pastinya si budhe sedang disana.
"Assalamu'alaikum." Ucap Mario.
"Waalaikum salam. Sek bentar mas. " Jawab budhe dari dalam.
Masih belum sadar siapa yang sadar budhe pun menanyakan apa yang akan di beli boleh orang yang baru saja datang ke warungnya.
"Ajeng tumbas nopo mas?(mau beli apa mas?)" Tanya budhe yang belum melihat ke arah Mario.
"Badhe tumbas gendhis (budhe beli gula)" Jawab Mario dengan geli.
Budhe pun mengambilkan gula.
__ADS_1
"Niki mas? " Ucap budhe dengan menyerahkan gula kepada orang di depannya.
. Belum budhe berikan gulanya, budhe sudah sadar jika yang datang adalah Mario.
"Oalah Le, kok sampean seng teko. Mbok langsung masuk malah ngisengin budhe. " Ucap budhe kepada Mario.
"Maaf budhe, soalnya budhe sedang fokus jadi ndak sadar kalau ini Mario. " Elakkan Mario.
"Sehat budhe? " Tanya Mario dengan mencium tangan budhe.
"Alhamdulillah Le, budhe dan Raisha sehat. La sampean piye Le? " Ucap budhe dengan menepuk tangan keponakannya.
"Alhamdulillah Rio juga sehat budhe. " Jawab Mario dengan tersenyum.
"Ya udah ayo masuk, itu budhe juga sudah masak sayur sop, ikan goreng dan sambal terasi. Budhe pingin masak masakan kesukaanmu, eh ternyata sampean muleh Le. " Ucap budhe kembali.
"Itu tandanya budhe kangen sama Rio. " Jawab Mario. Mereka berdua pun masuk kedalam rumah melalui warung yang terhubung dengan ruang keluarga.
"Kamu bisa saja Le. " Balas budhe.
"Oh ya budhe, Raisha kemana ini budhe? " Mario pun menanyakan adiknya.
"Dia di kamar, katanya lagi belajar karena sedang UAS. " Jawab budhe.
"Sha, keluar dulu ini mas mu pulang. " Panggil budhe ke Raisha.
"Inggih budhe, sebentar Raisha beredin dulu bukunya. " Jawab Raisha dari kamar.
"Mo minum apa Le?" Tawar budhe .
"Teh hangat saja budhe. " Jawab Mario yang sudah mendudukkan tubuhnya ke kursi di ruang keluarga.
Budhe pun berlalu menuju dapur untuk membuat kan minuman untuk Mario.
Tap... tap... tap. .
"Kakak...... "
****
Assalamu'alaikum Terima kasih buat kakak -kakak yang sudah setia membaca cerita Cinta monyetku mohon maaf jika ceritanya membosankan atau tak sesuai dengan keinginan pembaca.
__ADS_1
Membuat cerita itu butuh ide, tapi kadang komen yang sedikit nggak ngenakin buat mood penulis jadi down hingga ide itu tak bisa muncul untuk di tuangkan. Cerita ini bukan cerita pure religius yas. Jadi wajar jika ada konflik sedikit, apa lagi ada kejutan atau prank toh ini namanya juga cerita khayal, kadang di dunia nyata pun ini tetap ada.