
Happy Reading.....
ππππ
"Kenapa di tutup lagi, mas kan udah lihat semuanya tadi malam. " Goda Mario
"Ish... mas ih...... " Jawab Aira dengan cemberut karena malu.
Mario pun tertawa melihat kepolosan sang istri. Hingga ia ingin mengulangi kembali apa yang mereka lakukan tadi malam. Tapi apa daya mereka harus segera bangun dan mandi besar agar bisa melaksanakan sholat subuh.
"Auuu..... " Aira pun meringis merasakan bagian bawahnya perih dan kebas.
"Kenapa dek? " Tanya Mario dengan mendekati sang istri.
"Perih mas dan adik nggak bisa jalan. " Adu Aira yang saat ini sedang berdiri dengan memakai kimono.
Tanpa aba-aba, Mario pun mengangkat istrinya ala bridal.
"Kya.... " Aira pun kaget karena tiba-tiba di angkat.
"Adik pasti kesakitan untuk ke kamar mandi, biar mas bantu. " Ucap Mario dengan membawa istrinya berjalan ke kamar mandi.
Aira pun mengangguk dan mengalungkan kedua tangannya ke leher Mario dengan tersenyum.
"Bentar dek. " Ucap Mario kembali setelah mendudukkan istrinya di closed duduk.
"Adik duduk dulu biar mas hidupkan air panas di bak. Katanya air hangat akan meringankan rasa perih di bagian i**** adik. " Pinta Mario dengan menghidupkan kran air panas di bak.
Aira pun tersenyum melihat sang suami yang sangat perhatian padanya. Perlakuannya saat ini menambah rasa cinta di hati Aira.
Setelah memastikan suhu air tak terlalu panas, Mario pun kembali mendekati sang istri. Diapun melepas jubah mandi sang istri.
__ADS_1
"Mas.... " Protes Aira dengan menutupi dua bukit kembar miliknya setelah jubahnya di tanggalkan oleh sang suami.
"Kenapa malu dek, mas udah lihat semuanya dan mas hanya mo bantu adik masuk ke bak nggak ada yang lainnya kok. Jadi jangan takut. " Jawab Mario dengan tersenyum. Mario pun dengan menahan dirinya untuk tidak menyerang sang istri berusaha mati-matian mengangkat sang istri untuk berendam di bak.
Setelah sang istri berendam, Mariopun segera keluar agar ia tak terpancing untuk melahap sang istri kembali. Syurga dunia yang tiada tara dan halal.
15 menit kemudian, Aira pun sudah keluar dengan memakai jubah mandinya. Tidak lupa rambutnya yang basah ia keringkan dengan handuk yang sudah tersedia di kamar mandi.
Keadaannya pun sudah sedikit baik dari pada sebelum mandi.
"Mas, ayo lekas mandi. Adik tunggu sini untuk sholat. " Pinta Aira kepada sang suami.
"Baik dek. Mas mandi dulu. " Jawab Mario dan bergegas untuk mandi karena waktu subuh akan habis.
Tak seperti Aira, Mario hanya sebentar saja berada di kamar mandi. Setelah selesai, ia bergegas keluar. Di sana sudah ada sang istri yang memakai mukena.
"Ini baju dan sarungnya mas " Ucap Aira dengan menunjuk pakaian ganti yang sudah Aira sediakan. Mulai sekarang, menyiapkan baju untuk suaminya akan menjadi kebiasaan Aira.
Mario pun segera memakai pakaiannya. Sedangkan Aira memunggungi Mario karena malu dengan Mario yang berganti pakaian di hadapannya. Mario pun tersenyum melihat tingkah sang istri..
Setelah selesai, mereka pun segera melaksanakan sholat subuh berjamaah yang akan mereka biasakan setiap hari dan ketika Mario berada di rumah.
"Dek, setelah menikah apakah adik masih mau bekerja di rumah sakit sana? " Tanya Mario kepada sang istri. Setelah selesai sholat, pasangan baru ini kembali lagi berebahan di atas ranjang tapi bukan untuk iya-iya lagi, tetapi mereka sedang bercengkrama membahas apa yang akan mereka lakukan setelah ini.
. "Kalau Aira ngikut mas saja. Jika Aira masih tetap bekerja disana, otomatis kita akan berjauhan mas karena jarak tempat adik kerja dengan asrama mas jauh. " Jawab Aira dengan menimbang.
"Kalau memang adik masih mau bekerja, nggak papa dek. " Mario pun mencoba memberikan masukan untuk sang istri.
"Nggak mas, Aira insyaallah sudah yakin dan mantap untuk resign. Karena sekarang tugas utama adik adalah mengikuti kemanapun mas bertugas. Adik nggak mau LDR ma mas, karena setiap rumah tangga akan harmonis jika kita saling hidup berdekatan. Kan Aira juga masih bisa bekerja di dekat tempat tugas mas. " Jawab Aira yang berada di pelukan sang suami.
"Alhamdulillah dek, kalau itu memang keputusan adik. Tapi adik juga harus berkonsultasi dulu sama ayah dan bunda. Karena takutnya ayah dan bunda tidak setuju dengan rencana adik.
__ADS_1
" Siap komandan. " Jawab Aira dengan memberikan sikap hormat kepada suaminya dengan centilnya.
"Ish.... ish.... ish... istri siapa sih ini kok centil sakali. " Mario yang gemas dengan jawaban sang istri pun menarik lembut hidung mancung sang istri.
"Istrinya Letnan Mario yang super dingin. " Jawab Aira dengan menggoda sang suami.
"Wah berani ya sekarang godain suaminya... ayo.... berani ya.... " Mario yang gemas pun menggelitiki perut sang istri hingga membuat Aira geli dan tertawa.
"Hahaha.... ampun mas.... ampun.... geli ini." Jawab Aira dengan tertawa karena merasa kegelian.
Mario yang melihat sang istri yang sudah sangat kegelian pun menghentikan tangannya untuk menggelitik. Ia melihat Aira sampai menitikkan air mata karena geli.
"Makasih ya dek. " Ucap Mario dengan mengecup lembut ubun-ubun Aira.
"Makasih sudah mau menerima mas yang hanya anak yatim piatu ini. " Tambah Mario dengan mengeratkan pelukannya kepada Aira.
"Aira yang harusnya berterimakasih mas. Karena mas sudah mau menepati janji kita di masa kecil dulu. Aura nggak menyangka jika anak laki-laki posesif ini yang tidak suka melihat Aira berdekatan dengan anak laki-laki lain, menepatinya dengan menjadikan anak perempuan ini menjadi ratu di hatinya. " Jawab Aira dengan membalas memeluk sang suami.
"Entah apa cobaan yang akan menghadang bahtera rumah kita kedepan, tapi mas berjanji jika mas akan selalu berusaha menjaga rumah tangga kita dengan baik. Dan adik dukung mas ya agar rumah tangga kita menjadi rumah tangga yang sakinah dan mawadah, dan selalu diridhoi Allah SWT. "
"Amin mas. Adik akan selalu mendukung mas. Adik akan belajar cara ayah dan bunda dalam mengarungi rumah tangga beliau hingga saat ini tak pernah Aira dengar ada pertengkaran antara mereka di depan anak-anak. Karena bunda yang lembut dan mampu mengimbangi ayah yang tegas. Dan beliau membentengi diri mereka dengan selalu bertaqwa kepada Allah. Adik juga ingin rumah tangga kita seperti itu mas. " Jelas Aira.
Mario pun semakin mempererat pelukannya kepada sang istri. Dia pun tersenyum karena bangga dengan ucapan sang istri. Ia tidak menyangka anak kecil yang dulu cengeng dan manja, akhirnya bisa berada di sampingnya untuk mendaki kehidupan baru mereka untuk mengarungi sebuah rumah tangga. Dan pastinya tak akan mudah mempersatukan dua watak yang berbeda, tapi dia yakin bisa menuntun sang istri untuk meraih Ridho nya Allah.
"Pinternya nyonya Mario. Semakin sayang ni..... ".
πΏπΏπΏπΏ
Maaf ya ini masih bab ke uwu-uwuan pasangan pengantin baru. π€£π€£π€£
Sebenarnya mo up kemarin malam, tapi apa daya badan letih dan tangan sudah tak sanggup untuk mengetik. Akhirnya aku up subuh2 ini. Dan maaf ya jika partnya. πππ
__ADS_1