
Happy Reading...
🌿🌿🌿🌿
Ceklek....
Pintu di buka Mario. Untung Aira tidak menguncinya sehingga mereka bisa masuk ke dalam.
Mario mencari keberadaan sang istri. Tetapi dia tidak melihat nya. Dan........
"Adik... " Panggil Mario yang panik melihat istrinya tergeletak di lantai dan di sampingnya ada pecahan gelas. Mario segera menghampiri Aira.
"Astagfirullah." Alex pun juga kaget melihat kondisi Aira.
"Gimana Dan? " Tanya Alex yang sudah berada di samping Mario. Sedangkan Mario memeriksa keadaan sang istri. Dia mengangkat kepala Aira yang ia duduk kan di pahanya.
Mario juga memeriksa detak jantung Aira.
"Istriku pingsan Lex, tolong bantu aku bawa Aira ke rumah sakit. Aku tidak ingin terjadi apa-apa dengan istriku. " Ucap Mario.
"Ya udah, ayo biar aku yang nyetir. " Jawab Alex.
Mario pun segera membopong Aira menuju ke luar rumah. sedangkan Alex sudah berjalan terlebih dahulu. Setelah di luar, Alex segera membukakan pintu penumpang agar memudahkan Mario masuk kedalam dengan posisi Aira dalam gendongannya. Setelah, Mario dan Aira masuk, Alex segera berputar arah menuju ke pintu pengemudi dan membuatnya. Alex segera menjalankan mobil Aira menuju ke klinik terdekat.
"Ya Allah, tolong selamatkan istriku. " Do'a Mario dengan menggenggam tangan sang istri. Mariopun menangis karena takut kehilangan Aira. Dia tidak menyangka jika sang istri bisa pingsan padahal baru saja mereka menyelesaikan permasalahannya, tapi sekarang sang istri malah tergeletak tak sadarkan diri.
"Dan, kamu tenang. Pasti dokter Aira tidak apa-apa. Jadi jangan panik. " Pesan Alex yang memberikan semangat kepada Mario. Dia bisa melihat kecemasan di wajah tampan Mario
"Iya Lex, aku berharap tidak terjadi apa-apa. " Jawab Mario.
Alex kembali menjalankan mobilnya menuju ke klinik. Sedangkan Mario dengan posisi memeluk sang istri tak henti-hentinya berdoa.
Setelah 10 menit, mereka sudah sampai di pelataran klinik dimana sebagai tempat Aira bertugas. Di Sana juga ada rawat inap meskipun tidak besar.
Alex memarkirkan mobil Mario dan kemudian segera membuka pintu penumpang agar memudahkan Mario turun dengan menggendong Aira.
Mario sedikit berjalan cepat masuk ke dalam klinik dengan Aira di Gendongannya. Setelah menutup pintu mobil, Alex juga ikut menyusul ke dalam.
"Suster tolong istri saya. " Panggil Mario untuk meminta tolong ke perawat yang sedang bertugas.
__ADS_1
"Baik Pak, tolong baringkan ke banker. " Jawab salah satu suster yang berjaga dengan mengarahkan banker ke arah Mario.
"Baik Sus. " Ucap Mario kembali. Mario pun membaringkan istrinya di atas bankar.
"Loh, kok dokter Aira. " Ucap si suster.
"Iya Sus, tadi istri saya tiba-tiba pingsan waktu di kamar. " Jelas Mario.
"Bapak tenang dulu, pasti dokter Aira tidak apa-apa. " Si suster yang bernama Sita di name tagnya menyemangati Mario.
"Benar Dan, jangan panik. Istri kamu pasti tidak apa-apa. " Alex pun ikut menimpali.
Mario pun menganggukkan kepalanya. Suster pun segera mendorong bankar Aira. Kemudian Mario juga ikut membantu suster mendorong banker menuju ke ruang dokter jaga.
"Sore dok, ini dokter Aira tadi pingsan di rumah beliau. Mohon itu segera di periksa dok " Ucap suster Sita memberikan informasi kepada dokter jaga.
"Loh, tadi saya bertemu dokter Aira sehat-sehst saja. " Dokter jaga pun kaget melihat keadaan Aira.
"Saya juga tidak tahu dok, tadi saya masuk kamar tiba-tiba melihat istri saya sudah pingsan di bawah. " Mario pun menjawab. Sedangkan Alex menunggu di luar ruangan dimana Aira di periksa.
"Ya udah biar saya periksa dulu pak. " Izin dokter wanita yang tampak lebih tua dari Aira.
"Silahkan dok. "
"Baik dok. " Jawab Mario.
Mario pun memindahkan Aira ke bed periksa. Sedangkan suster Sita membawa bankar ke luar agar tidak mengganggu dokter memeriksa pasien.
Dokter jaga itupun mulai memeriksa Aira. Dia mengecek nadi Aira kemudian beralih ke detak jantung Aira. Tidak lupa beliau juga mengecek mata Aira.
"Sepertinya dokter Aira sedang hamil. " Batin sang dokter. Karena curiga tidak ada hal yang mengkhawatirkan, maka dokter tersebut mencoba memeriksa perut Aira.
Beliau pun tersenyum setelah memastikan.
"Dokter Aira tidak apa-apa pak, jadi tidak perlu khawatir. " Ucap dokter setelah selesai memeriksa Aira.
"Tapi kok istri saya pingsan dok? " Mario pun masih belum percaya dengan penjelasan dokter.
Dokter pun tersenyum mendengar pertanyaan Mario.
__ADS_1
"Coba setelah dokter Aira siuman, bapak bawa ke bagian kandungan. Sepertinya dokter Aira sedang hamil. Tapi saya belum bisa memastikan karena saya bukan bidangnya. " Balas dokter dengan memberikan penjelasan kepada Mario.
"Apa dok? istri saya ha... mil? " Mario pun kaget dengan berita yang baru saja ia dengar..
"Iya Pak, jadi untuk pastinya akan kebenaran tentang keadaan dokter Aira, bapak bisa pindahkan dokter Aira ke dokter kandungan. Alhamdulillah sore ini ada dokter Rahma spesialis kandungan yang sedang praktek. " Jelas dokter kembali.
"Baik dok, terimakasih atas penjelasannya. " Mario pun berkaca-kaca karena mendengar kabar bahagia.
"Semoga benar dek, semoga adik benar-benar sedang mengandung anak kita. " Ucap Mario dengan memegang tangan sang istri yang masih tertidur di bed ruangan dokter Jamilah.
Tak berselang lama, Aira pun mulai membuka kedua matanya.
"Mas, aku dimana? " Tanya Aira ketika membuka matanya dan melihat sang suami di sampingnya.
"Alhamdulillah adik sudah bangun. " Ucap syukur Mario dengan mencium tangan Aira.
Airapun bingung melihat sang suami yang berkaca-kaca. Dia juga tambah bingung karena melihat rekan kerjanya juga berada di ruangan.
"Adik tadi pingsan waktu di kamar, karena mas panik maka tadi langsung bawa adik ke klinik. " Jelas Mario karena melihat kebingungan sang istri.
Aira pun mengingat kejadian tadi dimana ia bangun tidur dan merasa haus. Tapi ketika akan mengambil minum yang selalu berada di nakas dekat ranjang, kepalanya seperti berputar sehingga membuat dia pingsan ketika mengangkat gelas.
"Tadi adik haus, tapi waktu mo ambil minum kepala adik seperti mau pecah mas dan adik sudah tidak ingat apa yang terjadi dengan adik. " Balas Aira.
"Nggak papa dek. Adik baik-baik saja. Tapi kata dokter, adik harus periksa ke dokter kandungan untuk memastikan keadaan adik. " Mario pun menjelaskan keadaan Aira.
"Dokter kandungan? " Aira pun kaget mendengar kata dokter kandungan.
"Mak... maksud mas adik sedang hamil? " Aira pun memastikan.
Mario pun mengangguk dengan menggenggam tangan sang istri.
"Iya dokter Aira, menurut analisa saya dokter Aira sedang hamil. Tapi untuk pastinya silahkan dokter periksa ke dokter Rahma. " Dokter Jamilah pun ikut menjelaskan dengan senyum tipis di bibirnya.
"Alhamdulillah ya Allah. Terima kasih dokter Jamilah atas bantuannya. Semoga saja analisa dokter benar. " Balas Aira yang ikut bahagia mendengar berita bahagia ini. Dia pun menyadari memang akhir-akhir ini badannya cepat letih dan juga perasaannya mudah sensitif. Apalagi seperti masalah tadi pagi, membuat mood dia buruk dan rasanya ingin menangis terus.
"Saya baru ingat, bulan ini saya memang belum dapat tamu bulanan dok. " Ucap Aira yang mengingat jadwal bulanannya yang terlambat.
"Wah, bisa dipastikan memang dokter Aira sedang hamil ini. " Dokter Jamilah pun ikut menimpali.
__ADS_1
"Bismillah semoga dok. "
🌹🌹🌹🌹