
Happy Reading.....
🍀🍀🍀
"Sini dek. " Ucap Mario dengan menepuk ranjang di sebelahnya.
Aira pun mengangguk dan mendekati sang suami. Ia pun ikut naik di atas ranjang samping sang suami yang sedang bersandar headbed.
**
Malam pun telah tiba. Acara resepsi pernikahan Aira dan Mario pun akan di gelar di salah satu hotel bintang 1 di kota Y. Semua itu adalah pilihan ayah Aira yaitu Ayah Irsyad. Beliau ingin memberikan yang terbaik untuk pernikahan putri sulung nya.
Apalagi akan ada banyak tamu undangan terhormat rekan ayah Irsyad maupun Aira dan Mario.
Budhe Retno sangat takjub dengan dekorasi tempat akan di langsung kan acara. Beliau sebagai pengganti orang tua Mario sangat bahagia ketika tahu mertua Mario sangat baik dan dermawan. Tak pernah membandingkan orang lain yang di bawah mereka.
Selama persiapan dan hari pernikahan Mario, bunda Salma dan kelurahan besarnya memperlakukan Budhe dan Raisha sangatlah baik. Malah mereka sempat mengajak berbelanja bersama untuk membeli baju ataupun persiapan di pernikahan Aira dan Mario.
"Begitu beruntungnya kamu le, mendapat istri dan mertua yang sangat baik. Bahagialah selalu le.. " Ucap Budhe dalam hatinya ketika melihat Mario yang sudah siap dengan baju PDU nya. Karena acara malam ini akan ada prosesi Pedang pora dan pagar penghormatan untuk seorang Perwira seperti Mario melepas masa lajangnya untuk membangun rumah tangga.
Mario tampak gagah dengan seragam nya. Hingga menampakkan tubuhnya yang tegak dan atletis. Mungkin jika di luaran, pasti banyak cewek-cewek yang mengaguminya.
Aira sudah cantik dengan kebaya hijau Zamrut dengan kerudung yang senada dengan kebayanya. Tampak anggun untuk berdampingan dengan Mario yang memakai PDU nya.
Dalam prosesi Nikah TNI, ada beberapa prosesi dan setiap prosesi ada maknanya masing-masing. Pertama adalah gapura pedang dimana kelompok pedang pora yang akan membentuk formasi berupa lorong pedang.
Yang kedua adalah Gapuro penghormatan merupakan penghormatan secara militer saat kedua mempelai pengantin memasuki formasi. Dalam prosesi ini Aira menebarkan senyuman manisnya di hadapan para tamu undangan yang sudah sangat antusias melihat prosesi acara. Dengan di gandeng Mario, mereka berdua berjalan melintasi karpet merah diantara pedang menyilang diatasnya. Pedang pora merupakan sebuah tradisi pernikahan bagi para perwira militer yang dilaksanakan dalam rangka melepas masa lajang. Prosesi ini diiringi dengan rangkaian pedang berbentuk gapura yang dibentuk oleh hunusan pedang dari rekan-rekan perwira atau adik angkatan dari sang mempelai pria. Di acara pernikahan Aira dan Mario, terdapat 8 pasang yang melakukan pedang pora dan 1 komandan pedang pora, yaitu 1 MC pedang pora, 1 pembaca puisi, dan 2 orang pembawa baki yg berisi cincin kawin dan baju persit.
Ketiga adalah payung pura dimana formasi ini berbentuk lingkaran yang di bentuk oleh patung pedang, prosesi ini di laksanakan pada saat pengantin pria telah menyampaikan laporan kepada inspektur upacara.
Dan prosesi terakhir adalah Ikrar Aira satya yaitu pernyataan janji setia yang dilakukan Aira dan Mario dan secara simbolik sudah di wakili oleh narator acara.
Aira dan Mario menerima pemasangan cincin yang melambangkan bahwa keduanya akan bersama-sama mengarungi bahtera kehidupan baru. Mempelai wanita diberikan pakaian PERSIT (Persatuan Istri Tentara) sebagai lambang bahwa mempelai wanita telah siap mendampingi suami sebagai istri seorang prajurit, dan juga sebagai pertanda bahwa ia telah diterima sebagai bagian dari Persit Kartika Chandra Kirana. Pakaian tersebut diberikan oleh komandan sang perwira beserta istrinya. Komandan yang mengikuti prosesi ini adalah Pak Rahmat beserta istrinya yang sudah sangat membantu Mario dari proses lamaran hingga menghantarkannya ke jenjang pernikahan.
__ADS_1
"Selamat Letnan. Semoga kalian selalu di berikan kebahagian dalam rumah tangga. " Ucap Dan Rahmat setelah prosesi pemasangan cincin ke tangan Mario.
"Siap terimakasih Dan. " Jawab Mario dengan lantang.
Bu Rahmat pun tak mau kalah dengan suaminya, beliau juga memberikan selamat untuk Aira setelah menyerahkan baju Persit.
"Selamat Tante Mario, sekarang engkau sudah menjadi bagian dari keluarga persit. Semoga tante bisa membawa nama baik suami dan persit ke depannya. " Ucap bu Rahmat kepada Aira.
"Terimakasih ibu. InsyaAllah saya akan menuruti pesan yang ibu berikan kepada saya. " Jawab Aira dengan tersenyum.
Prosesi acarapun telah usai, Aira dan Mario berjalan menuju ke atas pelaminan untuk menerima ucapan selamat dari para tamu undangan yang telah datang.
"Wah cantiknya dokter Aira malam ini. Selamat ya dokter akhirnya soldout juga. Padahal yang pacaran lama aku duluan dan yang nikah malah dokter duluan. " Ucap Jenni yang hari ini tampak cantik dengan kebaya cream dan di dampingi oleh dokter Anton kekasihnya. Dia berbicara seperti itu untuk memberikan kode kepada pacarnya agar segera di halalkan.
"Ehem... " Dokter Anton pura-pura terbatuk setelah mendengar ucapan Jenni.
"Ish apaan sih pura-pura batuk aja. " Ucap Jenni ketus ke arah dokter Anton.
Anton pun hanya diam dengan memggaruk-garuk belakang kepalanya yang tak gatal. Ia pun tersenyum canggung.
"Terimakasih suster Jenni dan dokter Anton yang sudah datang. Saya do'akan kalian berdua segera menyusul seperti kami. " Jawab Aira dengan memeluk Jenni sahabatnya. Meskipun tadi pagi Jenni sudah datang, tapi tak afdol jika dia tak memberikan selamat kembali.
"Selamat bro, tolong titip dokter Aira. Semoga kalian di berikan kebahagiaan selalu. " Ucap Anton kepada Mario dengan menyalaminya.
"Siap. Terimakasih dokter Anton. Semoga kalian juga segera menyusul. " Balas Mario dengan tersenyum tipis.
Setelah memberikan selamat pasangan itu pun turun dan segera menuju ke stand makanan yang sudah di sediakan.
Untuk Alex, Doni dan Nayla sudah menemani Aira dan Mario sejak awal acara. Sehingga saat ini mereka sedang berbincang-bincang dengan rekan-rekannya yang sudah datang di acara. Karena Doni sangat dekat dengan Alex, maka teman Alex pun sudah banyak kenal dengan doni. Sedangkan dokter Nayla sedang di temani Raisha dan Shakila untuk mengobrol.
Banyak tamu undangan yang datang ke acara resepsi. Hingga kaki Aira sudah seperti ingin putus karena rasa capek berdiri.
"Ish.... " Aira pun sedikit meringis dan membungkuk sedikit.
__ADS_1
"Adik kenapa? " Tanya Mario lembut dan dia pun ikut membungkukkan badannya ke arah sang istri.
"Nggak papa kok mas. " Jawab Aira yang menyembunyikan sakit di kakinya.
"Pasti kaki adik sakit kan? " Tebak Mario yang melihat sang istri seperti menahan sakit.
Aira pun mengangguk.
"Sini, lepas aja sepatunya pasti karena hak tinggi jadi buat kaki adik sakit. " Saran Mario dengan suara lembutnya.
"Tapi mas. " Jawab Aira yang merasa sungkan.
"Nggak papa dek. Kan rok adik panjang dan menutupi kaki adik. jadi kaki adik tidak akan kelihatan. "
Aira pun mengikuti saran sang suami. Apalagi memang sakitnya sangat tersiksa dengan sandal hak tinggi.
Setelah Aira mencopot sandalnya, ada seseorang yang datang dengan wajah yang sedikit murung.
."Selamat dokter Aira dan letnan Mario atas pernikahan kalian. Semoga kalian di berikan kebahagiaan. " Ucap dokter Kevin dengan tegar melihat orang yang dia cintai bersanding dengan laki-laki lain.
"Ter... rima kasih dokter Kevin kehadirannya. Semoga dokter segera menemukan calon yang terbaik juga. " Jawab Aira dengan sedikit rasa tak enak. Dia tahu selama ini dokter Kevin menyukainya. Tapi hatinya tak bisa menerima orang lain selain Mario cinta monyetnya.
"Terimakasih do'anya. " Balas Dokter Kevin dengan memaksakan tersenyum. Dia pun menjabat tangan Aira untuk terakhir kalinya.
"Selamat ya letnan. " Kevin pun bergantian bersalaman kepada Mario.
"Terimakasih dokter, saya do'akan yang terbaik untuk dokter juga. " Jawab Mario.
Mario pun menganggukkan kepalanya. Setelah bersalaman dengan kedua mempelai dan orang tua mereka, dia pun segera turun dari pelaminan dengan menahan rasa sesak di dada.
🍀🍀
Assalamu'alaikum mohon maaf jika ada kesalahan dalam penulisan prosesi nya. Mohon koreksinya jika ada kesalahan. Terimakasih.
__ADS_1
Dan untuk moment iya... iya, masih dalam proses ya. heheh🐱🐱🐱