
Happy Reading....
"Bang Beno bisa ikut ibu sebentar? " Ucap bunda Salma setelah bertemu bang Beno.
. "Siap bu. " Jawab Beno.
Beno pun mengikuti bunda Salma setelah pamit dengan rekannya yang sedang berjaga.
"Bang, ibu ada tugas buat abang. Tapi jangan sampai bapak tahu dulu masalah ini. " Ucap bunda Salma setelah beliau dan Beno berada di tempat yang aman.
"Iya ibu, kalau boleh tahu tugas saya apa? "
"Bang Beno kenal dengan Jasmine? "
"Jasmine siapa ibu, apa adik dari Dan Jordan? "
"Iya benar sekali bang. "
"Saya tidak terlalu kenal ibu, tapi saya paham anaknya. Kalau boleh tahu ada apa ibu bertanya tentang adik Dan Jordan? " Benopun bertanya tentang alasan bunda Salma yang ingin tahu tentang Jasmine.
. "Gini bang... " Bunda Salmapun bercerita tentang Jasmine yang ingin mengganggu Aira. Beliau tidak tenang setelah putrinya di fitnah. Sehingga beliau meminta bantuan Beno untuk menjaga Aira.
"Saya percaya bang Beno bisa membantu saya karena anda tahu kahanan di sana. Saya hanya ingin menjaga putri saya. " Ucap bunda Salma.
"Saya memang tidak kenal dengan dia ibu, tapi menurut kabar disana, dia memang anak yang tidak baik dan selalu menggunakan kekuasaan abangnya jika ada orang yang di anggap mengganggu dia. Jadi, banyak penghuni asrama yang tidak berani dengan dia ibu. Apalagi seperti saya yang hanya bawahan." Jelas Beno yang tahu keadaan disana
"Makanya saya minta tolong ke abang, karena feeling saya perempuan itu tidak akan berhenti mengganggu kehidupan rumah tangga putri saya. "
"Siap ibu, saya akan melaksanakan perintah ibu. " Bang Beno pun menerima tugas dari istri atasannya. Dia merasa senang karena istri atasannya mau meminta bantuan kepadanya.
__ADS_1
"Saya akan melaksanakan tugas ibu dengan yang terbaik. Ini akan menjadi salah satu ucapan terimakasihku kepada ibu yang sering membantu keluargaku. " Ucap Beno dalam hatinya.
**
Hari pun berganti, sudah 1 bulan sejak tugas yang di berikan bunda Salma untuk Beno. Dia melaksanakan tugas itu dengan baik. Tanpa Aira tahu, Beno mencoba selalu menjaga Mario dan Aira dari obsesi Jasmine.
Jasmine yang merasa gagal untuk mengganggu Aira pun pergi sejenak untuk merefresh kan dirinya dari rasa marah akan Kegagalannya. Untuk kabar fitnah tentang Aira, akhirnya bisa hilang dan tak ada yang menggunjingkan Aira lagi karena bantuan dari Beno serta dokter Marko juga memberikan penjelasan. Akhirnya ibu-ibu kompleks pun percaya jika kabar itu tidak benar. Meskipun ada beberapa ibu yang masih pro dengan Jasmine, tapi bagi Aira itu tidak masalah.
"Mas, nanti jangan lupa anterin adik membeli belanja bulanan. Susu hamil adik juga sudah habis. " Ucap Aira setelah menyiapkan pakaian dinas harian sang suami.
"InsyaAllah dik, semoga nanti tidak banyak tugas jadi mas bisa nganterin kamu. " Jawab Mario dengan memakai baju dinasnya.
"Apa adik masih mual? " Tanya Mario yang khawatir.
"Masih sedikit mas, tapi nggak seperti kemarin. " Jawab Aira jujur. Karena memang sudah menjadi rutinitasnya jika setiap bangun tidur pasti dia merasa mual. Usia kandungan Aira sudah memasuki 2 bulanan. Dia juga sudah bisa mengontrol emosi dan pikirannya. Dia hanya tidak ingin terjadi masalah dengan janinnya jika ia berfikir keras dengan apa yang di lakukan Jasmine.
"Alhamdulillah dek, mas takut kalau aduk mual terus. Padahal adik juga harus melaksanakan tugas adik. "
. "Insya Allah tidak mengganggu adik kok mas. Kemarin Aira bertemu sama dokter Rahma dan beliau menyarankan untuk memakan permen jahe untuk mengurangi rasa mual. Beliau juga sudah berpengalaman. " Balas Aira menjelaskan.
"Alhamdulillah kalau begitu dek. " Mario pun ikut senang.
"Oh ya bagaimana kabar dokter Kevin, apa beliau jadi berangkat ke Singapura? " Mario yang mengingat Kevinpun bertanya kepada sang istri.
"Kalau menurut kabar dari suster Jenni, katanya besok atau lusa gitu mas berangkatnya." Jawab Aira. Meskipun Aira sudah tidak bekerja di rumah sakit yang dulu, tapi hubungannya dengan rekan dokter serta staf yang lain masih terjalin. Terutama Jenni dan Nayla, mereka selalu aktif di WA untuk membahas apapun yang sedang mereka rasakan.
"Terus dokter Nayla bagaiman? " Mario penasaran dengan hubungan sahabat istrinya itu.
"Kalau kemarin sih, Nayla belum bisa menerima dokter Kevin mas. Dia hanya tidak ingin menjadi pelampiasan dokter Kevin saja. "
__ADS_1
"Tapi menurut mas, dokter Kevin memang benar-benar mencintai dokter Nayla dek. Mas bisa lihat dari sorotan matanya yang memandang dokter Nayla penuh damba. " Mariopun ikut mengomentarinya.
"Aira berharap juga seperti itu mas. Adik harap Nayla segera membuka hatinya kembali. Takutnya nanti dia akan menyesal jika masih bertahan dengan egonya. " Aira pun takut sang sahabat akan menyesali keputusannya jika masih belum mau memaafkan Kevin.
"Kita do'akan yang terbaik untuk mereka dik. Semoga mereka bisa segera mendapatkan petunjuk yang terbaik untuk kelangsungan hubungan mereka. " Mariopun berdoa yang terbaik untuk Kevin dan Nayla.
. "Amin mas. "
**
"Dokter Nayla maaf jika mengganggu dokter. Lusa saya akan berangkat ke Singapura. Mungkin saya akan tinggal di sana 6 bulan atau bisa juga saya akan menetap disana. " Ucap Kevin yang menempatkan dirinya untuk menemui Nayla. Saat ini, dia sudah pasrah. Sudah banyak cara yang ia lakukan untuk membuktikan jika dia sudah berubah dan benar-benar mencintai Nayla. Tapi Nayla masih belum mau menerimanya karena masih takut.
"Maksud dokter? " Naylapun mengerutkan dahinya karena kaget dengan ucapan terakhir Kevin tadi.
"Rencana awal, saya akan mendapat pelatihan selama 6 bulan. Tapi kemarin saya dapat kabar jika saya bersedia, maka saya bisa bekerja di rumah sakit sana yang ternyata 1 yayasan dengan rumah sakit ini. " Kevin pun menjelaskan. Dia berharap Nayla mau menahannya agar ia tidak lama tinggal di sana.
Deg.....
Jantung Nayla pun berhenti berdetak ketika mendengar ucapan Kevin.
"Apa dia akan ninggalin aku, apa dia akan pindah dari sini? " Hati Naylapun menjadi bimbang. Tidak tidak ingin kehilangan Kevin tapi dia juga belum yakin dengan perasaan Kevin kepadanya.
"Apa dokter yakin ingin menetap disana? " Nayla pun mencoba mengkonfirmasi.
"Jika memang ada seseorang yang membuat saya bertahan, maka saya akan bertahan disini. Tapi jika apa yang saya pertahankan ternyata tak bisa saya gapai, saya akan mencoba melepaskan dan lebih baik saya membuka lembaran baru di hidup saya. " Jawab Kevin dengan yakin.
Naylapun merasakan tamparan yang cukup keras dari ucapan Kevin. Dia tidak mengira jika Kevin bisa berbicara seperti itu.
🌹🌹🌹🌹
__ADS_1