Cinta Monyetku

Cinta Monyetku
Nervous


__ADS_3

Happy Reading.....


*********


Para pimpinan sudah berjalan ke depan. Ada salah satu orang yang memakai seragam TNI lengkap berjalan menuju ke depan. Tampan gagah dan kharismatik di usianya yang tak lagi muda.


Deg......


"A..... yah..........".Ucap Aira ketike melihat ayahnya yang juga mengikuti kunjungan hari ini.


Kemudian, Aira mencoba menetralkan dirinya. Bukannya dia tak suka dengan kedatangan ayahnya, Aira hanya sungkan jika semua orang di sana mengetahui siapa dirinya sebenarnya maka akan memposisikan dia berbeda dengan mengistimewakan dia.


"Selamat siang Dan, izin melapor tempat untuk di adakan rapat sudah tersedia. " Ucap Mario meminta izin menyampaikan laporan.


"Siap terimakasih atas penyambutannya. " Balas salah satu petinggi.


Sedangkan laki-laki paruh baya di belakang dia memperhatikan Mario dengan pandangan yang sulit di artikan.


Ketika Mario melihat ke belakang pimpinannya, dia tak sengaja melihat si bapak. Dengan sedikit menutupi kegugupan nya, Mario memberikan hormat kepada si bapak dengan tersenyum sebelum mempersilahkan si bapak menuju tempat yang sudah di sediakan.


Irsyad hanya melihatnya sekilas dan mengangguk. Mario pun memberikan jalan pada semua pimpinan yang sudah datang.


Setelah sampai di depan putri nya, Irsyad tersenyum simpul dan tidak lupa ia menganggukkan kepalanya memberikan tanda "Bagaimana kabarnya putriku, ayah kangen. " Hanya Aira yang paham dengan tanda tersebut.


Aira juga membalas anggukan untuk menjawab sapaan sapaan sang ayah. Tidak lupa ia menambahkan senyuman manis di bibirnya.


Kevin yang mengetahui jika Irsyad adalah ayah wanita yang ia sukai, mencoba mendekatinya.


"Selamat siang Pak Irsyad, selamat datang di tempat pengungsian ini. " Sapa Kevin ketika Irsyad sudah sampai di depannya.


"Selamat siang dokter... " Menjeda ucapannya.


"Kevin, nama saya dokter Kevin pak Irsyad. " Jawab Kevin memperkenalkan dirinya.


"Oh ya dokter Kevin, Terima kasih atas sambutannya. " Balas Irsyad dengan ramah.


Mario yang berada di belakang Irsyad merasakan gemuruh di dadanya, ketika melihat ayah dari perempuan yang di cintanya tersenyum ramah kepada orang yang sama-sama menyukai Aira.


Semua tamu berjalan menuju tempat yang disediakan. Di sana, sudah tersedia barisan kursi yang berjajar rapi dan ada tenda untuk melindungi mereka dari panasnya terik matahari ini.


"Kamu? " Panggil Irsyad kepada Mario.


"Siap Dan. " Jawab Mario dengan memberikan tanda hormat.


"Siapa nama kamu? " Tanya Irsyad kembali.


"Izin, nama saya Mario Dan. " Jawab Mario dengan tegas. Padahal dia juga merasakan sedikit nervous ketika berhadapan langsung dengan calon mertuanya. Lebih baik menghadap ke atasan untuk bertugas dari pada berhadapan langsung dengan calon mertua tanpa persiapan.


"Tolong panggilkan dokter Aira. " Pintar Irsyad dengan wajah datarnya.

__ADS_1


"Siap, laksanakan Dan. " Jawab Mario kembali.


Mario pun pamit untuk mencari Aira seperti permintaan Irsyad.


"Lex, lihat dokter Aira nggak? " Tanya Mario ketika bertemu Alex.


"Pacarannya nanti Dan, ini masih ada pimpinan malah nyari dokter Aira saja. " Jawab Alex yang belum paham.


"Ngawur saja, saya juga paham masalah itu." Ucap Mario.


"La terus itu tadi kok nyari dokter Aira? "


"Itu tadi ayahnya juga ikut dalam Peninjauan, beliau menyuruh saya memanggilkan dokter Aira. " Mario pun menjelaskan.


"Bushed, Dan Irsyad kesini? " Tanya Alex yang kaget akan kabar ini. Untuk Alex, dia sudah mengetahui siapa Aira sebenarnya.


"Iya, tu sekarang disana. " Tunjuk Mario ke arah Irsyad.


"Wah ketemu Camer ni Dan. " Goda Alex kembali.


. "Ketemu sih ketemu, tapi di jantung dag dig dug saja kayak mo copot." Balas Mari dengan memegang dadanya.


"Mending saya menghadap komandan untuk membahas pekerjaan dari pada ketemu camer tanpa persiapan. " Tambah Mario dengan wajah lusuhnya.


Alex pun hanya ketawa mendengar keluhan Mario dengan menampilkan wajah lusuhnya. Dia sampai kaget ternyata atasannya ini bisa gugup juga.


"Sudah sana cari sekalian kangen-kangenan. Syukur-syukur nanti langsung di nikahkan setelah ketemu camer. " Goda Alex.


Mario pun tak menanggapi nya. Dia melanjutkan untuk mencari dokter Aira di ruang pemeriksaan.


"Selamat siang. " Sapa Mario setelah masuk ke ruang pemeriksaan.


"Siang." Balas Nayla, Jennie dan Aira bersamaan.


"Ada apa Letnan Mario, apa yang bisa kami bantu? " Tanya Aira dengan sopan akan kedatangan Mario yang tiba-tiba. Aira pun bersikap profesional.


Mario tersenyum ke arah ketiga perempuan di depannya sebelum menjawab pertanyaan sang pujaan hati.


"Maaf jika mengganggu dokter Aira, saya dapat tugas untuk memanggil dokter Aira. " Balas Mario dengan sopan.


"Kalau boleh tahu siapa yang mencari saya? "


"Komandan Irsyad meminta saya untuk memanggilkan dokter ke sana. " Mario pun menjelaskan.


"Oh baik, tunggu sebentar. " Balas Aira.


"Ada apa ini, tumben ayah manggil aku tanpa menghubungi saya terlebih dahulu. " Batin Aira.


"Suster Jenni, dokter Nayla saya izin sebentar. " Izin Aira.

__ADS_1


"Okey dok. " Balas Jenni dan Nayla bersamaan.


"Mari dokter Nayla, suster Jenni. " Mario pun juga ikut pamit dari sana.


Aira dan Mario pun keluar dari rumah pemeriksaan menuju ke tenda penyambutan bersama-sama.


"Ayah kamu kok manggil kamu ada apa ya dek? " Ucap Mario menanyakan pemanggilan Aira.


"Aira juga nggak tahu mas, dari tadi ayah juga nggak ngubungin Aira. " Balas Aira yang juga bingung akan panggilan dadakan ayahnya.


"Semoga tidak ada apa-apa ya dek. " Harapan Mario.


"Amin mas. " Jawab Aira dengan tersenyum.


Mereka berpisah setelah sampai di depan tenda. Aura yang masuk mencari keberadaan ayahnya, sedangkan Mario kembali bertugas untuk mengontrol anak buahnya yang masih berjaga-jaga menjaga keamanan di sana. Tidak hanya para komandannya, tapi juga banyak perwakilan dari anggota dewan yang ikut serta meninjau lokasi.


Setelah mencari, Aira melihat lelaki paruh baya yang tersenyum ke arahnya. Aira pun menuju ke arah di mana ayahnya berada. Untung Irsyad tidak duduk di depan, sehingga Aira tidak merasa sungkan.


"Assalamu'alaikum ayah? " Sapa Aira dengan mencium tangan sang ayah tanda hormatnya dan kebiasaan yang sudah tertanam di rumah.


"Waalaikum salam kak." Balas Irsyad dengan menyodorkan tangannya.


"Kakak sehat? " Tanya Irsyad kembali.


"Alhamdulillah yah, ayah, bunda dan adik Illa bagaimana? "


"Alhamdulillah kami sehat. " Balas Irsyad.


"Alhamdulillah." ucap Syukur Aira.


"Oh ya ayah kenapa manggil Aira dadakan, kan ayah bisa hubungi Aura terlebih dahulu. " Tanya Aira yang sebenar nya risih ketika di lihat beberapa orang yang penasaran akan dirinya yang menemui salah satu petinggi di TNI.


"Memangnya ayah tidak boleh kangen dengan putri ayah? " Rajuk Irsyad yang pura-pura sedih.


"Bukan seperti itu yah, kakak senang bertemu ayah apalagi udah lama nggak bertemu langsung. Tapi biasanya ayah akan ngasih info kakak jika mo bertemu. " Jelas Aira yang sedikit merasa tidak enak dengan ayahnya.


Biasanya, jika sang ayah yang melakukan perjalanan dinas di kota di mana Aira bertugas selalu menghubungi Aira terlebih dahulu untuk bertemu. Tapi entah apa gerangan yang buat ayahnya hari ini tak mengabarinya.


"Ada hak yang ingin ayah tanyakan kepada kakak. " Ucap Irsyad dengan menampilkan wajah serius.


Deg.....


Aira merasakan aura ayahnya yang tak bersahabat. Jika sang ayah sudah menampakkan wajah seriusnya pasti akan ada hal penting atau masalah yang terjadi.


"Tentang apa yah.....? "


**********


Mohon maaf ya up nya cuma sedikit. 😥

__ADS_1


__ADS_2