Cinta Monyetku

Cinta Monyetku
pelengkap Keluarga...


__ADS_3

Happy Reading....


🌹🌹🌹🌹


"Saya baru ingat, bulan ini saya memang belum dapat tamu bulanan dok. " Ucap Aira yang mengingat jadwal bulanannya yang terlambat.


"Wah, bisa dipastikan memang dokter Aira sedang hamil ini. " Dokter Jamilah pun ikut menimpali.


"Bismillah semoga dok. "Ucap Mario dengan berharap penuh.


Dokter Jamilahpun tersenyum melihat harapan pasangan suami istri di depannya.


" Kalau begitu, saya bawa istri saya ke bagian kandungan ya dok? " Pamit Mario.


"Silahkan pak. Lebih cepat lebih baik. " Jawab dokter Jamilah dengan ramah.


"Terimakasih dokter. " Ucap Aira kepada rekan kerjanya.


"Sama-sama dokter Aira. "


Aira dan Mario pun keluar dari ruangan dokter Jamilah setelah berpamitan. Di depan pintu ruangan dokter Jamilah, masih ada Alex yang juga cemas menantikan kabar tentang keadaan Aira.


Ceklek..... (Pintu ruangan dokter Jamilah terbuka)


Mario dengan merangkul sang istri keluar dari ruangan. Alex pun menengok ke depan setelah mendengar pintu di buka.


"Bagaimana dan keadaan dokter Aira? " Tanya Alex yang tampak cemas.


"Alhamdulillah, istriku tidak kenapa-napa Lex. Ini kami mau ke ruangan dokter kandungan dulu untuk memastikan keadaan Aira. " Jawab Mario dengan raut bahagia.


"Maksudnya.? " Alex masih blank belum mengerti maksud ucapan Mario.


Alex terdiam sebentar untuk mencerna perkataan Mario.


"Mak... maksudnya dokter Aira hamil dan aku mau jadi paman? " Alexpun yang baru ngeh, ikut antusias mendengar kabar bahagia ini.


"Iya, menurut dokter Jamilah, istriku sedang hamil di lihat dari tanda-tandanya. Tapi untuk tahu pastinya, kamu ingin pergi ke dokter kandungan mumpung sekarang sedang praktek. " Jawab Mario.


"Wah semoga saja benar Dan. Aku sudah nggak sabar menantinya. " Ucap Alex kembali.


Aira yang masih lemas pun hanya tersenyum karena ia tidak ada tenaga untuk mengeluarkan suara. Dia berdiri dengan di rangkul sang suami karena tubuhnya yang lemas dan masih sedikit pusing.

__ADS_1


.. "Ya udah ni kasihan istriku, kamu tunggu di parkiran saja soalnya kami mau segera ke ruang periksa kandungan. "


"Siap, aku tunggu di depan. " Jawab Alex.


Mario dan Aira berjalan kembali menuju ke ruang periksa kandungan. Sedangkan Alex berjalan ke luar menuju ke parkiran untuk menunggu Mario dan Aira.


"Selamat sore dokter Aira, loh kok ini diantar suaminya ke ruangan saya ada apa ini? " Tanya dokter Rahma ketika melihat Aira dan Mario masuk ke ruangan nya.


"Tadi saya pingsan dan dokter Jamilah menyuruh saya untuk periksa ke dokter untuk memastikan apa saya sedang hamil atau tidak. " Jelas Aira.


"Iya dok, mohon periksa istri saya. " Mario pun ikut menimpali.


"Ya sudah, tolong bapak bantu dokter Aira berbaring ke bed biar saya periksa. " Ucap dokter Rahma meminta Mario menuntun sang istri.


"Baik dok. " Jawab Mario. Mario pun menuntun sang istri untuk berbaring di bed. Kemudian, dengan setia Mario masih berada di samping Aira. Sudah tidak ada lagi rasa jengkel pada hati Aira, yang ada rasa penasaran dengan kehamilannya.


"Suster Vina tolong bantu oleskan gel dulu ke perut dokter Aira. " Pinta dokter Rahma ke perawat yang membantunya sore ini.


"Baik dok. "


"Maaf ya dok, saya buka sedikit bajunya. " Izin suster Vina kepada Aira.


Suster Vina pun memulai mengoleskan gel di perut rata Aira sebelum dokter Rahma menempelkan alat USG untuk mendeteksi usia kandungan Aira.


"Saya mulai memeriksa ya dokter dan bapak. "Ucap Dokter Rahma setelah menempelkan alat USG ke perut Aira. Di depan, sudah ada layar monitor yang memperlihatkan bagian dalam perut Aira.


" Nah, coba lihat ini. Ini ada titik hitam kecil seperti biji kacang."Dokter Rahma pun menjelaskan apa yang tampak di layar depan.


"Jadi memang benar saat ini dokter Aira sedang mengandung. "Tambah dokter Rahma lagi.


Aira dan Mario pun saling pandang dengan wajah yang sangat bahagia.


" Selamat dokter Aira dan bapak, sebentar lagi kalian akan menjadi orang tua. Dan di perkirakan usia kandungan dokter Aira adalah 4 minggu. "Ucap dokter Rahma dengan tersenyum.


" Terimakasih dok penjelasannya. "Jawab Mario.


" Sama-sama Pak. "


"Dek terimakasih ya, mas bahagia sekali. Ini hadiah terindah buat mas karena akhirnya keluarga kecil kita akan kedatangan anggota baru sebagai pelengkap rumah tangga kita. " Ucap Mario yang berkaca-kaca. Saking bahagianya, diapun mencium dahi sang istri dengan setia menggenggam tangan sang istri.


"Iya mas. " Jawab Aira yang juga ikut menitikkan air mata bahagianya. Dia pun sekarang paham apa penyebab dirinya yang akhir-akhir ini sangat sensitif. ternyata ada sebuah nyawa yang ada di perutnya.

__ADS_1


"Mas berjanji dek, tidak akan membuat aduk sedih lagi. Cukup tadi saja kita harus salah paham, sebisa mungkin mas tidak akan membuat adik sedih dan menangis lagi." Janji Mario.


Aira pun menganggukkan kepalanya. Dia sadar jika kesalahan pahaman tadi pagi buka seratus persen kesalahan sang suami, semua ini terjadi karena kesalahan pahaman yang memang di buat oleh Jasmine untuk merusak rumah tangga Aira dan Mario.


"Bagaimanapun aku akan pertahankan rumah tangga kita mas. Demi anak kita yang masih ada di dalam perutku. " Batin Aira dengan tekad yang bulat.


"Jadi, dokter harus jaga kesehatan dokter. Jangan lupa makan makanan yang sehat seperti sayur dan buah. Di tambah protein seperti ikan laut itu juga bagus buat kandungan dokter. Pasti dokter juga lebih tahu untuk makanan menunjang kehamilan dokter. " Pesan dokter Rahma ke Aira.


"InsyaAllah saya sudah paham dok. Terimakasih sarannya. " Balas Aira.


Dokter Rahma pun tersenyum sambil menulis resep vitamin untuk Aira.


"Oh ya satu lagi, untuk bapak tolong jaga mood dokter Aira. Karena biasanya istri yang sedang hamil lebih sensitif perasaannya. jadi, tolong jaga perasaan dokter Aira agar tidak stress dan berdampak mengganggu perkembangan janin. " Dokter Rahma pun juga memberikan nasehat untuk Mario.


"Siap dok, pasti saya akan jalankan pesan dokter. " Balas Mario dengan bersemangat.


"Dan untuk saat ini, libur dulu ya pak buat aktifitas berhubungan ******** sampai usia kandungan dokter Aira 3 bukan. Karena pada Trisemester pertama, biasanya keadaan janin belum kuat. "


Pesan terakhir yang di sampaikan oleh dokter Rahma pun membuat Aira dan Mario tersipu malu.


"Sa... ya usahakan dok. " Balas Mario dengan terbata-bata sehingga membuat dokter Rahma tersenyum.


. Setelah selesai memeriksa kan kandungan dan menebus vitamin untuk Aira, Mario dengan menuntun sang istri berjalan pelan menuju ke parkiran dimana mobil Mario berada. Disana juga sudah ada Alex yang tak sabar mendengar berita tentang Aira.


"Bagaimana Dan hasilnya? " Tanya Alex yang sudah tak sabar setelah membukakan pintu penumpang untuk Mario dan Aira.


"Sudah masuk dulu nanti baru aku kasih tahu hasilnya. " Jawab Mario setelah ia dan Aira duduk di jok belakang.


Alex pun segera menutup pintu dan berputar arah untuk masuk ke bagian kemudi.


Brak...


Pintu pengemudi pun di tutup Alex.


"Cepat kasih tahu, gimana hasilnya. " Tanya Alex dengan menoleh ke belakang.


"Alhamdulillah Lex, kami akan menjadi orang tua. Sekarang istriku sedang mengandung anakku. " Jawab Mario dengan antusias.


"Alhamdulillah."...


🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2