Cinta Monyetku

Cinta Monyetku
In this Night


__ADS_3

Happy Reading...


🍁🍁🍁🍁


"Terimakasih dokter, saya do'akan yang terbaik untuk dokter juga. " Jawab Mario.


Dokter Kevin pun menganggukkan kepalanya. Setelah bersalaman dengan kedua mempelai dan orang tua mereka, dia pun segera turun dari pelaminan dengan menahan rasa sesak di dada.


Dia buru-buru turun dan langsung keluar dari gedung tanpa melihat ke arah belakang lagi. Cukup sesak dan tak kuat untuk hatinya.


Nayla yang sedang bercengkrama dengan Shakila dan Tisha pun tak sengaja melihat kepergian Kevin. Dia bisa melihat sebegitu sedih nya Kevin yang melihat orang yang ia cintai menikah dengan orang lain.


"Sebegitu cintanya kami hingga tak ada ruang untuk diriku. Sampai kau terlihat kacau malam ini. " Batin Nayla yang sesak ketika melihat penampilan Kevin. Hatinya sedikit nyeri melihatnya. Tapi sekarang dia bisa berfikir jernih untuk tidak memusuhi Aira kembali. Karena memang hati tak bisa untuk di paksaan mencintai.


"Kak Nay, kenapa kok diam? " Tanya Shakila menyadarkan lamunan Nayla.


"Eh.... nggak kok dek. Ayo kita lanjut eksekusi lagi makanan di stand. " Ajak Nayla kepada Raisha dan Shakila. Dia memaksakan tersenyum meskipun hatinya sakit.


**


Setelah acara resepsi selesai dan seluruh tamu meninggalkan gedung resepsi, keluarga Aira dan Mario juga sudah kembali kerumah Aira. Termasuk budhe Retno, Nayla dan Raisha yang ikut pulang ke rumah Aira. Sedangkan Doni dan Alex sudah kembali ke tempat mereka bertugas. Kecuali Aira dan Mario yang mendapat bonus menginap di kamar hotel sebagai kado pernikahan dari gedung yang Aira gunakan resepsi.


"Dek, ayo kita masuk ke kamar. " Ajak Mario setelah menghantarkan seluruh keluarganya pulang.


Blush..... Pipi Aira pun merona ketika mendengar kata kamar. pikirannya bertraveling memikirkan apa yang akan terjadi pada dia malam ini.


"I.... ya mas. Ayo. " Jawab Aira sedikit gagap karena gerogi dengan situasi ini. Meskipun tadi siang mereka sudah melakukan kissing, tapi Aira masih merasa gugup.


Mario pun menggandeng istrinya untuk menuju lift yang akan menghantar kan mereka ke kamar yang sudah di sediakan.


Setelah masuk, hanya ada mereka di dalam lift. Mario tersenyum ketika melihat istrinya yang tampak gugup. tapi tak mengurangi kecantikan istrinya.


Aira pun mengerutkan dahinya karena melihat suaminya tersenyum simpul. Dia melihat dari lift yang seperti cermin. Aira pun memberanikan diri untuk bertanya.


"Ke.. na.. pa mas tersenyum melihat Aira, apa ada yang aneh dengan Aira? " Tanya Aira yang penasaran.


"Nggak kok dek. Mas hanya sangat bahagia akhirnya perjuangan kita yang hampir 10 tahun dan penuh lika-liku tak sia-sia. Mas bisa menikahi adek seperti janji kita ketika masih kecil. " Jelas Mario dengan memeluk Aira. Dua masih ingat dulu pernah berkata jika besok mereka akan menikah biar punya dedek bayi seperti tante Nita.


"Aira juga tidak menyangka mas, Aira sangat bahagia bisa menjadi pendamping mas. " Ucap Aira kembali dengan balik memeluk suaminya. Tak ada rasa canggung lagi untuk saling bersentuhan. Mereka sudah halal jadi tak perlu takut lagi seperti di foto orang lain dan di bilang berbuat tak senonoh.


Pembicaraan merekapun terhenti setelah pintu lift terbuka. Mario menggandeng Aira untuk keluar dan segera masuk ke kamar.


Ceklek....


Pintu kamar hotel pun terbuka. Seperti di kamar Aira, kamar ini pun sudah di tata indah untuk pasangan suami istri baru ini.


Aira pun tersenyum melihat keindahan kamar ini. Dengan seprei putih dan hiasan dua handuk yang di buat menyerupai angsa sepasang yang saling berhadapan membentuk Love serta taburan bunga mawar merah yang membentuk tulisan happy wedding di ujung bed menambah keindahan kamar tersebut.

__ADS_1



Aira dan Mario pun tersenyum melihat itu semua. Bayangan malam yang indah yang akan mereka lalui bersama sudah bertraveling di pikiran mereka.


"Mas bersihin diri dan mandi dulu biar seger, Aira mau melepas aksesoris yang melekat di tubuh Aira dulu. " Saran Aira kepada sang suami.


"Biar mas bantu adik dulu melepas aksesoris adik, pasti adik akan kesusahan. " Ucap Mario setelah melepas baju pengantinnya dan tinggal kaos dalam dan celana pendek saja yang melekat di tubuhnya.


Aira pun mengangguk tanda setuju. Karena juga ia berfikir akan kesusahan melepas aksesoris ini.


Mario pun membantu Aira untuk melepaskan kerudungnya. Tidak lupa ia simpan aksesoris hijab dan hijabnya di atas nakas yang tersedia.


"Kebayanya sekalian ya dek. " Pintar Mario.


"Ta.. pi mas. Aira malu. " Jawab Aira.


"Kenapa harus malu, kan kita sudah halal dek. Dan nanti juga mas akan lihat semua milik adek. " Goda Mario dengan tersenyum penuh arti.


Blush....


Pipi Aira kembali merona mendengar godaan sang suami. Aira pun pasrah ketika sang suami membuka resleting kebaya yang ia pakai dan juga roknya sekalian. Hingga hanya menyisakan tanktop dan celana hot pan saja di tubuh Aira.


Mario pun menegakkan air liurnya melihat pemandangan yang sangat indah dan belum pernah ia lihat.


Aira pun semakin malu dan segera mengambil kimono yang sudah di sediakan. Mario yang melihat nya pun hanya tertawa.


"Ya udah mas mandi dulu ya dek. Nanti gantian adek. Atau adek juga mau mandi bareng sama mas? " Goda Mario kembali.


"Enggak." Jawab Mario cepat.


Mario tertawa terbahak-bahak melihat istrinya. Ia pun langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Badannya terasa lengket.


Sedangkan Aira, dia mengambilkan baju suaminya di dalam koper yang entah kapan sudah ada di dalam kamar.


Ia pun mengambil kaos dan celana pendek. Tidak lupa ia juga mengambil dalaman sang suami dengan sedikit canggung.


Ceklek...


Pintu kamar mandi pun terbuka. Aira pun menoleh dan deg..... dia kaget melihat sang suami yang keluar hanya memakai handuk yang menutup bagian tubuh Mario bawah saja.


"Mas gan....ti baju dulu sudah Aira siapkan di ranjang." Ucap Aira gugup melihat suaminya hanya memakai handuk yang melilit bagian bawahnya dan mendekati dirinya. Aira bisa melihat tubuh suaminya yang atletis karena latihan.


Mario tidak langsung mengambil bajunya, tapi ia malah mendekat ke arah Aira dan memeluk Aira dari belakang.


Jantung Aira pun semakin berdetak kencang ketika mendapat pelukan sang suami tiba-tiba.


"Ma..... mas, Aira mau ke kamar mandi dulu buat bersih-bersih. " Pamit Aira.

__ADS_1


Mario melepas pelukan nya, dan menatap sang istri.


"Iya dek gi sana bersih-bersih dulu. Mas tunggu, nanti kita sholat sunah bersama dulu. " Jawab Mario.


Aira pun segera masuk kedalam kamar mandi. Di dalam kamar mandi pun dia masih menetralkan detak jantungnya.


"Ya Allah kenapa mas Mario langsung meluk saja sih." Guman Aira dengan menetralkan detak jantungnya. Ini kali pertama Aira satu kamar dengan laki-laki dan melihatnya hanya memakai handuk saja. Adyan yang notabennya adik Aira saja tak pernah seperti itu setelah dewasa.


"Cantik, puji Mario setelah melihat Aira keluar dari kamar mandi dan hanya memakai kimono karena ia terburu-buru masuk ke dalam kamar mandi.


Aira hanya tersipu malu dengan pujian suaminya.


Aira pun segera menuju ranjang untuk mengambil baju tidur yang sudah ia sediakan dan kemudian bergegas menuju kamar mandi kembali untuk mengganti baju.


"Ya Allah, apa malam ini aku harus melaksanakan kewajibanku sebagai seorang istri?" Ucap Aira di dalam kamar mandi setelah selesai berganti pakaian.


"Bismillah, Aira kamu harus bisa. Mas Mario sudah berhak atas dirimu. " Ucap Aira kembali untuk menyemangati dirinya.


Ceklek..


Aira pun keluar dari kamar mandi. Dan dia sudah melihat sang suami yang sudah memakai sarung dan pecinya yang mungkin ia ambil ketika dirinya ke kamar mandi.


"Dek sini, ini mas sudah siapkan mukena buat adek. Tunggu sebentar mas mau ambil wudhu dulu."


Di samping ranjang sudah tersedia 2 sajadah yang sudah di gelar rapi oleh Mario.


"Dek kita sholat sunah 2 rekaat dulu ya, biar Allah meridhoi pernikahan kita." Ajak Mario setelah selesai mengambil air wudhu.


"Iya mas." Jawab Aira patuh dengan tersenyum. Aira pun mengambil mukena dan memakainya.


Sebelum mulai memimpin sholat sunahnya, Mario menengok kebelakang untuk melihat apakah istrinya sudah siap memakai mukena apa belim. Setelah melihat istrinya siap, ia pun mulai memimpin sholatnya.


"Assalamualaikum Warohmatullah, Assalamualaikum Warohmatullah."


Mario menengok kebelakang dan menyodorkan tangannya untuk di cium oleh Aira sebagai tanda bakti Aira sebagai seorang istri. Aira pun menyambut uluran tangan suaminya dan mengecupnya. Ini kali pertama Aira dan Mario melaksanakan sholat berjamaah setelah menjadi pasangan suami istri. Ada desiran aneh di hatinya ketika tangannya menyentuh tangan suaminya.


Mario pun tersenyum ketika tangannya di kecup Aira. Tidak lupa membacakan do'a di atas ubun-ubun istrinya agar pernikahannya di berkahi oleh Allah.Dan kegiatan malam ini pun mendapat limpahan berkah pula sebagian sebuah ibadah yang di Ridhoi Allah.


BISMILLAH ALLAHUMMA JANNIBNAASY SYAITHOONA WA JANNIBISY SYAITHOONA MAA ROZAQTANAA.


Artinya: β€˜Dengan (menyebut) nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan dari rezki yang Engkau anugerahkan kepada kami”, kemudian jika Allah menakdirkan (lahirnya) anak dari hubungan ***** tersebut, maka setan tidak akan bisa mencelakakan anak tersebut selamanya.’ ” (HR. Bukhari, no. 6388; Muslim, no. 1434).


Mario pun mencium dahi sang istri dengan sayang setelah selesai berdoa. Aira pun menerima kecupan sang suami dengan rasa bahagia di hatinya.


🍁🍁🍁🍁


Segini dulu ya, masih nyari referensi untuk malah yang iya-iyanya 🀣🀣🀣🀣

__ADS_1


Jangan lupa Vote dan likenya biar ini semangat nulisnya. Kemarin sempat nggak mau lanjut nulis lagi gegara level turun drastis, tapi karena dukungan kakak2 yang selalu menanti cerita absurd author membuat author semangat kembali. Dan jangan lupa vote dan likenya buat Adyan ya biar Adyan dan Tisha tambah semangat. Maaf jika maksa 🀣🀣🀣


__ADS_2