Cinta Monyetku

Cinta Monyetku
Penyesalan


__ADS_3

Happy reading..


****


Meskipun awalnya dia sakit karena di tolak oleh Kevin, akhirnya dia pun bisa ikhlas dan sekarang dia sudah tak merasakan sakit kembali ketika melihat Kevin. Dia hanya menjaga jarak saja tak seperti dulu yang akan menempel terus dengan Kevin. Sekarang, dia lebih memilih tak bekerja sama dengan Kevin ataupun harus satu shift, Nayla sudah bisa bersikap profesional. Dia akan bersikap seperti orang asing ketika selesai bekerja.


Deg.....


Kevin pun menoleh kesamping pas dengan Nayla yang sedang menatapnya juga. Pandangan mereka pun bertemu dan terkunci.


"Dia perempuan yang sudah aku sakitin, mungkinkah ini karma untukku? " Guman Kevin ketika melihat Nayla yang juga menatap nya.


Ketika Nayla tahu Kevin juga melihat nya, Nayla pun langsung membuang muka dan langsung berjalan kembali meninggalkan termoat tersebut.


Kevin masih menatap Nayla yang sudah pergi menjauh dari tempat semula. Dia melihat Nayla sampai tubuhnya hilang dari penglihatannya.


Kevin kembali menatap kosong kolam yang di depannya dengan wajah yang sendu. Sebagai lelaki, dia merasa sangatlah jahat kepada Nayla karena cintanya kepada Aira.


Nayla pun berjalan untuk menuju ruangan Aira. Setelah dia mendapat kabar jika Aira sudah masuk, dia pun bersemangat untuk menemui sahabatnya yang sudah hilang kontak beberapa minggu.


Dengan hati ikhlas melepaskan Kevin di hatinya, Nayla pun semakin ringan dalam melangkah ke depan tak ada lagi beban ataupun rasa iri di hatinya. Dia berusaha untuk menjadi wanita yang baik dan lebih sholehah dari sebelumnya. Karena dia percaya wanita yang baik akan mendapatkan lelaki yang baik pula..


**


"Assalamu'alaikum my sweaty friend ku. " Sapa Nayla dengan hati yang bahagia ketika sampai di ruangan Aira.


Aira yang sedang asyik membalas pesan dari Mario pun tak menyadari jika ada orang yang masuk ke dalam ruangan nya. Bahkan Jenni yang sedang membantu Aira pun juga sama.


"Astagfirullah." Ucap Aira dan Jenni bersamaan karena kaget akan kehadiran Nayla.


"Kalau datang tu ketuk pintu dulu kek, ini datang-datang malah ngagetin. Untung kita nggak kita nggak jantungan. " Protes Aira dengan manyun.


"He.. maaf, soalnya karena rasa bahagiaku dan nggak sabar ingin cepat bertemu di kau ini Ai. " Jawab Nayla dengan cengengesan. Dia pun duduk di depan Aira.

__ADS_1


"Ia nih dokter Nayla kayak jailangkung aja. Tiba-tiba muncul gitu. Kasihan tu dokter Aira kalau jantungan, nanti nggak jadi deh dia nikahnya. " Jenni pun ikut memprotes.


"Bentar-bentar maksudnya apa ni, sepertinya aku ketinggalan berita penting nih. " Ucap Nayla yang penasaran dengan perkataan Jenni.


"Wah dokter Nayla ketinggalan berita ni. Tahu nggak dokter sebentar lagi dokter Aira akan sold out loh. Soalnya dia udah di lamar sama pujaan hatinya. " Jenni pun bercerita dengan bersemangat.


. "Wah nggak bisa di biarin. Masak kamu tega sih Ai nggak ngabarin aku dengan berita penting ini. Apa kamu nggak anggap aku sahabat lagi. " Nayla pun memanyunkan bibirnya karena sedikit kecewa dengan Aira.


"Ya maaf Nay, bukannya aku nggak mau ngasih tahu kamu. Tapi kemarin itu dadakan banget. Apalagi kemarin aku sempat tu di kurung sama ayah, sampai hp pun di sita sama beliau. Jangankan buat hubungin kamu, aku cuma bisa nangis dan pasrah saja. " Aira pun menjelaskan.


"Tapi kan di kamarmu ada telpon Ai, masak nggak inget aku sih. " Nayla pun masih protes.


"Kalau ada pasti aku hubungin Nay, nggak hanya ho aja yang disita telpon di kamarku aja di putus sama ayah. Aku cuma di kurung di kamar makan pun sampai dikirim ke kamar. " Aira pun menambahi.


"Wah yang benar Ai? " Nayla pun kaget mendengar cerita Aira. Ia tak menyangka jika ayah Irsyad bisa setega itu.


"Ya benar Nay, sampai aku itu kayak frustasi waktu ayah bilang mo jodohin aku sama anak sahabatnya. Dan ternyata semua keluarga memang bekerja sama buat ngerjain aku. Terutama bunda yang biasanya kalem bisa juga berakting meyakinkan. "


"Jadi yang ngelamar kamu siapa Ai? " Nayla pun masih bertanya karena belum ngeh siapa yang sudah melamar Aira.


"Yaelah, tak kirain dari tadi dokter Nayla udah paham siapa yang melamar dokter Aira. Eh ternyata masih belum paham. " Jenni pun ikut menimpali karena gemas dengan Nayla.


"La memang aku nggak tau Sus, kalau tahu aku nggak akan tanya. " Nayla pun menjawab dengan sedikit sewot.


"Eh sabar dokter Nay, hehhe. "


"Mau tahu nggak siapa nmyang ngelamar dokter Aira? "


"Ya mau dong Cepetan deh bilang siapa yang ngelamar dia. "


.. "Yang ngelamar dia itu letnan kece dan gantengnya tak ada duanya yaitu letnan Mario. " Jenni pun menjelaskan.


"What? "Nayla pun kaget sampai dia berteriak saking kagetnya.

__ADS_1


" Ish, pelanin deh suaramu. Ini rumah sakit nanti kepala dengar kamu bisa kena sanksi Nay. " Ucap Aira dengan menutup telinganya karena mendengar teriakan Nayla.


" Ya maaf, aku kaget Ai. Jadi yang ngelamar kamu itu letnan Mario, Rio cinta monyetmu itu kan? " Nayla pun memastikan.


"Iya Nay, dia Rio cinta monyetku yang sudah sekian lama aku cari. " Jawab Aira dengan tersenyum.


. "Alhamdulillah Ai, aku ikut seneng. Akhirnya perjuanganmu selama ini membuahkan hasil yang sangat memuaskan. Akhirnya kamu bisa bersanding dengan cinta monyetmu. Aku seneng banget dengernya. " Balas Nayla yang bersorak kegirangan mendengar berita bahagia dari sahabatnya. Sampai dia pun memeluk Aira dengan erat.


"Ini aku kok nggak di peluk sih. " Jenni yang di kacangin pun memprotes.


"Udah sini deh aku peluk. " Jawab Nayla dengan meregangkan tangan kanannya untuk menunggu Jenni masuk kedalam pelukannya. Jenni pun tanpa sungkan langsung nimbrung untuk berpelukan dengan Nayla dan Jenni. Mereka saling tertawa untuk merayakan kebahagian Aira.


Setelah puas, mereka pun melepaskan pelukannya dan kembali untuk duduk di kursi yang bersedia di sana.


"Ngomong-ngomong Nay, gimana kabar kamu sama dokter Kevin. " Aira pun bertanya dengan pelan karena takut Nayla salah sangka.


"Akun udah nggak mau bahas itu Ai. Aku udah ikhlas kok. Mulai dari kita jadi relawan terakhir kali sebelum dirimu pulang dadakan, aku udah mencoba memgikhlaskannya. Jadi ya sejak itu aku berusaha menghindarinya jika tak ada pekerjaan bersama." Jawab Nayla dengan tegar.


"Tapi kamu masih cinta nggak sih Nay sama dia? " Aira yang penasaran pun mencoba bertanya.


"Kalau menghilangkan rasa itu pasti sulit Ai, seperti kamu yang selalu mengingat Rio padahal kamu sudah terpisah bertahun-tahun La ini aku baru 1 bulanan, jadi ya kalau rasa tentunya masih ada. Tapi sudah tak mengebu-ngebu seperti kemarin. "


"Benar dokter Nay, biarkan aja takdir yang berkehendak jika memang dokter Kevin adalah jodoh dokter pasti akan di permudah seperti dokter Aira bersama letnan Mario. tapi jika memang tidak, pasti akan ada jodoh yang terbaik yang sudah di persiapkan Allah untuk dokter. " Jenni ikut memberi masukan.


"La betul itu suster Jenni, sekarang yang menjadi prioritas aku saat ini adalah karirku dan memperbaiki diriku menjadi lebih baik. Dan untuk dokter Kevin, aku akan menghindarinya seperti apa yang ia inginkan kemarin."


"Semoga kamu juga akan mendapatkan orang yang terbaik untuk melindungi kamu Nay. "


****


Maaf ya, ini ceritanya di selipin cerita Nayla. Kalau langsung ke pernikahan Aira nanti episodenya cepat selesai. hehe.


Jangan lupa vote dan likenya ya biar tambah semangat ni buat lanjut nulisnya 😇😇😇

__ADS_1


__ADS_2