Cinta Monyetku

Cinta Monyetku
Dengarkan aku..


__ADS_3

Happy Reading....


🌹🌹🌹🌹


"Abang, aku tunggu di rumah jangan lupa ya. " Pesan masuk nomor yang tak dikenal.


Deg.....


"Astagfirullah siapa ini yang ngirim pesan seperti ini. " Mario pun kaget dengan isi pesan tersebut.


"Kok ada pesan lagi diatas. " Ucap Mario dengan menscroll pesan sebelumnya. Matanya semakin membuat sempurna membaca pesan sebelumnya. Dia melihat jam pesan terkirim dan sudah terbaca.


"Ya Allah, apa adik sikapnya menjadi aneh gara-gara pesan ini. Astagfirullah. " Mario mengusap kasar wajahnya karena frustasi. Dia yakin jika istrinya saat ini sedang berpikir macam-macam tentangnya.


"Baru mau 2 bulan nikah, ini sudah ada cobaan saja. " Mario pun semakin frustasi. Dia berfikir untuk mencari cara untuk menjelaskan nya.


"Ini siapa sih yang berani ngirim pesan seperti ini. " Mario pun geram dengan pengirim pesan tersebut.


"Coba aku tanya aja. " Ucap Mario kembali dan ia segera mengetik balasan.


"Maaf ini siapa? " Ketik Mario.


Tring....


Tak berselang lama pesan Mario pun terbalas.


"Ih abang kok nggak nyimpan nomerku sih. Aku Jasmine adik kak Jordan komandan bang Mario. " Isi pesannya.


"Astagfirullah hal adzim. Ni orang dapat nomorku dari mana dan kapan aku ada janji sama dia? " Ucap Mario yang kaget siapa pengirim pesan tersebut. Ia tidak menyangka jika adik dari Wadanyon di tempatnya bertugas masih jaga mengejar-ngejar dirinya padahal dia sudah tahu jika dirinya sudah mempunyai istri.


Dengan frustasi, Mario meraup wajahnya dengan kedua tangannya dengan kasar. Dia bingung bagaimana cara menjelaskan masalah ini ke istrinya. Pasti Aira sangat marah dengannya.


Mario sudah tidak ada minat untuk membalas pesan dari wanita yang bernama Jasmine tersebut. Dia dengan malas berdiri untuk segera berangkat ke lapangan untuk melaksanakan apel pagi. Dengan gontai, dia berjalan tanpa semangat.


"Pagi Dan, tumben ni wajahnya masam banget nggak sedap untuk di pandang. " Sapa Alex yang ia anggap sebagai sahabat sekaligus calon kakak iparnya.


"Aira marah. " Jawab Mario dengan raut bersih.

__ADS_1


"Maksudnya? kenapa bu dokter marah pasti kamu sudah nyakitin dia ya? " Tanya Alex yang penasaran dengan apa yang terjadi dengan mereka.


"Wanita itu masih saja mengganggu aku dan Aira Lex. " Ucap Mario dengan wajah murung. Dia tidak menyangka adik dari salah satu atasannya sangat terobsesi dengannya. Padahal sebelum menikah, Mario sudah menolaknya karena ia memang tak suka dengan sikap agresif Jasmine. Bahkan cara berpakaian pun Mario tampak risih melihatnya.


"Wah wanita siluman itu nggak ada takut-takutnya. " Balas Alex yang sudah tahu siapa yang di maksud Mario.


"Terus yang menyebabkan bu dokter marah kenapa? "


"Nih lihat saja." Jawab Mario dengan menyodorkan HPnya yang berisi pesan yang dikirim Jasmine.


"Kalau ini pentesan dokter marah, tahunya istrimu pasti berfikir dirimu selingkuh ini." Ucap Alex setelah membaca pesan dari Jasmine.


"Makanya sekarang akau bingung jelasinnya, pasti dia tidak akan percaya bahwa memang aku tidak ada hubungan apa-apa sama si Jasmine itu. "


"Tapi kok si siluman itu bisa WA dan ngingetin kamu untuk lupa dengan janjimu, apa kalian ada janji untuk bertemu? " Tanya Alex kembali


"Kemarin siang aku sempat bertemu dengan Wadanyon dan ternyata ada dia juga di situ, terus dia merengek ke kakaknya agar aku nganterin dia ke acara sosial, tapi sumpah aku tidak berjanji maupun mengiyakan nya. " Jelas Mario.


"Wah nekat juga dia, biar aku bantu nanti jelasin ke dokter Aira lagi biar kalian tidak salah paham. Baru juga nikah, sudah ada masalah seperti ini. " Alex pun menawarkan dirinya untuk membantu Mario.


"Terimakasih Lex, dari dulu kamu yang sering membantu aku untuk menjelaskan ke istriku. " Mario pun sangat beruntung mempunyai teman seperti Alex ataupun Doni yang selalu ada untuk dirinya.


"Ternyata ada maunya. " Balas Mario dengan tertawa. Mereka berdua pun saking tertawa untuk meredakan rasa gundah Mario.


Perbincangan mereka pun terhenti setelah apem pagi di mulai. Mario dengan sigap mengecek kehadiran anggotanya, sedangkan Alex sudah bergabung dalam barisan per pleton. Mario sangat tegas dan disiplin dalam memimpin. Dia sangatlah profesional tidak mencampurkan suasana hatinya dengan urusan pekerjaan.


Setelah selesai apel, Mario sudah di sibukkan dengan menyelesaikan pekerjaannya sebagai pimpinan di pletonnya. Setelah sore hari, dia pun ingin segera pulang agar bisa bertemu dengan sang istri.


"Bang Mario. " Panggil seorang perempuan yang menghentikan Marii yang sedang menuju tempat dimana motornya di parkir.


Mario pun menoleh mencari siapa yang memanggilnya. Dia pun kaget ternyata yang memanggilnya adalah perempuan yang sudah membuat istrinya salah paham.


"Maaf ada apa ya? " Tanya Mario yang ingin segera pergi.


"Abang kok lupa sih, kemarin kan udah janji mo nganterin Jasmine. " Ucap Jasmine dengan manja dan gerak tubuh yang mendayu-dayu. Jika orang lain lihat pasti bisa salah paham.


"Maaf ya mbak, saya tidak pernah berjanji apapun sama mbak dan saya belum menjawab permintaan mbak kemarin. Jadi ucapan saya yang mana bisa menunjukkan jika saya berjanji sama mbak? " Mario pun sudah tidak bisa mengontrol emosinya. Dia kemarin masih bisa bersikap sopan karena menghargai Jasmine selaku adik dari atasannya, tapi karena sikapnya itu di salah artikan oleh Jasmine hingga membuat istrinya menjadi salah paham dan berburuk sangka dengannya.

__ADS_1


"Kok abang marah sih sama Jasmine. Kan kemarin abang bilang ke Bang Jordan InsyaAllah, jadi ya itu udah janji. " Ucap Jasmine kemarin dengan menunjukkan wajah sedihnya agar mendapat simpati dari Mario.


"Sekali lagi saya mohon maaf dan tolong hargai dan hormati saya mbak. Saya sudah punya istri dan gara-gara mbak ngirim pesan ke saya tadi malam istri saya menjadi salah sangka. Jadi, tolong jauhi saya. " Ucap Mario memberikan peringatan kepada Jasmine.


"Aku nggak mau tahu, kemarin abang udah janji jadi harus menepatinya. Kalau nggak, aku yang akan bilang sama bang Jordan. " Jasmine dengan tak tahu diri juga mengancam Mario.


"Terserah mbak mo bilang sama Dan Jordan atau bagaimana, saya tidak takut. " Jawab Mario dengan tegas.


Tapi tidak di duga oleh Mario, ternyata Aira juga baru saja melintas dekat Mario dengan mobilnya. Dia melihat sang suami sedang mengobrol dengan seorang wanita cantik dan seperti sedang ada perbincangan serius.


"Ternyata benar mas, mas udah selingkuh dari Aira. " Ucap Aira dengan melihat Mario dengan Jasmine di balik jendela mobil yang ia buka.


Deg.....


Mariopun melihat mobil sang istri dan melihat jelas Aira yang memperhatikannya.


"Ya Allah adik. " Ucap Mario yang sangat takut jika sang istri salah paham lagi. Dengan gesit dia pun ingin menghampiri Aira tapi Aira sudah lebih dulu menjalankan mobilnya. Tanpa pamit dengan Jasmine, Mariopun segera berlari mengambil sepeda motornya untuk mengejar sang istri.


Sedangkan Jasmine tersenyum bahagia melihat ke salah pahaman ini.


"Bagus bentar lagi hubungan mereka pasti berakhir. " Ucap Jasmine di dalam hati dengan gaya melipat kedua tangannya di dada dengan tersenyum smirk karena rencananya berhasil untuk membuat kesalah pahaman antara Mario dan Aira. Karena obsesinya yang ingin memiliki Mario, membuat dia salah akal. Apalagi dia mempunyai kartu merah abangnya Jordan jadi abangnya pasti tidak akan menolak keinginannya.


Mario melajukan sepeda motornya dengan kencang meskipun berada di lingkungan asrama. Rasa khawatirnya terhadap istrinya membuat dia tak menghiraukan apapun.


Setelah sampai ke rumah dinasnya, ternyata sang istri sudah sampai di rumah karena mobilnya sudah terparkir di sana. Dengan tergesa-gesa, setelah memarkirkan sepeda motornya, dia berlari menuju ke dalam rumah untuk mencari sang istri.


"Dek... dek... " Panggil Mario dengan mencari keberadaan Aira.


Airapun tak menjawab. Dia hanya diam ketika mendengar suara sang suami yang memanggilnya. Diapun hanya diam sambil memasukkan bajunya ke dalam koper. Dengan berderai air mata, ia menata semua bajunya ke dalam koper karena rasa kecewanya dengan sang suami.


"Deg... deg, deg kenapa baju-baju adik di masukkan ke dalam koper. " Tanya Mario yang kaget melihat sang istri mengemasi pakaiannya.


Aira masih diam dan tak bergeming.


"Dek, jangan gini dek. Mas akan jelasin semuanya tapi tolong jangan seperti ini. " Pinta Mario.


"Mas mau jelasin apa, mas mau bilang sudah mengkhianati adik, gitu? " Jawab Aira dengan suara meninggi tak seperti biasanya.

__ADS_1


"Dek, itu semua tidak benar dek. Mas nggak pernah mengkhianati adik sama sekali. Tolong percaya sama mas. " Mario pun berusaha menjelaskan semuanya. Dia sangat takut jika sang istri meninggalkan nya.


🌹🌹🌹🌹


__ADS_2