Cinta Monyetku

Cinta Monyetku
Malam Romantis


__ADS_3

Happy Reading....


🌿🌿🌿🌿


"Dengerin aku Nay, coba kamu lihat tadi. Kamu lihat kan jika memang dokter Kevin masih menyimpan rasa sama aku pastinya dia tidak akan sesantai ketika mengobrol dengan suamiku. Dan aku bisa lihat dari pandangan matanya, jika dia sudah tak menyukaiku. " Balas Aira meyakinkan sahabatnya.


"Tetapi itu semua kembali lagi padamu Nay, jika itu memang keputusanmu pasti aku akan mendukungmu. "


"Iya Ai, aku cuma ingin lihat keseriusan dia juga Ai. Jika memang dia sudah berubah pasti dia tidak akan berhenti untuk meyakinkan ku. "Jawab Nayla dengan percaya diri.


" Aku selalu dukung kamu Nay, lihatlah aku Nay. Dulu aku sempat nyuekin mas Rio ketika kita masih berada di daerah pengungsian, tapi kamu lihat kan jodoh itu kita nggak tahu. Ternyata orang yang udah aku perjuangin selama ini memang jodoh pilihan Allah untukku meskipun juga banyak laki-laki lain yang mendekat, tapi Allah telah memantapkan diri kami untuk menyatu ke hubungan yang halal. " Aira pun memberikan semangat kepada Nayla dengan tersenyum ramah. Dia masih mengingat dulu bagaimana dia mencoba menjauhi Mario ketika suaminya itu menghindari dan bersikap dingin kepadanya. Bagaimana dirinya yang harus menahan kesedihannya dengan sikap datar sang suami. Dan sikapnya itu sekarang berubah menjadi hangat setelah menikah bahkan mereka saling merindukan ketika berada di berbeda tempat.


"Iya Ai, aku juga belajar dari pengalamanmu kok. Jadi santai saja pasti aku akan selalu meminta pendapatmu setelah kamu tak ada disini tentang masalah percintaanku. Jadi, jangan bosen ya mendengar curhatku. " Ucap Nayla dengan memeluk sang sahabat.


Mereka berdua pun saling berpelukan dengan diselingi canda tawa. Hanya saja masih ada yang kurang karena Jenni yang tidak ada di antara mereka karena dia sedang libur.


Setelah puas menuangkan semua keluh dan kesahnya, Nayla pun kembali ke ruangan nya untuk melanjutkan pekerjaannya. Aira pun sama juga menyelesaikan pekerjaannya Dia juga membuat laporan tentang pasien yang ia tangani untuk di serahkan kepada dokter pengganti dirinya. Besok adalah hari terakhir untuk dirinya dan sore hari akan ada pesta perpisahan kecil-kecilan antara dokter dan beberapa petugas rumah sakit. Wajar Aira sudah lama bekerja dirumah sakit ini, sehingga pesta ini sebagai salah satu kenang-kenangan untuk Aira.


Tak terasa, waktu sudah menunjukkan pukul setengah 8. Aira sudah menghubungi suaminya untuk menjemput. Katanya, dia sudah menunggu di parkiran.


"Assalamu'alaikum mas. " Sapa Aira setelah melihat suaminya yang ada di parkiran dekat dengan mobilnya.


"Waalaikum salam." Jawab Mario dengan menepuk lembut rambut Aira yang tertutup hijab.


"Udah selesai dek? " Tanya Mario kembali dengan tersenyum.


"Alhamdulillah udah mas, dan sekarang adek capek banget. " Jawab Aira dengan sedikit mengeluh manja ke suaminya.


"Ya udah nanti mas pijitin adek waktu di hotel. " Balas Mario dengan tersenyum mesum.


"Pasti mas nggak hanya mijitin adek, paling juga mijit yang lain. " Balas Aira yang sudah bisa membaca pikiran suaminya.


"Hahha, adik udah pintar ya sekarang. " Entah itu pujian atau apa tetapi Mario mengucapkannya dengan mencolek hidung Aira yang mancung.


"Ya udah sekarang kita ke hotel ya sayang udah malam juga pasti adik udah capek. Tadi mas juga udah pesan makanan buat kita bisa makan malam di dalam kamar. " Ucap Mario.

__ADS_1


"Siap Letnan. " Jawab Mario dengan memberi hormat kepada sang suami.


Mereka pun segera masuk kedalam mobil untuk menuju ke hotel dekat dengan rumah sakit. Mario sudah check in sampai 2 hari kedepan untuk mendampingi sang istri untuk packing barang-barangnya. Untung kemarin ketika dia mengantar sang istri, dia sudah mencicil membawa barang-barang istrinya untuk di bawa ke rumah dinasnya, sehingga sekarang barang istrinya tinggal sedikit saja.


Hanya butuh 10 menit perjalanan menuju hotel. Mario memarkirkan mobil istrinya ke parkiran. Setelah mengunci mobil, mereka keluar menuju ke room yang Mario pesan.


"Dek mas siapkan air panas dulu ya buat adik mandi. " Pinta Mario kepada sang istri yang sedang duduk di sofa yang tersedia dengan meregangkan otot-otot tangannya.


"Terima kasih ya mas. " Ucap Aira. Dia sangat bersyukur menikah dengan Mario, suami yang sangat perhatian dan mau memahami dirinya.


"Iya dek. " Balas Mario dan langsung berjalan menuju kamar mandi. Dia pun segera menghidupkan kran air panas untuk berendam istrinya supaya sedikit membantu melenturkan otot-otot yang kaku.


Setelah air penuh di bathup, Mario pun keluar memanggil Aira.


"Adik mandi dulu gi, mumpung belum terlalu malam. Habis itu kita makan malam. " Pintar Mario.


"iya mas. " Aira pun menjawab dan segera berdiri untuk membersihkan diri. Sebelumnya, dia sudah mengambil piyama yang sudah tersedia di bagasi mobilnya.


Tok... tok...


"Iya mas, ini baru ganti. " Balas Aira dengan sedikit berteriak.


Aira pun membuka pintu kamar mandi dengan baju yang lengkap. Tidak lupa ia memakai handuk di kepala untuk mengeringkan rambutnya.


Dia melihat suaminya sudah duduk di sofa dan di depannya sudah tertata makanan yang tadi ia pesan. Aira pun tersenyum.


Mario yang melihat Aira pun segera menghampiri sang istri. Ia meraih tangan sang istri untuk di tuntun menuju ke sofa.


"Duduk dek. " Pinta Mario.


Aira pun menganggukkan kepalanya. Dengan patuh diapun duduk di sofa. Sedangkan Mario berjalan ke belakang Aira dan meraih handuk yang di pakai Aira. Dengan telaten ia membantu mengeringkan rambut sang istri. Aira pun menikmatinya.


"Selesai " Ucap Mario setelah selesai mengeringkan rambut Aira.


"Sekarang kita makan ya dek. "

__ADS_1


"Iya mas, makasih mas. Maaf seharusnya Aira yang melayani mas. Tapi ini malah mas yang melayani Aira. " Jawab Aira yang merasa bersalah.


"Masih ada waktu lama dek setelah adik ikut mas ke rumah dinas. Nanti adik yang akan melayani mas. " Balas Mario dengan tersenyum.


"Siap letnan. Pasti nanti Aira akan siap memasak makanan buat mas. " Balas Aira.


Mereka berdua pun makan malam dengan bahagia. Meskipun hanya menu sederhana, tapi makan dengan orang yang spesial sudah sangatlah luar biasa.


**


"Mas, besok adik udah terakhir di rumah sakit. Mungkin hanya setengah hari saja. " Ucap Aira setelah mereka berdua berbaring di ranjang hotel.


"Mas tahu dek, pasti adik sangat beratkan? " Jawab Mario yang bisa membaca isi hati sang istri. Dengan lembut dia belai rambut sang istri yang ada di pelukannya. Saat ini posisi Aira mendempel sang suami dimana kepalanya berada di dada bidang Mario.


"Aira nggak muna mas jika memang ada rasa sedih di hati Aira harus resign dari rumah sakit yang udah ngasih banyak pengalaman buat adik. Tapi adik sekarang adalah seorang istri, jadi sekarang kebahagiaan adik adalah bisa menjadi istri yang baik dan bisa melayani mas dengan baik pula. " Jawab Aira dengan bijak.


"Mas memang nggak salah pilih kamu dek. Sikap kamu yang dewasa dan keramahanmu membuat mas berkali-kali lipat jatuh cinta sama adik. " Mario pun mencoba memberikan gombalan kepada sang istri.


"Mas bisa gombal juga ya. "


"Nggak papa dek, yang penting kan gombalnya untuk istri sendiri. " Balas Mario dengan mempererat pelukannya ke sang istri.


Aira pun tersenyum mendengar perkataan sang suami.


"Oh ya mas, besok sore kan ada acara perpisahan. Terus tadi direktur rumah sakit meminta Aira membawa mas untuk menghadiri acara tersebut." Ucap Aira.


"Boleh dek, mas seneng bisa ikut di acara tersebut. Jadi mas juga bisa berterima kasih karena sudah mengizinkan adik bekerja di sana dan banyak pengalaman. " Balas Mario.


"Terima kasih ya mas. Adik bahagia bisa menikah dengan mas yang super pengertian sama adik. " Aira pun memuji sang suami.


Mario pun tersenyum dan menunduk untuk melihat wajah sang istri yang mendongak ke atas. Entah karena suasana yang mendukung dan rasa kangen yang sudah mengebu, Mario mulai mendaratkan bibirnya menuju ke bibir mungil sang istri. Aira pun membuka mulutnya untuk memberikan ruang ke pada sang suami untuk mengeksplore rongga mulutnya.


C***** itu pun semakin panas dan menjadi sebuah l*****. Mereka berhenti sejenak untuk mengambil napas. Mario memulai kembali dan ia tidak hanya mencium bibir sang istri, dia mulai menjelajahi setiap inchi yang ada pada sang istri. Mereka berdua pun saling menikmati setiap sentuhan yang mereka lakukan. Malam ini adalah malam yang sangat romantis dan mereka tunggu setelah lebih dari 1 minggu mereka tak bertemu. Dan terjadilah apa yang harus terjadi.


🌿🌿🌿🌿

__ADS_1


__ADS_2